Tausyiah275

November 9, 2008

Jangan Gelari Mereka Sebagai Mujahid!

Masuk Kategori: HOT NEWS, Seri Kesalahan2

Bismillah,

Maraknya berita terkait pelaksanaan eksekusi para tersangka bom Bali 1, saya melihat banyak hal yg membuat saya merasa miris dan sedih. Selain itu, perasaan jengkel dan marah tercampur juga di dalamnya.

Bagaimana tidak?

Di banyak tempat, menurut berita yg saya baca dan tonton, entah itu di internet, koran, ataupun televisi, saya saksikan banyak sekali orang yg menyatakan dan memaklumatkan bahwa ketiga tersangka itu adalah mujahid, apabila mereka nanti mati (setelah dieksekusi). Berbagai kalangan, baik dari pesantren ataupun kelompok ‘Islam’ ‘tidak jelas’, membawa spanduk ataupun pernyataan-pernyataan sebagai berikut:
“MEREKA MUJAHID…BLA BLA BLA…”
“AMROZI CS ADALAH MUJAHID BLA BLA BLA..”
Dan masih banyak lagi pernyataan dan spanduk serta apapun itu, yg isinya menyatakan KEYAKINAN bahwa Amrozi cs akan mati sebagai mujahid.

Bahkan saya sempat membaca berita, bahwa ada banyak kelompok ‘Islam’ yg sudah menyediakan tanah wakaf untuk dijadikan pemakaman bagi ketiga ‘mujahid’ itu. *geleng2 kepala*

Saya, hingga tulisan ini dimuat, berusaha keras untuk bisa memahami dan mengerti pernyataan2 tersebut. Namun, saya ternyata hanya bisa pada tingkat mengerti mereka, belum pada tahap memahami.

Saya mengerti bahwa itu adalah hak mereka, Amrozi cs dan para ‘pendukungnya’, bahwa tindakan mereka akan membuat mereka mendapat ‘gelar’ mujahid.

Namun saya tidak bisa memahami, DALIL AGAMA ISLAM YANG MANA, yg membuat mereka begitu yakin bahwa ‘gelar’ mujahid akan mereka sandang kelak? Terutama jika kita melihat tindakan mereka serta dampak yg mereka timbulkan.

Mujahid adalah ‘gelar’ yg diberikan kepada orang2 yg telah berjihad (di jalan ALLOH SWT), DENGAN KETENTUAN TIDAK MELANGGAR ATURAN ISLAM.

Harap diperhatikan keterangan kalimat di belakang!

Kini, mari kita perhatikan tindakan yg telah dilakukan oleh Amrozi cs, beserta dampaknya:
1. Mereka membom di tempat damai, BUKAN medan perang.
2. Korban mereka adalah orang2 yg tidak berdosa. Jika mereka (Amrozi cs) menganggap George W Bush dan sekutunya sebagai musuh2 utama mereka, mestinya merekalah yg dijadikan sasaran Amrozi cs, bukan orang2 yg tidak berdosa.
3. Jika argumennya adalah para korban yg dibunuh adalah orang2 kafir dan sedang bermaksiat, maka hendaklah ingat hadits Rasululloh SAW yg menyatakan,”Barangsiapa yang mengganggu kaum kafir dzimmi, maka ia akan berhadapan denganku.” Para korban, menurut saya, adalah kafir dzimmi, yg tidak mengganggu dan menyerang Islam. Lantas apa salah mereka menjadi korban bom? Jika mereka bermaksiat, seperti minum2 dan mabuk2, itu adalah urusan mereka.
4. Saudara2 Muslim ada juga yg menjadi korban. Jangan salah, ada juga saudara seiman yg menjadi korban, terutama barangkali yg sedang melintas di jalan itu. Selain itu, pengertian korban di sini, jangan dianggap sebagai korban ledakan. Berapa banyak saudara Muslim yg dicurigai sebagai teroris karena orang2 menjadi kian antipati dengan kaum berjenggot, memakai gamis, berjidat hitam? Perlakuan diskriminasi terhadap kaum agamis malah menjadi-jadi akibat sentimen dan paranoid orang2 terhadap Islam.
5. Menciptakan ketegangan sesama Muslim. Ada yg pro Amrozi cs, terutama dg menyatakan bahwa mereka mujahid. Ada juga yg menolak, seperti saya. ;-)
6. Islam adalah agama yg membawa rahmat bagi segenap alam. Apakah bom Bali membawa rahmat, setidaknya bagi para korban? Jika ada yg mengatakan bom Bali adalah rahmat, maka perlu dipertanyakan lagi keislamannya.

Jadi, apa layak mereka mendapat ‘gelar’ mujahid?

Bagi saya, gelar mujahid lebih layak diberikan kepada orang2 yg sudah berjuang di jalan ALLOH SWT (berjihad) tanpa mengganggu ketentraman masyarakat di sekitarnya. Tidak mesti menjadi dai atau ulama untuk menjadi mujahid. Seorang suami yg mencari nafkah bagi keluarganya, kemudian meninggal, itu lebih layak disebut mujahid. Seorang guru yg mengajarkan ilmunya (yg bermanfaat) pada murid2nya, itu lebih layak disebut mujahid. Dan masih banyak lagi contoh lainnya yg lebih layak menyandang predikat sebagai mujahid!

Saudara2ku, JANGANLAH MENGARTIKAN SECARA SEMPIT, bahwa jihad ~ perang atau kekerasan!

Kesimpulan: jangan tertipu dg kekerasan (teror) berlabel Islam, lantas predikat mujahid disandangkan kepada mereka (para pelakunya)!

Saya pribadi menyatakan Amrozi cs TIDAK LAYAK mendapat predikat mujahid! ‘Memalukan’ keluhuran Islam jika mereka dianggap mujahid!

70 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2008/11/09/jangan-gelari-mereka-sebagai-mujahid/trackback/

  1. Wah, pikiran kita sama, Koh.

    Saya dukung benar ini. Jengkel saya liat demo2 yang ndukung Amrozi. Kalo mau jihad beneran, ke Palestina sono, jangan cemen cuma berani di tempat yang gak ada bedil. Itu ciken namanya :D

    Komentar oleh alex© — November 9, 2008 @ 1:23 pm

  2. Setuju, mana ada sih agama yg ngajarin kekerasan. amrozi dkk itu emg chiken, ga sekolah, jadi mau aja di bodohin sama osamma bin laden, ngebom kok rumah sendiri. kl menurut gw sih harusnya hukuman matinya di tembak 1 peluru 1 peluru, selama (jumlah korban) hari. sory agak kasar. :D

    Komentar oleh ch3 — November 9, 2008 @ 10:54 pm

  3. kalau berani jadi martir harusnya mereka yang jadi suicide bomber. Dan kalau sudah mau dihukum mati jangan minta disuntik mati atau dipancung.. Kalau memang jantan kenapa ga minta dirajam aja sampe mampuzzzzzzzz

    Komentar oleh prastf — November 10, 2008 @ 12:34 am

  4. karena ud ada yang bilang ciken(@ #1) dan chiken (@ #2);
    saya cuma mau bilang..

    ..
    .
    chicken, apalagi kentucky fried chicken (KFC) enaaak, wlwpun bikinan barat..
    Tapi yang punya orang sini lho (franchise)..

    buat mas Fahmi, setuju terutama nomor4.
    Saya kira (opini) kalau rekan2 yang netral wlw berusaha positive thinking memahami ajaran islam yang sebenarnya, tapi kalau tiap hari lihat tivi acara berita (terutama ditambah2i infotainment) isinya cuma amrozi yang teriak2 dengan suara kasar serak diidentifikasikan dengan pakaian gamis dan model rambut/jenggot itu;
    ….yaa..gimana ya….
    saya aja yang lihat, harus mengakui, dalam hati juga timbul *sedikit* rasa benciiiiiiiiiii :)

    Komentar oleh yogi — November 10, 2008 @ 10:06 am

  5. Saya kira mereka berniat baik sebenarnya, dalamhati mereka hanya pingin balas teris george w. bush dan antek-anteknya,
    hanya george w bush bisanya hanya berani thd orang muslim yang minoritas yang jumlahnya kecil coba kalau Indonesia ? hancurlah Amerika.
    Siapa yang dihatinya setuju atau tidak punya perasaan benci terhadap kemaksiatan mereka.maka mereka tidakpunya iman alias sama dengan orang kafir, mau bukti, nanti kamu akan tahu diakhirat nanti.

    Komentar oleh syaiful — November 10, 2008 @ 11:08 am

  6. orang yang setuju dengan Amrozi Cs punya kebiasaan :
    1. Merokok
    2. Suka maksiat walaupun Kecil
    3. Tidak berkerudung alias tidak tutup aurat
    4. suka pergaulan bebas alias bebas laki-dan perempuan
    5. matanya celalatan
    6. suka tertawa terbahak-bahak
    7. sukaknya yang porno-porno
    8. aqidah kurang kuat
    9. tidak paham nama dan sifat-sifat Allah SWT
    10. Kurang memahami Sirah Nabawi dan fiqih

    Komentar oleh syaiful — November 10, 2008 @ 11:14 am

  7. Bisa dijelaskan maksud ini mas?

    kafir zinni

    Maksudnya apa yaa?

    Komentar oleh Jauhari — November 10, 2008 @ 11:15 am

  8. orang yang setuju dengan Amrozi Cs adalah teroris punya kebiasaan :
    1. Merokok
    2. Suka maksiat walaupun Kecil
    3. Tidak berkerudung alias tidak tutup aurat
    4. suka pergaulan bebas alias bebas laki-dan perempuan
    5. matanya celalatan
    6. suka tertawa terbahak-bahak
    7. sukaknya yang porno-porno
    8. aqidah kurang kuat
    9. tidak paham nama dan sifat-sifat Allah SWT
    10. Kurang memahami Sirah Nabawi dan fiqih

    Komentar oleh syaiful — November 10, 2008 @ 11:16 am

  9. Kafir Zimmi adalah orang kafir hidup dalam kekuasaan Islam yang tunduk dan patuh terhadap aturan aturan Islam.
    kalau da orang kafir yang bukak aurat di negeri mayoritas muslim adalah bentuk penghinaan terhadap orang muslim dan merusak anak cucu orang muslim.
    makanya mereka harus dihilangkan kalau tidak mau taat aturan

    Komentar oleh syaiful — November 10, 2008 @ 11:19 am

  10. komentar No. 8 terlalu kasar…antum sesama muslim melakukan fitnah seperti itu, antum dapat info dari mana kok begitu sengitnya menuduh yang antum sendiri gak tahu.

    Komentar oleh juhadi — November 10, 2008 @ 4:54 pm

  11. maksud amrozi betul cuma jangan di indonesia dong, coba deh berkorban demi bangsa dengan kerja keras dan taqwa

    Komentar oleh harr — November 11, 2008 @ 1:05 pm

  12. Kalau belum menguasai Ilmunya, jangan buat Artikel seperti ini, kasihan orang lain yang tidak paham makna Jihad dibawa ke Opini yang salah, Istigfar kepada Allah.

    Komentar oleh Hendro — November 11, 2008 @ 3:43 pm

  13. saya setuju dengan pendapat nomor 12, apabila belum menguasai ilmunya, jangan ngomong tentang masalah tersebut. masa petani mau ngomong masalah pembuatan nuklir kan g mungkin. coba antum baca buku karangannya yang berjudul AKU MELAWAN TERORIS.
    saran saya, jangan mengomentari sebuah masalah yang belum antum kuasai..

    Komentar oleh just_rayyan — November 12, 2008 @ 10:03 am

  14. Yang nulis komentar No. 7 dan No. 8 kira-kira orang seperti apa yah ???. Bukankah kalau kita mau jujur dan realistis, itulah kondisi (mayoritas) ummat Islam di Indonesia saat ini???.

    Komentar oleh sukar — November 12, 2008 @ 12:55 pm

  15. komentari yang no.4 dong..
    :|

    Komentar oleh yogi — November 12, 2008 @ 2:40 pm

  16. SEPAKAT!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh ithox — November 12, 2008 @ 8:30 pm

  17. menurut saya langkah pertama mendingan kita koreksi diri kita masing masing saja dulu

    Komentar oleh jabar — November 13, 2008 @ 9:44 am

  18. mas,mas setidaknya ada yang berani gitu, meski caranya melenceng, tetapi daripada diam dan ikut-ikutan mencela sesama saudara muslim, alangkah baiknya kita mendoakan mudah-mudahan segala kesalahan mereka diampuni oleh Allah swt, so don’t be negative thinking to your brother in islam. Allah Maha mengetahui apa yang mereka niatkan, baik dan buruknya.

    Komentar oleh verzara — November 13, 2008 @ 11:47 am

  19. sebenarx yang tahu dan tdakx amrozi cs mujahid adalah mereka sendiri.tanyakan kapda mereka sekarang pasti tahu.karena mereka sekarang sedang di pukul palu besi atas perbuatanny mengebom bali tanpa tahu ilmu yang sesungguhnya

    Komentar oleh agusramadhan — November 13, 2008 @ 12:37 pm

  20. MEREKA ADALAH MUJAHID. MATI MAYATNYA BERBAU WANGI, KARAMAH SYAHID BISA ANDA LIHAT DAN TANYAKAN PADA PELAYAT. TERBUKALAH HATI KALIAN WAHAI UMAT MUSLIM. ALLOHU AKBAR

    Komentar oleh senno — November 14, 2008 @ 12:16 am

  21. BANYAK YANG MENCELA TINDAKAN MEREKA.NYATANYA FAKTA KEATIAN MENJADI BUKTI NYATA BAIKNYA AKHIR HAYAT MEREKA HUSNUL KHOTIMAH. YA ALLOH …. JADIKANLAH AKU SEBAGAI BAGIAN DARI KAFILAH SYUHADA. ALLOHU AKBAR……

    Komentar oleh senno — November 14, 2008 @ 12:20 am

  22. apapun Gelar yang orang2 berikan to Amrozi cs yang tahu hanya Allah … saya ga ngerti gelar apa yang mesti diberikan to mereka …

    Komentar oleh yanti — November 14, 2008 @ 2:33 pm

  23. kalau apa yg dilakukan oleh amrozi cs dan para pendukungnya itu adalah jihad ala Islam, bahwa itu jihad yg diajarkan Rasulullah.. maka saya akan keluar dari Islam!!

    Tapi saya tidak akan keluar dari Islam.. karena kenapa? Karena Rasulullah tidak mengajarkan & tidak mencontohkan apa yg dilakukan oleh Amrozi CS. Mereka itu hanya orang Islam yg menghancurkan Islam… mereka menodai perjuangan Rasulullah. Mereka tidak sadar menghancurkan apa yg sudah dibangun oleh Rasulullah.. yaitu Islam yg damai, Islam yg memakai logika, Islam yg cerdas, Islam yg toleran. Amrozi CS itu hanya orang2 mabok yg mengaku sebagai orang Islam..

    Rasulullah mengajarkan betapa indahnya kedamaian, bukan kekerasaan salah sasasaran dan kebodohan2…

    Kalau memang mereka niat jihad… silahkan gunakan uang anda untuk berjihad… pake uang mereka buat naek pesawat ke palestina. Pake uang mereka untuk membeli senjata melawan yahudi2 yg mezolimi umat Islam palestina. Pake keberanian, tenaga dan darah mereka untuk membela saudara2 umat Islam di palestina.

    Rasululloh pasti menangis melihat kelakuan Amrozi CS dalam menghancurkan Islam, merusak citra Islam.

    Semoga mereka orang2 yg berpikiran sangat sempit dan sok mengerti Islam itu sadar dan bertaubat atas kezoliman yg sudah mereka perbuat..

    Allahu Akbar!

    Komentar oleh Syamsul Bahri — November 14, 2008 @ 3:57 pm

  24. kalo saya sih benci bangat ma amrozy cs….islam tuh baik dan sangat ber sahaja….msa orang islam kaya gitu….saya bingung sekarang banyak orang melakukan sesuatu yang salah tapi selalu membawa nama islam untuk membersihkan perbuatanya yang kotor……allah juga tau kok mana yang salah dan yang benar….mudah2an kalo emang mereka mati syahid di masukanke dalam syurga tapi kalo emang ga syahid….ya nerakalah tempat dia…karena telah menghilangkan nyawa seseorang…dan menurut saya kalo cuma di tembak mah kurang…harusnya di suruh telan bom buatan dia biar meledak langsung di dlm perut…..itu baru ADILLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

    Komentar oleh hariyanto — November 15, 2008 @ 9:59 am

  25. saya setuju, sepertinya banyak orang juga yang asal tangkap soal arti dari mujahid, dan apa yang mereka dapat ditelan mentah-mentah. so jadi salah kaprah…

    Komentar oleh Areep — November 17, 2008 @ 7:22 am

  26. Assalamu ‘alaikum wr.wb

    inilah akibat dari kita terlalu berkiblat pada dunia barat yang kafir. Semua hal disandarkan pada aturan dan tat cara dunia barat. Dan tampaknya perang ideologi kaum kafir telah berhasil pada sebagian besar kaum muslimin.
    Pada pertemuan yang dulu diadakan di bali yang mengundang beberapa tokoh ulama islam, termsuk hasyim muzadi dan aa’gym namun beliau urung ikut pertemuan dan amerika dibahas beberapa hal yang salah satu agenda amerika adalah umat islam dimohon untuk menghilangkan 1 kata dalam ajaran islam, yakni jihad.Jika mau maka seluruh pondok pesantern dan kegiatan umat islam akan dibantu pembiayaannya oleh amerika. Alhamdulilah pada saat itu para tokoh ulama menentangnya.
    Tp mereka amerika tidak patah arang dalam merasuki ideologi kaum muslimin dengan mengatakan jihad secara fisik adalah terorisme. Dan yang sangat disayangkan adalah peran pemerintah yang selama ini membuat paradigma pada masyarakat seakan-akan para alumnus palestine dan afganistan adalah kelompok teroris. Bagaimana ini..???
    Kaum muslimin yg justru membantu saudaranya di palestine dan afganistan yang sungguh luarbiasa penderitaan warganya malah justru diberi label begini. Sungguh kedzoliman luarbiasa. Apa to yang bisa anda - anda lakukan untuk membantu saudara - saudara kita disana? Bahkan menyuarakan saja tidak.

    Bersabda Rasulullah SAW:

    Terjemahan: Tidak beriman seseorang kamu sehingga ia mencintai saudaranya sama seperti ia mencintai dirinya sendiri.
    (Riwayat Al Bukhari)

    Masalah terbesar adalah banyak orang yg tidak tahu tentang jihad berkoar-koar masalah jihad. bahkan memfitnah sana - sini. Kemudian seperti yang kita lihat di masyarakat dan di pengajian2 sangat jarang sekali membahas tentang masalah jihad. Yang dibahas tauhid, sholat, puasa, haji, dan muamalah, sedang jihad tidak tersentuh sama sekali. JIka melihat hal ini pakah menurut anda berhasilkah amerika meredam ajaran jihad dalam islam?????

    Rasul memberikan gambaran bahwasanya islam akan mengalami masa-masa kejayaan nantinya, dan kejayaan itu hanya dapat diwujudkan dengan dakwah dan jihad.
    Sudahkah anda i’dad dalam hal jihad???

    Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasik.
    (At Taubah 24)

    Kemudian bagi yang komentar no.6 dan no.8 syaiful, apakah anda orang islam??? kalo anda orang islam berarti anda telah kafir dengan melakukan fitnah yang tidak berdasar.
    Orang islam yang baik aqidahnya tidak akan melakukan hal2 semacam itu dan tidak akan berkata seperti anda dan orang2 yang komentar asal njeplak saja. Jika menurut anda amrozi cs tidak sesuai dengan ajaran apakah anda sendiri sudah sesuai dengan ajaran rasul. Beraninya dan bisanya cuma mengkritik saja, apa yang sudah anda lakukan buat kejayaan islam dan menolong saudara2 muslimin yg terdzolimi di palestina, afganistan, iraq, ambon, dan poso ????

    Hati2 wahai saudaraku kaum muslimin, situs ini bisa diakses oleh siapapun termasuk kaum kafir yang ingin mengadu domba kaum muslimin.

    Subhanakallahuma wabihamdika, asyhadu allaa ilaa ha ilaa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

    Wassalamu ‘alaikum wr.wb

    Komentar oleh abu syahid — November 18, 2008 @ 1:34 pm

  27. Alhamdulillah … terima kasih Abu Syahid (no.26 atas tausyiah dan pencerahannya. Sekarang saudara kita, Imam Samudra, Amrozi dan Ali Gufron telah wafat. Terlepas benar atau tidaknya mereka bertiga yang melakukan pemboman bali (kalo saya meragukan karena secara teknis itu di luat kemampuan Amrozy) sekarang marilah kita ingat kebaikan2 mereka saja, kita doakan yang terbaik untuk mereka dan jangan sampai anda2 justru jadi ikut2an kaum musyrikin menusuk dari belakang… hehehehehe itu kebiasaan munafiqin. Dan bukankah siapa pun yang meniru kebiasaan suatu kaum dia termasuk di dalamnya? wallohu ‘alam. Afwan jika ada yang tersinggung.

    Komentar oleh nugroho — November 20, 2008 @ 8:37 am

  28. Al-Ilmu Qablal Kauli wal Amal..
    Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan…

    Maksud ?

    Siapa pun yang hendak berjihad harus mengerit :
    Apa itu Jihad ?
    Apa tujuan Jihad ?
    Bagaimana niat Jihad ?
    Bagaimana cara berjihad ?
    Kepada siapa berjihad ?
    Dengan siapa berjihad ?
    Bagaimana sholat khauf ?
    Bagaimana pembagian harta rampasan perang ?
    Bagaimana pembagian khumus ?
    Dan masih banyak lagi…

    Kapan Jihadnya kalo gitu ?
    Dengan thalabul ilmi kita akan tahu….

    Komentar oleh Gunawan — November 20, 2008 @ 5:57 pm

  29. komen saya hanya setuju dengan komen 26,12 dan 13 oke.

    Komentar oleh bumi — November 21, 2008 @ 9:47 am

  30. Pantas jadi mujahid ato enggak, biar yang Nyiptain alam semsta yg nentuin. Gelar2 yg dianugerahkan oleh manusia(kita2??) ga ada artinya, jangan sok!. Btw, kita msti melihat bhw hukuman mati itu bukan untuk menghukum Amrozi cs karena (kata org2)pembunuhan yang mereka lakukan. Kita pandang sebagai langkah “MELINDUNGI” masyarakat agar tak lagi jadi korban atas kelakuan mereka jika lolos nanti. Tak perlu berpolemik. Yg mau menggelari mereka mujahid, silakan. Yg tetap menganggap mereka penjahat silakan. Ga ada artinya,..sia-sia..,bahkan bisa mempermalukan agama (krn kita blm tentu kompeten utk bicara atas nama agama kita kepada umat agama lain atau umat atheis). Memang asik berdebat, makin kita gak tahu..makin kita ga mau kalah..ha..ha.. Selamat Maem semuanya..

    Komentar oleh alie — November 21, 2008 @ 7:04 pm

  31. http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=6126_0_18_0_M silahkan copy link ini ke browser anda dan bukalah

    Komentar oleh hanif — November 23, 2008 @ 8:50 pm

  32. http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=6126_0_18_0_M silahkan copy link ini ke browser anda dan bukalah

    Komentar oleh hanif — November 23, 2008 @ 8:50 pm

  33. 3. Jika argumennya adalah para korban yg dibunuh adalah orang2 kafir dan sedang bermaksiat, maka hendaklah ingat hadits Rasululloh SAW yg menyatakan,”Barangsiapa yang mengganggu kaum kafir dzimmi, maka ia akan berhadapan denganku.” Para korban, menurut saya, adalah kafir dzimmi, yg tidak mengganggu dan menyerang Islam. Lantas apa salah mereka menjadi korban bom? Jika mereka bermaksiat, seperti minum2 dan mabuk2, itu adalah urusan mereka.

    ” Ya memang seperti itu bunyi hadistnya, tp yg perlu kmu perhatikan adalah apakah indonesia adalah Negara Islam..???
    sedangkan beberapa faktor sebuah negara disebut Islam adalah:
    - Memiliki seorang pemimpin yg Islam
    - Berhukum dengan hukum Islam
    lalu apakah Indonesia berhukum dengan hukum Islam..???
    coba anda perhatikan yg ada hanyalah Undang-Undang serta Pancasila serta Demokrasi yang hingga saat ini belum bisa memecahkan masalah” di Indonesia…!

    Sedangkan orang kafir yg ada saat ini di Indonesia statusnya adalah Kafir Harbi. bukan Kafir Dzimmi..

    Wallohu ‘Alam…

    Jangan menghukumi orang yang jelas2 telah berjuang menegakan Kalimat Allah, sedangkan anda sendiri,,??! Hal apakah yang sudah anda lakukan untuk menegakan Islam dan Syari’atNya di Indonesia ini..! Apakah anda berjihad atau terjun langsung ke medan jihad sehingga anda dengan mudahnya berkata seperti itu…! Bertakwalah kepada Alloh..

    Komentar oleh IrhaBB — November 23, 2008 @ 10:44 pm

  34. Pemberian gelar Asy Syahid kepada Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas pasca eksekusi mereka pada Ahad, 9 November 2008 menuai pro dan kontra. Sebagian kaum Muslimin bisa memahami dan setuju gelar mulia tersebut disematkan kepada mereka. Namun sebagian yang lain tidak setuju, bahkan tidak memahami apa makna dan mengapa gelar tersebut diberikan kepada mereka. Untuk memperjelas masalah ini Arrahmah.com mewawancarai Ustdaz Abu Jibriel yang ikut menjadi saksi pemakaman Imam Samudra di Serang, Banten. Berikut hasil wawancara tersebut:

    Arrahmah.com: Assalamu’alaikum.Wr.Wb! Ustadz, apa kabar ? Langsung saja Ustadz, apa batasan seseorang bisa menyandang gelar Asy Syahid ? Dan apakah pemberian gelar tersebut diperbolehkan dalam Islam ?

    Ust. Abu Jibriel: Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Alhamdulillah baik. Memang sebagian manusia meragukan kesyahidan KAFILAH SYUHADA’ trio mujahid dan mereka mengatakan bukan mujahidin bahkan mereka menuduh teroris. Maka harus dijelaskan kepada mereka tanpa keraguan, BAHWA MEREKA ADALAH PARA MUJAHID DAN KEMATIAN MEREKA ADALAH SYUHADA’, Insya Allah.

    Mengapa? Karena memberikan gelar syuhada kepada para mukmin mujahid yang syahid di medan perang, adalah sunnah Rasulullah. Rasulullah saw telah memberikan titel Sayyidus syuhada (ketua para syuhada) kepada Hamzah bin Abdul Muthallib. Adapun kepada mereka bertiga, pantas mereka mendapat titel tersebut karena beberapa alasan:

    Pertama: Manhaj hidupnya jelas, mengikuti Salafus shalih. Lalu mereka berdakwah dan berjihad di jalan Allah untuk tegaknya syari’ah Allah. Sejak berumur belasan tahun sehingga kesyahidan menemui mereka, tak kenal penat dan lelah apalagi berhenti, dan itu berarti mereka telah memenuhi firman Allah,

    “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hajj 15:99)

    Kedua: Prinsip hidup mereka juga terang, hanya ibadah kepada Allah dan menjauhi thoghut, sebagaimana firman Allah,

    “Sembahlah Allah dan jauhilah thoghut.” (QS. An-Nahl 16:36).

    Itulah prinsip hidup mereka sehingga syahid, tidak pernah berkompromi dengan pemerintah thoghut dalam dakwah dan jihad demi tegaknya syari’ah Allah.

    Ketiga: Jalan hidup mereka, adalah: Iman-Hijrah-Jihad, ini menunjukkan mereka mengamalkan firman Allah,

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqoroh 2:218)

    Kemudian mereka menempuh perjalanan I’dad memenuhi firman Allah,

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal 8:60)

    Keempat: Peperangan mereka dan target musuhnya juga jelas, yaitu kuffar harbi, baik yahudi, nasrani, musyrikin, dan siapa saja yang tidak beragama dengan agama yang benar (yaitu Dienul Islam). Itu berarti mereka mengamalkan firman Allah,

    “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.” (QS. At-Taubah 9:29)

    Kelima: Cita-cita hidup tertinggi mereka ialah meraih Syahid, dan ini insya Allah sudah pun tercapai, itu bermakna mereka mengamalkan firman Allah,

    “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah 9:111)

    Dan tatkala kami bersama-sama di medan jihad, kami senantiasa mentelaah dan mendalami janji-janji dan pahala jihad dan mati syahid sebagai mana hadits berikut:

    Miqdam Ibnu Ma’dikariba berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

    “Bagi orang yang syahid terdapat 6 hal yang akan diterimanya, yaitu: Pertama, Allah memberi ampunan ketika pertama kali bergerak dan akan melihat tempatnya di Jannah. Kedua, selamat dari siksa kubur. Ketiga, selamat dari goncangan hari kiamat. Keempat, akan diberikan kepadanya mahkota kebesaran yang terbuat dari permata Yaqut sebagai tanda kehormatan yang jauh lebih mahal daripada dunia seisinya. Kelima, akan dikawinkan dengan 72 bidadari bermata jeli. Dan keenam, dapat memberi syafa’at kepada 70 keluarganya.” (HR. Ahmad: 16553)

    Keenam: Ketika mereka melakukan operasi jihad di Bali yang berakibat mereka ditangkap, diintrogasi kemudian diadili dan diputuskan hukuman mati, mereka menghadapinya dengan ikhlas, tenang, tabah, tidak emosi, gagah berani, tanpa menyerah dan lemah semagat kepada thoghut laknatullah, itu berarti mereka telah mengamalkan dan mengambil pelajaran dari firman Allah,

    “Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imran 3:146)

    Ketujuh: Bagi orang-orang yang mati syahid mempunyai tanda-tanda yang dapat disaksikan oleh orang yang hidup. Kebiasaan yang terjadi di medan jihad Afghanistan misalnya, ialah:

    a. Ada aroma wangi jenazah para syuhada’.

    b. Jenazahnya hangat dan tidak kaku, meskipun sudah beberapa jam telah wafat.

    c. Darah kadang-kadang masih menetes dari lukanya, dan masih segar.

    d. Senyuman manis dan wajah ceria seakan-akan sedang tidur biasa.

    e. Burung-burung berwarna hijau kelam pekat menari-nari dan berputar-putar di atas jenazah.

    Semua tanda-tanda itu terdapat paska syahidnya mereka bertiga, dan di samping hal tersebut terlihat kesabaran, keberanian, ketaqwaan dan tawakkal mereka, kerinduan mereka kepada syahid dapat disaksikan melalui ungkapan-ungkapan dan jawaban-jawaban di pengadilan dan selama berada di penjara thoghut.

    Hidup mereka sibuk dengan dakwah meskipun di dalam penjara. Para nara pidana, para sipir mendapat keberkahan dengan dakwah mereka. Keteguhan iman dan kesabaran mereka bagaikan karang ditepi lautan, tidak bergerak meskipun diterpa oleh ombak dan badai.

    Mereka telah dizalimi selama 6 tahun di penjara, waktu sebanyak itu mereka gunakan untuk beribadah, berzikir, bertaubat kepada Allah swt, dan sedikitpun dari waktu mereka tidak tersisa untuk taqarrub kepada Allah terutama menjelang eksekusi. Dengan demikian tidak ada keraguan bahwa mereka adalah kafilah syuhada, insya Allah.

    Arrahmah.com : Jadi, harus ada proses atau amal jihad terlebih dahulu ? Makna jihad yang syar’i yang bagaimana Ustadz ? Apakah Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas sudah menjalani jihad ?

    Ust. Abu Jibriel: Memang demikian, karena syahid yang paling tinggi adalah mati di dalam jihad fie sabilillah di medan perang. Para ulama membagi mati syahid kepada tiga bagian.

    Pertama: Syahid dunia akhirat, yaitu orang yang mati karena jihad untuk meninggikan kalimah Allah dengan ikhlas semata-mata mencari ridha Allah dan tidak dicampuri dengan niat-niat selainnya.

    Kedua: Syahid dunia saja, yaitu orang yang berperang (dan terbunuh) karena mencari ghanimah, atau karena riya’, atau karena kenifakan, yang seperti ini tidak mendapatkan pahala, namun tetap diperlakukan atasnya hukum-hukum yang lahir. Kedua golongan syuhada’ ini diberlakukan atas mereka hukum-hukum orang yang syahid.

    Menurut pendapat empat madzhab mereka tidak dimandikan dan tidak dikafani, juga tidak disholatkan jenazahnya, kecuali pendapat Mazhab Hanafi jenazahnya disholatkan.

    Ketiga: Syahid akhirat saja, yaitu orang yang mati karena keruntuhan sesuatu, atau karena tenggelam, atau semisalnya. Sebagaimana yang pernah dijelaskan Rasulullah. Syahid yang seperti ini dimandikan, dikafani, dan disholati jenazahnya. [Lihat: Kitabul Fiqih ‘Ala Al-Madzhaabih Al-Arba’ah, oleh Al-Jaza’iri juz: 1]

    Arrahmah.com : Saat ini, banyak kaum Muslimin yang lebih mengacu kepada peryataan (dianggap hadits) “Jihad yang lebih besar atau melawan hawa nafsu” dalam memahami makna jihad. Bagaimana menurut Ustadz tentang hal ini ?

    Ust Abu Jibriel : Ya, memang ada slogan yang sangat masyhur di kalangan sebagian besar ulama dan kaum Muslimin yang menganggap itu sebuah hadits. Ungkapan itu muncul kononnya ketika Rasulullah saw pulang dari satu medan peperangan (perang tabuk) lalu beliau bersabda:

    “Kita semua baru kembali dari jihad asghar menuju jihad akbar.” Para sahabat bertanya: “Apakah jihad akbar itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Jihad hati atau jihad melawan hawa nafsu.”

    Menurut penelitian para ulama pakar hadits ternyata slogan di atas bukanlah sebuah hadits, dan andainya dipaksakan menyebutnya sebagai hadits, maka kedudukannya ialah hadits maudhu’ (hadits palsu), juga slogan ini tidak tertulis di dalam seluruh kitab-kitab hadits shahih, namun di sana terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan al-Khatib al-Baghdadi rahimahullah dengan lafaz yang lain, dengan sanad dari Jabir ra, katanya: “Nabi saw ketika kembali dari suatu peperangan berkata:

    “Kamu sekalian telah kembali kepada sebaik baik tempat kembali, dan kamu telah kembali dari jihad asghar (jihad yang lebih kecil) menuju kepada jihad akbar (jihad yang lebih besar). Para sahabat bertanya: “Apa jihad akbar itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Jihadnya seseorang melawan nafsunya.” (Tarikh al-Baghdadi, 13/493)

    Hadits ini dha’if karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama Khalaf bin Muhammad bin Ismail al Khiyam yang menurut al-Hakim: “Haditsnya gugur”. Dan kata Abu Ya’la al-Khalili: Ia banyak mencampuradukkan dan ia sangat lemah, meriwayatkan hadits yang tidak dikenal.” (Lihat Masyaari’ul Asywaaq ila Mashori’il ‘Usy-syaaq li Ibni an Nuhaas, 1/31)

    Al ‘Iraqiy dalam Takhriju Ahaaditsi Al ihya’ mengatakan: Hadits tersebut diriwayatkan oleh Baihaqiy dengan sanad dha’if dari Jabir. (Risalah Jihad: Hasan Al Banna)

    Al-Hakim dan Ibnu Abi Zur’ah mengatakan: “Kami banyak menulis keterangan dari Khalaf bin Muhammad bin Ismail hanyalah untuk i’tibar, dan kami berlepas diri dari mempertanggung jawabkannya.” (Lihat Miizaanul I’tidaal, 1/662)

    Al Imam Ibnu Taimiyah mengatakan:

    “Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian orang bahwa Nabi saw bersabda setelah perang Tabuk: “Kita kembali dari jihad asghar menuju kepada jihad akbar, adalah hadits yang tidak ada asalnya, tidak ada seorang pun dari kalangan pakar ilmu hadits yang meriwayatkannya. Dan jihad menghadapi kaum kuffar adalah amal yang paling agung, bahkan ia adalah perbuatan paling utama yang dilakukan manusia.” (Al Furqon baina Auliyaa-ir Rahman wa Auliyaa-isy Syaitan, hal 44 45)

    Al Imam Hasan Al Banna berkata:

    “Banyak disinyalir bahwa jihad memerangi musuh agama termasuk jihad ashgar, sedang yang dikatakan jihad akbar ialah memerangi hawa nafsu. Pendapat tersebut didasarkan pada sebuah riwayat:

    “Kita telah melaksanakan jihad kecil dan akan menuju jihad besar. Para sahabat bertanya: apakah jihad akbar itu. Beliau menjawab: jihad hati atau jihad melawan nafsu.”

    Sebagian umat Islam berupaya mengalihkan pandangan terhadap pentingnya jihad, mempersiapkan diri, berniat melaksanakan dan mengamalkannya, tetapi pada kenyataannya dalil yang digunakan bukanlah sebuah hadits, demikian kata Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam Tasdidul Qaus. Namun yang masyhur ialah perkataan Ibrahim bin Abalah, dan ucapan itu memang sangat popular sehingga tampak sebagai sebuah hadits.

    Andaikan hadits ini shahih makna yang dikandung bukan berarti mengenyampingkan makna jihad (dalam arti qital = perang) dan mempersiapkan segala kekuatan untuknya, sebab jihad itu dilakukan dalam rangka menyelamatkan biladil Muslimin dan menolak serangan orang-orang kafir yang menyerangnya. Dan yang terkandung di dalam hadits tersebut ialah wajib melawan hawa nafsu sehingga hati benar-benar ikhlas karena Allah. (Hasan Al Banna: kitab Risalah Jihad)

    Dan yang lebih meragukan lagi ialah di dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Yahya bin al Ula al Bajili yang menurut Imam Ahmad ia adalah kazzab (pendusta), pemalsu hadits. Dan kata Amru bin Ali, an Nasa’ie dan ad-Daruqutni: “Haditsnya matruk (ditinggalkan/tidak dipakai).” Dan kata Ibn ‘Adi: “Hadits-haditsnya maudhu’ (palsu).” (Lihat Tahdziibut Tahdziib, 11/261 262).

    Demikianlah pendapat para ulama pakar hadits, dan secara logika yang sehat juga tidak dapat diterima, karena kalimatnya kita sudah kembali, sedang realitasnya belum pernah ada persiapan dan berangkat pergi berperang kok sudah kembali. Benar kalau itu Rasulullah saw yang mengatakannya karena beliau baru kembali dari perang Uhud, sedang kaum muslimin belum pernah berangkat..?

    Dan andainya benar kenapa kaum Muslimin lebih memilih jihad besar (jihad hawa nafsu), sedangkan jihad kecil mereka takuti. Dan andaikata hadits ini benar, dia akan menhapuskan ayat-ayat Allah yang sangat banyak sekali dan hadits Rasulullah saw. Oleh karena itu, ungkapan tersebut tidak boleh dijadikan hujjah dan jika dipaksakan juga untuk menggunakandigunakan juga maka mereka adalah pendusta (Dajjal).

    Arrahmah.com : Jadi pemberian gelar Asy Syahid kepada mereka (Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas) dibenarkan secara syar’i ? Meski pun kita belum bisa atau tidak bisa memastikannya ?

    Ust. Abu Jibriel: Hakekat syahid itu hanya Allah yang mengetahuinya. Kita hanya tahu tanda-tanda lahiriyahnya. Maka bahasa yang tepat ialah kita mengatakan “Insya Allah Syahid”

    Arrahmah.com : Kalau menurut Ustadz, mereka bertiga layak digelari Asy Syahid ? Adakah ciri-ciri khusus yang menyertai syahidnya mereka ?

    Ust. Abu Jibriel: Mereka insya Allah layak diberi gelar syahid, untuk ciri-ciri yang khusus seperti apa yang disebutkan di atas.

    Arrahmah.com : Menurut Ustadz apakah ada pihak-pihak yang memang tidak senang dan secara terus menerus menanamkan keragu-raguan kepada Umat Islam akan kemuliaan jihad dan mati syahid ? Siapakah mereka ? Mengapa mereka melakukan hal tersebut ?

    Ust. Abu Jibriel: Jelas ada, mereka adalah para thoghut dan antek-anteknya, para ulama su’, dan intelektual muslim yang terjangkit penyakit SIPILIS.

    Arrahmah.com : Terakhir Ustadz, apa yang harus dilakukan umat Muslim di negeri ini pada umumnya ? dan untuk media-media Islam secara khusus ?

    Ust. Abu Jibriel: Kaum muslimin harus bersatu padu menghadapi teroris yang sebenarnya, yang dipimpin oleh George Bush laknatullah, kemudian para ulama’ harus jujur menjelaskan makna Jihad yang sebenarnya dan aplikasinya agar umat tidak terkena fitnah syubhat atau kerancuan pengertian dan pemahaman akan Jihad.

    Dan media-media Islam tidak boleh saling bermusuhan dan menghalangi penyiaran data islam yang benar, dan sebaiknya mereka harus saling bahu membahu untuk mendakwahkan Islam demi kejayaan Islam dan umat Islam.

    Arrahmah.com : Jazakallah khairul Jaza’ Ustadz atas waktu dan ilmunya. Wassalamu’alaikum. wr. wb!

    Komentar oleh Imam Samudra — November 28, 2008 @ 3:53 am

  35. ass
    segera bertaubatlah antum kpd allah swt dan janganlah membuat fitnah kepada sesama muslim. .antum tdk tahu bhwa istilah jihad itu ada 2 magna yaitu
    magna bahasa dan magna istilah
    dlm segi bahasa jihad itu memang bersungguh sungguh baik dlm melakukan segala hal seperti yg antum contohkan yaitu menafkahkan keluarga. . .
    tetapi dalam segi istilah jihad itu adalah memerangi org kafir .
    kita memerangi org kafir karena mereka yang juga memerangi kita
    saya himbau kpd antum agar membaca betul betul dengan hati nurani dalil ayat2 di al quran ttg printh jihad.karena hanya org munafiklah yang tdk mau berjihad di jln allah.
    janganlah mengikuti langkah2 org kafir karena mereka dpt mengembalikan kita dari beriman menjadi kafir apabila kt mengikti langkh2 mereka. . .
    semoga pesan dari ana dpt menjadi renungan antum
    jazzakaullah khair

    Komentar oleh ouvin — November 28, 2008 @ 4:15 pm

  36. Mohon dotimbang sebelum berkomentar,apakah kita hanya bisa tinggal diam melihat saudara2 muslim kita di palestin dibantai oleh anjing2 kafir yahudi & amerika????tanyakan itu kepada hati anda!!!! pada masa sahabat pernah terjadi perang besar hanya gara2 seorang muslimah dibuka aurotnya oleh beberapa pemuda yahudi…jd tindakan kita apa melihat pembantaian muslim di palestin….Jihad never die Allahu Akbar

    Komentar oleh erwin — November 29, 2008 @ 11:19 am

  37. Amrozi cs = Amerika + Yahudi
    Ini rumus fisikanya
    Amrozi & Amerika sama saja / setali tiga uang
    sama2 ngerusak dunia.
    dunia itu milik Allah kenapa manusia lancang merusaknya????

    Komentar oleh Mr.N — December 1, 2008 @ 4:36 pm

  38. http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7953:kilas-balik-fakta-bom-bali-i&catid=68:opini&Itemid=68

    Komentar oleh no name — December 3, 2008 @ 8:29 am

  39. ada pepatah arab bilang (kurang lebih), “kencingilah air zam-zam, maka kau akan terkenal”. kencing adalah kemampuan alamiah bagi siapapun yang dalam kondisi sehat. semua orang bisa melakukannya, tanpa harus bersusah-susah melakukan training, pelatihan, seminar, workshop dan sebagainya. air zam-zam adalah air yang memiliki banyak keistimewaan.

    ini berlaku untuk blog ini. cukup nulis tulisan sampah tentang orang mulia di komputer, unggahkan ke blog, maka terkenallah engkau!
    buktinya blogmu banyak dikunjungi dan diberi komentar.

    aku berlindung kepada Allah dari kedunguan.

    Komentar oleh abu dzaki — December 4, 2008 @ 10:11 am

  40. Jaman dulu jihad itu dgn pedang, sekarang dgn pena.

    Jaman skrg jihad itu belajar yg rajin biar bisa mengalahkan teknologi barat, kerja keras agar kita bisa hidup tidak dibawah ketiak barat, mengembangkan konsep syariah agar ekonomi liberal yg kapitalis tdk merajalela, dan usaha2 nyata lainnya sehingga Islam termahsyur dimuka bumi.

    Hari gini merusak, itu bukan Islam cuy !
    Sedih gw gara2 secuil org yg berfikir sempit, seluruh umat Islam kena getahnya di cap teroris.

    Apa sih yg bikin kalian gampang dicuci otaknya?

    Untuk Bung Senno yg nomer 20 & 21, mana sumbernya? mana buktinya? Gw liat aja mayatnya di foto ga senyum kok.. suerr deh…

    Ayolah kita umat Islam semua satukan tekad! Buktikan kpd kaum kafir bhw kita org2 yg sebenarnya memeluk agama yg Rahmatan Lil ‘Alamin.

    Gak usah gampang terprofokasi, kaya FPI tuh bar2 brutal. Itu jg bukan jihad. Jgn pd munafik ah, kalo disodorin wanita telanjang kuat ga tu org2 kya gitu? Jgn2 didepan menolak tp dibelakang siapa yg tau.. istilahnya malu2 mau. Kalo seperti itu mah kalo mau jihad ya mulai dari pribadi masing2 jauhi tempat2 dan berbuat maksiat. Karena kemaksiatan gak bakal hilang di muka bumi, itu sudah Sunatullah. Ada hitam ada putih, ada baik ada buruk, ada siang ada malam.

    Pake hati dan otak kalian wahai saudaraku sesama muslim! Keep cool jgn gampang terprofokasi dan sikapi propaganda kaum kafir dgn elegant.

    Kita pemeluk agama yang benar kok, agama untuk semesta alam. Jd berbanggalah dan jadilah manusia kuat & pintar yg mengikuti Sunnah Rasulullah.

    Komentar oleh ihentriden — December 9, 2008 @ 9:53 am

  41. saya juga tidak memahami dasar pemikiran amrozi cs membom orang yang tidak dalam keadaan perang, tapi saya perlu mengkoreksi alasan anda yang mengatakan membom orang yang tidak berdosa, anda tidak kenal dengan orang yang di bom, siapa mereka, bagaimana aqidah mereka dan keseharian mereka terhadap penciptanya. saran saya kalimatnya hendaknya berbunyi “orang yang tidak tahu apa salah mereka khususnya pada amrozi cs”

    Komentar oleh imron — December 10, 2008 @ 5:45 am

  42. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Sebelum saya berkomentar, saya mau memberi tahu bahwa saya termasuk orang yang tidak setuju cara-cara yang dilakukan Amrozi CS karena tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW. Terlepas apakah dia adalah seorang syuhada atau tidak saya sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada Allah.

    Dan saya tidak membantah dalil-dalil yang ada pada komentar nomor 34 berikut penjelasan-penjelasannya. Saya juga mendukung lemahnya hadits jihad terbesar adalah hawa nafsu. Saya juga mengatakan bahwa kafir yang ada di dunia saat ini adalah harbi semua yang memang menurut syari’at halal darahnya untuk ditumpahkan.

    Namun ada yang terlepas dari perhatian dari komentar nomor 34 tersebut.

    1. Korban yang terbubnuh tidak hanya kafir harbi, namun juga orang-orang Islam.
    Jelas sekali hal ini sudah bertentangan dangan syari’at yang menyatakan bahwa darah umat Islam haram untuk ditumpahkan.

    2. Banyak perempuan yang juga menjadi korban.
    Hal ini sangat bertentangan dengan hadits shahih berikut:
    Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata :
    “Ditemukan seorarig perempuan terbunuh dalam sebagiayz gazwali Rasulullah s.a.w.; maka Rasulullah s.a.w. melarang membunuh kaum perempuan dan anak-anak” (H.R. alBukhari dan Muslim).
    Walaupun benar bahwa ada beberapa wanita yang dibunuh dengan sengaja dan dengan persetujuan Rasulullah SAW. Namun mereka yang dibunuh tersebut telah melakukan hal yang nyata-nyata yang merugikan bagi agama ini, seperti fitnah dan pembunuhan. Lantas apakah para wanita korban bom bali yang terbunuh itu adalah para pemfitnah agama? adakah orang Islam yang telah dibunuhnya?

    3. Apaka semua harbi harus dibunuh?
    Bagi anda yang sudah pernah membaca sirah nabawiyah tentu mengetahui akan hal ini. Cara yang telah dilakukan oleh Amrozi CS tersebut belum pernah terjadi pada masa Rasulullah maupun sahabat.
    Anda yang menulis komentar 34 tentu tahu bahwa orang-orang kafir di daerah syams dan palestina pada masa Rasulullah adalah harbi semua dan tidak ada hukum syari’at tegak disana. Namun adakah mujahidin yang dikirim oleh Rasulullah ke pasar-pasar atau bahkan tempat-tempat maksiat mereka untuk membuat keonaran dan teror? Tidak ada, yang ada, justru Rasulullah mengirim seorang utusan untuk mengajak rajanya (Heraklius) masuk Islam (intinya da’wah, bukan ngajak perang).

    Sedikit informasi:
    Anda tentu tahu bahwa Heraklius tersebut menolak ajakan masuk Islam. Lalu apakah Rasulullah langsung menyatakan perang, tentu tidak. Perang yang dinyatakan Rasulullah kepada Ar-Rum tersebut datang sebelum perang Mu’tah dan adanya sebab terbunuhnya seorang utusan, dalam sirah Ibn. Sa’d dinyatakan:
    alasan penyerangan ini adalah karena Muhammad mengirim seorang utusan dengan surat kepada Gubernur Byzantine di Busra. Utusan ini dibunuh oleh Shurahbil (anak Amr), ketua daerah Ma’ab atau Mu’ta.

    Wallaahu’alam mishawab..

    Komentar oleh Rama — December 13, 2008 @ 11:19 am

  43. Ada tambahan lagi. Mengapa mereka yang sependapat dengan komentar 34, seperti menutup mata terhadap dalil-dalil ini:

    1.
    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
    pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”
    (QS.16:125)

    2.
    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS.60:8 )

    3.
    “…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” (QS.5:8 )

    4.
    “Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan).” (HR.Ahmad dalam “musnad”nya).

    Komentar oleh Rama — December 13, 2008 @ 11:36 am

  44. jangan goblok dong…
    pikiran anda tuh yang sempit….
    makanya jgn kebanyakan nonton TV..nonton Al Jazera dong…biar gaul
    Di bali itu banyak maksiat….
    soal damai atau perang itu masih bisa diperdebatkan bung…
    tapi kalau anda hidup di palestina, Irak dan Afganistan…anda tidak akan punya pilihan..
    jangan egosi dong kalo jadi muslim
    pikirin muslimin di belahan dunia lain yang ditindas tentara kafir…

    Komentar oleh ksatria — December 17, 2008 @ 12:46 pm

  45. pokoknya jangan menutup mata deh kalian kaum muslim….
    diem aja melihat muslimin lain di wilayah lain dibantai kaum kafir..itu kualitas iman terendah dari seorang muslim…

    Komentar oleh ksatria — December 17, 2008 @ 12:49 pm

  46. makanya kalo jadi muslim itu janga suka merokok..biar pikirannya jernih jadi ga mudah terkotori dengan pandangan2 kafirun…
    Muhammad SAW aja tidak merokok…koq kalian para Kyai merokok..dasar goblog

    Komentar oleh ksatria — December 17, 2008 @ 12:51 pm

  47. jijik saya melihat muslimin yang bermuka manis dengan kaum kafir yang memusuhi Islam…haram hukumnya berjabat tangan dengan Amerika dan antek2nya
    dasar pembantai muslimin

    Komentar oleh ksatria — December 17, 2008 @ 12:53 pm

  48. hati-hatai banyak munafik di Indonesia..
    ngakunya Islam tapi jalan pikirannya reformis..hahahaha….sok pinter padahal goblog
    ketuanya itu Gus Dur..liat aja anaknya ga berjilbab..apa itu Islami..
    kalo SBY wajar lah..dia kan ga ngerti Islam…
    PKS lumayan…mereka ngerti Islam dan mengamalkan Islam dengan baik..walaupun belakangan sedikit bernegoisasi dengan Thogut…bisa dimaklumi…
    Muhammadiyah..egois..cuma mikirin masalah fiqih doang…udah ga jaman mas…
    NU tetep kolot..soalnya banyak kyai-nya yang masih suka merokok…dasar goblok racun koq diisep.
    Hijbut Tahrir lumayan…cuma gayanya aja harus sedikit diperbaikin biar agak elegan…
    A’ Agym, mana nih koq meredup…semoga beliau insyaf dengan komersialitas dakwahnya..Allah sudah mengingatkan koq..
    amin.

    Komentar oleh ksatria — December 17, 2008 @ 12:58 pm

  49. ksatria gokil,
    kritik semua senior2 bangsa, kayak udah bener sendiri..
    nonton al’jazeera nya nggak pake TV, layar tancep kali yee..

    Kalo berani udah gak usah pake semua ciptaan barat yang gak bisa di ramal sama al qur’an:
    1. INTERNET (baca blog ini pake pa’an..)
    2. KOMPUTER
    3. mesin bertenaga uap, solar (diesel), listrik dan semua produk nya :
    - mesin tenun : kain, celana panjang, jeans, kemeja, kaus kaki, sepatu kain/serat fiber
    (pake yang diputer tangan ajaaa..)
    - mesin pertanian : penggiling beras, traktor, pembuat karung beras, pupuk kimia dan kompos
    - mesin infrastruktur : semen, aspal, cat tembok
    - mesin pemurniah air dan produk minuman : aqua, teh botol
    - mesin makanan kecil : snack, dll
    - mesin pembungkus : botol minyak goreng, jerigen, bungkus makanan, kardus, karton

    4. plastik : piring, sendok, gelas, meja, kursi warung, serat kain, sepatu, sendal, pulpen

    5. transportasi : mobil, bis, sepeda motor, sepeda onthel, kereta api, kapal motor

    6. produk pengeboran Minyak, Gas, Batubara : minyak tanah, premium, solar, LPG, Karet Sintetis

    7. TEMPE (kedelai impor hasil rekayasa genetik)

    Trus listrik juga ditemukan barat, kabel dibikin orang Jerman (barat jugak), jadi pake petromak ajaa.. Eh minyak kita juga di-bor pake teknologi barat, sama orang barat lagi. Pake kayu bakar ajaa, bikin obor / api unggun, seru tuh jadi lapangan pekerjaan, tiap malem ronda nyalain obor biar jalan2 nggak gelap, ntar angka kriminalitas meningkat lagi..

    Komentar oleh yogi — December 17, 2008 @ 3:23 pm

  50. Sudahlaah..
    sama-sama manusia gini..
    ngapain sih ribut2 gara2 Tuhan/Dewa yang nggak keliatan dan nggak jelas! Justru sesama manusia yang jelas2 keliatan ini yang harus diperhatikan.

    Orang baik tetep orang baik, apapun Dewa berhalanya (kalo mau ekstrim).
    Kalo mau perangi ya orang2 jahat aja, gak perlu liat SARA nya.
    Kalo Bush gila perang, ya kita musuhi, jangan orang2 kaukasia nya (bule2 barat).
    Kalo Ngebom2 bunuh orang, ya kita musuhi jugak, jangan liat ‘toh sama2 sekampung’ nya.

    Pelajari lagi bukunya.. Saya gak yakin diajarkan bunuh orang baik gak papa asal orang jahatnya mati jugak..
    Jangan percaya tafsir orang, pikir sendiri dulu..
    Bayangin kita berpegang pada prinsip2 dasar yang lebih umum, misalnya jangan menyakiti orang lain (apalagi kalau nggak mau disakiti). Berangkat dari sana.

    Komentar oleh yogi — December 17, 2008 @ 3:33 pm

  51. Semakin banyak orang yang tdak tau ilmunya berkoar-koar gak karuan. asal nyeplos saja. Iya memang, kita make teknologi org2 barat, tp antum jg harus ingat bahwa kemajuan bangsa2 barat dikarenakan ada PENCURIAN buku2 dan kitab teknologi yang dulunya dimiliki kaum muslimin. jika seandainya peninggalan itu tidak dibakar dan dicuri mungkin semua akan berbalik. ingat juga siapa maha pencipta semua teknologi di dunia???Dialah Allah, tuhannya kaum muslimin. Semua sudah tertulis dilaul mahfudz. kita diperblehkan bekerja sama dalam hal selain yang berhubungan dengan syariat dan aqidah. Rasul dulu jg berjual beli dengan org2 kafir.
    INGATLAH SAUDARAKU, Islam hanya akan jaya dengan 2 hal dakwah dan jihad. petunjuk itu sudah disampaikan Rasul. tinggal kita bagaimana mempersiapkan diri.
    Sudahkah anda i’dad dalam berjihad???
    Apakah anda merasa iba, menderita, dan sedih melihat saudara2 kita dibantai di palestine, irak, afganistan, libanon, dll???
    sungguh banyak dari kita menutup mata dan telinga seakan-akan tidak mendengar dan melihat semua itu. Semoga saja anda dan keluarga tidak menjadi korban atas kedzaliman kaum kafir.
    Tolong saudara moderator, tutup aja forum artikel ini. Biar nanti tidak terjadi infiltrasi yang memecah belah umat.

    Komentar oleh muslimin — December 19, 2008 @ 2:27 pm

  52. Jadi ceritanya dulu kita punya kitab SEMUA teknologi, disimpan dan ditumpuk aja nggak dipakai..
    Hm.. Kok saya lebih percaya kalau manusia diberkahi untuk mencari sendiri ilmunya dari pada diberi kitab untuk ditumpuk ya..
    Kenapa kok nggak dipake.. Nunggu dicuri..
    Kenapa kok dibiarkan dicuri.. coba bertanya pada diri sendiri.. Hukuman kah?

    Sudah terbaik kah kaum kita masing2 ini?

    Saudara anda mungkin aman di rumah, jadi yang Anda rasa dan sebut ’saudara’ adalah yang jauh disana dan bahkan tidak pernah bertemu..
    Bagaimana dengan saudara yang benar2 sedarah-daging yang kena Bom Bali??
    Beranikah Anda sebagai ‘penonton’ bertatap mata dengan saudara korban Bom, masyarakat kita sendiri, kemudian berkata ‘Mereka lah MUJAHID! Pantas digelari! Dimuliakan karena berani mengorbankan 1 jiwa mereka sendiri dan puluhan jiwa Saudara Kalian!’

    Jangan dibutakan kesukuan dan ke-kaum-an.
    Sebuah agama yang kuat-pun pada suatu masa terdapat kemungkinan adanya salah satu pemuka-nya yang ’salah arah’.
    Yang kita lakukan adalah meluruskan, bukan membela dengan mata tertutup.

    Minimal orang bar-bar juga tidak menghancurkan kaumnya untuk ‘menjatuhkan’ lawan. Tidak punya cara lain kah?
    Kurang kreatif? Kurang Pandai?
    Tidak diberkahi ilham untuk mencari cara lain?

    Komentar oleh yogi — December 22, 2008 @ 11:17 am

  53. @ #51

    Kaum percaya Tuhan tentu yakin apapun Kehendak-Nya pasti membawa alasan bagi kita..

    Gunakan hati, jangan emosi, kenapa sampai ini terjadi, kenapa Barat ditakdirkan mendominasi (untuk sekarang ini), kenapa buku2 ditakdirkan untuk dicuri,

    Apakah agar anak cucu kita mengebom mereka??
    Membunuh orang2 yang ‘belum’ mendapat hidayah-Nya?
    Ada sebagian orang yang ditakdirkan untuk tidak dapat diluruskan kembali. Apakah Anda yakin orang2 korban Bom itu tidak dapat diluruskan kembali?? Semuanya??
    Anda kenal mereka saja tidak!!!!

    Yang mana saja orang2 yang tidak dapat diluruskan kembali??
    Yang dinasehati tapi belum bisa percaya?
    Yang diajak diskusi tapi ngeyel??
    Ngeyel = Nggak bisa dibelokkan?
    Perintah-Nya sebarkan agama Islam berarti yakinkan orang terhadap kebenaran Islam!
    Memangnya meyakinkan orang itu gampang??!!
    Anda cari gampangnya saja!!

    Malah saya yang jadi emosi nih….
    (Maaf mas Fahmi)

    Komentar oleh yogi — December 22, 2008 @ 11:32 am

  54. Selamat berjuang,wahai para mujahid…
    www.rumahterapiharum.multiply.com

    Komentar oleh maknun — January 29, 2009 @ 12:28 pm

  55. Dengan membaca beberapa komen dari netter yang ISLAM FANATIK jelas sekali bahwa islam mempunyai prinsip:
    1. menghancurkan semua non muslim.
    2. islam harus menguasai dunia.
    3. menegakkan syariat islam.

    dengan prinsip2 tidak toleran tersebut maka akan timbul akibat:
    1. tantangan yang keras dari non islam dan cap teroris pada islam.
    2. penghancurkan islam dan ajaran2nya yg dianggap tdk toleran.
    3. menghancurkan negara2 arab dan islam.

    Kalau itu terjadi maka saling bunuh antara islam dan non islam akan terus terjadi hingga hari kiamat datang.
    Agama terbukti menjadi pembawa bencana bagi umat manusia!

    Komentar oleh Anonim — February 8, 2009 @ 3:38 pm

  56. Mereka berani melawan orang-2 kafir yang membunuh jutaan ummat Islam di Afghan, Filipina, Poso dan Ambon. Sementara kalian ??? Mereka berjuang disana. Jadi layaklah jika mereka disebut Mujahid. Mereka sangat peduli dengan penderitaan ummat Islam dan penistaan Islam oleh orang kafir. Allah Maha tahu, siapa yang nifaq dan siapa yang mukmin (yang membuktikan keimanannya secara nyata).

    Komentar oleh Dudi Musalima — February 9, 2009 @ 12:10 pm

  57. Astaghfirulloh,,istighfar antum bung, sya sudah kroscek langsung ke Lamongan bahwa mrk adalah Para Mujahidin yang mengorbankan nyawanya untuk agama Alloh.Demi Alloh sya bersaksi, 1.Jenazah mrk sangat harum
    2.Mereka berkeringat diseluruh tubuhnya,bkan hanya di kening.3.mrk tersenyum.satu saja pasti ia khusnul khotimah………syahid mrk sesuai dgan hadits Nabi tadi.

    Komentar oleh BI — March 27, 2009 @ 1:32 pm

  58. waduh bnyk yg syirik ni ma brother w.
    mana ad kafir zhimmi di indo rang hukumnya aj hkm thought.
    masa orang lg pd dugem sembari ngumpulin duit buat ngancurin islam di asia di bilang orang g berdosa.
    gila bener

    Komentar oleh miftah — April 6, 2009 @ 2:19 pm

  59. Bau harum pada jenazah memang ada dan merupakan kuasa Tuhan. Ketika Tuhan berkenan atas seorang umatnya maka harum itu bisa terjadi.
    Walau demikian, perlu dicatat, bahwa iblis pun dapat membuat “bau harum mewangi”; jadi tanda ini harus dipertalikan dan didukung dengan kekudusan hidup orang yang meninggal tersebut secara keseluruhan.

    lengkapnya bisa di baca di link berikut:
    http://speedytown.com/jesusinlife/index.php?topic=910.0

    Komentar oleh Tahu ah gelap — April 7, 2009 @ 9:57 pm

  60. Fakta bahwa non muslim juga jenazahnya bisa mengeluarkan bau harum dan jenazahnya tidak membusuk menggugurkan tuduhan muslim bahwa semua non muslim masuk neraka. Jelas jenazah harum membuktikan bahwa mereka masuk surga dan mendapat rahmat Tuhan YME karena perbuatan baiknya! ini fakta dan silakan anda baca teorinya di kitabmu untuk membantah fakta ini! sesudah dapat silakan lihat fakta lagi! kemudian baca lagi kitab dan lihat fakta lagi. maka tiada akan ada ujungnya!

    Komentar oleh Tahu ah gelap — April 8, 2009 @ 10:39 pm

  61. “Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
    (QS. Ali Imran: 26)
    htt*://brain-news.blogspot.com/

    Komentar oleh brain-news — April 30, 2009 @ 10:16 pm

  62. 1. medan perang yg dimaksud adalah melawan hawa nafsu, maksiat, jelas adalah musuh muslim..kecuali dari gol musyrikin dan munafikin.
    2. kafir dzimmi..apakah mereka membayar jizyah? jika tidak maka dapat dimaklumi.
    3. islam adalah agama rahmatan lil alamin jika hukum2 Allah sudah benar2 ditegakkan di bumi Allah.
    4. muslim yang meninggal dilokasi (asal bukan musyrik/munafik yang kebetulan lewat)adalah kehendak Allah..(lahir,mati,jodoh,rizky adalah ketentuan Allah).

    Komentar oleh erick — May 4, 2009 @ 8:40 pm

  63. 35:40. Katakanlah: “Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang lalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka”.
    2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

    Ilmu datangnya dari Allah, tanpa ridlonya semua tidak akan tercipta.

    Komentar oleh erick — May 4, 2009 @ 8:51 pm

  64. sebelum berbicara masalah mujahid. harus kita pahami tentang ISLAM. semua harus tahu apa itu ISLAM ? sudah ISLAM-kah kita ? ISLAM yang bagaimana kita ?????
    kalau kita merasa ISLAM, apakah kita sudah mentati dan patuh pada peraturan ISLAM ?
    coba lihat diri kita ????
    apakah malah kita mentaati peraturan selain ISLAM ?
    jadi,kalau kita tidak memakai peraturan ISLAM,apakah masih etis kita disebut orang ISLAM ????
    tentu saja TIDAK !!!!!!!!
    orang yang tidak mematuhi atau mentaati peraturan ISLAM, itu sama aja orang KAFIR….
    termasuk dalam kehidupan sehari2…. sudahkah kita mentaati peraturan ISLAM… ????
    contoh kecil : apakah dalam berhukum,kita menggunakan hukum ISLAM ?? jawabannya TIDAK…
    karena hukum ISLAM hanya ada di Al-Qur’an….yang merupakan Firman Allah SWT…
    sedang hukum yang kita pakai adalah hukum buatan manusia,dengan kata lain bukan Hukum Allah…
    apakah itu tidak disebut sebagai orang KAFIR karena tidak patuh pada Allah..
    jadi…
    mari sebelum berbicara banyak tentang ISLAM dan mujahid dll, kita lihat dulu siapa diri kita… baru berbicara yang lain..
    KITA HARUS MENJADI ISLAM SESUAI KEHENDAK ALLAH, BUKAN ISLAM SESUAI KEHENDAK KITA

    Komentar oleh agus — June 2, 2009 @ 8:50 pm

  65. Hmm..jadi, ada yg merasa menjadi “teman” Allah ya? Mengerti jalan pikiran Allah ya? Merasa ditugasi membasmi manusia yang tidak beragama Islam ya? Hm..hebat!!!…

    Hendaknya kita tahu ada batas kecerdasan manusia di alam semesta ini..
    Kita tahu ada manusia paling cerdas di alam semesta ini..
    Tahu dan menyadari bahwa manusia paling cerdas itu pasti bukan KITA..Jadi, harusnya kita malu klo merasa paling tahu! Apalagi merasa paling tahu maunya Allah… Hmm.. bener2..dah… Insyaflah my muslim-brothers..

    Komentar oleh allie — June 8, 2009 @ 6:57 pm

  66. amrozi cs. MUJAHID…. gw ingin seperti mereka. allahu akbar

    Komentar oleh medel — June 14, 2009 @ 9:16 pm

  67. kalian gak tau apa-apa.!!

    Komentar oleh medel — June 14, 2009 @ 9:21 pm

  68. sungguh kita jangan tertipu oleh gongongan antek-antek kafir
    jagalah lisan dari berkata buruk pada mujahid karena begitu besar pahala orang yang berjihad dan begitu berat beban yg dipikul oleh seorang mujahid

    Dan jangan tertipu oleh kata kata orang yang mengaku sebagai salafy mereka itu sebenarnya MURJIAH.

    sesungguhnya setiap orang tidak luput dr dosa tetapi setiap muslim belum tentu bsa berjihad fie sabilillah karena hanya segelintir orang yang berani berjihat dan diantaranya syeikh osamah karena menurut sabda rosulullah barang siapa yang terkena debu jihat maka haram dia masuk neraka
    jadi apa sebanding dengan kita yang belum pernah berjihad tp mulutnya berani mengecam mujahid

    Semoga Allah merahmati kita semua agar dapat berjihad Fii Sabilillah yang sampai hari ini orang orang kafir dari salibis dan zionis hendak menghapus syariat jihad ini

    HARyanto (mujahid_dakwah87@yahoo.co.id)

    Komentar oleh haryanto — July 6, 2009 @ 9:49 pm

  69. Gw setuju Amerika & Israel musuh Islam, harus di Perangi, Tapi HAAAALLLLOOOOOOO Amrozy CS, Bali, Jakarta itu bukan di Amerika atau di Israel, Ente Salah Tempat, Gambarannya begini: di lingkungan fulan ada tetangga yang memusuhi, suatu hari anak tuh tetangga main ke rumah fulan, karena anak kecil ga tau apa2 dia asyik aja main di rumah fulan, tapi Fulan yang berfikiran sempit dan BODOH tetap aja anggep anak itu musuhnya, harus di musnahkan, maka di bom-lah anak itu, memang anak itu mati, tapi anak dan istrinya fulan juga mati, dan rumahnya hancur, Nah Itu lah gambaran apa yang di perbuat oleh Amrozy Cs,

    Komentar oleh Iwan — August 15, 2009 @ 2:38 pm

  70. Ya Alloh selama masih ada orang-orang seperti si MEDEL (66,67)maka negeri ku ini tidak akan ada kedamaian, Pak Densus 88 , orang-orang kayak MEDEL ini sebaiknya di tangkep2in aja, terus di rehabilitasi biar otaknya bisa berfikir dengan nalar, punya hati nurani,Nggak negative Thinking melulu sama orang yang ga sependapat, jangan egois….. Mari Kita berJihad dan menjadi The Real Mujahid…dengan cara2 yang sesuai dengan ajaran Rasullullah …Hidup Islam..Allohu Akbar

    Komentar oleh iskar — August 15, 2009 @ 2:55 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham