Perlukah Menikah Di Masjidil Haram?
Bismillah,
Saya perhatikan, ada sebuah fenomena yang menarik yang terjadi di Indonesia. Fenomena ini adalah menikah di masjidil haram, yang kebetulan banyak dilakukan oleh orang-orang berduit. Banyak sekali ‘alasannya’ mereka melakukan ini, ada yang karena sekalian umroh, ada yang ‘kebetulan’ menemukan jodoh di sana, dan masih banyak alasan lainnya.
Memang, jika dihubungkan dengan jodoh, kita tidak bisa ‘menghindari’, karena itu adalah kekuasaan ALLOH SWT. Kita hanya bisa ikhtiar (dan menjemput jodoh), tapi di mana jodoh itu akhirnya ditemukan, toh tetap ALLOH SWT yg berkuasa.
Hanya saja, saya pribadi kok merasa risih dengan kelakuan dan pernyataan para pasangan yang menikah di Masjidil Haram, terutama saat ada yang mengatakan bahwa menikah di Masjidil Haram merupakan wujud komitmen suci dan bentuk niat baik. Terlebih lagi jika memang dilakukan seraya umroh atau bahkan seraya berhaji (mudah-mudahan hal yg terakhir ini tidak ada yg melakukannya), bagi saya hal tersebut terlalu berlebih-lebihan.
Menurut saya, bertemu jodoh ‘boleh’lah ditakdirkan di Masjidil Haram, namun menikah lebih baik dilakukan di Indonesia saja. Banyak faktor menurut saya mengapa pernikahan lebih baik dilakukan di Indonesia:
1. Biaya bisa ditekan
2. Lebih banyak kerabat yang bisa hadir
3. (masih terkait dg no 2) Teman dan relasi bisa ikut hadir
4. …. (silakan ditambahkan)
Lagipula, tidak ada jaminan menikah di Masjidil Haram akan langgeng dan benar2 berniat suci dan ikhlas. Toh Abu Jahal dan Abu Lahab juga menikah di Mekkah, dan keduanya sudah ‘ditakdirkan’ masuk neraka.
Jadi, tidak perlu jauh-jauh menikah di sana ya?


memang org indonesia itu suka yang aneh-aneh kok, sudah tau Mekah itu tempat suci untuk beribadah Umroh dan Haji lha kok dibuat tempat untuk menikah dengan berbagai argumentasi yg dibuat2, akhirnya ya spt yg dialami beberapa artis yg perkawinannya tidak langgeng (paramitha/anjas, cici paramidha/suhaebi dll), entah itu sebagai hukuman karena menikah di Mekah, hanya Allah yg tahu. mudah2an ini dpt sbg referensi buat yg berencana menikah di mekah. ok?
Komentar oleh andhika — June 25, 2009 @ 8:59 am
sip ana setuju,buat ana itu terlalu berlebihan,ya walaupun kita mampu kan lebih baik juga di indonesia saja,jadi kerabat bisa hadir.karena tidak smwa kan mampu ke tanah suci,bukankah lebih nikmat kalo kawan2 kita bisa datang juga….
Komentar oleh aku — July 18, 2009 @ 2:28 pm
apakah nikah di masjidil haram menyalahi syariat islam ? kalo tidak ya biarin aja ….. he .. he… mungkin alloh melebihkan rizki nya sehingga dapat nikah di sana.
Komentar oleh Akbar ilham — August 13, 2009 @ 6:51 am
paramitha-gunawan
tamara-..
cici paeamida
ria irawan
sekrang mungkin menyusul titi dj.
kalau sy punya mau nikah di mekkah harus lihat dulu org2 ini, biar rada2 takut gitu.
Komentar oleh yosi.nirmolo — October 30, 2009 @ 5:07 pm