Tausyiah275

February 8, 2008

Aa Gym (akhirnya) Muncul Kembali

Masuk Kategori: HOT NEWS, Hikmah, Aa Gym

Artikel ini sebenarnya cukup terlambat dimuat, karena aku sebenarnya sudah tahu sejak lama Aa Gym muncul kembali usai kehebohan yang ditimbulkannya akibat dia melakukan poligami. Hujatan, cacian, bahkan ghibah terhadap Aa Gym begitu banyak terlontar, hingga ’secara khusus’ aku membuat artikel ini, hanya untuk mengingatkan bahwa kita jangan seenaknya menuduh dan membicarakan Aa Gym ’seenaknya’.

Nampak sekali bahwa emosi yg begitu meluap terhadap tindakan poligami membuat kita kehilangan akal sehat dan objektifitas kita. Kita seakan melupakan semua kebajikan dan ajaran Aa Gym selama ini, hanya karena poligaminya.

Dan lebih kurang 1 tahun usai siaran pers poligami yang dilakukannya, tepatnya sekitar 6 Desember 2007, Aa Gym muncul kembali di televisi. Bukan hal yang aneh, karena aku sempat mendapat kabar, bahwa usai lebaran 1428 H, berarti sekitar bulan Oktober 2007, Aa Gym sudah mulai muncul di beberapa acara pengajian, salah satunya di kantor tempat seorang kenalanku bekerja.

Toh, kemunculan Aa Gym di Kick Andy, tayangan di Metro TV, tetap membuatku merasa surprise.

Saat aku melihat tayangan ini, yg diputar ulang sekitar Januari 2008 lalu, aku tahu bahwa tindakan poligami yg dilakukan Aa Gym merupakan tindakan yang ‘betul’, karena:
1. Aa Gym sudah merasakan adanya kultus individu yg dilakukan oleh banyak orang padanya.
2. Kesibukan di luar rumah sangat menghabiskan porsi hidupnya, sehingga yg di rumah menjadi terlantar (dalam artian waktu kebersamaan jauuuh sangat sedikit).
3. Adanya gejala ’syirik’ terhadap Aa Gym, yakni menganggap Aa Gym = sumber rejeki.
4. Hilangnya profesionalitas kerja, karena semuanya bergantung pada Aa Gym.
dan masih banyak lagi alasan yg menurutku, Aa Gym ‘layak’ untuk berpoligami.

Tentu saja tidak banyak orang bisa memahami alasan Aa Gym ini, terlebih orang2 yang tidak menyukai ajaran poligami (ujung2nya tidak setuju dg ajaran poligami ‘versi’ Islam). Cemoohan dan hujatan barangkali masih dilakukan. Toh, aku pun berusaha untuk tetap bersikap objektif. Oke, anda2 tidak suka dengan poligami, tapi kenapa mesti pusing dengan poligami yang dilakukan orang lain? Apa sih manfaatnya membicarakan poligami orang lain? Apakah itu merugikan anda? Apakah anda tahu alasan mereka melakukan poligami? Anda2 begitu (sok) yakin bahwa mereka yg berpoligami dikarenakan nafsu sex yang berlebihan. Bahkan langsung menjatuhkan vonis, bahwa mereka yg berpoligami selalu memakai alasan agama untuk memuaskan nafsu sex. *geleng2 kepala*

Padahal jika mau ‘ribut’ masalah poligami, kenapa anda2 tidak meributkan Soekarno yang punya istri lebih dari 1? Atau jika anda mau menoleh ke pesantren2 di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak sedikit kiai2 di sana yg berpoligami.

Kembali ke topik Aa Gym.

Banyak yang sinis dg kemunculan Aa Gym. Mereka mengatakan, kemunculan Aa Gym kali ini akan ‘menyuruh’ para suami untuk berpoligami. Hahah..aku tertawa terbahak-bahak mendengar asumsi ini. Duh, masyarakat Indonesia…kapan kalian bisa berpikir lebih baik, tanpa melibatkan emosi (yg berlebihan)? Ketakutan yg berlebihan, menurutku.

Bagaimanapun, aku melihat momen munculnya Aa Gym sudah tepat. Sudah waktunya dia kembali hadir di tengah2 umat yang kian hari kian kering dan dahaga dari siraman rohani yang menyejukkan dan mudah dimengerti.

Semoga kehadiran kembali Aa Gym bisa ‘meramaikan’ kembali dakwah di Indonesia.

March 5, 2007

Bila Diri Sempit Hati

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati yang sempit. Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas membentang, walaupun ada anjing, ular, kaajengking, dan ada aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas.

Aneka binatang buas yang ada malah semakin nampak kecil dibandingkan luas lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua dengan tikus saja, pasti jadi masalah.

Belum lagi jika dimasukan anjing, singa atau harimau yang sedang lapar, pastikanlah akan bermasalah lagi. Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yang membuat hari-hari kita menjadi hari-hari yang tidak nyaman, dan membuat pikiran kita jadi keruh, penuh rencana-rencana buruk.

Waktu demi waktu yang dilalui seringkali diwarnai kondisi hati yang mendidih, bergolak, penuh ketidaksukaan, terkadang kebencian.

Bahkan lagi dendam kesumat, capek rasanya, jelang tidur, otak berpikir keras menyusun rencana bagaimana memuntahkan kebencian dan kedendaman yang ada dilubuk hatinya agar habis tandas terpuaskan kepada yang dibencinya.

Hari-harinya adalah hari uring-uringan makan tak enal, tidur tak nyenyak dikarenakan seluruh kosentrasi dan energinya difokuskan untuk memuaskan rasa bencinya ini.

Saudaraku, sungguh alangkah menderitanya orang-orang yang disiksa oleh kesempitan hati.

Dia kan mudah sekali tersinggung, dan jika sudah tersinggung seakan-akan tidak termaafkan, kecuali sudah terpuaskan dengan melihat orang yang menyinggungnya menderita, sengsara, atau tidak berdaya.

Seringkali kita mendengar cerita orang-orang yang dililit derita akibat rasa bencinya. Padahal ternyata yang dicontohkan para rasul, dan nabi serta para ulama yang ikhlas, orang-orang yang berjiwa besar, bukanlah mencontohkan dendam, membenci atau busuk hati.

Mereka justru contoh pribadi-pribadi yang kokoh bagai tembok tegar, sama sekali tidak terpancing oleh caci maki, cemooh, benci, dendam, dan perilaku-perilaku rendah lainnya.

Sungguh pribadinya, bagai pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, begitu kokoh dan kuat, hingga diterpa badai dan diterjang topan sekalipun tetap mantap tidak bergeming.

Wallahu a’lam.

January 30, 2007

Tentang Misi Hidup

Masuk Kategori: Hikmah, Aa Gym

***artikel ini merupakan hasil muat ulang dari sini.***

Diambil dari Bab terakhir buku Zikrul Maut karya Abdullah Gymnastiar, MQS Publishing

Kita hadir di dunia ini minimal memiliki 3 misi. Pertama, sebagai hamba Alloh. Oleh karena itu, jadikanlah semua aktivitas kita sebagai sarana ibadah kepada Alloh SWT. Kegelisahan timbul karena kita kurang ilmu, karena terlalu cinta dunia, juga karena sangat enggan beribadah. Padahal, Alloh mendesain ritme hidup kita untuk ibadah. Karir kehidupan kita pun bisa optimal bila kita menyempurnakan ibadah.

Kedua, sebagai khalifah. Berkiprahlah di dunia ini dengan karya terbaik. Sebagai khalifah, selain mensejahterakan diri, kita juga harus mensejahterakan orang lain. Kemudian interaksi kita di dunia ini selain mensejahterakan secara lahir, juga harus bisa menjadi cahaya secara bathin. Artinya, kita harus mengeksploitir lahir bathin agar bisa melakukan dan mempersembahkan karya terbaik.

Ketiga, sebagai pendakwah. Selain niat beribadah dengan ikhlas, kita juga harus menjadi orang yang bisa menjadi contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan.

Ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain. Oleh karena itu, kalau kita ingin mengetahui tingkat keberuntungan kita, lihatlah sampai sejauh mana kita berjuang sekuat tenaga dalam hidup ini mengeksploitir tenaga, pikiran, dan waktu kita untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Kalau ini menjadi tata nilai kita, hidup kita akan nikmat.

Rezeki kita yang sesungguhnya adalah yang kita tabung dan kita nafkahkan di jalan Alloh, Carilah rezeki setiap hari dengan niat agar makin banyak orang yang lapar bisa makan dengan keringat kita. Makin banyak orang yang tidak berpakaian bisa hangat dengan jerih payah kita. Makin banyak orang yang tidak berilmu bisa belajar dengan tetesan keringat kita. Bila semua itu dilakukan dengan ikhlas karena Alloh semata, Insya Alloh akan menjadi amal. Inilah misi hidup kita.

Kemudian, tingkatkan profesionalisme kita, hingga kita tidak hanya memberikan manfaat dengan menyuplai harta, tapi juga bisa menyuplai ilmu, wawasan, dan pengalaman bagi orang lain dengan kemuliaan.

Andai hidup kita yang sekali-kalinya di dunia ini bagai cahaya matahari yang memancar, menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan, menumbuhkan bibit-bibit kemuliaan, dan menyegarkan yang layu oleh terjangan kehidupan, maka kita akan menjadi orang yang terus hidup kebaikannya. Inilah kesuksesan yang hakiki.

Orang yang sukses itu bukan orang yang dipuji oleh manusia karena harta kekayaan, gelar, pangkat atau jabatannya. Itu kecil, itu hanyalah topeng dan aksesoris duniawi belaka.

Aksesoris duniawi apapun yang kita miliki, itu hanyalah sekedar tempelan sederhana karena aset termahal kita adalah kematangan pribadi kita. Pensiun tidak akan menjadi masalah bila diri kita jauh lebih berkualitas daripada pangkat kita. Berbeda dengan orang yang hanya sibuk bersembunyi di balik topeng, maka pensiun, dimutasi, atau bertambah tua bisa menimbulkan kegelisahan tiada tara karena memang itulah tempat persembunyiannya. Pensiun atau diambil pangkat dan jabatan justru akan memperjelas isi diri kita sesungguhnya.

Kemuliaan hakiki bagi kita adalah sejauh mana hidup kita mempunyai makna dan nilai yang dahsyat bagi peradaban dan kesejahteraan umat manusia, yang didasari karena Alloh semata. Karena itu, latihlah diri kita bagaimana agar hidup yang sekali-kalinya ini mempunyai nilai manfaat yang sebesar-besarnya.

Percayalah saudara-saudaraku sekalian, kita tidak akan selamat dan berbahagia dengan apa yang kita kumpulkan, tapi kita akan jauh lebih berbahagia bila kita bisa menafkahkan apa yang Alloh titipkan pada kita. Jaminan Alloh tidak datang kepada orang yang kikir, tapi datang kepada ahli sedekah baik lahir maupun batin.

Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita kearifan demi kearifan agar kekayaan termahal dalam hidup kita, yakni perubahan diri kita, menjadi semakin matang, dewasa, penuh manfaat, tidak cinta dunia, cemerlang dengan keikhlasan, meninggi dengan kerendahan hati, dan semakin mempesona dengan kemuliaan akhlak.

Marilah kita menjadi pribadi yang baru yang mempunyai orientasi sebagai ahli ibadah, sebagai khalifah yang berkarya dan sebagai contoh kebaikan. Kita tinggalkan dunia ini setelah mempersembahkan karya terbaik kita. Kita sambut saat kematian kita esok lusa dengan karya terbaik kita yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti.

***tambahan: mudah2an qt,terutama buat penulis, bisa menerapkan hal ini, karena sesungguhnya godaan dan tantangan kadang melemahkan dan membuat qt ‘malas’ (untuk istiqomah) untuk menerapkannya***

December 9, 2006

DT Sepi Dari Jama’ah? So What?

Beberapa hari lalu, aku sempat membaca berita bahwa pesantren DT kini menjadi sepi, karena banyak jama’ah (terutama dari kaum perempuan) yg tidak lagi menghadiri pengajian (yg umumnya pengunjungnya membludak). Dari berita tersebut, disebutkan bahwa ini merupakan EFEK DARI POLIGAMI YG DILAKUKAN AA GYM.

Sejenak aku terdiam…hmmm…berpikir….

Nampaknya ALLOH SWT sudah mulai ‘membuka’ topeng munafik ibadah kita. Maaf jika kata-kataku ini agak keras dan tidak berkenan. Namun, dari sini terlihat, bahwa barangsiapa yg beribadah (ke DT) dg IKHLAS, maka aku yakin dia tidak akan terpengaruh dg tindakan poligami Aa Gym. Sementara yg datang ke pengajian DT dengan mempunyai niat selain mencari ridho ALLOH SWT, maka saat ini dia sudah menunjukkan dirinya yg sebenarnya.

Tanpa bermaksud menghakimi dan memvonis para jama’ah, karena aku + adikku pernah menyaksikan sendiri, mayoritas jama’ah yg datang ke DT banyak yg ingin bertemu dg Aa Gym dan BERFOTO dengan beliau. Bahkan dalam satu obrolan dg adikku, yg cukup tahu kondisi DT, dia berkata bahwa jama’ah ibu2 seringkali bersolek habis2an untuk datang ke pengajian DT. Bahkan dalam banyak kesempatan, mereka tidak sungkan untuk berkata bahwa Aa Gym-lah yg menjadi daya tarik mereka datang ke pengajian.

Astaghfirullah…

1. Ibadah yg dilandasi dg niat selain ALLOH SWT tidak akan diterima.
Rasululloh SAW sendiri menyatakan bahwa segala ibadah dinilai oleh ALLOH SWT berdasarkan NIAT. Maka, tertipulah dan celakalah jika kita beribadah dg mengharap imbalan atau apapun itu, yg bukan didasarkan semata-mata untuk ALLOH SWT.

2. Masjid + ulama dijadikan objek wisata&pemuas nafsu.
Maaf jika kata2 ini agak kasar bahkan cenderung ‘tidak beretika’. Namun dari kejadian ini (serta fenomena yg terjadi), kita bisa lihat bahwa datang ke DT untuk foto2 dg Aa Gym, serta kecenderungan ibu2 untuk bersolek sebelum datang ke DT, maka masjid&ulama sudah menjadi objek wisata serta pemuas nafsu. Padahal, Rasululloh SAW sudah mengecam istri2 yg bersolek selain untuk suaminya.

Memang, harus aku akui, pesona Aa Gym memang cukup menghipnotis dan meninabobokan mayoritas rakyat Indonesia, yg membutuhkan da’i panutan. Namun, celakanya, bangsa Indonesia melakukan pengidolaan dan panutan yg berlebihan…bahkan cenderung mengultuskan. Akibatnya, masyarakat menuntut Aa Gym begitu banyak karena besarnya harapan serta ekspektasi mereka kepada Aa Gym.

Walhasil, ketika Aa Gym melakukan poligami, para pengidola dan pengultusnya langsung ‘babak belur’…seperti George Foreman dijotos pukulan straight oleh Muhammad Ali dan terkapar tanpa habis pikir mengapa dia jatuh. Ungkapan kecewa, marah, caci maki, dsb langsung dilontarkan kepada Aa Gym, tanpa mau mengerti alasan Aa Gym melakukan poligami serta ijin yg sudah dikeluarkan teh Ninih dan anak2 beliau.

Jadi, ketika aku baca berita bahwa pondok pesantren DT kini sepi dari jama’ah pengajian….SO WHAT? Jika pengajian2 yg dibawakan Aa Gym lantas DIBOIKOT oleh para (bekas) pengagumnya, MEMANG KENAPA?

Saudara2ku, melalui artikel ini, aku hendak mengajak saudara2ku, terutama yg kecewa terhadap sikap Aa Gym, untuk melakukan introspeksi terhadap diri kita, terutama yg terkait dg NIAT IBADAH. Apa sih niat ibadah yg selama ini kita lakukan?

Apakah kita datang ke pengajian hanya untuk memandangi wajah ustadznya?
Apakah kita sholat ke masjid karena malu dengan tetangga?
Apakah kita (bersikap) sholat dg (seakan-akan) khusyuk untuk dilihat orang?
Apakah kita membaca surat2 yg panjang dalam sholat agar dibilang berilmu oleh orang lain?
Apakah kita membaca Al Qur’an untuk didengar para tetangga, agar dibilang jago ngaji?
dan masih banyak apakah2 lain, yg dasarnya niat ibadahnya BUKAN karena ALLOH SWT?

Jika memang masih (pernah) ada (setidaknya 1) niat ibadah seperti yg aku sebut di atas…maka sesungguhnya kita mesti bersyukur bahwa ALLOH SWT berniat membersihkan hati kita, agar kita beribadah kepada-Nya dg hati yg tulus, bersih serta ikhlas.

Mari…mari….mari kita luruskan lagi niat ibadah kita…jangan tertipu oleh pesona dunia…jangan tertipu oleh penampilan…karena jika dunia dan penampilan yg menjadi tolok ukur kita dalam beribadah, janganlah heran jika banyak orang yg kecewa dg agama…. (ps: pesan ini juga ditujukan kepada aku sendiri….)

Selamat merenung dan meluruskan kembali niat ibadah kita…. :)

December 7, 2006

Press Release dari Aa Gym

Masuk Kategori: HOT NEWS, Aa Gym, Dari Inboxku

*setidaknya dg adanya press release ini, ghibah thd Aa Gym bisa dihentikan;-) *

Hikmah Alenia Baru Perjalanan Keluarga Aa Gym

================================================

Konferensi Pers Pernyataan Aa Gym & Teh Ninih

Sabtu, 2 Desember 2006 Jam 17:00 WIB
Bertempat di Sekretariat Daarut Tauhiid Jakarta
Jl. Cipaku I/43, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

================================================

** Aa Gym

Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillahirrahmanirrahim,

Allahuma shalli ala Muhammad wa ala alihi wa ashabihi ajmain.

Saudara-saudaraku para wartawan dan para permirsa, terimakasih atas kehadirannya.
Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memberikan perhatian yang luar biasa ini terhadap apa yang kami putuskan, walaupun saya tahu yang dilakukan ini bukanlah hal yang populer. Saya yakin bahwa semua perhatian dalam aneka bentuk ini bagi saya sebagai tanda kasih sayang.

Yang kedua saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman, menjadi sedih, terluka, kecewa bagi sebagian masyarakat yang selama ini berharap lebih kepada saya. Saya sangat bisa memaklumi dan bisa merasakannya. Tindakan yang diambil ini bukan tanpa pertimbangan, sudah hampir lima tahun kami mempertimbangkannya.

Alasan pertama lahir dari keprihatinan yang mendalam, karena hampir setiap tamu yang datang itu memberi dua nasihat, satu: jangan berpolitik, dan dua: jangan berpoligami. Saya prihatin karena poligami itu sering dianggap sebuah tindakan yang tidak benar, zholim sehingga pelakunya sering jadi bahan cemoohan, dijadikan contoh yang buruk. Padahal dalam keyakinan saya, poligami itu dalam islam dibolehkan dengan syarat-syarat tertentu.

Seperti emergency exit dalam pesawat.

Pada saat yang sama kita lihat dengan nyata disekitar kita, bahwa perbuatan yang tidak senonoh, pergaulan yang tidak dengan aturan yang benar, tidak dengan aturan agama seperti TTM (Teman Tapi Mesum) dianggap lumrah, padahal hasilnya lahir diluar nikah, nikah dalam keadaan hamil. Kenapa jadi berbalik-balik begini? Nah inilah yang membuat “prihatin yang amat mendalam”, ingin sekali akan adanya penilaian yang
proporsional.

Alasan yang kedua, banyak yang datang berkonsultasi tentang keluarga dan sebagainya berikut pernik-perniknya. Terutama yang suaminya lincah lagi. Kita tidak bisa menjawab secara objektif karena belum mengalami atau berpengalaman. Waktu itu kami membahas ada tiga calon yang saya ajukan ke istri saya. Satu gadis, yang kedua janda belum punya anak, ketiga janda yang sudah cukup banyak anak. Dan ada tambahan kandidat keempat diajukan oleh teh Ninih. “Nenek-nenek yang gampang masuk angin” kata teh Ninih.

Pendek kata, sesudah diskusi-diskusi dengan pernak-perniknya, akhirnya beberapa bulan yang lalu di Bandung, sesudah konsultasi juga dengan guru-guru kami, diambillah keputusan untuk mencoba alenia baru didalam menata keluarga, dengan harapan akan “banyak hikmah” yang diperoleh bagi khususnya keluarga kami. Syukur jika nanti ada juga hikmah yang baik bagi yang lain.

Nah kesimpulan sesudah beberapa waktu berlalu, ternyata ada hikmahnya.

Mau tahu hikmahnya? Yang pertama adalah berat badan saya turun 3 kg, Teh Ninih juga turun 3 kg, jadi tiga-tiganya turun 3 kg, dan jerawat nambah… (canda Aa Gym-red).

Tapi banyak hikmah yang besar sekali yang tidak saya duga sebelumnya.

Satu, saya berharap apa yang kami lakukan ini tidak serta-merta dijadikan rujukan para bapak-bapak untuk melegalisir keinginannya. Karena poligami itu walaupun dibolehkan, harus dengan kemampuan yang memadai, syarat-syarat yang dipenuhi, sehingga sakinah bisa didapat.

Karena kalau tidak, boleh jadi bukan sakinah, yang terjadi adalah masalah baru. Jadi saya berharap jangan dijadikan justifikasi menggampangkan urusan ini, karena ini bukan hal yang ringan, ini adalah urusan yang berat.

Yang kedua, hikmahnya adalah bagi yang sudah terlanjur terjadi dirumahnya. Mudah-mudahan dengan pengalaman kami ini, bisa ditata ulang sehingga keluarga-keluarga tidak menjadi lebih rusak, kita atur sehingga bisa menjadi lebih baik. Ini bagi yang sudah terjadi ya, kalau yang belum jangan menggampangkan.

Dan hikmah yang ketiga, ini penting… Saya sangat menghargai bagi yang punya pendapat atau pandangan yang berbeda dengan pandangan kami. Kami sangat memakluminya, baik dari yang sesama agama Islam, maupun dari yang agamanya berbeda. Namun kami mohon ijin; ijinkanlah keluarga kami melakukan apa yang kami yakini akan bisa menambah hikmah yang mendalam khususnya bagi keluarga kami. Sehingga silahkan
menyikapi dengan proporsional dan jernih. Mungkin jika kecewa terhadap Aa, sebagai kompensasinya
silahkan bangun keluarga menjadi tauladan dengan yang ada, fokuskan kepada keluarga sehingga keluarga menjadi lebih sakinah.

** Teh Ninih

Assalamu’alaikum wr.wb. Terimakasih para wartawan, ini baru dalam sejarah seumur hidup jadi istri Aa Gym dikelilingi oleh para wartawan sebanyak ini. Maha suci Allah yang menciptakan setiap kejadian. Setiap kejadian tidak pernah luput dari takdir Allah. Baik itu takdir Allah yang mungkin akan menyenangkan kita ataupun yang kurang menyenangkan.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Termasuk saya sendiri ketika menghadapi ujian yang berat bagi seorang wanita, saya jujur karena saya seorang wanita. Yang namanya wanita… tentunya berat kalau sekiranya suaminya menikah lagi. Betulkan begitu? Tapi karena saya berkeyakinan bahwa sesuatu yang sepertinya
menyakitkan belum tentu ini akan menjadi kejelekan. Setiap yang menyakitkan kalau disikapi dengan sikap
positif pasti Allah akan memberikan kebaikan, khususnya bagi saya pribadi.

Yang pertama ujian keikhlasan untuk saya. Apakah mau mengikuti nafsu, saya tidak suka suami saya menikah lagi, atau saya berfikir ini suatu kebenaran atau kejahatan. Saya minta tolong kepada Allah SWT, Ya Allah ini kebenaran atau kejahatan? Terus menerus minta tolong. Saya membuka Qur’an, lihat buku-buku tentang Rasul, ternyata Rasullah SAW melakukan, kemudian di Qur’an juga dibolehkan seorang suami untuk menikah lagi.

Akhirnya target saya adalah walaupun nafsu berat menerima, tapi saya harus berusaha meyakini hukum Allah.

** Teh Ninih kepada Aa

Itu yang pertama Aa, walaupun jatuh bangun, saya ingin menjadi seorang istri yang taat kepada Allah, taat kepada hukum Allah dengan berusaha terus ikhlas ketika suami menikah lagi. Begitu Aa.. Doakan ya Aa, agar bisa istiqomah.

** Teh Ninih

Kemudian yang kedua banyak sekali hikmah yang didapat, terutama menata hati, bagaimana disaat ada madu tentu disitu akan ada kedengkian. Merasa tidak suka dengan kelebihan madu, tentu ini perjuangan saya untuk terus melatih jangan dengki kepada sesama muslimah. Saya berdoa terus, karena wanita itukan dengkinya tinggi, tapi inilah perjuangan saya.

Kemudian yang kedua juga hikmahnya, saya sedang belajar, walaupun jatuh bangun. Ketika Allah memberikan nikmat kepada saya seorang suami yang hebat, cakep, sholeh, katanya sih dompetnya tebal (canda teh Ninih-red). Sudah 20 tahun saya menikmati karunia yang Allah berikan lewat suami saya, dan subhanallah berarti saya harus siap kalau suatu saat diuji oleh Allah, karena Allah Maha Pencemburu. Kalau saya terlalu cinta kepada suami, sehingga menjadi penghalang saya untuk cinta kepada Allah. Dan inilah saatnya saya harus
belajar berbagi kebahagian suami saya untuk wanita lain, walaupun batin butuh perjuangan.

Itu hikmah yang kedua, tapi dengan keyakinan kalau terus berdoa, merenung, mudah bagi Allah untuk memberikan keringanan hati agar bisa berbagi. Dan saya yakin Allah pasti memberikan kenikmatan lain. Nanti di akhirat jelas, di duniapun Allah akan berikan kenikmatan, yaitu “nikmat mencintai suami karena Allah”.

Kemudian mengenai hikmah untuk keluarga khususnya secara manusiawi, disaat kita merasa takut kalau suami menikah lagi, nanti kuatir suami tidak cinta lagi ke istri yang lama.

Saya jujur, mudah-mudahan Allah memelihara keikhlasan Aa, ternyata Aa makin lengket sama Teteh, tidak mengerti kenapa ya. Itu luar biasa, artinya apa yang ditakutkan oleh kaum perempuan, kalau nanti poligami, nanti suami malah senengnya ke yang baru, ternyata tidak. Kalau kita berusaha ikhlas pasti Allah memberikan nikmat, tidak mungkin Allah menyia-nyiakan hambanya yang benar-benar hanya karena Allah. Jadi tidak usah takut, yang kita takutkan kalau kita khawatir, kata Rasulullah apa yang kita khawatirkan nanti sesuai dengan apa yang kita duga. Mending dibuat nikmat saja.

Terus untuk anak-anak juga, walaupun semua butuh proses tentu yah. Namanya anak-anak, saya juga sebagai ibunya butuh proses apalagi anak-anak kecil, tapi saya bisa mengambil hikmah, sejauh mana kemampuan orang tua bisa menjelaskan kalau ini kebenaran. Ya, kita terima sambil kita belajar. Kalaupun ada salah dari sikap orang tua yang kurang berkenan bagi anak-anak, alhamdulillah Aa pernah minta maaf kepada anak-anak kalau sikap Aa kurang berkenan untuk anak-anak. Dan anak-anak sangat berlapang hati karena sayang kepada orang tuanya. Saya bangga memilki anak-anak yang sama-sama ingin menjaga keluarga tidak hanya di dunia, tapi ingin sama-sama pulang ke Surga.

Yang terakhir. Saya menyadari bahwa saya adalah manusia biasa yang imannya kadang naik kadang turun. Ada satu permintaan kepada para pemirsa dan juga para wartawan.

Yaitu tolong doakan saya… karena setan tidak suka dengan kebenaran, setan akan terus menggoda. Tapi dengan doa dari pemirsa yang soleh, saya yakin akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari Allah SWT sehingga apa yang kami lakukan benar-benar hanya mengharapkan ridho Allah dan akan menjadi solusi bagi saya.

Terimakasih.

Wassalamualaikum wr.wb.

** Aa Gym kepada Teh Ninih

“Apa yang Aa katakan ke Mamah? Apakah Aa meminta berbuat sesuatu untuk Aa atau tidak?”

** Teh Ninih kepada Aa

“Saya bertekad bawah apa yang akan dibicarakan dan apa yang ingin saya lakukan bukan karena ingin dihargai oleh suami, bukan karena ingin dihargai oleh para pemirsa. Tapi saya berlindung kepada Allah ini semata-mata karena Engkau ya Allah. Dan saya yakin kalau tujuan karena Allah pasti Allah akan menuntun. Tapi kalau tujuannya suami, suami kan pasti akan pergi, suami akan meninggalkan kita. Tapi kalau tujuannya karena
Allah nanti suami akan tambah lengket.”

** Aa Gym

Jadi begitu hadirin, ada yang mencemaskan teh Ninih di rekayasa. Tidak! Saya akan bertanggung jawab penuh dengan keputusan yang saya lakukan dan istri pun bebas untuk mengambil sikap sesuai dengan apa yang diyakini.

Ada yang bertanya kenapa tidak langsung diumumkan? Begini… Seperti sepak bola kalau mau bertanding kan timnya harus menunggu kompak dulu. Nah sekarang Allah sudah menyiapkan kita lebih kompak menyikapinya. Jadi mohon maaf, kita betul-betul resmi, hanya saja saat diumumkannya menyusul, saat inilah baru dirasa waktu yang paling tepat.

Terimakasih, mohon doanya sekali lagi pada rekan-rekan wartawan dan pemirsa semua.

Dan kepada siapapun yang merasa kurang berkenan dengan tindakan ini, kalau toh saya belum dianggap sesuai dengan harapan, mudah-mudahan akan lebih banyak figur-figur lain yang sesuai harapan masyarakat Indonesia.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Artikel terkait:
- Poligami vs Playboy
- Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak?
- Hentikan Mengghibah Aa Gym!!!
- Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana?
- Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
- Balasan Puisi Sang Istri …
- Surat-surat Pendukung Poligami
- Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram
- Efek Samping Poligami

December 3, 2006

Hentikan Mengghibah Aa Gym!!!

Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh, Aa Gym, Lain-lain

Minggu ini, masyarakat dikejutkan dengan berita pernikahan kedua Aa Gym (poligami Aa Gym). Berbagai macam komentar, baik bersifat penyesalan, kesedihan, kesebalan, dan lain2, muncul di sana sini. Komentar bernada menyesal dan sedih, mayoritas dilontarkan kaum perempuan (ibu2). Sedangkan kaum prianya ada yg setuju dan ada juga yg menanggapi dengan sikap sinis.

Aku sendiri berada di posisi ‘hanya’ sebagai pengamat, bahkan cenderung tidak peduli dengan berita itu. Jikapun ada berita yg masuk ataupun aku dengar, aku berusaha tidak menanggapi ataupun ikut membahasnya.

CUKUP, SAUDARA2KU…!!! ITU SEMUA SUDAH GOSSIP…BERGHIBAH…!!! APAPUN YG DILAKUKAN AA GYM, ITU BUKAN URUSAN KITA!!!

Meskipun ada klarifikasi dari Aa Gym sekalipun, kita tetap tidak ada ‘hak’ untuk membahasnya. Itu sudah memasuki wilayah pribadi Aa Gym…dan kita, seperti aku tulis di atas, bukan wewenang dan hak kita untuk membahasnya.

Kita boleh sedih, kecewa, marah, kesal, dan beribu perasaan lainnya terhadap pernikahan yg dilakukan Aa Gym, tapi ITU SUDAH TERJADI, DAN (kembali) ITU ADALAH URUSAN PRIBADI AA GYM!!!

Aku sendiri yakin bahwa Aa Gym sudah memikirkan masak2 untuk melakukan pernikahan keduanya. Berikut ini beberapa hal yg membuat aku ‘mendukung’ Aa Gym untuk menikah (mungkin ambigue, tapi di sini aku tuliskan tanpa bermaksud untuk dijadikan bahan gosip;-))
1. Hukum ALLOH SWT.
Poligami merupakan SALAH SATU HUKUM ALLOH SWT. Kita bisa lihat di An Nisa(4):129″Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2. Keadilan Untuk Istri2.
Namun, untuk berpoligami memang ada syaratnya, seperti yg aku cetak tebal pada ayat di atas. Syarat tersebut adalah ADIL. Akan tetapi, kita juga mesti BIJAK, BAGAIMANA ADIL ITU? ADIL VERSI SIAPA? Jika orang yg berpoligami itu SUDAH YAKIN BERBUAT ADIL dan istri2nya pun sudah MERASA CUKUP ADIL, MENGAPA KITA MUSTI AMBIL PUSING??

Jangan kita memakai standar adil-nya kita untuk diterapkan ke orang lain…karena apa yg menurut kita adil, bisa jadi tidak adil menurut orang lain. Begitu pula sebaliknya. Dengan kata lain, sekali lagi, KITA MESTI BIJAK…!!!

3. Media Dakwah.
Poligami, sebagaimana aku sebut di poin 1, merupakan hukum ALLOH SWT. Melaksanakan hukum ALLOH SWT akan termasuk sebagai IBADAH. Dengan demikian, aku yakin bahwa pernikahan kedua Aa Gym ini merupakan MEDIA DAKWAH. Tentu saja, untuk melakukan ibadah dan media dakwah ini diperlukan kajian yg mendalam, karena jika dilakukan dg serampangan maka ibadah dan media dakwah ini akan menjadi ‘bumerang’ bagi kaum muslim/ulama/pendakwah.

Dengan demikian, jika ada diantara kita yg hendak berpoligami dengan alasan sebagai ibadah dan media dakwah, hendaknya bertanya dan diskusi dengan ustadz/orang berilmu lainnya. Jangan sembarangan!!!

4. Kepentingan Keluarga.
Aku sendiri melihat, dengan adanya 2 istri, Aa Gym akan lebih mudah konsentrasi berdakwah. Beberapa tayangan Aa Gym terlihat teh Ninih ikut nimbrung dalam diskusi/ceramah. Sementara Aa Gym mempunyai 7 (TUJUH) orang anak. Jika teh Ninih ikut dg Aa, siapa yg mengurus ketujuh anak beliau? Bayangkan jika terjadi apa2 kepada salah satu anak beliau…siapa yg mesti bertanggung jawab/disalahkan?

Sementar jika Aa Gym mempunyai 2 istri, maka istri beliau bisa bergantian ikut Aa Gym dan menjaga anak2 beliau. Dengan demikian, Aa Gym bisa berdakwah dg tenang serta anak2 beliau bisa terurus dg baik serta tetap mendapatkan pendidikan yg baik.

“Ah, itu alasan….anak2nya Aa Gym kan bisa dititipkan ke orang tua atau pengasuh. Toh uang bukan masalah, bla bla bla…”

Kita mesti bedakan…pendidikan yg diberikan antara istri dan orang tua, lebih pas yg mana? Tentu lebih pas pendidikan oleh istri, karena sang suami tentu sudah mengenal baik istrinya. Suami akan tahu dan mengerti, ‘warna’ yg diberikan kepada anaknya, karena dia sudah tahu betul bagaimana sifat istrinya dan yakin bahwa istrinya tidak akan berbuat lebih jauh.

Ah, nampaknya aku sudah bicara terlalu banyak…mudah2an bukan berniat ghibah…hanya sekedar ‘meluruskan’ dan berniat baik serta tidak ikut campur dg urusan pribadi Aa Gym.

Intinya: HENTIKAN POLEMIK PERNIKAHAN KEDUA AA GYM….!!! :-)

catatan: artikel ini TIDAK BERMAKSUD MENGULTUSKAN AA GYM, hanya sekedar himbauan agar kita tidak terjebak dalam perangkap setan. ;-)

Artikel terkait:
- Poligami vs Playboy
- Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak?
- Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana?
- Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
- Press Release dari Aa Gym
- Balasan Puisi Sang Istri …
- Surat-surat Pendukung Poligami
- Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram
- Efek Samping Poligami






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham