Tausyiah275

April 26, 2008

Bacaan Di Akhir Pekan - Dzalimnya Pemerintah

Masuk Kategori: HOT NEWS, Dari Inboxku

Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik untuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan.

Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari, demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. “Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?” tanya saya. Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia limapuluh dua tahun ini menggeleng. “Gak ada minyaknya.”

Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. “Saya bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya..” Pak Jumari bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang cekung.

“Maaf dik, saya menangis, saya benar-benar bingung mau makan apa kami kelak.., ” ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata.Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangibeban hidupnya.

Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana. “Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami begini .”

Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.

Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang melingkar di leher. “Dik, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana, keadaan saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja.” Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.

“Dik, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati… mungkin kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah…” Pak Jumari menerawang.

Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita, oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk. Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya. Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.

Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut ‘anggaran negara’ digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah, fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya. **Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! **

Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini!

Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.

Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di tepi jalan, poster-poster pilkada ditempel dengan norak. Perut saya mual dibuatnya.

Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. “Nak, ini nasi bungkus yang engkau minta.” Dia makan dengan lahap. Saya tatap dirinya dengan penuh kebahagiaan. “Alhamdulillah, saya masih mampu menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.”

Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-mudahan mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.

Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah…

Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui konglomerat dan pejabat… Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal…

Amien Ya Allah.

April 22, 2008

Pertanyaan Tantangan Dan Jawabannya

Masuk Kategori: HOT NEWS, Dari Inboxku

Bismillah,

Dari inbox saya, sebuah artikel yg ‘menarik’ saya dapatkan. Tertarik dengan pertanyaan2nya, saya berusaha menjawab sesingkat mungkin. Detail, insya ALLOH, saya jabarkan di lain waktu.

Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.
tentu saja haram, karena ini terkait dengan aqidah

Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
1. makan mie instant => karena temuan oran Cina
Jawaban: Selama mie instant tidak mengandung bahan makanan yg diharamkan, maka umat Islam BOLEH makan mie instant. Tidak ada hubungan larangan makan mie instant karena buatan orang Cina.

2. memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
Jawaban: berpakaian tidak ada hubungannya dengan aqidah. Tidak ada larangan menggunakan pakaian tekstil untuk aktivitas sehari-hari.

3. makan nasi => karena berasal dari Cina
Jawaban: idem, lihat no 1.

4. memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
Jawaban: idem, lihat no 2.

5. mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
Jawaban: jika orang Cina tersebut MUSLIM dan mengajarkan ajaran sesuai contoh (sunnah) Rasululloh SAW, maka tidak ada tindakan lain kecuali mengikuti ajarannya.

6. menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
Jawaban: menggunakan listrik untuk keperluan ibadah tidak dilarang. Selain itu tidak ada keterkaitan aqidah dengan penggunaan listrik.

7. menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
8. menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
Jawaban: lihat lagi poin2 di atas.

9. kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
Jawaban: Kiblat mengarah ke Mekkah karena sesuai dengan contoh Rasululloh SAW. Selain itu, yg disembah BUKAN Mekkah, tapi PEMILIK MEKKAH, yakni ALLOH SWT. Perhatikan hadits Rasululloh SAW berikut:
Anas bin Malik r.a. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka menyatakan, ‘Tidak ada tuhan kecuali Allah.’ Apabila mereka sudah menyatakan demikian dan melakukan shalat seperti shalat kita, menghadap kiblat kita, dan menyembelih sembelihan seperti cara kita menyembelih, diharamkan atas kita darah dan harta mereka, kecuali dengan haknya, dan hisabnya terserah kepada Allah.’” (Dalam satu riwayat: “Maka ia adalah orang muslim yang mempunyai jaminan dari Allah dan Rasul Nya.”)

Selain itu, dengan adanya kiblat, maka semua orang Islam, pada saat sholat, mempunyai kesamaan arah. Tidak ada yg seenaknya menentukan arah sholat.

10. naik haji => karena itu penyembahan berhala
Jawaban: Thawaf bukan ritual penyembahan berhala. Jika naik haji dianggap ritual penyembahan berhala, maka Nabi Ibrahim as & Nabi Ismail as, yg menjadi pelopor naik haji termasuk penyembah berhala. Dengan demikian, keturunan2nya, termasuk Nabi Isa as, juga termasuk penyembah berhala.

11. menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
Jawaban: pernyataan ngawur.

12. mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
Jawaban: lihat poin 10.

13. sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
Jawaban: lihat poin 9.

14. mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala
Jawaban: berarti orang non Muslim, seperti Kristen, Hindu, dan Buddha juga penyembah berhala, karena mereka juga percaya adanya surga dan neraka, meski dg bahasa yg berbeda.

Penutup: Untuk hal2 yang terkait dengan Cina (pada khususnya, maupun terhadap hal2 lain yg terkait dengan non muslim), sekali lagi, selama tidak terkait dengan aqidah, maka insya ALLOH hukumnya BOLEH. Bahkan, jika kita merujuk kepada hadits Rasululloh SAW yg sudah terkenal (meski ada yg menyatakan hadits ini tidak cukup shahih),”Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina”, kita lihat bahwa Rasululloh SAW sendiri bahkan ‘menyuruh’ orang2 Arab untuk belajar ke Cina (yg jaraknya cukup jauh).

April 21, 2008

Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW

Bismillah,

Saya dapatkan dari inbox, semoga bermanfaat.

Dec 15, ‘05 2:15 PM
for everyone

Assalamu’alaikum wr wb

Beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang surfing di belantara internet, saya pernah menemukan satu artikel menarik disuatu website. Artikel itu ada yang berjudul “Detik Terakhir” atau ada judul versi lain yaitu “Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah”, atau juga “Air Mata Rasulullah saw”. Mungkin beberapa dari kita ada yang familiar dengan kisah di dalam artikel tersebut. Silahkan search di Google dengan tiga keyword diatas, maka akan anda temukan kisah itu banyak di posting di berbagai macam website. Bahkan kisah itu sering bertebaran di bulletin board friendster, juga pernah saya lihat di multiply ini. Ya, kisah yang menggambarkan suasana wafatnya manusia mulia di hadapan Fatimah dan Ali itu berhasil membuat orang yang membacanya terharu biru dan rindu dengan sosok Rasulullah saw.

***Saya berhasil mendapatkan artikel yang dimaksud. Berikut adalah isi artikel tersebut***

AIR MATA RASULLULAH SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah
berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” - “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Tapi ada yang janggal di kisah itu. Didalam artikel itu tidak dijelaskan siapa yang menceritakan kisah itu. Juga tidak jelas diambil dari riwayat-riwayat manakah kisah itu, padahal kisah itu menceritakan momentum wafatnya Nabi kita yang mulia yang sudah seharusnya kisah itu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Kalau dalam ilmu hadits, perkara seperti ini dinamakan laa asla lahu (tidak ada sandarannya) karena tidak adanya kejelasan siapa perawi yang meriwayatkan kisah itu dan dari kitab apa kisah itu diambil.

Jadi apakah suasana Rasulullah saw ketika beliau wafat sama seperti artikel tersebut. Saya coba untuk mencarinya didalam buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang ditulis oleh KH Moenawar Chalil terbitan PT. Bulan Bintang Cetakan ke-7, tahun 1994. Buku ini berjumlah delapan jilid dan kisah tentang wafatnya Nabi Muhammad saw ada didalam buku ini di jilid ke tujuh halaman 193. Saya tidak menemukan kisah seperti artikel diatas dalam buku ini. Gema Insani Press juga telah menerbitkan kembali buku ini tahun 2001 dengan jumlah enam jilid.

Lalu siapakah yang ada disisi Rasulullah saw ketika beliau wafat, Fatimah dan Ali, ataukah Aisyah ?. Didalam buku rujukan saya tadi jillid ke tujuh hal. 193 dikisahkan ketika Nabi saw kesehatannya mulai terlihat membaik, para sahabat seperti Abu Bakar, Umar dan Ali meminta izin kepada Nabi saw untuk bisa pergi mengerjakan urusannya masing-masing karena hampir setengah bulan mereka selalu sibuk merawat Nabi saw sehingga banyak keperluan mereka sehari-hari yang terbengkalai. Maka Abu Bakar pergi ke rumah istrinya, Kharijah di Sunuh (nama suatu kampung di pinggir kota Madinah) dan dua sahabat lain, Umar dan Ali pun pergi meninggalkan rumah Rasulullah. Yang tinggal hanyalah Aisyah lalu kemudian datang Abdurahman bin Abi Bakar saudara laki-laki Aisyah. Dan ketika itulah Rasulullah saw wafat. Rasulullah saw wafat diwaktu matahari sedang terang-terangnya, pada hari Senin tanggal 13 Rabi’ul awwal tahun ke XI Hijriah, atau pada tanggal 8 Juni 632 Masehi [hal.196]. Para ulama ahli tarikh ada yang berselisih pendapat tentang tanggal wafatnya Nabi saw. Tapi bukan itu yang akan dibahas disini.

Mungkin hadits berikut akan lebih menjawab dipangkuan siapakah Nabi saw wafat. Dari hadits Abdullah bin Aun dari Ibrahim at-Taimi dari al-Aswad, dia berkata, Ditanyakan kepada Aisyah, mengenai perkataan orang-orang yang menerangkan bahwa Rasulullah saw telah memberikan wasiat kepada Ali maka ia berkata, “Apa yang diwasiatkan Rasulullah kepada Ali ?” Aisyah menjawab, “Beliau (Rasulullah) menyuruh agar bejana tempat buang air kecil dibawakan, kemudian ia bersandar dan akulah yang menjadi tempat sandarannya, tak lama kepala beliau terkulai jatuh dan ternyata beliau telah wafat tanpa aku ketahui. Jadi bagaimana mungkin orang-orang itu mengatakan bahwa Rasulullah saw memberikan wasiat kepada Ali ?” [Shahih al-Bukhari, kitab al-Wasaya 5/356 dari Fathul Baari, dan Muslim, kitab al-Wasiyah hadits no.1637]. Hadits tersebut ada didalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah yang ditulis oleh Ibnu Katsir, terbitan Darul Haq, Jakarta, Cetakan pertama tahun 2004 halaman 58.

Entah apa motivasi si pembuat artikel tanpa riwayat tersebut, yang jelas ada penyimpangan sejarah yang terjadi dan kalau dirunut dengan serius dan teliti tentang siapa yang berada di balik pembuatan kisah berbau propaganda tersebut, maka akan dengan mudah terjawab dan dengan mudah pula akan terlihat ada motivasi apa dibalik pembuatan kisah itu. Kelihatannya perkara ini hanyalah hal yang kecil bagi beberapa orang. Tapi dalam konteks ini kita sedang membicarakan sosok manusia mulia yang menjadi teladan bagi seluruh umat Islam di dunia, yang tentu dalam menceritakan setiap gerak-geriknya haruslah mempunyai dasar atau dalil yang shahih dan bisa dipertanggung jawabkan.

Dan yang lebih menyedihkan dibandingkan isi dari artikel itu sendiri adalah biasanya diakhir artikel yang laa asla lahu itu selalu dinstruksikan untuk disebar ke teman-teman yang lain. Harapan dengan disebarnya artikel itu mungkin ingin membuat temannya untuk ikut terharu dan lebih mencintai Rasulullah saw dan itu adalah niat yang sungguh baik. Sayangnya cara yang ditempuh kurang tepat. Padahal Al Quran telah jelas melarang hal tersebut, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” [QS. 17:36].

Dan hendaknya kita juga selalu ingat hadits yang satu ini agar lebih berhati-hati dalam meriwayatkan kisah atau hadits yang berhubungan dengan Rasulullah saw. Hadits yang diriwayatkan dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”. [HR Bukhari (1/35) dll, HR. Imam Ahmad (4/47)].

Wassalamu’alaikum wr wb

April 18, 2008

Kun Fayakuun, Ketika ALLOH SWT Berkehendak

Masuk Kategori: HOT NEWS, Hikmah

Bismillah,

Sebuah film dengan judul “Kun Fayakuun” telah diluncurkan dan ditayangkan di bioskop2 di Indonesia. Saya dan istri berkesempatan menonton di tayang perdana semalam, 17 April 2008, di bioskop yg kebetulan dekat dengan tempat tinggal kami.

Dari tiap adegan dan akting yg kami tonton, ada benang merah yg bisa kami tarik dan menjadi pelajaran yg berharga.
1. Ikhtiar mestilah maksimal.
Seringkali kita terlena dan malas untuk berikhtiar, karena tak jarang kita terlalu mengekang diri sendiri, sehingga tidak mencapai hasil yg optimal.

2. Berdoalah dengan kepasrahan yg total serta dengan pengharapan yg tinggi pada ALLOH SWT.

Jika kedua hal di atas telah dilakukan, maka selanjutnya kita berserah. Jadi intinya adalah TAWAKAL, yakni gabungan kedua poin di atas.

Sementara Kun Fayakuun dimaksudkan bahwa bagi ALLOH SWT TIDAK ADA YG SULIT, JIKA DIA SUDAH BERKEHENDAK/BERKUASA.

Jadi, saudara2ku, jangan pantang menyerah! :-)

April 17, 2008

Saat Merasa Sial

Bismillah,

Pernahkah satu waktu anda merasa kesialan datang kepada anda? Anda merasa kesialan itu datang karena anda merasa berada di waktu yg salah, tempat yg salah, atau bahkan bertemu dengan orang yg (menurut anda) salah? Sedemikian ‘parahnya’ kesialan itu datang, hingga anda merasa bahwa anda tidak akan bertemu dengan orang itu atau tidak akan mau datang lagi ke suatu tempat karena anda yakin mereka semua itu adalah penyebab kesialan.

Saudara2ku, dalam Islam, hal ini disebut tathayyur (merasa sial).

Hal ini merupakan salah satu perbuatan yg DILARANG di dalam Islam. Contoh paling mudah adalah mempercayai angka 13 sebagai angka sial, kemudian percaya bahwa burung gagak dan/atau kucing hitam akan mendatangkan kematian/kesialan bagi yg melihatnya. Atau yg lebih buruk lagi, merasa dirinya sial karena menjalankan perintah agama, misalnya usai bersedekah tiba2 dirinya kecopetan. Maka, dia bisa jadi akan menyalahkan sedekah yg dia lakukan.

Perbuatan tathayyur ini ternyata sudah dilakukan oleh umat2 pembangkang agama Islam sejak dahulu. Kita bisa temukan di An Naml(27):47,“Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Saleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.”

Bahkan Fir’aun senantiasa menyebut Nabi Musa dan pengikutnya sebagai penyebab kesialan yg dia alami. Hmmm..aku jadi ingat dg George Bush, yg senantiasa mengaitkan terorisme dengan Islam. *senyum*

Rasululloh SAW sendiri menyatakan,“Bukan dari golongan kami, siapa yg merasa sial atau minta diramalkan kesialannya atau menenung atau minta ditenungkan atau menyihir atau minta disihirkan.” (HR Thabarani)

Pernyataan yg lebih keras juga dinyatakan, sebagaimana riwayat dari Ibnu Mas’ud,“Tathayyur (merasa sial) adalah syirik” (diucapkan sebanyak 3 kali) “Tetapi ALLOH SWT akan menghilangkannya dengan cara tawakal.” (HR Abu Daud dan Tarmidzi).

Dari pernyataan di atas, terutama hadits yg terakhir, kita mesti waspada terhadap perasaan merasa sial ini. Yakinlah bahwa sial itu tidak ada hubungannya dengan tempat, orang, atau waktu. Perasaan ini hanya bisa hilang jika kita bertawakal kepada ALLOH SWT, yakni menyerahkan sepenuhnya keputusan/kejadian yg dialaminya kepada ALLOH SWT (tentunya setelah berikhtiar sebelumnya).

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan ini.

April 11, 2008

Beberapa Produk Belanda

Masuk Kategori: HOT NEWS

Bismillah,

Bagi saudara2ku yg sakit hati karena film Fitna, mungkin ada yg berniat memboikot produk2 dari Belanda. Berikut adalah daftar beberapa produk dari Belanda yg muncul di Malaysia, yg hendak memboikot produk2 Belanda.

1. Dutch Lady - Susu
2. Ferrero Roche - Coklat
3. Wall’s - Es Krim
4. Ing -Asuransi
5. Planta -Margarin
6. Lady’s Choice -Margarin
7. Lipton -Teh
8. Shell -Minyak
9. Knorr -Makanan
10. Dove -Mandi
11. Sunlight -Margarin/Pencuci Pinggan
12. Radiant -Deodoran
13. Rexona -Deodoran
14. Ponds -Produk Kecantikan
15. Kieldsens -Coklat
16. Slimfast -Produk Pelangsing
17. Lego -Kismis
18. Philips -Barang Elektronik
19. Duyvis -Makanan Ringan
20. Gouda -Keju
21. Robin -Pencuci Lantai/Pakaian
22. Ariel -Pencuci Lantai/Pakaian
23. Omo -Pencuci Lantai/Pakaian
24. Labello -Lip Balm
25. Pickwick -Teh
26. Venz -Mentega Coklat
27. Kinder Bueno -Coklat
28. Unilever -Perusahaan
29. Sunsilk -Shampoo
30. Fair & Lovely -Produk Kecantikan
31. Lux -Mandian
32. Vaseline -Lip Balm
33. Cif -Pencuci Lantai
34. Surf -Pencuci Kain
35. Wishbone -Pencuci Kain
36. Doriana - Keju Krim
37. Bertolli -Minyak Masak
38. Clear -Shampoo
39. Breeze -Pencuci Kain
40. Sun -Pencuci Kain

Bagi yg ingin memboikot produk Belanda, monggo…daripada menggunakan kekerasan sebagai protes atas film Fitna. :-)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham