Hentikan Mengomeli Mantan Presiden Soeharto
Lebih kurang sudah 14 hari sejak mantan presiden Indonesia, Soeharto, masuk rumah sakit dan menjadi bahan berita di berbagai stasiun televisi dan media massa lainnya. Bahkan jika kita masuk dan membaca berita di media online, tidak sedikit yang menuliskan perkembangan terakhir kondisi pak Harto.
Dampak pemberitaan yang nyaris seragam ini, banyak di antara kita yang mengeluh karena merasa bosan dengan pemberitaan yang begitu2 saja. Banyak juga yang menumpahkan unek2 mereka dalam berbagai media, terutama blog.
Jika ‘hanya’ berada di tahap mengeluh, mungkin aku masih memaklumi. Namun jika sudah ada yang mengomeli dan mencaci maki kondisi pak Harto, terus terang aku tidak setuju.
Apa pasal?
Seorang muslim yang sakit, hendaknya didoakan oleh sesama muslim. Itu jika kita menganggap sebagai seorang muslim yang berniat mencontoh dan ingin menjadi umat Rasululloh Muhammad SAW. Bahkan, merupakan hak seorang muslim untuk dijenguk saudaranya ketika dia sakit.
Yang lebih menyedihkan, banyak orang mencaci maki dan ‘mensyukuri’ sakitnya pak Harto. Bahkan dijadikan lelucon, sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang muslim, ‘menari di atas penderitaan orang lain’.
Caci maki mereka lontarkan kepada pak Harto dengan berapi-api dan membabi buta. Semua kesalahan pak Harto diungkit, seakan beliau tidak mempunyai kebaikan satupun. Yang aku herankan, mereka yg mencaci maki (bahkan dengan brutal itu), apakah mereka tidak menikmati apa yang telah dilakukan pak Harto? Karena jika aku melihat golongan yang mencaci maki, rata-rata berumur sekitar 15 tahun ke atas. Dengan kata lain, saat mereka lahir sekitar tahun 1992, pak Harto masih berkuasa. Otomatis, apa2 yang masuk ke perut mereka (mereka makan), sedikit banyak terkait dengan kebijakan presiden Soeharto kala itu.
Ok, pak Harto memang mempunyai kesalahan, tapi apakah anda2 tidak melihat kebaikan yang dilakukannya? Pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, itu merupakan salah satu hasil pembangunan yang dilakukan di jaman pak Harto.
Tapi, pak Harto kan korupsi, kemudian membunuh para tahanan politik, bla bla bla…
Tolong bedakan antara kebaikan dan korupsi (kejahatan/keburukan) yang dilakukan pak Harto. Memangnya anda-anda yang mencaci maki pak Harto sudah berbuat apa sih? Dan seperti aku tulis di atas, anda-anda semua sudah makan hasil kebijakan pak Harto. Dengan kata lain, ANDA TIDAK LAYAK MENCACI MAKI!
Keburukan yang dilakukan pak Harto (dan kroni2nya) BUKAN menjadi tanggung jawab kita. Biarkan itu urusannya dengan ALLOH SWT. Toh kita ribut mencaci maki malah akan ‘menguntungkan’ pak Harto, karena dengan mencaci maki (dan mengghibah) pak Harto, kebajikan2 yang pernah kita lakukan akan terhapus. Dan bisa jadi hal ini akan menguntungkan pak Harto, karena akan terjadi transfer amal. Kebaikan akan didapat pak Harto, sementara dosa2 pak Harto akan dilimpahkan kepada kita.
Justru sebaiknya kita memaafkan apa2 (kesalahan) yang dilakukan pak Harto. Sesungguhnya sifat dan sikap memaafkan akan mempunyai dampak terhadap kesehatan.
Lho, pak Harto saja tidak maaf, mengapa kita mesti memaafkan dia?
Salah satu hal luar biasa yang bisa dilakukan seorang muslim adalah memberi maaf kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita meski yang bersangkutan tidak meminta maaf. Silakan anda-anda membaca kembali riwayat hidup Rasululloh SAW. Betapa banyak perlakuan negatif, bahkan mengancam jiwa beliau, dilakukan oleh musuh2 Islam. Namun, apa yang beliau lakukan? Beliau justru memaafkan segala perbuatan musuh2nya, tanpa menunggu permintaan maaf dari musuh2nya.
Yang mesti menjadi pelajaran dari sakitnya pak Harto adalah, ALLOH SWT menunjukkan bahwa tiap orang akan mendapat hukuman dari-Nya, tidak saja di akhirat….di dunia pun sudah diperlihatkan, bahwa tidak ada seorangpun yang terlepas dari hukuman-Nya.
Para pejabat, khususnya, dan kita semua, pada umumnya, mesti ‘MELEK’ MATA DAN ‘MELEK’ HATI bahwa JANGAN MEMPERSULIT HIDUP ORANG LAIN, JANGAN KORUPSI, JANGAN BERBUAT JAHAT. Cepat atau lambat, kejahatan itu akan kembali kepada anda. Apa yang anda sebar, itulah yang akan anda dapat.
Sudah banyak cerita dan kisah yang pernah kita dengar, bahwa orang2 yang pada masa hidupnya (saat dia berkuasa) sering bertindak sewenang-wenang, maka menjelang akhir hidupnya akan banyak masalah yang menimpa dia. Bisa jadi, apa yang terjadi pada pak Harto merupakan salah satu contoh hal di atas.
Tapi, jangan salah pula, sakit yang diderita seorang muslim, bisa jadi diberikan ALLOH SWT kepada pribadi yang bersangkutan, untuk menghapus dosa-dosanya. Bisa jadi, pak Harto sedang dibersihkan dari dosa-dosa yang dilakukannya. Pembersihan akan semakin cepat dan sering dilakukan, jika kita malah berghibah dan mengomeli pak Harto, sebagaimana yang aku tulis di atas.
Jadi, apa yang mesti kita lakukan?
Mudah saja. Beri maaf kepada pak Harto, atas kejahatan/keburukan yang dilakukannya. Di banyak media massa, aku baca banyak tahanan politik, yang pernah menjadi korban kebijakan pak Harto, sudah memaafkan pak Harto. Lha mereka, yang sudah jelas2 menjadi korban saja sudah memaafkan pak Harto, mengapa kita, yg tidak langsung terkait, begitu sulit memaafkan? Apa kita sudah menjadi orang yang lebih suci?
Berikutnya, doakan pak Harto. Semoga ALLOH SWT memberikan yang terbaik. Jika memang sakitnya ini untuk menghapus dosa2nya, semoga dosa2nya cepat diampuni dan bersih. Jika memang ingin cepat dipanggil, semoga dimudahkan.
Semoga kita bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik lagil. Aamiin.

