Alasan Babi Haram (Tinjauan Agama Islam Dan Ilmiah)
Bismillah,
Saudara-saudaraku, tahukah anda semua mengapa Al Qur’an (Islam) melarang (mengharamkan) babi? Silakan unduh filenya. Di sini untuk format portrait, di sini untuk format landscape. Edisi komik (bergambar) bisa diambil di sini dan di sini.
Semoga bermanfaat.


Tapi Koh, bukannya itu masalah ‘faith’?
Soalnya kalo dicari-cari alasan haramnya, justru akan memancing pencarian-pencarian celahnya, misalnya proses pemasakannya lah, yang katanya bisa membersihkan daging babi, atau alasan yang laen.
Mending haram ya haram, titik, perihal adanya keuntungan dari meninggalkannya, anggap itu bonus pengetahuan untuk meningkatkan faith itu tadi.
Komentar oleh Aryo Sanjaya — May 12, 2008 @ 5:03 pm
Setuju dgn #1, gak perlu cari2 alasan dalam masalah halal/haram yg sudah jelas ketentuannya di Al Qur’an/Hadits.
Komentar oleh Ananda Putra — May 12, 2008 @ 10:12 pm
tapi kan……
Komentar oleh godril — May 14, 2008 @ 5:24 pm
“tahukah anda semua mengapa Al Qur’an (Islam) melarang (mengharamkan) babi?”
Hati-hati! Ini seakan-akan menjadikan tinjauan disampaikan adalah kutipan dari Quran atau hadist Rasulullah, padahal sebagaimana disebutkan dalam Alquran (terdapat 5 kali pengulangan kata “babi” dalam 5 ayat di dalam Holy Quran, dan kesemuanya cukup dengan alasan singkat, “diharamkan” dan “kotor” titik) sudah jelas, tanpa kiasan.
Bukan taklid buta. Kita meyakini kebenaran Quran dan mengikutinya, dan mengenai perkara mengapanya, itu akan menjadi hikmah bagi orang-orang yang berpikir… jadi jika merujuk ke Qurannya, kita akan berkata, “baiklah, babi haram”, sedangkan jika melihat ke hasil empirik penelitian, kita akan berkata, “Ooo barangkali, karena inilah babi diharamkan”
Sekalipun jika hasil penelitiannya tidak pernah di rilis, babi itu tetap haram. Kebenaran Quran itu mutlak, sedangkan kebenaran ilmiah itu berubah, jadi jika fakta ilmiahnya kelak berubah, babi tetap haram.
Wallahualam …
Komentar oleh Zafriyal Afril — May 14, 2008 @ 10:27 pm
just curious,
kandibilang babi ga punya leher ya.. jadi selama ini cara ngebunuh babi itu gimana???
Komentar oleh mika — May 17, 2008 @ 5:31 am
Waahh..temen-temen islam..kita memang harus percaya dengan apa yang dituliskan dalam Al-Quran. Tapi ngga boleh juga bilang “gak perlu cari2 alasan dalam masalah halal/haram yg sudah jelas ketentuannya di Al Qur’an/Hadits.” yang diberikan pemilik blog bukan alasan kan? cuma tambahan betapa hebatnya Islam yang mampu tau mudharat bagi manusia jauh dari sebelum ilmu pengetahuan itu maju.
Islam itu adalah agama yang begitu indahnya mampu menggabungkan religi dan ilmu. Disitu kenapa saya jatuh cinta dengan Islam. Jadi kata-kata tuhan dalam Al-quran jelas punya niat dan tujuan yang baik dalam memerintahkan halangan kepada ummatnya. Ngga asal bilang haram dan halal pada sesuatu tanpa ada alasan yang jelas. Pokoknya saya mau berulang kali bilang Allah S.W.T menciptakan manusia dengan akal pikiran agar kita dapat berpikir dan ngga nelen informasi bulat-bulat.
Yang ada, sikap kaya gitu, adalah benih-benih pelencengan tafsiran kaya penghalalan pembunuhan orang tanpa sebab yang lagi marak sekarang ini dengan nama jihad.
Salam buat teman-teman muslim yang saya sayangi
Komentar oleh Kenmura — May 19, 2008 @ 9:41 pm
Yang jelas semua perintah dan larangan Allah S.W.T akan memberikan menfaat yang baik bagi kita. Babi itu kan binatang yang Sangaaaaaaaat jorok..kotoran aja di makan n mengandung penyakit lagi..
Komentar oleh ilham — June 23, 2008 @ 12:16 am
Buat sodaraku Kenmura, tentu saja Alquran itu Indah, dan pasti benar dan meyakini nya secara mutlak tidak bisa disamakan dengan bagaimana segelintir orang yang memahami Alquran sepenggalan sepenggalan saja yang menyebabkan apa yang anda bilang itu.. “penghalalan pembunuhan orang tanpa sebab yang lagi marak sekarang ini dengan nama jihad.”
yang menjadi maksud saya adalah, anda jangan kecewa kalau tiba2 ada hasil penelitian ilmiah yang (wallohualam) mengatakan bahwa daging babi itu menyehatkan dan dengan teknologi, semua parasit berbahaya nya bisa dienyahkan… yang salah tentu bukanlah Quran-Nya, Quran-Nya sudah PASTI benar, dan sekali lagi, tanpa melihat hasil sisi ilmiah paling mutakhir, babi tetap haram…
O iya, anda jangan selewengkan makna jihad lho… sepertinya anda memahami paham jihad yang keliru…
“penghalalan pembunuhan orang tanpa sebab yang lagi marak sekarang ini dengan nama jihad.” ==> ini sangat menyesatkan!!!
Jihat itu kalau di terjemahkan artinya “to strive” atau “to struggle” kalau di kita artinya -barangkali- mendekati kata “berjuang”… bukan penghalalan pembunuhan orang tanpa sebab… atau malah “perang suci”. Makna kata “berjuang” sendiri luas, dan tergantung pada Anda, mau berjuang seperti apa, berjuang yg di ridhoi Allah tentunya… “berjihad” menjemput rizki Allah misalnya…
Komentar oleh Zafriyal Afril — July 20, 2008 @ 5:26 pm
sebuah pertannyaan kepada seorang muslim yang sedang menjelaskan kenapa babi itu haram disalah satu universias di AS, seorang bertannya kepada beliau “kenapa babi itu haram? apa kerena banyak pennyakit? khan pennyakit itu bisa dihilangkan.” kemudian beliau menjawab “coba kita kumpulkan 2 ayam jantan,1 ayam betina,2babi jantan dan 1 babi betina. kemudian keduannya dimasukkan kedalam masing-2 kandang, coba kita lihat prilaku mereka (ayam jantan akan berkelahi untuk memperebutkan ayam betina itu tapi babi jantan akan saling membantu untuk melakukan perkawinan.
Komentar oleh andri — December 20, 2008 @ 11:17 am
Almost all of the animal kingdom, ranging from mollusca to mamalia is actually quite “dirty”. They Have some bacterias or parasites in some form or another living inside them.. So, just single out pork is unclean is totally out of facts… Perhaps need to learn more about biology n food science… Moesleams need to think (deep thinking), rather than only accept what the holy koran and kiyais told you onthe friday prayer… Dont let them braiwashed you… Besides in japan where people eat pork, they have the most longest life span.. where in moslem countries?? die at young ages.. because of war, circumcision (yes, circumcision contributes mortality rate as well as), malnoutrition, n etc…
The bottom line is use your head… every doctrine n rules are created by MEN… Dont let anyone brainwash you !!!! GEE, no wonder this country is so fuck up….
Komentar oleh Mathias Wenda — January 17, 2009 @ 5:06 pm
sesuatu yang telah jelas diatur Oleh Allah SWT sudahlah jelas pasti ada sesuatu dibalik kenapa dia diharamkan. hanya saja sementara waktu ini kita belum tau apa alasannya.ada satu contoh keluar dari masalah yang sedang kita bahas.kenapa kita diharuskan mencuci bekas anjing 7 kali dan diantaranya adalah dicampur dengan tanah. karena berdasarkan riset, ternyata sebuah piring yang telah dijilati anjing. ketika ia dicuci dengan deterjen berulang2 kuman, bakteri, virus dan sejenisnya tak mampu hilang. tp, ketika dengan cara yang islami tadi semuanya hilang tanpa bekas. Semoga uraian ini dapat bermanfaat
Komentar oleh mohan — February 7, 2009 @ 9:17 pm
Yakinlah Al Qur’an itu benar..
Komentar oleh Ista — May 3, 2009 @ 1:38 pm
bagaimana kalau kata “alasan” diganti “hikmah”? that will fix everything
Komentar oleh asyrop — May 17, 2009 @ 8:35 pm
Ass.wr.wb
Memang yang paling penting Dalam beragama Islam ini adalah beriman dulu Kepada Allah, bahwa Dialah Tuhan yang mencipta segala sesuatu dengan tujuan yang telah direncanakan dengan sempurna, Dia juga mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi maupun yang akan terjadi tidak ada sesuatu bahkan tidak ada daun rontokpun kecuali telah diketahuinya. (lihat Al-An’am QS 7:59)
Dan bila kita telah beriman secara Absolut, maka apapun yang dikatakan Allah baik itu belum terbukti oleh kita (ilmiah manusia) apalagi yang telah jelas berbahaya bagi manusia. Karena apabila suatu larangan diberikan Allah adalah untuk kebaikan kita manusia itu sendiri, sebaliknya sesuatu kewajiban diberlakukan kepada manusia adalah juga untuk kebaikan manusia itu sendiri. hanya saja dalam hidup ini kita diujui keimanan kita, karena kita ditantang oleh Iblis dan syaitan pengikutnya yang nota bene mereka dari segi ilmu keduniaan sudah sangat pakar-pakar dalam membuat tipu daya manusia dan mereka berjihad (bersunguh-sungguh/serius) untuk mencelakakan kita… tetapi Allah yang maha Rahman dan Rahim memberikan petunjuk kepada manusia melalui utusannya.. dan kitab-kitab sucinya…. bila kita tidak percaya kepada kitab-kitab yang diwahyukan melalui para Rasulnya… tentu perlu dipertanyakan juga keimanan kita kepada Allah dan Keimanan terhadap Hari Akhirat.
Bila dalam Al-Qur’an telah tertulis secara jelas bahwa BABI DIHARAMKAN UNTUK DIMAKAN MANUSIA, sebagai orang yang beriman kepada Allah, tidaklah perlu diragukan lagi untuk diikuti, walau bagamanapun alasannya.
Wass.
Komentar oleh MDA — May 18, 2009 @ 9:26 am
daging babi memang haram tapi kan tidak najis
Komentar oleh hanik — May 20, 2009 @ 8:42 am
memang sih kalo babi jelas haram ada di Al-Qur’an, tapi yg gw bingung nih, kenapa sekarang kata2 haram itu dikeluarkan oleh manusia, seperti rokok haram, yoga haram, face book haram,kan jadi bingung deh, jangan2 babi juga haram awalnya karena….
Komentar oleh devi — June 16, 2009 @ 1:43 pm
Sedikit meluruskan.
Sebenarnya maksud artikel tentang babi ini bukan untuk mencari2 celah kehalalan babi maupun ‘meragukan’ kebenaran Al Quran. Namun kita sebagai manusia yang telah diberi anugerah akal oleh Allah SWT dituntut untuk berfikir, mengapa Allah SWT sangat melarang umatnya untuk mengonsumsi babi.
Semua hukum pasti diciptakan bukan tanpa sebab. Hukum diciptakan apabila dapat mengakibatkan kerugian pada diri sendiri maupun orang lain. Demikian pula hukum Allah SWT.
Mencari sebab mengapa babi diharamkan bukanlah suatu perbuatan yang dilarang Allah. Justru dengan tahu mengapa babi diharamkan dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan dapat dijadikan sebagai media dakwah.
Contohnya:
Ketika kita bertemu orang kafir lalu mereka bertanya,
“Mengapa kalian tidak boleh memakan daging babi? ”
apakah kita akan menjawab seperti ini,
“Kami tidak memakan daging babi karena sudah tertulis dalam kitab suci kami bahwa babi adalah haram.”
Pertanyaannya adalah apakah orang kafir tersebut mendapat makna dari penjelasan kita?
Apakah kita dapat berdakwah dengan pengetahuan kita yang pas-pasan?
Saudaraku, sadarilah arti pentingnya ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan lah yang menjadikan Islam sempat berjaya pada masa lalu. Orang2 barat pun berbondong-bondong pergi ke jazirah Arab untuk menuntut ilmu pada masa itu.
Namun kini mengapa kita tertinggal?
Kawan, ingatlah musuh2 Islam selalu giat untuk membuat umat Islam menjadi malas. Mereka sangat tidak ingin melihat generasi Islam memiliki otak yang cerdas. Mereka tidak rela jika anak2 kita lebih pintar dari anak2 mereka.
Padahal Allah menyuruh kita untuk menuntut ilmu setinggi langit. Seperti dijelaskan dalam Q.S. Ar Rahman: 33,
“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan sanggup menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”
Saudaraku, marilah kita bangkit menuju masa keemasan Islam yang tinggal beberapa saat lagi.
Kita tunjukkan kepada orang kafir bahwa sesaat lagi kita akan berada di depan mereka dan memimpin mereka.
Wallahu a’lam bishawab.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Komentar oleh Ikhsan — June 22, 2009 @ 4:48 pm
Salam,rahmat dan berkat dari Allah tercurahkan untuk anda para pembaca facebook saya.
Dengan harapan semoga kehadiran kami pada situs anda ini bisa menambah wacana dan kebaikan dalam membangun persaudaraan diantara sesama orang yang percaya kepada Allah swt. amin.
Ini lho kawan, saya membawa oleh-oleh sebuah wacana untuk anda tentang bagaimana idealnya membangun sebuah kerohanian yang diridhoi Allah.
Bila saudara berkenan, kami persilahkan untuk menghubungi lebih lanjut pada facebook kami dengan alamat gus_roy13@yahoo.co.id
Cuplikan beritanya mengenai :
MULTI DIMENSI FUNGSI AGAMA DAN BAHASA
“ Bahasa Arab Bukanlah Agama Islam “
Saudara pembaca, ketahuilah yang namanya agama Islam itu adalah pelajaran budi pekerti atau tata cara hidup dan penghidupannya umat manusia yang mau percaya kepada Allah.
Oleh sebab itu, idealnya bagi setiap orang yang selain bangsa Arab bila hendak beragama islam dan mempelajari tentang segala macam peraturan-peratunnya atau juga ikut menyiarkan agama Islam atau membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang masih berbahasa Arab itu kepada bangsa selain bangsa Arab, menurut hukum Allah hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kaumnya masing-masing, yaitu pakai bahasa kaum agar nasihat dan petunjuk-petunjuknya yang disampaikan itu dapat dimengerti maksudnya oleh setiap orang yang mau mendengarkannya sehingga mudah untuk dilakukan bagi setiap orang yang memang berkeinginan untuk melakukannya.
Jangan menyampaikan pesan-pesan Allah itu dengan bahasa asing yang tidak dapat dipahami oleh pendengar atau kaumnya, karena hal itu dapat menyesatkan umat manusia dan perbuatan itu bila dilakukan dengan sengaja, hukumnya haram dan berdosa.
Sehubungan dengan hal itu, kiranya perlu kami sampaikan kepada saudara pembaca yang mulya, perhatikan tentang kemudahan-kemudahan yang ada diberikan oleh agama islam, artinya masih ada alternatif lain yang juga dibenarkan menurut hukum Allah sehubungan dengan orang yang tidak mengerti bahasa Arab dan ingin ibadah masuk Islam dan mau mengerjakan sholat itu ternyata boleh-boleh saja dikerjakan menurut bahasa kaumnya masing-masing.
Dan yang terpenting dalam pekerjaan sholat itu haruslah dapat memahami bacaannya sendiri atau harus dapat juga memahami maksud bacaannya Imam yang didengarkan disaat dalam mengikuti sholat secara berjama’ah. Dan yang terpenting itu juga harus dapat melakukan atau merealisasi dalam kehidupan bermasyarakat apa-apa yang sudah dapat dipahaminya.
Demikian juga dalam membaca atau mempelajari kitab Al-Qur’an yang masih berbahasa Arab itu ternyata, boleh dan syah-syah saja bila dibaca langsung dengan terjemahannya bahasa kaum masing-masing bangsa. Dan perlu diketahui bahwa tidak ada hukum yang mewajibkan dalam membaca Qur’an itu harus dibaca dengan memakai bahasa Arabnya, tegasnya membaca Qur’an itu boleh dibaca walaupun hanya dengan terjemahannya saja sekalipun tidak dengan teks bahasa Arabnya bagi orang yang tidak mengerti bahasa Arabnya.
Demikian juga hal mengimami sholat berjama’ah :
Untuk melakukan sembahyang sendiri ataupun secara barjama’ah yang dipimpin oleh seorang imam itu juga boleh dan syah apabila seorang imam membacakan firman dan memberi nasehat-nasehat yang berdasarkan agama Allah itu dengan bacaan langsung pakai bahasa kaumnya sendiri-sendiri dan tanpa harus menyertai dengan bahasa Arabnya lagi.
Kalau saudara pernah mendengar ada dalil hadist nabi yang menyatakan dalam bahasa Arabnya; Sholu Kama Roaitumuni Usholi yang artinya, sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat, itu artinya kita disuruh mencontoh kepribadiannya atau budi pekertinya beliau,dan bukan disuruh mencontoh kalau sholat harus pakai dengan bahasa Arabnya.
Ketahuilah Bahasa Arab Itu Hanya Untuk Bangsa Arab Dan Kaum Yang Mengetahui Bahasa Arab Itu Saja, Sedangkan Bagi Orang Yang Tidak Mengerti Bahasa Arab, Tidak Wajib Memakai Bahasa Arab Dan Cukup Dengan Pakai Bahasa Arab Yang Sudah Diterjemahkan Kedalam Bahasa Kaumnya Masing-Masing Yang Penting Dalam Hal Ini Bisa Memahami Bahasanya Dan Dapat Melakukannya Beres.
Demikian juga perihal agama islam itu sebenarnya tidak boleh dimonopoli oleh suatu bangsa dan bahasa tertentu, contohnya ; adalah suatu kefanatikan yang buta kalau ternyata ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa, tidak syah sembahyang seseorang itu apabila tidak menggunakan dengan bahasa Arab. Jelas, kefanatikan dengan mengagungkan bahasa arab yang sedemikian itu adalah suatu usaha pembodohan bagi umat manusia yang ingin menyembah kepada Allahnya.Waspada.
Saudara ingin tahu penjelasan lebih mendetail sehubungan dengan dalil-dalil argumen kami ini, silahkan menghubungi alamat facebook kami dan saudara bebas untuk berkomentar dan menyampaikan pendapat atau pemahaman saudara.
Komentar oleh gus Roy — August 4, 2009 @ 8:20 pm
Zafriyal Afril gak tw isi dan penjelasn alqurqan . memang kebanyakn dari islam tdk tw isi dan penjelasn alquran.
jadi gak tw juga knapa babi haram, apalagi klo rokok yg haram ya…
klo kucing haram gak? klo di alquran gak ya udah makan sana
klo monyet haram gak? klo di alquran gak ya udah makan sana
klo lintah haram gak? klo di alquran gak ya udah makan sana
klo gajah haram gak? klo di alquran gak ya udah makan sana
klo u seorng yg muslimin at muslimah hrs bisa dong jelasin yg ada di alquran jadi yg gak tw jadi tw…jgn hanya dibaca arab ya tapi dihayatin lo dan dimengerti.
klo rokok haram gak? di alquran dibolehkan kan
tapi knapa skrg mw diharamkan padahal kn alquran gak boleh diubah2 …kok diubah sma MUI…
Klo mw diubah juga skalian babi juga boleh dimakan gak bnyak manfaat ya…lebih enak dari daging kerbo, ayam, lembu
jaDI ajaran islam itu banyak yg gak benar dgn dunia…
MUNAFIK BENAR…….mui dan antek2 nya
Komentar oleh ALI — November 5, 2009 @ 10:57 am
mengapa babi haram buat islam? babi itu hewan ternak terkotor dari yg lainnya, tuhan sdh mengatur agar populasi babi di dunia ini berkurang (seimbang)
supaya bumi ini setidaknya lebih bersih
islam berkorban untuk kesehatan bumi ini dengan tidak mkomsumsi babi
islam kan rhamatan lil alamin gitu loh
pengorbanan islam ntuk bumi ini mmang ta ada habisnya meskipun buat non islam
Komentar oleh alianza — December 8, 2009 @ 2:57 pm
daging yg paling enak adalah daging manusia, berikutnya daging babi…kenapa daging babi? sebab daging babi memiliki struktur yg paling mirip dengan daging manusia, itu sebabnya dipergunakan dalam hal medis untuk transplantasi daging di tubuh manusia…kalau dikatakan daging babi kotor ya semua daging pasti mengandung bakteri…termasuk daging manusia terutama di daerah kemaluan (maaf)…tetapi kenapa daging kemaluan manusia tidak diharamkan disaat semakin banyak orang yg menggemari oral sex termasuk orang2 arab sendiri? kita bisa lihat di video2 gratis di internet.
maaf…no offense..
Komentar oleh Bayhan — December 18, 2009 @ 10:49 am
justru di situlah salah satu rahasia diharamkannya MEMAKAN daging babi. memakan daging babi = memakan daging manusia. salah satu bukti bahwa al Qur’an memang dari yang Maha Tahu. bagi anda-anda yg membenci islam, perlu diingat bahwa kemajuan eropa tdk akan terjadi tanpa didahului kemajuan bangsa2 Islam. contoh kecil: huruf Romawi tdk berlaku dlm segala bentuk perhitungan2, sdngkan huruf Arab (0,1..9) sampai saat ini sangat bermanfaat dlm berbagai perhitungan, tokoh kedokteran dunia Ibnu Sina dikenal di eropa dengan Avicena, algebra = al jabar, alchemi (kimia), alkohol, algoritma dll.
Komentar oleh BASAWI — December 18, 2009 @ 7:17 pm