Tausyiah275

October 25, 2008

Maksud Hati Ingin ‘Mencontoh’ Rasululloh SAW, Tapi Ternyata Salah

Bismillah,

Sebagaimana diketahui bersama, baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita seorang ‘kiai’ (berusia 40 tahun lebih) yang menikahi seorang ANAK perempuan berusia 11 tahun (di beberapa sumber disebutkan berumur 12 tahun). Sang ‘kiai’ juga kemudian menikahi beberapa ANAK yang berusia lebih muda.

Sang ‘kiai’ mengatakan bahwa tindakannya ini diperbolehkan oleh agama (Islam) bla bla bla…dan ada ‘contoh’ dari Rasululloh SAW yg menikahi Aisyah yg berumur 7 tahun bla bla bla…

Pertanyaannya, apakah benar Islam (notabene Rasululloh SAW) mengajarkan hal seperti itu? Baiklah, mari kita lihat dan tinjau sejenak tentang ‘isu’ (hoax?) Rasululloh SAW menikahi Aisyah dalam usia 7 tahun tersebut.

Selama hampir 20 tahun, ‘kisah’ kehidupan Rasululloh SAW yg menikahi Aisyah yg (konon) berusia 7 tahun, tertanam dalam benak saya. Dan selama 5-6 tahun terakhir, ketika saya mulai bertobat dan (lebih) banyak belajar (lagi) tentang agama (Islam dan terkadang Kristen), barulah saya menyadari bahwa isu tersebut SERINGKALI dijadikan senjata oleh para orientalis dan musuh-musuh Islam, dengan menyatakan bahwa Rasululloh SAW adalah seorang (masya ALLOH) pedofilia (penyuka anak-anak kecil) bla bla bla…

Hanya saja, saya tidak bisa memberikan argumen yg tepat untuk membantah hal-hal tersebut, hingga beberapa waktu lalu saya sempat temukan sebuah artikel yang mengungkap ‘kebohongan’ Rasululloh SAW menikahi anak di bawah umur. Saat itu saya sudah berniat untuk memuatnya di blog ini, hanya saja artikelnya mendadak hilang.

Walhasil, saya mesti bongkar-bongkar arsip, yang butuh waktu cukup lama, karena tercecer di banyak dvd data.

Alhamdulillah, saya temukan sebuah artikel yang dimaksud, meski nampaknya bukan versi yang full, karena seingat saya, artikel yg saya simpan lebih panjang dan lebih jelas. Namun, saya pikir artikel di bawah ini cukup membantu ‘menjernihkan’ riwayat (hoax) pernikahan Rasululloh SAW dengan Aisyah.

Meluruskan Riwayat Pernikahan St ‘Aisyah RA

Baru-baru ini [22 Desember 2002] diperingati hari ibu. Saya teringat riwayat pernikahan Ummul Mu’miniyn (Ibu para Mu’minin) Sitti ‘Aisyah Radhiaya Lla-hu ‘Anhaa yang perlu diluruskan. Seperti diketahui dalam riwayat yang umum dituliskan di buku-buku dan diajarkan di madrasah, maupun di sekolah umum St ‘Aisyah RA dinikahkan pada umur 6 tahun dan baru umur 9 tahun serumah dengan Nabi Muhammad SAW. Riwayat inilah yang perlu diluruskan.

Hadits mengenai umur St ‘Aisyah RA tatkala dinikahkan adalah problematis, alias dhaif. Beberapa riwayat yang termaktub dalam buku-buku Hadits berasal hanya satu-satunya dari Hisyam ibn ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya.
Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan St ‘Aisyah RA tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik ibn Anas.
Itupun baru diutarkan Hisyam tatkala telah bermukim di Iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.

Mengenai Hisyam ini Ya’qub ibn Syaibah berkata: “Yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpecaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq.”
Syaibah menambahkan, bahwa Malik ibn Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq (Tahzib alTahzib, Ibn Hajar alAsqalani, Dar Ihya alTurath alIslami, jilid II, hal.50).
Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (alMaktabah alAthriyyah, Jilid 4, hal.301).
Alhasil, riwayat umur pernikahan St ‘Aisyah RA yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, tertolak.

Untuk selanjutnya terlebih dahulu dikemukakan peristiwa secara khronologis:

- pre 610 Miladiyah (M): zaman Jahiliyah
- 610 M: Permulaan wahyu turun
- 610 M: Abu Bakr RA masuk Islam
- 613 M: Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
- 615 M: Ummat Islam Hijrah I ke Habasyah
- 616 M: Umar bin al Khattab masuk Islam
- 620 M: St ‘Aisyah RA dinikahkan
- 622 M: Hijrah ke Madinah
- 623/624 M: St ‘Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW

Menurut Tabari: Keempat anak Abu Bakr RA dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, artinya pre-610 M. (Tarikh alMamluk, alTabari, Jilid 4, hal.50). Tabari meninggal 922 M.

Jika St ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti St ‘Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal manurut Tabari semua keempat anak Abu Bakr RA lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu pada tahun sebelum 610 M. Alhasil berdasar atas Tabari, St ‘Aisyah RA tidak dilahirkan 613 M melainkan sebelum 610.
Jadi kalau St ‘Aisyah RA dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun.
Jadi kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa? Untuk itu marilah kita menengok kepada kakak perempuan St ‘Aisyah RA, yaitu Asmah.

Menurut Abd alRahman ibn abi Zannad: “Asmah 10 tahun lebih tua dari St ‘Aisyah RA (alZahabi, Muassasah alRisalah, Jilid 2, hal.289).
Menurut Ibn Hajar alAsqalani: Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Taqrib al Tahzib, Al-Asqalani, hal.654).

Alhasil, apabila Asmah meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal dalam tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga St ‘Aisyah berumur (27 atau 28) - 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijrah, dan itu berarti St ‘Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun. WaLlahu a’lamu bishshawab.

*** Makassar, 29 Desember 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]

Anda sudah baca? Mudah-mudahan cukup jelas. :-)

Sayangnya artikel kritis ini tidak (mudah2an hanya belum saja) diketahui oleh masyarakat (muslim) secara luas. Akibatnya, kaum muslim sendiri tidak bisa membela aqidahnya ketika para musuh Islam meluncurkan senjata ‘mematikan’ ini . Dengan dimuatnya artikel ini di blog ini, mudah2an bisa membantu mencerahkan saudara2 kita yang lain.

Jadi, pak ‘kiai’, jika anda hendak mencontoh nabi (versi) anda, yaaa monggo. Tapi tolong JANGAN KATAKAN ANDA MENCONTOH RASULULLOH SAW, terutama jika anda (maaf) tidak belum menelaah secara rinci kehidupan Rasululloh SAW, terutama ‘contoh’ pernikahan Rasululloh SAW dg anak perempuan berumur 7 tahun, yg selama ini anda pahami (namun ternyata salah).

Semoga artikel ‘pencerahan’ ini bisa menyejukkan kaum muslim. Aamiin :-)

14 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2008/10/25/maksud-hati-ingin-mencontoh-rasululloh-saw-tapi-ternyata-salah/trackback/

  1. makasih infonya…

    tercerahkan juga nih…

    tapi klo gwa perhatikan, gaya bahasa penulisan saudara ada yang aneh…

    terkesan menjelek2kan Islam dengan bahasa yg halus…

    Komentar oleh Hamba Allah — October 26, 2008 @ 11:42 am

  2. terimakasih mas fahmi…akhirya pertanyaan yg selama ini mengganjal di hati..sudah agak terpecahkan..jd artikel ini cukup mencerahkan buat saya,,terutama menghadapi pertanyaan dari teman2 di kantor

    sama-sama mbak Heni.
    agak terpecahkan? berarti masih ada yg mengganjal ya? :-)

    Komentar oleh heni — October 27, 2008 @ 9:35 am

  3. Perhitungannya agak keliru?
    Jika Asmah meninggal 73-74H maka berusia 26-27th saat Hijrah, sehingga Aisyah berusia +/-16th atau 17th.
    Sehingga serumah dengan Nabi SAW saat berusia 17th-19th.
    (range: +/-3tahun)

    Pertanyaan saya apakah angka2 ’sekitar’ ini akurat?
    Apakah beda umur 10 tahun, dan Asmah meninggal pada usia 100th ini juga ‘kurang-lebih’?
    Karena tambah sedikit di sini-sana mengakibatkan range angka akhirnya meleset lumayan jauh..

    Saya berharap sekali kalau artikel ini mas Fahmi hanya mengutip, karena gaya bahasa ‘menyelimurkan’ seperti ini banyak dipakai ahli propaganda (provokator) yang biasanya menyajikan sedikit kebenaran di awal artikel dan sedikit menyimpangkan secara tidak kentara pada bagian tengah / inti kemudian ditutup dengan penjelasan panjang lebar untuk menyamarkan (biasanya fokus bacaan di bagian awal / deduktif atau bagian akhir artikel / induktif).

    itu dia mas Yogi. artikel yg saya dapat sebelumnya, jauh lebih lengkap termasuk lebih rinci mengenai angka2 itu. Sayangnya saya tidak berhasil temukan artikel tersebut. Tapi saya akan tetap coba cari referensi lain, insya ALLOH.

    @hamba Allah,
    Mungkin tidak sering baca artikel mas Fahmi jadi wajar curiga :)

    hahah…saya sih tidak masalah :-)

    Komentar oleh yogi — October 27, 2008 @ 9:36 am

  4. sing pingin niru yo monggo, hehehe
    sing durung kepingin, terus nanti kepingin yo monggo
    sing lagi berusaha ngumpulin duti, terus ntar duitnya
    wis akeh selanjutnya pingin niru yo monggo…
    koyo ngono ae’ kok repot,

    pekerjaan besar masih banyak om.

    Komentar oleh oi-rek! — October 27, 2008 @ 1:22 pm

  5. assalamualaikum,

    sedikit membantu pencarian artikel tersebut. kebetulan kemarin saya mencari artikel tentang siti Aisyah dan dapat blog ini http://mencarisurga.multiply.com/journal/item/6 yang isinya tentang hadist yang menyebutkan rasulalloh menikahi siti aisyah pada umur 6 tahun.

    mungkin berguna. atau apa bila ada yang salah ada yang memperbaiki.

    Komentar oleh adam — October 29, 2008 @ 2:06 pm

  6. Kalau saya ga masalah St A’isyah mo dinikahkan pada umur berapapun, karena rosululloh sendiri menikahi a’isyah bukan karena kehendak sendiri melainkan petunjuk dari Allah, ini dimaksudkan agar barisan Islam semakin kuat dengan mengambil Abu bakar sebagai mertua.Saya harap umat Islam jangan terpancing untuk mempermasalahkan usia Siti A’isyah ketika menikah dengan rosululloh ,biarkan saja musuh musuh Islam berkata apapun, yang terpenting tanamkan aqidah sebaik mungkin.

    Komentar oleh azna — October 29, 2008 @ 2:38 pm

  7. Bagi saya, jika nabi merupakan contoh manusia yng harus ditiru, maka kita wajib mencari tahu kebenaran setiap hadist yang ada sehingga tidak ada keraguan dalam menjalankan semua aturan dalam islam

    Komentar oleh bunga — October 31, 2008 @ 9:53 pm

  8. Kang, ini ada pandangan lain soal pernikahan RasuluLLAAH SAW dengan Siti ‘Aisyah RA

    http://sejarahperadabanislam.blogspot.com/search/label/Ummul%20Mu%27minin

    Komentar oleh Luthfie — November 4, 2008 @ 1:25 pm

  9. Assalamualaikum ^ ^

    Trimakasi dah mow mbagi artiklenya ^ ^ kalo bisa nemuin yang artikel lengkapnya, don’t hesitate naro di blog lagi ya ^ ^ hehehehehehe can’t wait to know more…..
    (wuah… jadi bakalan sering mampir nih ^ ~)

    Honestly, dulu g juga termasuk yg ga mow percaya ttg Nabi nikahin anak kecil (apalagi waktu pertama kali denger crita itu, g juga masih a lil girl yg ngerasa ketakutan ndiri ndengernya….)
    untungnya ortu slalu nyeritain kalo jaman dulu ma sekarang tuh beda, jangan ngliatnya dari sudut yg salah….

    sekarang stelah ngliat artikel ini, semakin melegakan hati ^ ^ and lebih make sense untuk dipahami hehehehehehe

    Lagian yah, tanpa artikel ini pun, kita mustinya sebagai manusia, harus selalu menggunakan akal dan pikiran yang jernih. Situasi dan kondisi jaman dulu ma jaman sekarang kan beda jauh. Bahkan di AlQuran pun dikatakan bahwa kita diberikan pengetahuan, perumpamaan dll agar kita berpikir dan menelaah lebih lanjut. Makanya hingga sekarang kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan kita dari matematika, fisika, kimia, kedokteran, kejiwaan dan hal luas lainnya. Sehingga untuk satu masalah aja, bisa kita analisis dan bisa kita temukan sebab dan akibatnya termasuk persentase kegunaannya. (wuah… jadi ngomonging analisis… pusing mikirin thesis nih :P )

    Makanya kita sebagai manusia biasa, ga usah deh (sok) menyamakan diri ma Nabi. Nabi adalah manusia yang special seperti di katakan di Al-Quran : Al Ahzab ayat 50, “… dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya sebagai pengkhususan bagimu(Muhammad), bukan untuk semua orang mu’min. …”

    (-^ ^-)v

    Komentar oleh Andi — November 5, 2008 @ 11:46 am

  10. Ada persamaan dan perbedaannya :
    Sama sama maunusia,ada hawa nafsu.

    bedanya nabi ; cerdaaaas, tidak pernah lelah dalam menyiarkan agama islam, pada zamannya rosul belum mendapat hidayah orang orang kafir mnyebut rosul Al amin….”

    Komentar oleh ferri — November 5, 2008 @ 2:49 pm

  11. hahahaha…dasar wong aneh, kalo yang dikira meng-enakkan baru dicontoh…
    padahal (mungkin) yang harus dicontoh adalah:
    Nabi kaya raya, nikah dengan bbrp wanita bukan karena nafsu semata

    hal macem si “kyai” ini yang bikin eneg dan makin byk yang sebel keIslam…

    Komentar oleh oon — November 9, 2008 @ 12:59 pm

  12. mungking artikel yang ini?

    my two cents, kayaknya banyak sunah rasul yg lebih jelas kemaslahatannya, kenapa mesti itu (kalopun bener) yang diikutin?

    Komentar oleh rani — November 16, 2008 @ 1:44 am

  13. kalau kita masih mempertanyakan tentang pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah sama saja kita mempertanyakan
    mimpi nabi Ibrahim AS untuk menyembelih nabi Ismail AS. Karena kedua peristiwa ini merupakan keinginan Allah, bukan keinginan kedua Nabi yang bersangkutan.
    Kalau tidak salah mereka ( yahudi dan nasrani ) juga meng imani peristiwa mimpi nabi Ibrahim AS hanya saja yang disembelih menurut mereka nabi Ishak AS.
    jadi emang dasarnya mereka (musuh2 Islam) tidak suka bahkan cenderung parno (paranoid) dengan nabi akhir Zaman Rasullullah Muhammad SAW.

    oleh karena itu wahai umat islam jangan mau dipecah belah.

    Menurut saya jauh lebih baik menikahi seorang anak tidak mapu dan memelihara orang tuanya.

    sedangkan kalau kita lihat kasus pemerkosaan anak2, penjualan anak2 untuk dijadikan PSK, kekerasan terhadap anak2 dan anak2 yang diterlantarkan sangat-sangat-sangat banyak di negeri ini.

    Komentar oleh Mr.N — December 2, 2008 @ 12:21 pm

  14. alhamdulillah…akhirnya ada juga jawaban yg cukup melegakan atas penasaran selama ini.

    Komentar oleh andhika — June 25, 2009 @ 8:21 am

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham