Tausyiah275

December 25, 2009

Puasalah Pada 9,10 atau 10,11 Muharram!

Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh, Puasa

Bismillah,

Pada artikel jadwal puasa sunnah yang saya susun di sini, tertulis salah satu puasa sunnah di bulan Muharram adalah tgl 10 Muharram atau hari Asyura. Namun saya masih kurang rinci menjelaskan puasa Muharram ini, sehingga pada kesempatan ini saya akan coba jelaskan lebih rinci agar tidak terjadi kesalahan beribadah.

Dasar dari puasa Asyura sendiri adalah hadits berikut:

* Diriwayatkan dalam shahihain, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata,Ketika Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, Beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘asyura. Maka Beliau bertanya kepada mereka, “Hari apa ini hingga kalian berpuasa?” Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang mulia di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Fir’aun beserta bala tentaranya.” Maka sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari ini, dan kamipun ikut berpuasa. Beliau lalu bersabda, “Sungguh kami lebih berhak dan lebih utama (untuk mengikuti Musa) dari pada kalian.” Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.

Rasululloh SAW menjelaskan bahwa kaum muslim hendaknya TIDAK BERPUASA DI TGL 10 MUHARRAM SAJA! Melainkan ditambahkan SATU HARI SEBELUM ATAU SATU HARI SETELAHNYA! Dengan kata lain, SEBAIKNYA kita BERPUASA pada 9-10 ATAU 10-11 DZULHIJJAH! Hal ini dilakukan agar kaum muslim TIDAK SAMA DENGAN KAUM YAHUDI/NASRANI.

Apa dasarnya? Mari perhatikan hadits berikut!

* Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasululloh SAW,”Berpuasalah pada hari Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (Fathul Bari, 4/245).

* Dalam shahih Muslim, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata: Ketika Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘Asyura dan menganjurkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: Wahai Rasululloh sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, Maka beliau bersabda: Kalau begitu tahun depan Insya ALLOH kita akan berpuasa (pula) pada hari kesembilan (tasu’a). (yakni, bersamaan dengan puasa ‘asyura, untuk menyelisihi Ahli kitab). Ibnu Abas berkata: belum sampai tahun berikutnya, Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.

Dengan demikian, merujuk pada hadits di atas, bagi anda yang hendak berpuasa sunnah Asyura hendaknya berpuasa pada 26,27 atau 27,28 Desember 2009 ini.

Semoga berguna!

December 22, 2009

Shodaqoh Sholat, Amalan Apa Itu?

Bismillah,

Barangkali banyak pembaca akan bertanya-tanya apa yg dimaksud dengan shodaqoh sholat. Bisa jadi bahkan ada yg berpikir bahwa saya salah membuat judul artikel, bahkan salah dalam membuat artikel. Mestinya shodaqoh atau sholat, bukan shodaqoh sholat. Mana ada shodaqoh sholat? Saya yakin ada yang berpikir seperti itu.

Agar tidak timbul kesalahan lebih lanjut, saya tuliskan dalil berikut

“Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, sesungguhnya Nabi saw. melihat seseorang yang sholat sendirian. Beliau bersabda, “Tidakkah ada yang bershodaqah kepada orang ini untuk sholat bersamanya?” (HR. Abu Daud).

Maksud dari hadits di atas, Rasululloh SAW melihat orang yang sholat wajib sendirian di mesjid, lalu Rasululloh SAW bertanya kepada para sahabat yang telah melakukan sholat, “Apakah di antara kalian ada yang ingin menemani orang ini berjamaah?” Keterangan ini menjelaskan bahwa kalau kita sudah sholat wajib, lalu ada orang yang sholat wajib sendirian kita boleh menemaninya berjamaah.

Nah, saya ingin para pembaca melihat kata SHODAQOH pada hadits di atas. Yang dimaksud dengan shodaqoh di atas BUKAN SHODAQOH MATERI, akan tetapi shodaqoh dalam bentuk sholat berjama’ah, entah menjadi imam atau menjadi makmum.

Ada juga latar belakang lain sehingga muncul istilah SHODAQOH SHOLAT ini. Perhatikan keterangan berikut. “Diriwayatkan dari jabir r.a., sesungguhnya Mu’adz r.a. pernah sholat Isya bersama Nabi saw., kemudian kembali ke kaumnya dan mengimami sholat Isya untuk mereka.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Keterangan hadits di atas, pada zaman Rasululloh SAW ada seorang shahabat bernama Mu’adz bin Jabal r.a. yang selalu sholat berjama’ah dengan Rasululloh SAW. Lalu pada saat dia pulang ke kaumnya, dia juga menjadi imam bagi mereka. Pada saat hal ini diketahui Rasululloh SAW, beliau tidak menegurnya. Dengan kata lain, jika diterapkan pada jaman sekarang, kita boleh melaksanakan sholat wajib berjamaah di mesjid, kemudian setelah pulang di rumah kita menjadi imam untuk keluarga, entah itu dg istri atau dengan anak&istri.

Jadi, TIDAK DILARANG SHOLAT WAJIB DUA KALI. Sekali lagi, ini hanya BERLAKU UNTUK SHOLAT WAJIB.

Semoga berguna.

December 18, 2009

Acara 1 Suro Dikhawatirkan Mengarah Ke Syirik!

Bismillah,

Alhamdulillah, sejak kemarin sore kita telah memasuki tahun baru Hijriyah 1431H.

Di Indonesia, tepatnya di daerah Solo dan Yogyakarta, terdapat sebuah adat dan tradisi yang menurut saya sangat riskan dan bisa mengarah ke syirik (menyekutukan ALLOH SWT). Tradisi tersebut adalah memandikan pusaka (senjata tajam), hewan (yang ‘kurang ajarnya’ diberi nama depan Kiai bla bla bla), serta ngalap berkah.

Jika dilihat sekilas barangkali tidak ada yang salah dengan adat dan tradisi di atas. Namun sebagaimana yang saya sebutkan, tradisi tersebut BISA MENGARAH KE SYIRIK, terutama jika kita melihat sikap masyarakat yang hadir.

Perbuatan yang menurut saya mengarah ke syirik adalah saat masyarakat yang hadir BEREBUT AIR BEKAS MANDI PUSAKA dan/atau BEREBUT KOTORAN ATAU MENYENTUH SANG ‘KIAI’ dengan TUJUAN MENDAPAT BERKAH DARI AIR ATAU KOTORAN TERSEBUT!

Perbuatan di atas jelas2 mengarah ke syirik karena meyakini bahwa air/kotoran tersebut akan membawa keberkahan hidup! Padahal jelas2 bahwa air/kotoran tersebut tidak akan membuat mereka menjadi kaya raya.

Jika hal ini terjadi di tahun 1400-1800an, mungkin masih bisa dimaklumi karena masih banyak orang yang belum mengenyam pendidikan. Tapi yang saya lihat di televisi, terlihat banyak orang muda, yang saya yakin setidaknya sekolah hingga SMA (dengan kata lain bisa dikatakan cukup berpendidikan) ikut berebut air dan kotoran tersebut.

Masya ALLOH…dan sayangnya tidak ada gaung dari MUI (setempat ataupun nasional) dan para ulama untuk berusaha meluruskan kesalahan ini.

Semoga perlahan dan pasti, perbuatan jahiliyah ini bisa berangsur menghilang. Mudah2an kita terhindar dari perbuatan syirik ini. Aamiin.

November 24, 2009

Qurban Kambing 1 Orang, Qurban Sapi/Unta 7 Orang

Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh, Seri Kesalahan2, Qurban

Bismillah,

Seiring dengan kian dekatnya idul Adha, saya hendak mengingatkan kembali beberapa aturan mengenai qurban, terutama masalah jumlah orang yg hendak berqurban. Karena masih ada kerancuan yang dialami kaum muslim, terutama di Indonesia.

Kambing hanya boleh diqurbankan oleh 1 orang, sementara sapi/unta boleh diqurbankan oleh (maksimal) 7 orang. Hal ini berdasarkan pada hadits berikut: “Kami menyembelih hewan pada saat Hudaibiyah bersama Rasulullah SAW. Satu ekor badanah (unta) untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)

Tidak ada hadits yg menjelaskan/membolehkan adanya qurban kambing yg dilakukan oleh lebih dari 1 orang.

Saat saya masih di SD, seringkali diminta sumbangan untuk qurban. Hal ini adalah kesalahan, karena seperti saya tuliskan di atas, tidak ada dalil yg shahih untuk membolehkan qurban kambing dg sumbangan 1 kelas. Niatnya mesti diubah menjadi SEDEKAH, BUKAN QURBAN. Hal yang sama jika hendak berqurban sapi, tapi yang berpartisipasi (menyumbang/patungan) jumlahnya lebih dari 7 orang.

‘Patungan’ dalam berqurban (sapi) bisa dilakukan dalam 1 keluarga, walau jumlahnya tidak sampai 7 orang. Sementara itu, dalam riwayat lain, Rasululloh SAW berqurban 1 kambing untuk 1 keluarga (beliau). Hanya saja, saya belum mendapat rincian riwayat ini. Untuk amannya, lebih baik qurban 1 kambing untuk 1 orang.

**update: saya baru menerima referensi bahwa BOLEH qurban 1 kambing untuk 1 keluarga. Berikut ini adalah dalilnya:
“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
terima kasih kepada salah seorang pembaca blog ini, ukhti Nisa

Artikel serupa bisa dibaca di sini.

Semoga berguna.

November 22, 2009

Film 2012 Bukan Film Tentang Kiamat

Bismillah,

Sehubungan dengan gencarnya berita mengenai film 2012, saya menjadi tertarik untuk menuliskan apa yang menjadi pemikiran saya terhadap fenomena berbondong-bondongnya orang mengantri untuk menonton film ini. Belum lagi keluarnya fatwa dari beberapa MUI yang mengharamkan umat Islam untuk menonton film ini. Sayangnya, fatwa ini malah menjadi kontraproduktif. Alih-alih menuruti dan mengikuti fatwa ini, orang-orang malah kian ramai dan penasaran ingin menonton. Bahkan seorang teman sempat nyeletuk barangkali ada kerjasama antara ulama dan pengusaha bioskop, karena di Indonesia, jika sebuah film dilarang (apalagi sampai keluar fatwa), orang malah akan cenderung penasaran.

Saya perlu tegaskan bahwa film 2012 ini TIDAK BERCERITA MENGENAI KIAMAT, MELAINKAN BENCANA ALAM.

Ada beberapa poin mengapa saya berani mengatakan bahwa 2012 ini bukan film tentang kiamat:
- Kiamat tidak bisa ditentukan kapan akan terjadi. Saya sudah pernah menulis lebih dari 2 tahun lalu tentang hal ini.
- Kejadian kiamat sangatlah mengerikan! Bahkan tidak terbayangkan oleh manusia. Ilustrasi yg diberikan ALLOH SWT hanya sebatas bayangan yg bisa dikhayalkan oleh manusia. Pada saatnya kelak, dahsyatnya kiamat tidak akan bisa digambarkan.
- Pada saat kiamat nanti, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG SELAMAT! Sementara pada 2012, diceritakan masih ada orang-orang yang selamat. Menurut hemat saya, BENCANA DI ZAMAN NABI NUH lebih cocok untuk menggambarkan film 2012 ini.
- Film 2012 tidak bercerita ttg ramalan suku Maya. Saya sendiri tidak tahu persis mengapa pembuat film ini tidak menyertakan informasi dari suku Maya, jika memang film 2012 ini terinspirasi dari ramalan suku Maya tersebut.
- Kiamat akan MENGHANCURKAN SEMUA BENDA. Namun pada film 2012, si sutradara tidak menghancurkan Ka’bah. Alasannya takut umat Islam marah. Tapi di sisi lain, hal ini mestinya bisa menjadi bahan pemikiran bagi kaum muslim bahwa 2012 BUKANLAH FILM TENTANG KIAMAT.

Penjelasan yang (lebih) ilmiah mengenai hubungan ‘ramalan’ suku Maya dengan Kiamat pada 21 Desember 2012 saya dapatkan di sini. Dituliskan sebagai berikut (saya kutip langsung agar tidak ada salah persepsi):

Pak Ma’rufin Sudibyo (LAPAN Indonesia) berpendapat:
“Setelah membaca lebih jauh, berakhirnya kalender Maya di 21 Desember 2012 itu lebih disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender, yang disebabkan oleh “kehabisan angka”. Sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal) , berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal). Mengutip tulisannya mbak Avivah Yamani di langitselatan. com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan hobi-nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlampaui, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Inilah yang saya maksud dengan “kehabisan angka” tadi. So, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1.

Dengan demikian, secara ilmiah pun bisa dibuktikan bahwa 2012 BUKANLAH kiamat.

Berikut ini beberapa ayat yang terkait dengan kiamat:
- “Kiamat itu amat berat (bagi makhluk) yg di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba” (Al Anfaal,7:187)
- “Sesungguhnya pengetahuan ttg kiamat itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yg dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” (Al Anfaal,7:187)
- “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan” (Thaaha,20:15)
- “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman” (Al Mu’min,40:59)
- “Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan” (Asy Syura,42:18)
- “Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya” (Az Zukhruf,43:66)

Lantas, mengapa film 2012 dianggap ‘haram’ oleh banyak ulama? Bukankah jika setelah menonton film 2012 lantas orang2 ketakutan sehingga banyak berbuat kebajikan adalah hal yang baik? Ya, di satu sisi hal tersebut (film 2012) membawa ‘kebaikan’. Namun di sisi lain, 2012 memang rentan dengan AQIDAH. MEMPERCAYAI 2012 SEBAGAI WAKTU TERJADINYA KIAMAT BISA DIKATAKAN SEBAGAI PENYIMPANGAN DARI AQIDAH.

Mengapa?

Seperti artikel saya 2 tahun lalu, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG TAHU KAPAN TERJADINYA KIAMAT. Itu berarti, MEMPERCAYAI TAHUN 2012 SEBAGAI WAKTU KIAMAT bisa dianggap KITA MEMPERCAYAI RAMALAN DAN MENGESAMPINGKAN PETUNJUK ALLOH SWT. Hal ini yang memang rentan dengan aqidah (keimanan).

Toh, menurut saya pribadi, lebih baik ulama menjelaskan dengan secara ilmiah dan meyakinkan, bahwa 2012 bukan film tentang kiamat. Dan bukan ‘kebakaran jenggot’ dengan mengeluarkan fatwa yang malah ‘menjerumuskan’ posisi MUI sendiri.

November 19, 2009

Makanan Haram Dan Ibadah

Bismillah,

Blog ini sudah pernah memuat beberapa artikel mengenai makanan haram. Anda bisa membacanya sebagai wawasan agar kita, selaku kaum Muslim, lebih berhati-hati dengan makanan (dan minuman) yang kita konsumsi sehari-hari, termasuk yang kita berikan kepada keluarga kita.

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis mengenai larangan mengonsumsi alkohol (khamr) sebagai salah satu bahan makanan/minuman yang mesti kita hindari untuk dikonsumsi.

Berikut ini saya hendak tuliskan beberapa hal yang terkait antara (mengonsumsi) makanan (dan minuma) haram dan efeknya terhadap ibadah kita.

Amal Ibadah Tidak Diterima Selama 40 Hari

Hal ini didasarkan pada hadits berikut:
Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasululloh, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasululloh SAW, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani)

Angka 40 hari ini mungkin dirasa tidak logis bagi kebanyakan orang. Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca email seorang teman yang mengatakan bahwa ada sebuah artikel (ilmiah) yang menjelaskan bahwa (sari/dzat) sebuah makanan akan mempengaruhi makanan selama 40 hari. Hanya saja saya tidak berhasil mendapatkan artikel yang dimaksud.

Namun, jika memang hal ini terbukti, maka sudahlah jelas dan kian menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama yg benar-benar diturunkan ALLOH SWT bagi manusia.

Doa Tidak Akan Dikabulkan

Apakah anda pernah mengalami, senantiasa ibadah, lalu berdoa meminta ALLOH SWT untuk mengabulkan permintaan-permintaan kita. Namun ternyata tidak ada satupun doa kita yang dikabul?

Jika memang pernah mengalami, maka anda mesti perhatikan lagi makanan (dan minuman) yang anda konsumsi. Karena makanan (dan minuman) haram yang dikonsumsi (dan masuk ke tubuh) kita, akan membuat doa kita tidak terkabul.

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasululloh SAW, “Ya Rasululloh, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul.” Rasululloh menjawab, “Wahai Sa’ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan.” (HR At-Thabrani). Disebutkan juga dalam hadis lain bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!” Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?” (HR Muslim).

Maka saudaraku, berhati-hatilah dengan makanan dan minuman yg anda (dan keluarga) konsumsi.

Mengikis Keimanan

Anda pernah melihat seseorang beragama Islam, tapi sering berbuat kejahatan? Bisa jadi ybs senantiasa mengonsumsi makanan dan minuman haram.

Rasululloh SAW bersabda, “Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin.” (HR Bukhari Muslim).

Hadits di atas memang hanya menjelaskan khamr, namun sebenarnya hal tersebut berlaku untuk semua makanan dan minuman haram.

Menjadi Penghuni Neraka

Kaum Muslim yang mengonsumsi makanan/minuman haram, sudah jelas akan disediakan tempat baginya di neraka kelak.

Rasululloh SAW bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).

Anda ingin pesan tempat di neraka? Gampang saja, tinggal konsumsi makanan/minuman haram saja! :-)

Mengeraskan Hati

Apabila seseorang begitu sulit menerima kebenaran, bisa jadi ybs adalah pelanggan makanan/minuman haram.

Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “Dengan memakan makanan halal.” (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).

At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, “Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah,” (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).

Jadi, anda masih berani mengonsumsi makanan/minuman haram? ;-)

Semoga berguna.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham