Puasa Syawal, Susah Atau Mudah?
Bismillah,
Pertama-tama, saya ucapkan Selamat ‘Idul Fitri 1430 H. Taqabballahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Maaf lahir dan batin untuk segala kesalahan yang pernah saya lakukan di blog ini, facebook, ataupun di yahoo messenger.
Semoga di 11 bulan berikutnya, kita bisa mempertahankan semangat Ramadhan hingga kita bertemu lagi dengan bulan mulia itu. Aamiin
Puasa Syawal adalah ibadah yang bisa dilakukan di bulan Syawal, sebagai upaya untuk menyempurnakan shaum Ramadhan yang telah kita lakukan. Anda bisa membaca artikelnya di sini.
Pertanyaan yang timbul, apakah puasa Syawal itu mudah atau susah?
Mengapa ada pertanyaan seperti itu? Karena walaupun puasa Syawal itu ‘hanya’ 6 hari, jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan puasa Ramadhan yang 29-30 hari, namun bagi kebanyakan kaum muslim, puasa Syawal ini dirasa sangat berat untuk dilakukan. Hal ini, jika dipikir secara logika, memang benar. Dilihat dari jumlah hari, puasa Syawal itu mudah, tapi kenyataannya sulit dilakukan.
Apa pasal puasa Syawal (cenderung) sulit dilakukan?
Ada beberapa penyebab mengapa puasa Syawal cenderung sulit (dan enggan) dilakukan.
Pertama, kaum muslim merasa dirinya baru bebas dari kewajiban puasa Ramadhan. Mereka beranggapan puasa di bulan Ramadhan sudah cukup sebagai sarana ibadah, terutama untuk puasa di bulan lain tidak terlalu penting. Walhasil, mereka merasa tidak perlu menuaikan puasa Syawal.
Kedua, bisa jadi kaum muslim tidak mengetahui manfaat dari puasa Syawal. Manfaat puasa Syawal adalah untuk menyempurnakan ibadah puasa yang telah dilakukan di bulan Ramadhan. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW, dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.” [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164] Selain itu, anda bisa baca kembali poin 1.
Ketiga, masalah kebersamaan. Puasa Ramadhan terasa lebih mudah dilakukan karena orang-orang di sekeliling anda juga berpuasa. Sementara untuk puasa Syawal, anda akan berpuasa sementara orang-orang lain cenderung tidak berpuasa. Adalah hal yang aneh, jika di Indonesia, yg mayoritas penduduknya beragama Islam, sulit untuk puasa sunnah. Bagi orang-orang yg pernah tinggal di negara non muslim, saya yakin akan lebih mudah untuk menuaikan puasa sunnah, karena mereka sudah terbiasa puasa di tengah-tengah orang yang tidak berpuasa. Terlebih bagi kaum muslim di Jakarta, yg sehari-hari mesti berhadapan dg cuaca cukup panas dan teriknya matahari.
Nah, menurut anda sendiri, puasa Syawal mudah atau sulit?


Menurut saya sih tidak terlalu susah untuk menjalankan puasa dibulan SYAWAL.
Cuma saya mao tanya nih, bila kita masih ada utang puasa dibulan Ramadhan, apakah harus melunasi puasa yang terhutang terlebih dahulu atau bagaimana? Mohon pencerahannya. Terimakasih.
Komentar oleh TIKA — September 24, 2009 @ 11:43 am
assalamualaikum
salam kenal sebelumnya.
saya ingin bertanya mengenai pelaksanaan puasa syawal
apakah boleh saat kita melakukan puasa syawal itu bersamaan dengan melaksanakan puasa senin kamis, karena kebetulan bertepatan pada senin atau kamis.
demikian
Komentar oleh theddy wijaya — September 25, 2009 @ 3:22 pm
Jadi..puasa Ramadhan yang 1 bulan itu belum sempurna? Bukankah itu semacam “mewajibkan” puasa syawal? Apalagi dg pernyataan puasa Ramadhan+puasa syawal = puasa seumur hidup; apakah dibolehkan puasa seumur hidup, bukankah ada hari2 dimana kt jstru dilarang berpuasa? Maaf, mgk saya yg mikirnya terlalu dalam.
Komentar oleh allie — September 29, 2009 @ 2:12 pm
” Jadi..puasa Ramadhan yang 1 bulan itu belum sempurna? Bukankah itu semacam “mewajibkan” puasa syawal? Apalagi dg pernyataan puasa Ramadhan+puasa syawal = puasa seumur hidup; apakah dibolehkan puasa seumur hidup, bukankah ada hari2 dimana kt jstru dilarang berpuasa? Maaf, mgk saya yg mikirnya terlalu dalam.
Komentar oleh allie — September 29, 2009 @ 2:12 pm ”
Saya coba bantu, maksud dari hadist :
sabda Rasululloh SAW, dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.” [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164]
Manfaat atau pahala yang didapat dari Puasa di bulan Ramadhan ditambah dengan 6 hari di bulan Syawal setara dengan ibadah puasa selama setahun penuh, dan juga berfungsi sebagai penyempurna ibadah Puasa di bulan Ramadhan, bukan “semacam mewajibkan” puasa seumur hidup.
Komentar oleh spikecursed — September 29, 2009 @ 9:43 pm
assalamu’alaikum, cuma mo tnya, apa qt jg diwajibkan bersahur utk melaksanakan puasa syawal?
Komentar oleh senly — October 2, 2009 @ 12:05 pm