Film 2012 Bukan Film Tentang Kiamat
Bismillah,
Sehubungan dengan gencarnya berita mengenai film 2012, saya menjadi tertarik untuk menuliskan apa yang menjadi pemikiran saya terhadap fenomena berbondong-bondongnya orang mengantri untuk menonton film ini. Belum lagi keluarnya fatwa dari beberapa MUI yang mengharamkan umat Islam untuk menonton film ini. Sayangnya, fatwa ini malah menjadi kontraproduktif. Alih-alih menuruti dan mengikuti fatwa ini, orang-orang malah kian ramai dan penasaran ingin menonton. Bahkan seorang teman sempat nyeletuk barangkali ada kerjasama antara ulama dan pengusaha bioskop, karena di Indonesia, jika sebuah film dilarang (apalagi sampai keluar fatwa), orang malah akan cenderung penasaran.
Saya perlu tegaskan bahwa film 2012 ini TIDAK BERCERITA MENGENAI KIAMAT, MELAINKAN BENCANA ALAM.
Ada beberapa poin mengapa saya berani mengatakan bahwa 2012 ini bukan film tentang kiamat:
- Kiamat tidak bisa ditentukan kapan akan terjadi. Saya sudah pernah menulis lebih dari 2 tahun lalu tentang hal ini.
- Kejadian kiamat sangatlah mengerikan! Bahkan tidak terbayangkan oleh manusia. Ilustrasi yg diberikan ALLOH SWT hanya sebatas bayangan yg bisa dikhayalkan oleh manusia. Pada saatnya kelak, dahsyatnya kiamat tidak akan bisa digambarkan.
- Pada saat kiamat nanti, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG SELAMAT! Sementara pada 2012, diceritakan masih ada orang-orang yang selamat. Menurut hemat saya, BENCANA DI ZAMAN NABI NUH lebih cocok untuk menggambarkan film 2012 ini.
- Film 2012 tidak bercerita ttg ramalan suku Maya. Saya sendiri tidak tahu persis mengapa pembuat film ini tidak menyertakan informasi dari suku Maya, jika memang film 2012 ini terinspirasi dari ramalan suku Maya tersebut.
- Kiamat akan MENGHANCURKAN SEMUA BENDA. Namun pada film 2012, si sutradara tidak menghancurkan Ka’bah. Alasannya takut umat Islam marah. Tapi di sisi lain, hal ini mestinya bisa menjadi bahan pemikiran bagi kaum muslim bahwa 2012 BUKANLAH FILM TENTANG KIAMAT.
Penjelasan yang (lebih) ilmiah mengenai hubungan ‘ramalan’ suku Maya dengan Kiamat pada 21 Desember 2012 saya dapatkan di sini. Dituliskan sebagai berikut (saya kutip langsung agar tidak ada salah persepsi):
Pak Ma’rufin Sudibyo (LAPAN Indonesia) berpendapat:
“Setelah membaca lebih jauh, berakhirnya kalender Maya di 21 Desember 2012 itu lebih disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender, yang disebabkan oleh “kehabisan angka”. Sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal) , berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal). Mengutip tulisannya mbak Avivah Yamani di langitselatan. com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan hobi-nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlampaui, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Inilah yang saya maksud dengan “kehabisan angka” tadi. So, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1.
Dengan demikian, secara ilmiah pun bisa dibuktikan bahwa 2012 BUKANLAH kiamat.
Berikut ini beberapa ayat yang terkait dengan kiamat:
- “Kiamat itu amat berat (bagi makhluk) yg di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba” (Al Anfaal,7:187)
- “Sesungguhnya pengetahuan ttg kiamat itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yg dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” (Al Anfaal,7:187)
- “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan” (Thaaha,20:15)
- “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman” (Al Mu’min,40:59)
- “Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan” (Asy Syura,42:18)
- “Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya” (Az Zukhruf,43:66)
Lantas, mengapa film 2012 dianggap ‘haram’ oleh banyak ulama? Bukankah jika setelah menonton film 2012 lantas orang2 ketakutan sehingga banyak berbuat kebajikan adalah hal yang baik? Ya, di satu sisi hal tersebut (film 2012) membawa ‘kebaikan’. Namun di sisi lain, 2012 memang rentan dengan AQIDAH. MEMPERCAYAI 2012 SEBAGAI WAKTU TERJADINYA KIAMAT BISA DIKATAKAN SEBAGAI PENYIMPANGAN DARI AQIDAH.
Mengapa?
Seperti artikel saya 2 tahun lalu, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG TAHU KAPAN TERJADINYA KIAMAT. Itu berarti, MEMPERCAYAI TAHUN 2012 SEBAGAI WAKTU KIAMAT bisa dianggap KITA MEMPERCAYAI RAMALAN DAN MENGESAMPINGKAN PETUNJUK ALLOH SWT. Hal ini yang memang rentan dengan aqidah (keimanan).
Toh, menurut saya pribadi, lebih baik ulama menjelaskan dengan secara ilmiah dan meyakinkan, bahwa 2012 bukan film tentang kiamat. Dan bukan ‘kebakaran jenggot’ dengan mengeluarkan fatwa yang malah ‘menjerumuskan’ posisi MUI sendiri.

