Jawaban Untuk Pernyataan Dari Non Muslim
Bismillah,
Jika sebelumnya saya memuat artikel berisi jawaban atas pertanyaan2 ‘tantangan’ yg dilontarkan kaum Non Muslim untuk ‘menyerang’ kaum Muslim, maka kini saya akan memuat artikel berisi jawaban atas pernyataan2 dari Non Muslim yg seringkali mereka lontarkan saat mereka diskusi (lebih tepatnya, menyerang) kaum Muslim.
Jawaban2 yg saya tulis mungkin tidak cukup memuaskan, karena keterbatasan ilmu yg saya miliki. Namun, harapan saya, jawaban2 yg saya tulis bisa membantu dan ‘menenangkan’ saudara2 Muslim, terhadap pernyataan2 tendensius yg cenderung memojokkan Islam.
Sumber pernyataan non muslim ini bisa anda lihat di sini.
1. Pertama-tama, muslim akan bilang, ‘Ini informasi yg salah’, ‘ini bohong’. Apapun yg kamu katakan adalah salah dan apapun yg mereka katakan adalah benar.
***Pernyataan yg tendensius. Pada hakikatnya, seorang muslim akan terbuka terhadap pendapat orang lain (baca: non muslim) jika memang ada landasan dan bukti-bukti yg mendukungnya.
2. Langkah berikutnya adalah Taqqiya, contoh : ‘Islam artinya Damai’, ‘Islam artinya Selamat’, ‘Islam tidak disebarkan lewat pedang tapi lewat cinta kasih’, ‘tidak ada paksaan dalam islam’.
***Silakan cari dalam sejarah, apakah ada sebuah daerah/negara yg ‘ditundukkan’ Islam, lalu masyarakatnya dipaksa masuk Islam?
3. Jika kamu mengutip dari Quran atau Hadis, kamu akan dituduh telah mengutip ayat sepotong-sepotong.
***Banyak sekali orang non muslim (bahkan kaum muslim) sendiri yg ’senang’ mengutip ayat sepotong-sepotong demi kepentingan mereka. Contoh paling mudah adalah film Fitna. Untunglah ada Ayat-Ayat Fitna, yg membantah film Fitna dan berusaha menjelaskan secara lebih detail ayat2 yg dikutip oleh Wilders secara sembarangan.
4. Dan siaplah dgn tuduhan bahwa ayat yg kamu kutip telah dipelintir dan keluar dari konteks, atau kamu telah memanipulasi makna ayat.
***Jika ayat yg dikutip kemudian ditafsirkan dengan sembarang, terlebih lagi ‘disesuaikan’ dengan keinginan si pengutip, jelas itu artinya ada manipulasi ayat.
5. Jika kamu menyediakan referensi utk kutipanmu, kemudian muslim akan berkata ‘Semua referensimu itu palsu dan bohong’, yg secara tidak langsung menyatakan bahwa referensi mereka yg asli dan benar.
***Masalahnya, referensi2 yg digunakan seringkali referensi2 yg memang menyerang Islam, bukan menjelaskan dg pikiran yg jernih.
6. Kamu akan dinasihati utk ‘Baca Quran dulu yang kushuk dan kamu akan mengerti’
***Tidak sekedar membaca, namun juga mengkaji. Bahkan jika perlu diskusi dan dipandu oleh orang2 yg lebih ahlinya.
7. Jika kamu bilang bahwa kamu sudah membacanya, mereka akan meragukanmu dan menganggap kamu pembohong.
***Jika hanya membacanya saja, nanti akan seperti Wilders. Dia pikir apa yg dia baca sudah benar.
8. Jika kamu mengutip seluruh ayat (bukan sepotong2) dari Quran dan Hadis, maka terjemahanmu dianggap salah/menyesatkan. Kamu akan dianjurkan utk belajar bahasa Arab dan membaca dalam versi aslinya.
***Ah, ini pernyataan ngawur. Lihat dulu siapa yg menerjemahkan. Membaca kembali bahasa Arab itu maksudnya kita mesti melihat lagi struktur dan tata bahasa Arab, karena dalam Al Qur’an ada nilai sastra Arab yg tidak bisa diartikan/diterjemahkan sembarangan.
9. Jika kamu bilang, saya baca Quran yg sama dg terjemahan yg diakui otentik, yg dianjurkan oleh Muslim, maka kamu akan ditanya ‘apa kamu cuma baca kulit luarnya?’, ‘Baca dg pikiran terbuka’ (maksudnya: baca dg perasaan tertutup, seperti cara muslim membaca dg mengesampingkan hati nuraninya).
***Ini juga pernyataan ngawur. Cerita di sini dan di sini menunjukkan bahwa orang yg membaca Al Qur’an dg ‘open mind’ justru akan mendapatkan hidayah.
10. Kalaupun kamu membaca terjemahan Quran atau langsung baca bahasa Arabnya, jika kamu mengutip Quran, mereka mengutip Hadis, Tafsir dll. Dan apabila kamu mengutip Hadis, maka mereka akan berkata ‘Hanya Quran yg dianggap sahih’.
***Ini juga pernyataan seakan-akan ngawur tapi sebenarnya masuk akal. Al Qur’an merupakan sumber hukum tertinggi, namun dia hanya menjelaskan secara global. Hadits (dan Sunnah) merupakan penjelasan (detail) dari apa2 yg ada di Al Qur’an. Analogi paling mudah adalah UUD, Keppres, KepMen, dst. Memangnya di UUD dijelaskan semua secara detail apa yg harus dilakukan? Tentu tidak kan? Detailnya muncul di Tap MPR, Keputusan Presiden, dst dst. Dengan demikian, jika ada Hadits yg BERTENTANGAN DG AL QUR’AN, maka kita mesti merujuk kembali ke Al Qur’an.
11. Setelah semua ini, kamu masih tetap ingin terus, mereka akan mengalihkan perhatian kpd topik lain dan menyuapimu banyak isu2 tidak relevan.
***Tidak jelas maksudnya.
12. Kamu tetap bertahan di topik semula, muslim akan mengarahkan pada agamamu, Alkitab, Taurat, Injil, dll dan kejadian2 serta orang2 seperti Bush, Blair, Indira Gandhi, Irak, Lebanon, Palestina, Israel dll.
***Ini juga tidak jelas maksudnya.
13. Bersiaplah kamu dng hal2 atau referensi dari situs Islam sampah. Ini termasuk ayat2 dari Quran dan Hadis, fakta2 yg dipelintir dari ayat2 suci Alkitab, misalnya, seperti bahwa Mohammad sudah diramalkan dalam ayat2 tsb.
***Ok, jika hal ini memang dibantah, toh para penganut agama Kristen juga tidak bisa menjelaskan dg rinci dan jelas apa maksud sebenarnya. Malah muter-muter tidak keruan.
14. Muslim akan merujuk pada keajaiban Quran. Ingat apapun yg telah ditemukan dalam jaman ini, muslim akan menghubungkannya ke Quran, tapi mereka akan diam saja sampai penemuan itu ditemukan. Mereka tidak akan pernah mengatakan pikiran2 yg keliru dalam Quran seperti ‘Langit adalah kubah dg pilar2 khayalan’, ‘matahari tenggelam di lumpur’, ‘matahari memutari bumi’ dll. Jika kamu tunjukkan perhatian mereka pada hal2 keliru ini, mereka akan mengatakan hal sampah2 yg sangat tidak logis dan tidak rasional. Kamu akan dinasihati utk baca Quran lagi lebih kushuk.
***Nah, ini memang kelemahan Muslim jaman sekarang. Mereka sudah banyak meninggalkan Al Qur’an dan tidak mengkaji Al Qur’an dengan fenomena alam. Silakan lihat ilmuwan Muslim jaman dahulu, langkah mereka dalam kehidupan diselaraskana dengan Al Qur’an, dan mereka senantiasa berpikir. Jadi, untuk kaum Muslim, INI ADALAH CAMBUK DAN PERINGATAN UNTUK BERPIKIR DAN MENGKAJI AL QUR’AN DAN FENOMENA ALAM!
15. Kamu sudah tidak sabar tapi masih terus bertanya, kemudian mulailah mereka menyerang pribadimu. Kamu akan disebut bodoh, dungu, idiot, babi, anjing, kafir dll.
***Seringkali pertanyaan yg ditanyakan sudah dijawab namun mereka tetap ngotot. Ini lebih banyak terjadi karena mereka tidak mau membaca ulang atau bahkan sudah menutup diri dan menolak pernyataan/jawaban tersebut. Kata2 kotor biasanya datang lebih dulu dari kaum non muslim, bahkan mereka tidak ragu untuk mencaci (pribadi) Rasululloh SAW jika mereka tidak bisa menjawab.
16. Jika itu tidak berhasil, maka mereka akan menuduhmu telah dibayar CIA atau Mossad. Juga mereka akan bilang ‘Media barat penuh prasangka, berpropaganda utk mencemarkan islam, Islam diperlakukan tidak adil oleh semua non-muslim, Orang Kristen iri dan penuh kebencian terhadap Islam, Islam telah dihujat ……….. bla bla bla ……untuk menutupi ketidakmampuannya dalam memberi jawab.
***Hahaha…sudah jelas dan nyata sekali keterlibatan mereka. Jangan tidur melulu dong
17. Bahkan jika hal ini tidak berhasil juga, maka muslim akan mulai mengancam ibu dan saudari2mu.
***Ini sih pernyataan ngawur.
18. Jika kamu masih kepala batu dan ingin terus berdebat, kamu akan dikutuk seperti ‘Dibakarlah kamu di neraka, kamu akan bertobat di hari terakhir, masih ada waktu utk mencari kebenaran, semoga Allah memberi hidayah sebelum ajal menjemputmu, dll.
***Debat yg dilakukan adalah debat kusir, bukan diskusi yg baik. Berhubung kami bukan (maaf, tidak ada niat meremehkan pekerjaan kusir) kusir, kami tidak akan melayani debat seperti itu.
19. Akhirnya, ketika semuanya gagal, dia akan mengancammu langsung: ‘hati2, jaga mulutmu, ini nasihat tulus saya’ atau tidak langsung seperti ‘kasih saya email kamu, jangan sembunyi di belakang nama palsu, kamu pengecut (karena kamu pakai nama palsu di internet), dan terakhir undangan utk debat satu lawan satu atau diminta mengunjungi mesjid atau pusat islamik seperti Yayasan Riset islam’, dll (Hati-hati dengan lehermu, karena ini pancingan)
***Hahaha…kenyataannya memang hanya para pengecut yg tidak memakai nama asli, kemudian takut untuk diskusi dg argumen2 yg bisa dipertanggungjawabkan. Silakan lihat kembali diskusi Ahmad Deedat dg para pendeta/evangelis. Beliau justru menghormati mereka karena berani diskusi langsung. Jika memang tidak berani datang ke masjid, silakan debat terbuka di tempat umum seperti yg dilakukan Ahmad Deedat. Apakah usai diskusi dan debat (intelek) lalu para pendeta/evangelis dipancung lehernya?
20. Dan terakhir – tabuhan genderang kemenangan, utk semua muslim, seolah2 mereka menang debat, bahkan ketika mereka kalah dg menyedihkan, karena Quran adalah kalimat Allah.
***Ini sih sudah jelas, pernyataan putus asa dari orang yg tidak bisa menggunakan akalnya dan tidak punya bukti dan dalil yg logis dan bisa mendukung pernyataan2 mereka.
21. Jika Quran adalah kata2 Allah sendiri dan jelas dimengerti dan memang dimaksudkan bagi seluruh umat manusia, utk kapan saja dan dimana saja, kenapa ada Hadis, Tafsir dan Penjelasan2nya ?
***Silakan lihat kembali poin 10.
22. Kenapa beberapa sekte islam dan pelajar Islam mengerti Quran secara berbeda2 ? Kalau Quran itu jelas, mengapa tidak bisa dimengerti oleh semua? Kenapa beberapa ayat hanya ditujukan utk jaman tertentu, spt 1400 th lalu, dan utk daerah tertentu, spt semenanjung arab, padahal Quran utk kapan saja dan dimana saja dan seluruh umat manusia.
***Pemahaman tentu berbeda. Dan itu tidak dilarang. Jika tidak mengerti Al Qur’an, bagian mana yg tidak dimengerti? Silakan hubungi ustad/ulama setempat, barangkali mereka bisa menjelaskan. Ayat man yg ditujukan untuk 1400 tahun yg anda maksud? Jangan2 itu penafsiran akal anda semata. Kenyataannya, Al Qur’an tetap berlaku untuk siapa saja, di mana saja, dan kapan saja toh?
23. Kenapa ada pencabutan, ayat Quran digantikan oleh yg lebih baru? Apa Allah tidak bisa menyatakannya saat pertama atau dia berubah pikiran dari waktu ke waktu utk menyesuaikan dg keperluan Muhammad?
***Ayat mana yg dimaksud? Saya yakin itu penafsiran ngawur anda saja.
24. Kenapa islam, mengaku satu2nya agama yg benar, tidak bisa menjadi mayoritas, menjadi cuma satu2nya agama di muka bumi ini, bahkan setelah 1400 th berlalu ketika didirikan oleh Muhammad?
***Apakah anda tidak melihat kenyataan, bahwa perlahan tapi pasti, jumlah umat Islam di dunia kian bertambah?

