Tausyiah275

July 26, 2009

Lagi-lagi Bom Bunuh Diri

Masuk Kategori: Tarbiyah, HOT NEWS, Fiqh, Lain-lain

Bismillah,

Kembali Jakarta diguncang bom bunuh diri, tepatnya 10 hari lalu. Sebanyak 2 buah bom meledak di 2 tempat yang berbeda dan menimbulkan korban yang tidak sedikit (berapapun korban yang jatuh tidak pernah ada kata sedikit), baik di kalangan orang Indonesia maupun orang asing. Korban yang jatuh berupa korban tewas dan luka-luka.

Seperti biasa, umat Islam kembali menjadi sorotan. Entah ditengarai sebagai pelaku maupun ‘kisruh’ dan silang pendapat yang terjadi di kalangan umat Islam sendiri. Pihak keamanan dan beberapa analis teroris serta merta menuduh Jama’ah Islamiyah sebagai dalang di balik teror bom ini.

Dan kembali, umat Islam berperang opini mengenai bom tersebut apakah bom jihad atau bom bunuh diri.

Sekitar 4 tahun lalu, saya sudah menulis artikel bahwa bom yang meledak di Indonesia, BUKANLAH BOM JIHAD. Itu semua adalah BOM BUNUH DIRI. Banyak alasan mengapa tindakan itu disebut bom bunuh diri, namun dari sekian banyak alasan, yang menjadi pokok utama adalah Indonesia TIDAK SEDANG DALAM KONDISI PERANG.

Meski demikian, masih banyak kaum Muslim dan para ulama yang ngotot bahwa tindakan itu adalah tindakan jihad, terutama karena target mereka adalah orang2 non muslim, yg mereka sebut kafir dan musuh Islam. Sayangnya, pendapat KELIRU ini masih banyak yang ‘menyetujui’ dan bahkan tidak sedikit yang tertarik dan bahkan menjadi pelaku bom bunuh diri.

Hal lain yang menjadi ‘kekeliruan’ (menurut mereka) adalah karena Indonesia bukan negara Islam, sehingga tidaklah perlu mengikuti hukum Indonesia untuk ‘menghukum’ para orang kafir tersebut.

Mereka mungkin LUPA atau malah TIDAK TAHU bahwa Rasululloh SAW sendiri MELARANG melukai dan membunuh orang-orang yg TIDAK TERLIBAT LANGSUNG dengan perang! Bahkan ALLOH SWT sendiri melaknat umat Muslim yang membunuh saudaranya sendiri tanpa alasan yang jelas.

Perhatikan hadits berikut ini. “Berangkatlah kalian dengan nama Allah, dengan (pertolongan) Allah, sesuai tuntunan agama (yang diajarkan) Rasulullah, janganlah kalian membunuh orang tua jompo, anak yang masih kecil, perempuan, dan janganlah kalian melampaui batas, kumpulkanlah harta rampasan perang kalian, ciptakan kedamaian, dan berbuat baiklah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (H.R. Abu Daud)

Kemudian cek juga ayat berikut, “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu413 sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi” (Qs. Al-Maidah [5] : 32)

Dalam kasus pemboman ini, sudah jelas, ada kaum Muslim yang menjadi korban, entah itu korban tewas ataupun luka-luka.

Jika sudah begini, muka kaum Muslim sendiri yang tercoreng, bahkan gelar Rahmatan Lil ‘Aalamiin menjadi sesuatu yang kontradiksi. Gelar tersebut mestinya diberlakukan untuk semua makhluk, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaannya. Jadi, tidak hanya berlaku untuk kaum Muslim juga.

Terlebih jika merujuk pada ayat surat Al Maidah di atas, mesti para ulama (yg oleh banyak kalangan disebut ulama garis keras) mestinya menelaah dan mengkaji lebih dalam ayat di atas.

Sesungguhnya, sikap yg santun, tutur kata yang lemah lembut, tindakan yang simpatik justru akan membuat orang lebih tersentuh dan mendekat, daripada ‘diberi’ acungan pedang, kekerasan fisik, dan adu otot.

Sekedar mengingatkan, Rasululloh SAW lebih banyak bertindak dengan lemah lembut (meski juga beliau tegas) serta santun dalam kehidupan beliau. Hal ini justru yang membuat banyak pihak akhirnya memeluk Islam dengan sukarela. :-)

Semoga kita semua menjadi muslim yang sebenar-benarnya, tidak menggunakan kekerasan untuk memaksakan keyakinan serta tidak (senang) menebar teror di muka bumi.

June 21, 2009

Berdakwah Melalui Kaos

Masuk Kategori: Tarbiyah, Muamalah

Bismillah,

Banyak cara bagi kaum muslim untuk melakukan dakwah, minimal bagi dirinya sendiri. Dakwah perlu dilakukan, terutama secara istiqomah, agar kita senantiasa ingat apa tujuan kita diciptakan ALLOH SWT, yakni tiada lain untuk beribadah pada-Nya serta menjadi rahmatan lil ‘alamin.

Berbagai cara dakwah yang bisa kita lakukan adalah:
- menunjukkan sikap yg baik
- menjadi alim ulama
- membuat blog terkait dengan agama
- mengirim sms

Saya sendiri ‘baru sadar’ bahwa ada cara lain untuk berdakwah, yakni berdakwah melalui kaos. Kaos, sebuah jenis pakaian yang selalu kita kenakan, bisa menjadi media dakwah dengan cara memasang atau menuliskan kata-kata dakwah pada kaos tersebut.

Jika anda berminat menjadi agen dakwah, minimal melalui kaos, anda bisa kunjungi http://thedzikr.blogspot.com atau http://www.dzikrclothing.com. Silakan beli salah satu kaos dan bersiaplah menjadi agen dakwah.

Semoga dakwah yang kita lakukan akan menjadi amal jariah bagi kita semua. Aamiin

June 7, 2009

Ceramah Zainuddin MZ

Masuk Kategori: Tarbiyah, Muamalah, Teknologi

Bismillah,

Bagi anda yang rindu dengan ceramah kiai sejuta umat, Zainuddin MZ, anda bisa mengunduh file-file (mp3) di sini.

Semoga bermanfaat.

February 14, 2009

Islam dan Kasih Sayang

Bismillah,

Sebelumnya, saya minta maaf, karena sudah sebulan lebih saya tidak memperbaharui isi blog ini. Maaf terutama saya tujukan bagi anda-anda yang telah setia mengunjungi blog ini. *mode ge-er*

Alhamdulillah, hari ini saya bisa memperbaharui artikel di blog ini. Momennya di hari Valentine, hari yang senantiasa diagung-agungkan oleh banyak kaum muda, tidak hanya dari non muslim, tapi juga banyak kaum muda muslim yang merayakan hari ini. Saya tidak akan banyak membahas, karena saya sudah pernah membahasnya di:
- http://tausyiah275.blogsome.com/2006/02/13/haruskah-kita-merayakan-valentine/
- http://tausyiah275.blogsome.com/2006/02/14/apa-sesungguhnya-valentines-day/
- http://tausyiah275.blogsome.com/2007/02/13/valentine-hal-paling-ga-penting/

Silakan anda baca kembali artikel2 saya di atas untuk penjelasan tentang hari Valentine tersebut.

Pada kesempatan ini, saya ingin membahas, bahwa Islam sudah mengajarkan kasih sayang yang jauuuh lebih baik dari kasih sayang yg ‘diajarkan’ di hari Valentine. Pada salah satu artikel saya di atas, tertulis bahwa Valentine hanya dirayakan dengan orang2 yg kita sayangi, yang notabene dilakukan oleh orang2 yg sedang berpacaran. Lebih ‘ngerinya’, bentuk kasih sayangnya diwujudkan dalam hubungan sex tanpa ikatan nikah, yang jelas2 haram dalam pandangan Islam.

Sementara itu, Islam, seperti yg saya tulis di atas, mengajarkan kasih sayang yang lebih global dan tidak terbatas.

“Ah, yang benar Mas? Buktinya apa? Kok saya selama ini tahunya Islam itu perang?”

Pertanyaan di atas barangkali muncul dalam benak anda.

Ok, saya tunjukkan bukti-bukti bahwa Islam mengajarkan kasih sayang yg kualitasnya jauh lebih baik.

Hadits-hadits Rasululloh SAW
1. “Amal perbuatan yang paling disukai ALLOH sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim.” (HR. Ath-Thabrani)
Hadits ini mempunyai arti, seorang muslim hendaknya menyenangkan hati sesama saudaranya. Menyenangkan hati mempunyai makna yang luas, dan termasuk di dalam bentuk kasih sayang.

2. “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya.” (HR. Bukhari)
Jika kita menyayangi seseorang, maka kita akan berusaha untuk menghalangi (atau memperbaiki) aibnya.

3. “Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada ALLOH dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan).” (HR. Ad-Dailami)
Poin terakhir, yakni menyantuni (memberi pertolongan) saudara2 yg memerlukan, jelas sekali bukti bahwa Islam itu mengajarkan kasih sayang.

4. “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya).” (HR. Muslim)
Salah satu bentuk kasih sayang adalah tidak ingin mengecewakan orang yg kita cintai dan sayangi.

5. “Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya.” (HR. Bukhari)
Ini adalah hadits yg sudah sedemikian terkenal, dan SANGATLAH JELAS bahwa Islam mengajarkan kasih sayang!

6. “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)
Ini juga salah satu hadits yg seringkali dijadikan sandaran bahwa Islam mengajarkan kasih sayang.

7. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” (Al Isra(17):24)
Ayat Al Qur’an ini menjelaskan tentang kasih sayang kita kepada orang tua kita.

8. “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan ALLOH, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa ALLOH mengampunimu? Dan ALLOH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An Nuur(24):22)
Ayat ini menjelaskan bahwa orang2 yang diberi kelebihan (terutama di bidang materi) hendaknya membantu saudara2nya yang kekurangan.

Dari hadits-hadits dan ayat-ayat di atas, kita bisa lihat bahwa bentuk kasih sayang yg diajarkan Islam kepada para pemeluknya bersifat universal. Berlaku untuk semua manusia, semua golongan. Namun, tentu saja kaum muslim, sebagai saudara seiman mempunyai prioritas yg lebih tinggi, terutama jika saudara seiman tersebut posisinya dekat dengan kita. Tetangga 1 RT, tetangga 1 RW, bahkan dalam 1 negara pun, saudara seiman mempunyai hak untuk diprioritaskan.

Bahkan jika kita mau telaah lebih lanjut, kasih sayang yg ‘mesti’ dilakukan oleh seorang muslim tidaklah melulu kepada sesama manusia, namun juga kepada makhluk-makhluk lain sebagai ciptaan ALLOH SWT. Barangkali anda ingat, mengapa saat hendak menyembelih hewan, kita diperintahkan untuk menggunakan pisau/senjata yang sangat tajam? Tujuannya tidak lain agar hewan tersebut tidak tersiksa terlalu lama, menderita kesengsaraan karena rasa sakit disembelih oleh senjata yg tumpul.

Dengan demikian, jelaslah kasih sayang dalam Islam LEBIH BAIK daripada kasih sayang yg ‘diajarkan’ di hari Valentine, yang lebih banyak tertuju pada orang2 terdekat (pacar/suami/istri).

Permasalahannya, seberapa banyak kaum muslim yg mau menyebarkan kasih sayang? Kita masih lihat banyak sesama muslim gontok2an, saling menyerang, dst dst. Jadi yg SALAH adalah PEMELUKNYA, BUKAN AGAMANYA.

Atau coba kita berkaca pada diri kita sendiri.
- Apakah anda menyayangi seseorang karena hartanya?
- Apakah anda menyayangi seseorang karena wajahnya?
- Apakah anda menyayangi seseorang karena kedudukannya?
- Apakah anda sudah pernah membantu seorang nenek tua di pinggir jalan?
- Apakah …
Dan masih banyak apakah lagi.

Tujuan saya memberikan contoh di atas bukanlah untuk menjadi riya’ atau ujub. Tapi sebagai peringatan dan saran, bahwa Islam tidak akan pernah dianggap mengajarkan kasih dan sayang, jika kita selaku pemeluknya ternyata masih belum menyebarkan kasih dan sayang tanpa memandang status, golongan, harta, bahkan agama sekalipun.

Semoga kita semua, termasuk saya sendiri (penulis artikel ini), bisa mulai (lebih) menyebarkan kasih dan sayang pada banyak orang. Tentunya didasarkan (diniatkan) karena ALLOH SWT, agar perbuatan kita ini menjadi bernilai ibadah.

November 27, 2008

Blog Ini Blog Pemecah Belah Umat Islam?

Bismillah,

Beberapa komentar yg masuk dan saya baca, membuat saya tersenyum sendiri. Penyebabnya adalah komentar2 tersebut berisi:
1. Blog ini banyak berisi artikel yg MEMECAH BELAH umat Islam.
2. Banyak artikel blog ini yg tidak punya rujukan dan referensi yg jelas (terutama dari Al Qur’an dan hadits).
3. Artikel2 yg dimuat tidak didasarkan kepada ilmu agama (Islam) yg haq (ps: haq yg seperti apa?).

Saya hanya tertawa dan tersenyum saja membaca komentar2 yg masuk itu. Setelah beberapa saat merenung dan berpikir, akhirnya saya buat artikel ini sebagai jawaban atas komentar2 yg sudah masuk (dan barangkali akan ada komentar lain yg sejenis di masa depan).

Tujuan saya membuat blog ini tidak lain:
1. Syi’ar (dan dakwah) Islam.

2. Berbagi ilmu yg telah saya ketahui lebih dulu daripada saudara2 lain. Di banyak artikel, terbukti bahwa banyak saudara2 kita yg tertolong dan terbantu, entah itu untuk tugas sekolah atau hal-hal lainnya.

3. Memberikan argumen yg logis tentang Islam.

4. Melihat segala sesuatu (terutama yg terkait dengan Islam) dari sudut pandang yg beda. Bagi banyak saudara seiman, perbedaan pandangan yg saya tulis seringkali dianggap sebagai sesuatu yg tabu dan akibatnya (blog) saya divonis sebagai orang yg tidak berilmu, tidak punya dasar yg kuat, dan asumsi2 lain, yg menurut saya malah menunjukkan bahwa merekalah (maaf) orang2 yg berpandangan sempit. Islam adalah agama universal, ajarannya pun diperuntukkan untuk semua orang, hukum-hukumnya sudah menjelaskan semua sendi kehidupan. Namun para pemeluknya yg justru membuat Islam menjadi kerdil, bodoh, dan (mudah) dipermainkan.

5. Saya akui, beberapa artikel (terutama artikel2 lama, sebelum tahun 2007) mungkin dirasa tidak masuk akal serta bercampur dengan hal2 yg berbau Israiliyat. Saya melihat itu sebagai proses, bahwa kadangkala karena keterbatasan ilmu dan waktu, saya juga bisa silap dan khilaf dalam memuat sebuah artikel. Justru karena hal2 seperti itu, saya yakin (blog) saya bisa berkembang ke arah yg lebih baik.

6. Beberapa artikel hoax, terutama yg terkait Islam, sangat sering dianggap sebagai sesuatu yg membohongi umat Islam. Salah satu artikel hoax yg hingga saat ini ramai dibicarakan (dan dikomentari) adalah hoax tentang batu melayang. Tambahan dari yg saya tulis di poin 4, Islam adalah agama yg logis. Namun kelogisan Islam seringkali ‘dibutakan’ dg kepercayaan MEMBABI BUTA dari pemeluknya yg seringkali tidak rasional dalam menyikapi hoax. Saya sendiri hanya bisa angkat bahu untuk hal ini. ;-)

7. (merujuk ke no 4) Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu hal, misalnya dalam artikel tentang gelar mujahid, seringkali ditanggapi dengan emosional dan membabi buta. Pokoknya Islam…pokoknya….pokoknya…dan pokoknya adalah hal yg ada dalam pikiran mereka, orang2 yg mengecam dan mencaci maki orang2 yg berbeda. Saya sendiri hanya bisa tertawa jika sudah melihat dan membaca komentar2 seperti itu. :-)

So, menurut anda, apakah blog ini termasuk blog pemecah belah umat Islam?

Saya serahkan pada diri anda semua. :-)

November 22, 2008

Menemukan Jodoh Anda

Bismillah,

Seperti janji saya tempo hari, yang akan membahas tentang pernikahan, saya akan mulai dengan (menemukan) jodoh. Jadi, harap diperhatikan bahwa upaya menemukan jodoh di sini adalah DALAM RANGKA MENIKAH, bukan hal2 yg lain. ;-)

Jodoh merupakan salah satu dari sekian rahasia ALLOH SWT kepada makhluk-Nya (baca: manusia), di samping rejeki dan kematian.

Sebenarnya apa sih jodoh itu?

Banyak definisi tentang jodoh. Saya hanya akan menjelaskan definisi jodoh dengan pendapat pribadi saya, jadi akan banyak unsur subyektifitas dan ‘ngawur’ dalam definisi saya.

Jodoh, menurut saya, adalah pasangan (yg diikat dengan tali pernikahan, terutama secara agama/Islam), serta bersedia menemani sisa hidup kita, dalam suasana duka dan suka, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat (terutama di surga).

Pertanyaan yg akan timbul, jika ada orang yg hingga meninggal, dia tidak menikah, berarti dia tidak punya jodoh?

Untuk hal ini, saya teringat dengan ucapan salah seorang guru saya. Beliau mengatakan bahwa ALLOH SWT menciptakan (ada) orang2 yg tidak diberi jodoh di alam dunia. Bagi mereka telah disiapkan jodoh di akhirat (baca: surga, jika mereka memang masuk surga kelak).

Saya ‘cut’ dulu untuk urusan jodoh di akhirat ini, kita akan bahas di lain waktu, insya ALLOH. Kini saya hendak fokus dulu pada jodoh di dunia.

Untuk menikah, tentulah mesti ada pasangannya. Nah, pasangan ini yg seringkali dianggap sebagai jodoh (termasuk pada definisi yg saya uraikan di atas).

Menemukan jodoh, sulit-sulit gampang. Ada yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg kita rindukan setiap saat walau hanya bertemu sesaat. Ada juga yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg membuat kita ingin menghabiskan sisa waktu hidup kita bersamanya. Bahkan ada yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg sudah kita nikahi. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Khusus untuk pernyataan terakhir ini, mesti lebih berhati-hati. Jika kasusnya poligami, MUNGKIN saja itu jodohnya. Tapi jika kasusnya kawin cerai, nah…itu mesti lebih dicermati sebelum mengatakan bahwa pasangan nikahnya adalah jodohnya.

Banyak cara ALLOH SWT untuk mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Ada yg di sekolah atau kampus kuliah (mungkin banyak yg mengalami hal ini). Ada yg bertemu di tempat kerja, bioskop, diskotik, masjid, atau bahkan gara-gara tabrakan atau bersenggolan.

Saya tidak akan membahas cara2 bertemu jodoh, karena itu merupakan rahasia-Nya. Namun saya bisa membantu anda cara menemukan jodoh kita dengan cara yg, insya ALLOH, baik.

Bagi laki2, kriteria jodoh (perempuan) yg hendak dia nikahi, ‘relatif mudah’ karena ada panduan dari Rasululloh SAW, dalam haditsnya yg terkenal. Rasululloh SAW menjelaskan ada 4 kriteria perempuan yg ‘boleh’ dinikahi (baca: dijadikan jodoh) oleh seorang laki2, yakni kecantikan, kekayaan, kehormatan (kedudukan), dan agama. Tapi nikahilah perempuan yg paling baik agamanya, karena lelaki itu akan beruntung. Hadits lengkapnya sebagai berikut: “Seorang wanita dinikahi karena empat hal : karena hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya beruntung kedua tanganmu” (HR. Ahmad)

Bagi perempuan, dia juga berhak memilih lelaki yg hendak menikahinya. Meski tidak ada panduan ‘resmi’ dari Rasululloh SAW bagi perempuan, untuk kriteria calon suaminya, saya menggunakan panduan yg sama. Yakni, terimalah nikah seorang lelaki karena si lelaki taat beragama.

Lalu, bagaimana dan kapan bertemu jodoh?

Tidak ada pola ataupun cara yg ‘pasti’ untuk menemukan jodoh. Banyak cara yg dialami seseorang untuk menemukan jodohnya, terserah bagaimana ALLOH SWT berkehendak, seperti yg saya tulis di atas.

Namun, karena jodoh adalah sesuatu yg berharga, hendaknya dia (dicari dan) ditemukan dengan cara dan di tempat yg baik. Menggunakan ilmu pelet, mencari jodoh di tempat dugem, atau barangkali di tempat pelacuran, jelas bukan cara mencari jodoh yg ‘dianjurkan’. Karena dg cara (dan tempat) yg ‘tidak benar’, sulitlah kiranya kita bisa menemukan hal yg baik dan benar juga.

Beberapa teman menceritakan pengalamannya. Mereka menemukan jodohnya di tempat pengajian, di kampus, di tempat kerja. Intinya tempat2 yg ‘baik’ dan jauh dari hal2 yg (secara agama) dinilai tidak baik.

Lalu, kapan kita akan bertemu dg jodoh kita?

Nah, yg jelas kita mesti berusaha. Memperluas pergaulan, mencari informasi ini itu, merupakan salah satu ikhtiar kita. Jika kita sudah bertemu dg seseorang yg membuat hati kita (istilahnya) ‘deg’, BISA JADI itu adalah tanda bahwa kita sudah bertemu dg jodoh kita.

Saya sendiri bertemu dengan istri saya di kampus, saat kuliah.

Nah, bagaimana anda bertemu dg jodoh anda? Bagi yg belum bertemu, kini saatnya untuk mulai berusaha. :-)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham