Tausyiah275

January 27, 2008

Jangan Bersuka Cita Atas Kematian Orang

Selesai sudah sebuah riwayat seorang anak Adam. Usai dirawat sekian lama dan menyedot perhatian yang begitu luar biasa, akhirnya malaikat Izrail datang mencabut nyawanya, pertanda Sang Khalik sudah memanggilnya.

Beragam reaksi yang muncul. Ada yg bersedih, ada yg bergembira, ada yg bersorak-sorak, ada juga yg menanggapi dengan biasa.

Soeharto, bagi banyak kalangan, dianggap mempunyai dosa yang begitu menggunung. Banyak korban aturan/kebijakannya yg merasa diperlakukan begitu tidak adil. Bahkan banyak yg mati tidak ketahuan rimbanya.

Lalu, bagaimana seharusnya kita bersikap?

Terlepas dari kesalahan2 yg pernah dilakukan, seorang muslim tidak etis dan tidak pantas merayakan kematian seseorang (sekalipun dianggap musuh), terlebih orang tersebut masih saudara kita (sesama muslim). Mari kita tengok contoh dari suri tauladan kita, Rasululloh SAW, ketika salah satu musuh terbesar beliau, Abu Jahal, tewas di kancang perang Badr. Apakah beliau lantas bersuka cita dan ‘mensyukuri’ matinya, apalagi bersorak sorai.

Sepanjang sejarah yg aku baca, aku tidak temukan perasaan suka cita yang dilakukan Rasululloh SAW setiap ada musuh2nya mati. Beliau tetap tenang, karena beliau tahu jauh ke depan.

Setiap yg wafat/berpulang ke Rahmatullah, akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan amalannya di dunia. Jika di dunia sering berbuat onar/ricuh serta melakukan banyak kejahatan, insya ALLOH siksaan dari malaikat sudah menunggu. Demikian juga halnya jika banyak berbuat kebajikan selama di dunia, insya ALLOH kemudahan akan didapat.

Daripada kita meributkan keadaan Soeharto, lebih baik kita tengok dan muhasabah diri kita sendiri. Seberapa banyak amal yg sudah kita siapkan untuk menyongsong ajal yg akan datang (tanpa kita ketahui)? Siapkah kita jika malaikat Izrail datang mencabut nyawa kita? Apa yang kita lakukan saat kita wafat nanti? Sedang beribadah dan berbuat kebajikan? Atau malah sedang asyik berbuat maksiat?

Jangankan meributkan, untuk mengomeli saja rasanya sudah tidak pantas.

Langkah ‘netral’ untuk menyikapi wafatnya Soeharto adalah bersikap sesuai dengan hak dan kewajiban kita selaku muslim. Sebagai seorang muslim yg wafat, maka sudah haknya untuk disholatkan (sholat jenazah) dan didoakan serta dikuburkan dengan layak.

Sementara kasus pengadilan yang dialamatkan kepadanya, ‘lupakan’lah. Pengadilan dunia sudah saatnya diarahkan kepada kroni2nya yang masih hidup dan menikmati hasil korupsi. Soeharto akan mendapat jatah pengadilannya (sesuai amalannya) sejak masuk liang lahat kelak, insya ALLOH.

January 25, 2008

Bacaan Di Akhir Pekan - Taufik Ismail Tentang Chrisye

Masuk Kategori: Hikmah

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.

Krismansyah Rahadi (1949-2007):
KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA

TAUFIQ ISMAIL

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, ” Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.

Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,” Chris, alhamdulillah selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* * *

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘kan?”

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

* * *

Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya…. sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina
1997

*artikel diambil dari sini…trims buat mas Amal*

January 16, 2008

Hentikan Mengomeli Mantan Presiden Soeharto

Masuk Kategori: HOT NEWS, Hikmah

Lebih kurang sudah 14 hari sejak mantan presiden Indonesia, Soeharto, masuk rumah sakit dan menjadi bahan berita di berbagai stasiun televisi dan media massa lainnya. Bahkan jika kita masuk dan membaca berita di media online, tidak sedikit yang menuliskan perkembangan terakhir kondisi pak Harto.

Dampak pemberitaan yang nyaris seragam ini, banyak di antara kita yang mengeluh karena merasa bosan dengan pemberitaan yang begitu2 saja. Banyak juga yang menumpahkan unek2 mereka dalam berbagai media, terutama blog.

Jika ‘hanya’ berada di tahap mengeluh, mungkin aku masih memaklumi. Namun jika sudah ada yang mengomeli dan mencaci maki kondisi pak Harto, terus terang aku tidak setuju.

Apa pasal?

Seorang muslim yang sakit, hendaknya didoakan oleh sesama muslim. Itu jika kita menganggap sebagai seorang muslim yang berniat mencontoh dan ingin menjadi umat Rasululloh Muhammad SAW. Bahkan, merupakan hak seorang muslim untuk dijenguk saudaranya ketika dia sakit.

Yang lebih menyedihkan, banyak orang mencaci maki dan ‘mensyukuri’ sakitnya pak Harto. Bahkan dijadikan lelucon, sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang muslim, ‘menari di atas penderitaan orang lain’.

Caci maki mereka lontarkan kepada pak Harto dengan berapi-api dan membabi buta. Semua kesalahan pak Harto diungkit, seakan beliau tidak mempunyai kebaikan satupun. Yang aku herankan, mereka yg mencaci maki (bahkan dengan brutal itu), apakah mereka tidak menikmati apa yang telah dilakukan pak Harto? Karena jika aku melihat golongan yang mencaci maki, rata-rata berumur sekitar 15 tahun ke atas. Dengan kata lain, saat mereka lahir sekitar tahun 1992, pak Harto masih berkuasa. Otomatis, apa2 yang masuk ke perut mereka (mereka makan), sedikit banyak terkait dengan kebijakan presiden Soeharto kala itu.

Ok, pak Harto memang mempunyai kesalahan, tapi apakah anda2 tidak melihat kebaikan yang dilakukannya? Pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, itu merupakan salah satu hasil pembangunan yang dilakukan di jaman pak Harto.

Tapi, pak Harto kan korupsi, kemudian membunuh para tahanan politik, bla bla bla…

Tolong bedakan antara kebaikan dan korupsi (kejahatan/keburukan) yang dilakukan pak Harto. Memangnya anda-anda yang mencaci maki pak Harto sudah berbuat apa sih? Dan seperti aku tulis di atas, anda-anda semua sudah makan hasil kebijakan pak Harto. Dengan kata lain, ANDA TIDAK LAYAK MENCACI MAKI!

Keburukan yang dilakukan pak Harto (dan kroni2nya) BUKAN menjadi tanggung jawab kita. Biarkan itu urusannya dengan ALLOH SWT. Toh kita ribut mencaci maki malah akan ‘menguntungkan’ pak Harto, karena dengan mencaci maki (dan mengghibah) pak Harto, kebajikan2 yang pernah kita lakukan akan terhapus. Dan bisa jadi hal ini akan menguntungkan pak Harto, karena akan terjadi transfer amal. Kebaikan akan didapat pak Harto, sementara dosa2 pak Harto akan dilimpahkan kepada kita.

Justru sebaiknya kita memaafkan apa2 (kesalahan) yang dilakukan pak Harto. Sesungguhnya sifat dan sikap memaafkan akan mempunyai dampak terhadap kesehatan.

Lho, pak Harto saja tidak maaf, mengapa kita mesti memaafkan dia?

Salah satu hal luar biasa yang bisa dilakukan seorang muslim adalah memberi maaf kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita meski yang bersangkutan tidak meminta maaf. Silakan anda-anda membaca kembali riwayat hidup Rasululloh SAW. Betapa banyak perlakuan negatif, bahkan mengancam jiwa beliau, dilakukan oleh musuh2 Islam. Namun, apa yang beliau lakukan? Beliau justru memaafkan segala perbuatan musuh2nya, tanpa menunggu permintaan maaf dari musuh2nya.

Yang mesti menjadi pelajaran dari sakitnya pak Harto adalah, ALLOH SWT menunjukkan bahwa tiap orang akan mendapat hukuman dari-Nya, tidak saja di akhirat….di dunia pun sudah diperlihatkan, bahwa tidak ada seorangpun yang terlepas dari hukuman-Nya.

Para pejabat, khususnya, dan kita semua, pada umumnya, mesti ‘MELEK’ MATA DAN ‘MELEK’ HATI bahwa JANGAN MEMPERSULIT HIDUP ORANG LAIN, JANGAN KORUPSI, JANGAN BERBUAT JAHAT. Cepat atau lambat, kejahatan itu akan kembali kepada anda. Apa yang anda sebar, itulah yang akan anda dapat.

Sudah banyak cerita dan kisah yang pernah kita dengar, bahwa orang2 yang pada masa hidupnya (saat dia berkuasa) sering bertindak sewenang-wenang, maka menjelang akhir hidupnya akan banyak masalah yang menimpa dia. Bisa jadi, apa yang terjadi pada pak Harto merupakan salah satu contoh hal di atas.

Tapi, jangan salah pula, sakit yang diderita seorang muslim, bisa jadi diberikan ALLOH SWT kepada pribadi yang bersangkutan, untuk menghapus dosa-dosanya. Bisa jadi, pak Harto sedang dibersihkan dari dosa-dosa yang dilakukannya. Pembersihan akan semakin cepat dan sering dilakukan, jika kita malah berghibah dan mengomeli pak Harto, sebagaimana yang aku tulis di atas.

Jadi, apa yang mesti kita lakukan?

Mudah saja. Beri maaf kepada pak Harto, atas kejahatan/keburukan yang dilakukannya. Di banyak media massa, aku baca banyak tahanan politik, yang pernah menjadi korban kebijakan pak Harto, sudah memaafkan pak Harto. Lha mereka, yang sudah jelas2 menjadi korban saja sudah memaafkan pak Harto, mengapa kita, yg tidak langsung terkait, begitu sulit memaafkan? Apa kita sudah menjadi orang yang lebih suci?

Berikutnya, doakan pak Harto. Semoga ALLOH SWT memberikan yang terbaik. Jika memang sakitnya ini untuk menghapus dosa2nya, semoga dosa2nya cepat diampuni dan bersih. Jika memang ingin cepat dipanggil, semoga dimudahkan.

Semoga kita bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik lagil. Aamiin.

January 12, 2008

Jadwal Shaum Sunnah - 1429 H/2008 M

Masuk Kategori: HOT NEWS, Ensiklopedia Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara2ku, kita telah masuk ke tahun 1429 Hijriah. Aku telah susun jadwal shaum sunnah (sesuai contoh Rasululloh SAW) dengan patokan kalender Hijriah, yang disesuaikan dengan kalender Masehi. Semoga bermanfaat…(mudah2an aku juga bisa melakukannya…)

1. Puasa pada hari Senin dan Kamis

2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)
- 22, 23, 24 Januari 2008/Muharram 1429 H
- 20, 21, 22 Februari 2008/Shafar 1429 H
- 21, 22, 23 Maret 2008/Rabi’ul Awwal 1429 H
- 19, 20, 21 April 2008/Rabi’ul Akhir 1429 H
- 18, 19, 20 Mei 2008/Jumadil Awwal 1429 H
- 17, 18, 19 Juni 2008/Jumadil Akhir 1429 H
- 16, 17, 18 Juli 2008/Rajab 1429 H
- 14, 15, 16 Agustus 2008/Sya’ban 1429 H
- 2008
Puasa (wajib) Ramadhan 1429 H - 1 September - 30 September 2008 ***jadi, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***
- 13, 14, 15 Oktober 2008/Syawwal 1429 H
- 11, 12, 13 November 2008/Dzulqa’idah 1429 H
- 11, 12, 13 Desember 2008/Dzulhijjah 1429 H. ***tgl 11 Desember = hari Tasyriq, tidak boleh berpuasa***

3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 29 November - 28 Desember 2008.
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 7 Desember 2008.

Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha -10 Dzulhijjah/ 8 Desember 2008.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah/9, 10, 11 Desember 2008.

4. Puasa Bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 hari - 9,10,11 Muharram
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura) 18,19,20 Januari 2008.

5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban
Antara 2 Agustus - 31 Agustus 2008.

6. Puasa pada bulan Syawwal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal (1 Oktober 2008)
Antara 2 Oktober - 29 Oktober 2008.

7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. *kecuali hari2 yang dilarang berpuasa*

wa’alaykumsalam wr wb

January 10, 2008

Apa dan Bagaimana Sujud Syukur?

Masuk Kategori: Ensiklopedia Islam

Sujud syukur adalah ungkapan rasa terima kasih seoranag hamba kepada ALLOH SWT atas segala karunia yang diberikan kepadanya. Sujud ini juga bisa dilakukan karena dia terhindar dari marabahaya yang mengancam dirinya.

Rasululloh SAW senantiasa melakukan sujud syukur apabila mendapatkan kabar gembira. Hal ini tertuang dalam hadits dari Abu Bakrah r.a,“Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada ALLOH SWT.” (HR Abu Dawud)

Apa bacaan sujud syukur?

Hingga saat ini, aku tidak menemukan bacaan sujud syukur yang dicontohkan Rasululloh SAW. Hadits2 maupun riwayat2 lainnya, belum pernah aku temukan yg menceritakan bacaan sujud syukur. Dengan demikian, anda bisa berdoa apa yang menunjukkan rasa syukur anda kepada ALLOH SWT.

catatan: seseorang memberitahukan saya, bahwa salah satu bacaan sujud syukur adalah “Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaa ha illallah wallahu akbar”. Hanya saja yang bersangkutan tidak memberitahukan dalilnya.

January 7, 2008

Khutbah dan Khitbah

Masuk Kategori: Tarbiyah, Ensiklopedia Islam

Sekilas, kedua kata di atas mirip. Hanya huruf I dan U yang membedakan. Hal ini tidak salah, karena asal kedua kata tersebut sama, yakni huruf [kh] [th] [b]. Orang yg melakukan khutbah dan khitbah = khatib. Namun artinya sangatlah berbeda jika dilihat dari susunan kalimatnya.

Khutbah = berpidato atau berkhutbah. Khutbah yg kita kenal diantaranya Khutbah Jum’at, ataupun khutbah nikah. Khutbah dilakukan satu arah, tidak ada diskusi atau dialog.

Khitbah = meminang atau melamar. Dalam pernikahan, khitbah dilakukan untuk mendapat persetujuan dari pihak perempuan untuk dinikahi pihak laki-laki. Islam hanya mengenal khitbah dan menikah, tidak ada istilah tunangan atau tukar cincin.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham