Tausyiah275

December 22, 2009

Shodaqoh Sholat, Amalan Apa Itu?

Bismillah,

Barangkali banyak pembaca akan bertanya-tanya apa yg dimaksud dengan shodaqoh sholat. Bisa jadi bahkan ada yg berpikir bahwa saya salah membuat judul artikel, bahkan salah dalam membuat artikel. Mestinya shodaqoh atau sholat, bukan shodaqoh sholat. Mana ada shodaqoh sholat? Saya yakin ada yang berpikir seperti itu.

Agar tidak timbul kesalahan lebih lanjut, saya tuliskan dalil berikut

“Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, sesungguhnya Nabi saw. melihat seseorang yang sholat sendirian. Beliau bersabda, “Tidakkah ada yang bershodaqah kepada orang ini untuk sholat bersamanya?” (HR. Abu Daud).

Maksud dari hadits di atas, Rasululloh SAW melihat orang yang sholat wajib sendirian di mesjid, lalu Rasululloh SAW bertanya kepada para sahabat yang telah melakukan sholat, “Apakah di antara kalian ada yang ingin menemani orang ini berjamaah?” Keterangan ini menjelaskan bahwa kalau kita sudah sholat wajib, lalu ada orang yang sholat wajib sendirian kita boleh menemaninya berjamaah.

Nah, saya ingin para pembaca melihat kata SHODAQOH pada hadits di atas. Yang dimaksud dengan shodaqoh di atas BUKAN SHODAQOH MATERI, akan tetapi shodaqoh dalam bentuk sholat berjama’ah, entah menjadi imam atau menjadi makmum.

Ada juga latar belakang lain sehingga muncul istilah SHODAQOH SHOLAT ini. Perhatikan keterangan berikut. “Diriwayatkan dari jabir r.a., sesungguhnya Mu’adz r.a. pernah sholat Isya bersama Nabi saw., kemudian kembali ke kaumnya dan mengimami sholat Isya untuk mereka.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Keterangan hadits di atas, pada zaman Rasululloh SAW ada seorang shahabat bernama Mu’adz bin Jabal r.a. yang selalu sholat berjama’ah dengan Rasululloh SAW. Lalu pada saat dia pulang ke kaumnya, dia juga menjadi imam bagi mereka. Pada saat hal ini diketahui Rasululloh SAW, beliau tidak menegurnya. Dengan kata lain, jika diterapkan pada jaman sekarang, kita boleh melaksanakan sholat wajib berjamaah di mesjid, kemudian setelah pulang di rumah kita menjadi imam untuk keluarga, entah itu dg istri atau dengan anak&istri.

Jadi, TIDAK DILARANG SHOLAT WAJIB DUA KALI. Sekali lagi, ini hanya BERLAKU UNTUK SHOLAT WAJIB.

Semoga berguna.

November 27, 2009

Bagaimana Sih Bangkrut Di Akhirat Itu?

Masuk Kategori: Hadits of the Day, Hadits

Bismillah,

Jika membaca judul artikel ini, barangkali banyak orang bertanya-apa, apakah memang ada orang yang bangkrut di akhirat kelak? Mari kita tinjau hadits berikut ini.

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”
Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”

Rasululloh SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)

Penjelasan:
Dari hadits di atas, kita bisa simpulkan bahwa bangkrut di akhirat tidaklah sama dengan bangkrut di dunia. Jika di dunia, bangkrut identik dengan harta, maka bangkrut di akhirat berkaitan dengan amalan kita, entah itu kebajikan atau keburukan.

Seseorang akan dinyatakan bangkrut di akhirat jika amal kebajikannya tidak hanya habis untuk ‘membayar’ kejahatan yang dia lakukan, namun dia harus mendapat ’sumbangan’ amal keburukan dari orang2 yang pernah dia aniaya/perlakukan tidak baik.

Hal yang bisa kita pelajari dari hadits di atas, hendaknya kita berhati-hati dalam bersikap, jangan sampai menyengsarakan/merugikan orang lain. Karena di akhirat kelak, kebajikan bisa berkurang dan yang lebih repot jika malah amal keburukan yang bertambah.

September 25, 2008

ALLOH SWT Mengampuni Orang yg Keliru, Lupa, dan Terpaksa

Masuk Kategori: Hadits of the Day, Hadits

Bismillah,

Dari Ibnu Abbas rodhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Alloh mengampuni beberapa perilaku umatku, yakni (karena) keliru, lupa dan terpaksa.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)

Penjelasan:
Seseorang tidak bisa dikenai sanksi atas perbuatannya yg dilakukan karena ketiga hal di atas, yakni keliru, lupa, dan terpaksa.

Contoh terpaksa: babi hukumnya haram dimakan. Akan tetapi, jika kita berada dalam keadaan terdesak/terpaksa, tidak ada makanan lain misalnya, maka kita BOLEH makan babi. Tentu saja tidak lantas dipuas-puaskan begitu saja.

Contoh keliru: kita sedang sholat di sebuah tempat yang kita tidak tahu arah kiblatnya. Selesai sholat, saat meneruskan perjalanan, barulah kita tahu, bahwa kita salah kiblat. Dari guru2 mengaji saya, didapat informasi bahwa kita TIDAK PERLU mengulang sholat, meskipun kiblat kita salah, karena kita keliru. Detail tentang hal ini, insya ALLOH akan menyusul di artikel lain.

Contoh lupa: saat ini sedang Ramadhan. Usai menempuh perjalanan jauh, saat tiba di kantor, kita langsung minum untuk menghilangkan haus. Maka kita tidak akan dikenai sanksi, karena kita lupa bahwa kita sedang shaum.

Semoga artikel ini bermanfaat.

September 4, 2008

Mudahnya&Murahnya Sedekah

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksud dari hadits di atas, sedekah itu memiliki banyak cabang. Jadi, jangan terpaku sedekah ~ mengeluarkan harta. Jadi, mari kita berlomba-lomba bersedekah dengan apa yg kita miliki.

Apabila ada harta, gunakan harta untuk sedekah.
Apabila mempuyai tenaga, manfaatkan untuk sedekah.
Dan seterusnya…

July 4, 2008

Orang Beriman PASTI Masuk Surga

Romadhoni : Dari Abu Said Al Khudri ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Allah memasukkan penghuni Sorga ke Sorga, Dia memasukkan orang yang di kehendakiNya dengan rahmatnya dan memasukkan penghuni Neraka ke Neraka, kemudian Dia berfirman : “Lihatlah orang yang kamu sekalian dapati di dalam hatinya iman seberat biji sawi, maka keluarkanlah ia”. Kemudian mereka dikeluarkan dari neraka seperti arang, mereka telah terbakar maka mereka dilemparkan di sungai hidup (Nahrul hayat), lalu mereka tumbuh di dalamnya, sebagaimana biji-bijian itu tumbuh di tanah yang dibawa banjir, tidaklah kamu melihatnya, bagaimana ia tumbuh dengan kuning emas”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Makna dari hadits di atas adalah siapa saja yg memiliki keimanan kepada ALLOH SWT, insya ALLOH dia akan dikeluarkan dari neraka.

Yang bisa menjadi diskusi di sini adalah siapa yg akan diselamatkan dari neraka? Apakah hanya orang Islam (yg beriman) ataukah juga termasuk orang2 non muslim, yg saat di dunia, pernah terbetik dalam hatinya bahwa mereka meyakini adanya ALLOH SWT (namun tidak pernah diumumkan)?

July 1, 2008

Keutamaan Sholat Berjama’ah, Shaf Pertama, dan Pahala Sholat Isya&Subuh

Romadhoni (6/24/2008 8:47:40 AM): Abu Hurairah radhiyallahu’anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Seandainya manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak.” [HR. Bukhari no. 341]

Makna dari hadits di atas:
1. Menjadi muadzin adalah hal yg mulia dan mempunyai keistimewaan dan keutamaan di sisi ALLOH SWT.

2. Jika melakukan sholat berjama’ah, bagi pria carilah dan raihlah shaf terdepan, karena merupakan sebaik-baik shaf. Sementara bagi perempuan, shaf terbaik adalah yg paling belakang. *silakan bacaa lagi di sini*

3. Apabila di dekat lokasi anda terdapat masjid, sebaiknya segera sholat berjama’ah apabila waktunya tiba.

4. Sholat Isya dan sholat Shubuh berjama’ah mempunyai keutamaan yg sangat besar.
*hadits dan nasehat ini terutama ditujukan pada diri saya pribadi, agar lebih bersemangat sholat berjama’ah*






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham