Tausyiah275

June 23, 2008

Perlukah Mendukung Obama?

Masuk Kategori: Tarbiyah, HOT NEWS, Muamalah

Bismillah,

Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat, kita tidak bisa menganggap remeh. Penyebabnya apalagi jika karena saat ini Amerika Serikat merupakan ‘penguasa’ dunia (yg lebih banyak bertindak lalim dan dzalim dibandingkan adil), sehingga setiap perubahan yg terjadi, akan banyak mempengaruhi kehidupan bangsa2 lain di dunia.

Bagi kaum muslim, terlebih kaum muslim di Amerika, hal ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesalahan dalam memilih presiden Amerika Serikat, seperti yg pernah terjadi saat pemilu yg lalu, harus dijadikan pelajaran, karena ternyata Bush, yg didukung oleh kaum muslim, malah lebih banyak bertindak yg merugikan dan menciderai hati kaum muslim.

Kali ini, pemilihan presiden Amerika Serikat dirasa akan lebih seru, karena adanya sosok Barack Obama. Obama, yg pernah tinggal di Indonesia selama beberapa waktu (saat kecil), selalu melontarkan ide PERUBAHAN (sebagai salah satu tema) dalam tiap kampanyenya.

Pertanyaannya, bagaimana sikap kaum muslim (terutama muslim Amerika) terhadap Obama? Apakah dia layak dipilih?

Sebelum memutuskan untuk memilih Obama, hendaknya kaum muslim (terutama muslim Amerika) mesti melihat dulu berita-berita berikut:
- Barack Obama Diskriminasikan Wanita Muslim
- Sikap Obama tentang foto dia bersarung
- Sikap Obama terhadap Yahudi

Saya tidak ada niat untuk memprovokasi atau melakukan black campaign (kampanye negatif) terhadap Obama. Saya hanya hendak mengingatkan kita semua, terutama saudara muslim di Amerika, agar mereka tidak berharap terlalu berlebihan terhadap Obama dan menjadi kecewa jika usai memilih Obama, ternyata ybs malah lebih ‘menekan’ Islam.

Semoga ALLOH SWT senantiasa menolong hamba2-Nya yg senantiasa mencari dan menegakkan kebenaran.

May 6, 2008

Beasiswa Timur Tengah (Timteng)

Masuk Kategori: Tarbiyah, HOT NEWS, Dari Inboxku

Diberitahukan bahwa seleksi beasiswa Timur tengah (timteng) Yaman Universitas Al Ahqaf dilaksanakan pada

Tahap pertama, pada tanggal 25 Mei 2008 di Pondok Pesantren Kauman Lasem Jawa Tengah. Telpon 08122834780 untuk putra dan putri

Tahap kedua, 1 Juni 2008 di Ponpes Darullughah wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur. Telpon: 08883186094 khusus putera.

Tahap ketiga, tanggal 8 Juni 2008 di PP Alkhairat Bekasi Jawa Barat (Jabar) Telp. 081932318294 Berlaku untuk putra dan puteri.

Info selengkapnya silahkan hubungi (1) Habib Hasan Al Jufri Telp. 08122212000. (2) KH. M. Zaim Ahmad Ma’shum. Telp. 081325650650.

Beasiswa Timur Tengah (Timteng)

Demikian harap maklum dan mohon disebarkan.

March 9, 2008

Doctoral Research Fellowship (Islam and the Islamic World)

Masuk Kategori: Tarbiyah, Dari Inboxku

POSITION AS DOCTORAL RESEARCH FELLOWSHIP (SKO/post code 1017) IN ISLAM AND THE ISLAMIC WORLD is available at the Department of Culture Studies and Oriental Languages, Faculty of Humanities, University of Oslo
http://www.hf.uio.no/ikos/english/index.html.
The successful candidates should in her/his research project work on a topic related to Islam and the Islamic world. Applicants should document necessary language competence to carry out the project. The applicant’s doctoral research project should preferably be related to one of the ongoing research projects at the department.

For research projects at the Department of Culture Studies and Oriental Languages see:
http://www.hf.uio.no/ikos/english/research/
The position is available for a period of three years. Candidates who are accepted must participate in the researcher education programme (cf. regulations and supplementary provisions for the faculty’s researcher education). Research fellows will have their workplace and academic contact person at the relevant Department.
Requirements:
· A master degree equivalent to a Norwegian master degree in a relevant field.
The final candidates will be called to an interview at the University of Oslo.
Guidelines for appointments to research fellowships at the University of Oslo may be obtained at
http://www.uio.no/admhb/reglhb/personal/tilsettingvitenskapelig/ansettelsesvilkar/guidelinesresearchfellowship.xml
The University of Oslo has a goal of recruiting more women in academic positions.
Women are encouraged to apply.
The University of Oslo also has a goal of recruiting more immigrants to Norway in academic positions. Immigrants are encouraged to apply.

The University of Oslo has an agreement for all employees, aiming to secure rights to research results a.o.

March 7, 2008

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Discovery Scholarship

Masuk Kategori: Tarbiyah, Dari Inboxku

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) is being built in Saudi Arabia as an international, graduate-level research university dedicated to inspiring a new age of scientific achievement in the Kingdom that will also benefit the region and the world.

The KAUST Discovery Scholarship is the general scholarship program of the King Abdullah University of Science and Technology (KAUST).

The KAUST Discovery Scholarship program is designed to ensure that any highly talented student who is qualified and eligible to enroll in KAUST will receive full financial support while at the University. Those who receive a Discovery Scholarship will receive full tuition support, a living stipend, and summer and career enrichment programs.

To qualify for a KAUST Discovery Scholarship, you:
• Must be able to provide an official first-university or bachelor’s university record or transcript documenting coursework taken and highest academic achievement;
• Must be currently enrolled in a first university or bachelor’s degree program in a field of study that is related to the overall KAUST mission (engineering, science, mathematics, environmental science, computer science, etc.);
• Must have the equivalent of a minimum overall GPA of 3.0 and a minimum major-field-of-study GPA of 3.3 on a 4.0 scale
• Must have, at a minimum, one of the following as an English language proficiency test score:
1. 550 TOEFL Paper-Based Test (TOEFL ITP also accepted)
2. 213 TOEFL Computer-Based Test
3. 79-80 TOEFL Internet-Based Test
4. 6.0 IELTS
• Must have completed 80 credit hours, or equivalent, of coursework by the end of the 2008 academic year.
• Must demonstrate academic and research interest and/or leadership potential that can be documented in your Statement of Purpose on the application;
• Must be able and willing to matriculate at KAUST in Saudi Arabia in September 2009 or September 2010; and
• Must be able to travel outside your home country to attend KAUST-sponsored enrichment activities.

KAUST has developed a fair, consistent and transparent selection process for the KAUST Discovery Scholarship. Applicants will be evaluated by the following criteria:
• Academic achievement
• First university or bachelor’s field of study
• Commitment to KAUST goals
• Statement of Purpose
• Demonstrated leadership abilities
• Involvement in related extracurricular activities
• Commitment to matriculate at KAUST upon graduation
• Interview with KAUST representatives or faculty (for finalists only)

Selection Process
• Applications are first reviewed for minimum eligibility.
• The applications of the highest merit are then reviewed by the KAUST global selection panel.
• The global selection panel will then recommend finalists for in-person interviews with KAUST representatives or faculty prior to final selection as Discovery Scholarship recipients.

There are four components to the KAUST Discovery Scholarship application:
• Online student section with essays
• Letters of recommendation
• Official university record of achievement (transcripts)
• Official TOEFL or IELTS English language proficiency score

All four components must be completed by the deadlines below in order for your application to be reviewed. Incomplete or late applications will not be considered and extensions will not be granted.

The Discovery Application closes May 11, 11:59 pm UTC/GMT -6 hours

You must mail supplemental documents not included in your online application (postmarked) by May 11 or earlier to the KAUST Scholarships application processing center in Houston, USA.

You must scan and e-mail copies of official TOEFL/ IELTS results to scholarships@kaust.edu.sa by July 16. KAUST will not accept practice or predictor tests.

Institute of International Education
KAUST Scholarships
520 Post Oak Boulevard, Suite 740
Houston, Texas 77027
U.S.A.

Contact Information for Student Applicants:
e-mail: scholarships@kaust.edu.sa
Tel: +1 (713) 621-6300, ext 23
Fax: +1 (713) 621-0876

Contact Information for Current Recipients:
Tel: +1 (713) 621-6300, ext 23
Fax: +1 (713) 621-0876

Contact Information for University Faculty/Administrators/Recommenders:
Tel: +1 (713) 621-6300, ext 23
Fax: +1 (713) 621-0876

Website: http://www.kaust.edu.sa

February 7, 2008

Sedekah dan Infaq itu Murah, Tapi Berat

Masuk Kategori: Tarbiyah, Hikmah

Barangkali kita pernah membaca artikel bahwa uang Rp 50 ribu terasa ‘ringan’ di mall tapi ‘berat’ jika berada di masjid. Ungkapan di atas tidak salah, bahkan terasa sangat menohok bagi kaum muslim. Mengapa aku katakan menohok? Karena, semestinya seorang muslim tidaklah perlu ragu dan takut untuk mengeluarkan BERAPAPUN uang untuk bersedekah dan berinfaq.

Aku sendiri, terus terang, terkadang masih ragu dan berat untuk mengeluarkan Rp 100 ribu untuk dimasukkan ke dalam kotak amal. Hanya pada event/acara khusus aku memasukkan lembaran merah itu, misalnya seperti saat Idul Adha, Idul Fitri, atau ada pengajian khusus. *termenung sedih*

Jika aku berani jujur, nampaknya aku masih belum bisa ikhlas untuk sepenuhnya mendedikasikan hartaku untuk agama. Masih terlalau banyak pertimbangan yg aku lakukan sebelum mengeluarkan uang. Meski seringkali aku berusaha usir kekhawatiran ini, namun seringkali pula aku ‘kalah’ melawan hal ini.

Aku hanya berharap, jangan sampai aku terkena penyakit cinta dunia. Hal ini dikarenakan jika sudah terkena penyakit cinta dunia, bisa dipastikan cinta harta dan takut mati akan hinggap di dalam diriku. Dan ini jelas merupakan ancaman dan sinyal yang sudah berada di tahap yg ‘mengerikan’, karena ini berarti aku sudah terperangkap dalam jebakan setan sebagaimana yg sudah diingatkan Rasululloh SAW lebih dari 14 abad yg lalu.

Untuk menghilangkan cinta dunia dan takut mati, tentu ada caranya. Perbanyak ibadah, pelajari agama dengan baik, dekatkan diri (dan banyak bergaul) dengan orang2 berilmu (agama), berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain, dan yang terlebih penting..PERBANYAK DAN BIASAKAN SEDEKAH DAN INFAQ! Yakinlah bahwa sedekah itu bermanfaat!

Karenanya, aku begitu iri dengan keberanian para sahabat di jaman Rasululloh SAW dan orang2 yang berani mengeluarkan hartanya di jalan ALLOH SWT. Mereka tanpa ragu mengeluarkan jutaan, puluhan juta, ratusan juta, bahkan semua hartanya demi agama Islam. Mereka begitu yakin dengan tindakan mereka. Keyakinan ini tentu saja tidak mungkin muncul begitu saja, namun gemblengan dan bimbingan agama yg terus menerus-lah yang bisa menumbuhkan keyakinan ini.

Nah, melalui artikel ini, aku mengajak anda semua untuk kembali banyak belajar agama, mendekatkan diri pada ALLOH SWT, bermanfaat bagi orang banyak, dan akhirnya memperbanyak sedekah dan infaq. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebajikan.

Hampir lupa, sedekah dan infaq itu murah sebenarnya. Tidak perlu uang Rp 100 ribu untuk bersedekah dan berinfaq, uang Rp 500 atau Rp 1000 juga bisa digunakan untuk bersedekah. Banyak senyum yg tulus kepada sesama, bisa menjadi sedekah.

Yang aku tekankan di sini adalah sedekah dg nominal yg ‘relatif besar’ (lebih dari Rp 20 ribu) akan terasa berat (dan mahal) jika kita tidak biasakan diri dengan sedekah yg nominal kecil terlebih dahulu.

Betapa mudah kita menghabiskan uang lebih dari Rp 20 ribu untuk makan di restoran cepat saji, namun kita begitu sulit memasukkan Rp 20 ribu ke kotak amal, karena kita senantiasa beranggapan uang Rp 20 ribut itu lebih ‘layak’ digunakan untuk makan di dunia daripada mempersiapkan diri di akhirat kelak.

Untuk menjadikan sedekah dan infaq itu murah, anggap saja kita nabung untuk keperluan kita di akhirat kelak.

Sementara, sedekah dan infaq akan terasa ringan jika kita sudah terbiasa. Karena itu, aku tulis di atas, biasakan diri kita untuk mulai sedekah dg nominal yg ‘murah’/kecil. Insya ALLOH lama kelamaan kita akan semakin terbiasa dan tidak merasa berat lagi untuk bersedekah dg nominal yg lebih besar.

Jadi, apakah sedekah itu masih mahal dan berat?

January 7, 2008

Khutbah dan Khitbah

Masuk Kategori: Tarbiyah, Ensiklopedia Islam

Sekilas, kedua kata di atas mirip. Hanya huruf I dan U yang membedakan. Hal ini tidak salah, karena asal kedua kata tersebut sama, yakni huruf [kh] [th] [b]. Orang yg melakukan khutbah dan khitbah = khatib. Namun artinya sangatlah berbeda jika dilihat dari susunan kalimatnya.

Khutbah = berpidato atau berkhutbah. Khutbah yg kita kenal diantaranya Khutbah Jum’at, ataupun khutbah nikah. Khutbah dilakukan satu arah, tidak ada diskusi atau dialog.

Khitbah = meminang atau melamar. Dalam pernikahan, khitbah dilakukan untuk mendapat persetujuan dari pihak perempuan untuk dinikahi pihak laki-laki. Islam hanya mengenal khitbah dan menikah, tidak ada istilah tunangan atau tukar cincin.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham