Puasalah Pada 9,10 atau 10,11 Muharram!
Bismillah,
Pada artikel jadwal puasa sunnah yang saya susun di sini, tertulis salah satu puasa sunnah di bulan Muharram adalah tgl 10 Muharram atau hari Asyura. Namun saya masih kurang rinci menjelaskan puasa Muharram ini, sehingga pada kesempatan ini saya akan coba jelaskan lebih rinci agar tidak terjadi kesalahan beribadah.
Dasar dari puasa Asyura sendiri adalah hadits berikut:
* Diriwayatkan dalam shahihain, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata,Ketika Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, Beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘asyura. Maka Beliau bertanya kepada mereka, “Hari apa ini hingga kalian berpuasa?” Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang mulia di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Fir’aun beserta bala tentaranya.” Maka sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari ini, dan kamipun ikut berpuasa. Beliau lalu bersabda, “Sungguh kami lebih berhak dan lebih utama (untuk mengikuti Musa) dari pada kalian.” Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.
Rasululloh SAW menjelaskan bahwa kaum muslim hendaknya TIDAK BERPUASA DI TGL 10 MUHARRAM SAJA! Melainkan ditambahkan SATU HARI SEBELUM ATAU SATU HARI SETELAHNYA! Dengan kata lain, SEBAIKNYA kita BERPUASA pada 9-10 ATAU 10-11 DZULHIJJAH! Hal ini dilakukan agar kaum muslim TIDAK SAMA DENGAN KAUM YAHUDI/NASRANI.
Apa dasarnya? Mari perhatikan hadits berikut!
* Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasululloh SAW,”Berpuasalah pada hari Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (Fathul Bari, 4/245).
* Dalam shahih Muslim, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata: Ketika Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘Asyura dan menganjurkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: Wahai Rasululloh sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, Maka beliau bersabda: Kalau begitu tahun depan Insya ALLOH kita akan berpuasa (pula) pada hari kesembilan (tasu’a). (yakni, bersamaan dengan puasa ‘asyura, untuk menyelisihi Ahli kitab). Ibnu Abas berkata: belum sampai tahun berikutnya, Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.
Dengan demikian, merujuk pada hadits di atas, bagi anda yang hendak berpuasa sunnah Asyura hendaknya berpuasa pada 26,27 atau 27,28 Desember 2009 ini.
Semoga berguna!

