Tausyiah275

May 20, 2008

Qunut, Perbedaan Tiada Akhir

Bismillah,

Salah satu khilafiyah (perbedaan) yg selalu ‘ramai’ dan (rasa2nya) tidak pernah berhenti (dan tidak ada bosannya) untuk diperdebatkan dan didiskusikan adalah masalah qunut (di saat sholat Subuh). Di Indonesia, perdebatan tiada akhir ini akan senantiasa terjadi antara kalangan NU (yg pro qunut) dengan kelompok lain yg menolak qunut. Di satu waktu bahkan saya pernah temui pertentangan qunut ini sudah menjurus kepada pro Imam Syafi’i dan anti Imam Syafi’i.

Wah wah, hal2 seperti ini yg sangat membahayakan umat Islam, karena akan membuat perpecahan yg tidak berkesudahan. Padahal qunut bukanlah ‘harga mati’, namun ada kompromi2 yg bisa dilakukan untuk hal ini.

Qunut, menurut para pengikut Imam Syafi’i (yg menurut saya terlalu fanatik) menganggap bahwa qunut merupakan hal WAJIB dilakukan saat sholat Subuh. Sementara itu, saya pernah baca juga bahwa kaum Wahabi dan Salafiyah menentang pendapat ini. Mereka mengatakan bahwa qunut itu sunnah saja.

Di sini, saya hendak menjelaskan apa arti qunut dan bagaimana menyikapinya.

Hukum asal Qunut adalah SUNNAH, karena Rasululloh SAW TIDAK PERNAH memerintahkan atau juga melarang melakukan qunut.

Beberapa rujukan hadits-hadits berikut menyatakan bahwa Rasululloh SAW TIDAK SELALU qunut:
1. Abu Hurairah berkata, “Sungguh saya akan mendekati shalat Nabi.” Lalu Abu Hurairah membaca qunut dalam rakaat terakhir dari shalat zhuhur, isya, dan subuh setelah ia membaca “Sami’allahu liman hamidah”. Lalu, ia mendoakan orang-orang mukmin dan mengutuk orang-orang kafir. (HR Bukhari)

2. “Telah berkata ‘Aashim bin Sulaiman: Kami pernah bertanya kepada Anas: Sesungguhnya ada satu golongan berkata bahwa Nabi SAW tidak putus mengerjakan qunut di sholat Subuh. Jawab Anas: Mereka berdusta. Nabi pernah ber-qunut hanya sebulan, yaitu ia doakan akan kecelakaan atas kaum Musyrikin.” (HR Khatieb)

Sementara itu, hadits-hadits yang dijadikan dalil bahwa qunut itu wajib, diantaranya:
1. “Telah berkata Anas: Bahwasanya Nabi SAW pernah qunut selama sebulan, ia mintakan (musibah) atas pembunuh-pembunuh sahabatnya di telaga Mau’unah, kemudian beliau tinggalkan. Adapun Subuh maka tetap Rasululloh SAW kerjakan hingga meninggal dunia.” (HR Hakim)

2. Anas berkata, “Qunut itu pada shalat magrib dan subuh.” (HR Bukhari)

Saya termasuk orang yg tidak berqunut di saat sholat Subuh, terutama bila sholat berjamaah dengan istri. Namun, apabila saya sholat Subuh di masjid, otomatis sebagai makmum, saya ikut melakukan qunut.

Q:”Lho, apakah boleh bersikap seperti itu? Kadang qunut, kadang tidak?
A:”Apakah ada larangannya?”

Q:”Memang tidak ada…Tapi kesan yg saya tangkap, anda ibadahnya tidak konsisten.”
A:”Tidak konsisten kenapa? Karena kadang qunut kadang tidak?”

Saya pernah mengalami kejadian di atas. Ada yg menganggap ibadah (Subuh) saya tidak konsisten karena sikap saya terhadap qunut. Lalu saya teringat dengan kisah Imam Malik yg mengerjakan qunut saat menjadi imam sholat Subuh di kediaman Imam Syafi’i, padahal beliau tidak pernah ber-qunut sebelumnya. Saat ditanya mengapa beliau ber-qunut, dijawablah, bahwa tindakan tersebut (qunut) beliau lakukan sebagai penghormatan kepada Imam Syafi’i.

Jadi, seperti saya katakan di awal artikel, qunut bukan harga mati.

Q:”Lho, jadi qunut saat Subuh itu betul?”
A:”Betul, karena dalilnya ada. Qunut itu betul, bagi yg meyakini bahwa qunut subuh itu wajib.”

Q:”Lantas, yg tidak qunut saat Subuh juga betul?”
A:”Tentu saja betul, karena mereka beranggapan bahwa qunut Subuh tidak wajib.”

Q:”Lha, kalo begitu, siapa yg salah?”
Q:”Yang salah? Yaaa jelas, yg salah adalah yg tidak sholat Subuh. Gitu aja kok repot!”

Bagi saudara2ku yg hendak mempelajari qunut, silakan mengambil doa qunut di sini.

3 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2008/05/20/qunut-perbedaan-tiada-akhir/trackback/

  1. Yang salah mereka yg melakukan tidak tau dalil tapi ngotot.
    Kalo dalam buku Tuntunan Shalat Rasulullah karangan Ibnu Qayim Al-Jauziyah dibahas lengkap banget masalah ini.

    Komentar oleh Rosyidi — May 21, 2008 @ 5:30 pm

  2. gw kalo munfarid, subuh gag pake qunut.
    kalo ngimami bunda setelah i’tidal berhenti sebentar ngasih kesempatan bunda baca qunut

    kalo gitu gimana koh ?

    * mertua gw pernah nanya ke bunda kok gw sholat subuh gag pake qunut *
    =))

    Komentar oleh paydjo.Net — May 23, 2008 @ 10:29 am

  3. Asw..
    yang saya baca Rasul pernah Qunut dalam shalat ketika akan perang (kalo g salah), tapi kebanyakan/sering raul g pake Qunut…

    Jadi insya Allah, Allah tahu apa yang ada dalam hati kita, jadi jangan pernah bermusuhan hanya karena Qunut..

    Komentar oleh Eko Sedane Putra — July 4, 2008 @ 8:59 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham