Tausyiah275

December 13, 2007

Acara Pemurtadan di TV?

Sejak awal minggu ini, aku menerima pesan seperti berikut:

Awas & waspada misi gereja serentak di RCTI, Trans,TVRI tgl 15 Des 07 pk 16.30-17.30. Judul My Hope Indonesia dganti mnjd Sebuah Penantian. Di India prnh dputar dg judul yg sama & berhasil menghipnotis jutaan penduduk. Sebarkan kesesama muslim. sebarkan k smua muslim yg ad dphnebook!JANGAN nonton acaranya

Pesan tersebut aku terima dari berbagai media, mulai dari YM, email, bla bla bla…

Edisi lebih lengkap aku terima seperti berikut:

Assalamu alaikum wrwb.

Berikut ada bocoran mengenai misi dari Gereja yang akan ditayangkan di TV
tanggal 15 Desember 2007, eleiminir keluarga kita khususnya anak2 agar
terjaga dari tontonan dimaksud.

berikut tulisannya :

Subject: Pemutaran Film Tgl. 15 Desember 2007

Dengan ini diinformasikan

Bahwa pada tgl. 15 Desember 2007 (Hari Sabtu) pukul 16.30 - 17.30 WIB

Akan diputar sebuah film yang berjudul “My Hope Indonesia “.

Stasiun TV yang sudah bersedia memutar film ini adalah RCTI Dan sedang
diusahakan juga diputar di Trans TV Dan TVRI secara serentak pada tgl. 15
Des 2007 pukul 16.30 - 17.30 WIB. Pemutaran film ini diprakarsai Oleh Billy
Graham Ministry (USA). Film serupa pernah diputar di India dengan judul “My
Hope India” Dan berhasil memenangkan jutaan rakyat India untuk Menerima
Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Untuk pemutaran film Ini, Billy Graham
Ministry melakukan DOA puasa Selama sebulan dari tgl. 15 Nopember s.d. 15
Desember 2007.

Informasi Tambahan :

Judul filmnya bukan My Hope Indonesia, tetapi “SEBUAH PENANTIAN”.

Pelaksanaannya dikoordinasi oleh “MY HOPE INDONESIA”, sebuah organisasi yang
didukung oleh Billy Graham Ministry, dan pemutaran film ini akan
menggerakkan seluruh denominasi gereja di Indonesia.

Para pemain film ini antara lain Restu Sinaga, Nana Mirdad, Christine dan
Mario Lawalatta. Ditayangkan mulai pukul 16.30 - 17.30 TANPA IKLAN.

Mohon disebarkan ke seluruh kalangan Muslim, niscaya kita telah
menyelamatkan saudara2 dan keluarganya dari kesesatan misi2 musuh agama
Allah.

Wassalam

Aku tidak langsung ‘terbakar’ membaca berita yg aku dapatkan itu. Aku baca teliti, perhatikan sedikit demi sedikit, meski sempat aku sebarkan juga ke beberapa teman, namun aku beri tambahan [apakah hoax? kita tunggu tgl 15 des 2007]

Mengapa aku tidak langsung ‘ribut’ membaca berita seperti itu?
- Aku menduga sedang ada ‘trik’ untuk mengadu domba umat Islam dg umat Kristen. Terlebih lagi sekarang sedang masuk 2 hari raya besar yg diperingati 2 umat ini, yakni Idul Adha dan Natal.
Jika trik ini berhasil dan muncul kerusuhan, jelas menguntungkan pihak2 yg memang selalu ingin Indonesia dalam berada kondisi kacau balau.

- Mengutip ucapan gus Amal, sebenarnya jika dipikir secara logika, mungkin bisa dibilang impossible jika ada tayangan ‘drama’ yg bisa menghipnotis sekian banyak (juta?) orang yg menontonnya. Kecuali memang acara tersebut memang berisi kegiatan menghipnotis orang. ;-)

- Kalimat terakhir, yakni Sebarkan kesesama muslim. sebarkan k smua muslim yg ad dphnebook! akan terasa sekali nuansa hoaxnya.

Jadi, apa perlu kita ribut2?
Lebih baik kita urus kondisi sosial saudara2 kita yg butuh pertolongan, daripada membuang-buang pulsa untuk mengirim berita ‘tidak jelas’ seperti ini….kecuali anda memang punya fasilitas kirim sms gratis. :-)

28 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2007/12/13/acara-pemurtadan-di-tv/trackback/

  1. Iya, banyak yang lebih penting daripada ngurus yang begituan. Heran, kok itu saja diributin…

    Komentar oleh ahmad simanjuntak — December 13, 2007 @ 1:06 am

  2. sms berantai = memperkaya temasek!
    hahahahaa. hari gini masih ada yang kayak gitu!
    beberapa waktu lalu ada yang sms berantai pula yang ada ancamannya. rejeki vs musibah.
    hahahahaha!

    Komentar oleh sluman slumun slamet — December 13, 2007 @ 1:26 am

  3. jadi pengen nonton acara itu

    Komentar oleh aiii — December 13, 2007 @ 2:59 am

  4. Piuhh.. Aya2 wae, isu propaganda aja tuh mgkn mas, kt prlu waspada, tapi ga perlu parno2 amat lah..

    Komentar oleh yoyo — December 13, 2007 @ 8:22 pm

  5. Meski memang ada kesan ingin meng-adu domba.. tapi kita sebagai umat muslim harus juga berhati-hati, khawatir itu benar-benar terjadi. ya, kita tunggu saja kebenaran sms itu .., kalo mang bener ditayangkan dan benar adanya peng-hipnotisan-itu, kita tonton aja sambil bentengi diri, dan eit.., jangan ajak nonton ade, anak, dibawah umur. Oke.., bravo muslim se-dunia…!!!

    Komentar oleh Muhibbah — December 13, 2007 @ 9:30 pm

  6. Meski memang ada kesan ingin meng-adu domba.. tapi kita sebagai umat muslim harus juga berhati-hati, khawatir itu benar-benar terjadi. ya, kita tunggu saja kebenaran sms itu .., kalo mang bener ditayangkan dan benar adanya peng-hipnotisan-itu, kita tonton aja sambil bentengi diri, dan eit.., jangan ajak nonton ade, anak, dibawah umur. Oke.., bravo muslim se-dunia…!!!

    Komentar oleh Muhibbah -ocha- — December 13, 2007 @ 9:32 pm

  7. gue sih pengen nonton sehebat mana sih hipnotisnya.gue sih kaga percaya setan aja ga bisa ntentuh gue apalagi film gituan.itumah gosip biar itu film laku atau bikin sensasi.gue bener pengen nonton.hanya Allah yg gue percaya

    Komentar oleh lolon manson jibril — December 14, 2007 @ 9:38 am

  8. Sesungguhnya, kalaupun itu benar, mana mungkin mereka mampu menghipnotis seorang Muslim? Emangnya mereka(umat kristen) kira Allah akan mengabulkan doa puasa mereka untuk menyesatkan umat yamg Allah ridhai? Tidak, toh Agama disisi Allah hanya Islam.

    Komentar oleh ABDUS S. — December 14, 2007 @ 1:21 pm

  9. mana mungkin agama islam di sisi allah,orang islam itu sirik semua…baru ada acara gitu udah ribut semua.agama islam itu tidak bisa menghargai agama orang lain.klu ada acara keagamaan orang kristen nggak pernah komplain,

    Komentar oleh Ginting — December 14, 2007 @ 10:23 pm

  10. HAHAHAHA…Kebakaran jenggot ya?begitu aja panik, kalau emang iman u kuat semua & percaya pada kepercayaan masing2, and bisa artiin tuh yang namanya Al Quran, bukan bisa baca doang.. NO Problema!!!U orang mana semua sih?orang kampung apa?

    Komentar oleh aku — December 15, 2007 @ 5:10 am

  11. Sikap-sikap penulis yang memuat artikel, inilah yang harus dicontoh teman-teman muslim lainnya, Anda harus dewasa lah dalam Iman, bayangkan kaum minoritas juga mengharapkan apa yang sudah anda dapatkan selama bertahun-tahun,apa artinya beberapa jam dibandingkan seminggu penuh sinetron bernuansa keislaman, acara kaum minoritas digeser ketengah malam, inikah toleransi? ketika ada acara yang memuat tradisi betawi digereja, diprotes..disangka pemurtadan,tidak bisa membedakan mana busana adat dan busana keagamaan.dibilang pemurtadan, semakin pemikiran dan logika anda terkukung dalam keagamaan semakin sempit berpikiran anda terhadap sesama.jawaban tegas, tidak seiman ya ngapain nonton. toh itu acara teman Kristen, yang tidak setiap hari ditayangkan.
    Pertanyaan Pernahkah anda menjumpai tulisan/sub forum di website umat kristen dindonesia yang memberikan ruang Islamology menurut Kristen? tapi situs2 Anda yang memuat Kristology menurut Islam.Adapun universitas Kristen/Katolik yang memuat kurikulum Islamology hanya sebatas diruang lingkup perkuliahan, tidak dibawa keluar!

    Komentar oleh Suko — December 15, 2007 @ 5:42 am

  12. payah nih, umat beragama di indonesia….kaga fair dong…

    Film Islami di TV saja banyak, dan jelas-jelas ber-dakwah dan mempertontonkan orang solat, orang bertaubat dan orang menyebut nama Allah….

    belum lagi Budha Tsuci (DAAI TV)

    tapi giliran yang kristiani - eh, kita sudah ketakutan banget….

    PAYAH—PAYAH….
    makin dilarang, makin penasaran…

    Komentar oleh andrew — December 15, 2007 @ 8:06 am

  13. gitu ajah kok repot…
    kalu gag mw nonton yasud…
    namanya juga acara tv..
    terserah yang nonton mw nilai gimana…
    jangan maksain kehendak donk..
    dewsa dalam berpikir itu penting lho…
    klu iman situ kuat,,,,,yah gag bakal ngaruh kan….
    anda tahu mana yang terbaik….
    ada kompor panas tuh…
    ada kompor…
    ati2 bisa kebakar ndiri…

    Komentar oleh saia — December 15, 2007 @ 10:49 am

  14. tul jg hanya untuk memperkaya temasek aja. kalo terhipnotis berarti imannya belum kuat, NERAKA DAH MENUNGGU, gitu aja koq repot……

    Komentar oleh suwito abdullah — December 15, 2007 @ 11:49 am

  15. Menurut saya juga sama seperti diatas, kayaknya ada yang mau mengadu domba umat islam dan agama kristen , tetapi jika itu benar terjadi sebaiknya kita waspada, siapa tahu itu memang benar- benar terjadi dan bisa mempengaruhi umat islam, sebaiknya jika kita penasaran dan ingin menonton acara tersebut kita harus membaca bismillah dan dalam hati terus ingat akan ALLAH

    Komentar oleh Fitri Hardianti — December 15, 2007 @ 4:17 pm

  16. Inti permasalahan disini, adalah bagaimana anda menyikapi persamaan hak dan kewajiban sesama,bahwa minoritas harus juga mendapat porsi yang sama.kedua doktrin agama islam “Agama Islam adalah agama disamping Allah, diridhoi Allah” sudah membutakan umat-umat islam dimanapun terhadap Agama lain. yang merasa paling suci dari teman-teman agama yang lain.taukah Allah Maha Kudus, Maha Suci ? tidak senang dengan 1 dosa setitik pun. karena DIA KUDUS. umat Kristen percaya bahwa setiap manusia berdosa.. itu bedanya
    semua manusia berdosa..karena yang tidak berdosa hanya Allah karena Dia Kudus.Amal, Ibadah manusia tidak dapat menghapuskan dosa,
    Kita telah menyepelekan dan menyelewengkan makna dosa jauh dari pemaknaan Allah.
    Kita telah menciptakan sendiri definisi dan pembenaran kita. Dosa kita dangkalkan dengan sejenis kekeliruan, salah paham, dan ketidak-sengajaan. Itu adalah strategi setan yang berhasil diwujudkan dalam kehidupan kita.

    Dimana-mana orang gampang mencari alasan atas perbuatan jahatnya. Kesombongan diplintir maknanya menjadi “kebanggaan” atau “prestasi”. Pencurian didalihkan perbuatan keterpaksaan karena kekurangan dan kelaparan. Praktek korupsi dibenarkan karena merasa belum cukup/ merasa berjasa/ merasa berhak atas fasilitas yang dipegangnya “semua orang melakukannya, masak kita tidak?”. Pembohongan dianggap sebagai survival, menguntungkan, tak terelakkan, “apa boleh buat”. Pembunuhan didalihkan pembalasan/ mempertahankan diri, perlawanan terhadap penzaliman, menghancurkan kemaksiatan kafir, perjuangan suci, ticket masuk surga dll.

    Itu semua bukti pelecehan, pereduksian/ pendangkalan dan pemelintiran kita tentang dosa. Namun Allah sebaliknya dari kita! Ia amat serius terhadap sebutir dosa terkecilpun. IA MAHA KUDUS. Ia tidak main-main dengan istilah dan makna DOSA. Allah dalam takhta ke-Maha-Sucian-Nya tidak terdekati dengan secuil najispun. Ia menetapkan bahwa upah dosa adalah maut! 9Roma 6:23). Itulah harga dosa yang harus kita bayar. Tidak ada toleransi terkecilpun terhadap dosa, walau amat mengasihi makhluk ciptaanNya yang jatuh dalam dosa.

    Timbangan dosa semikron Vs Kesucian Absolut

    Terbiasa dengan ukuran-ukuran manusia dalam menimbang-nimbang manfaat dan mudarat serta pemberian nilai, porsi, dan bobot, lalu kita menyamakannya seolah-olah Allah juga melakukan penimbangan dan pencatatan yang mirip dalam timbangan Al-Hayat atas setiap perilaku manusia.
    Dan tatkala timbangannya menunjukkan 50.1% (porsi baik) lawan 49.9% (porsi jahat) untuk seseorang, maka orang tersebut “seolah pantas” dilayakkan memperoleh keselamatan. SALAH!

    Tuhan yang Maha Suci, Maha sempurna dan Absolut itu mustahil membenarkan 49,9% kejahatan, bahkan tidak seper-semikron sekalipun! Bukankah prestasi kebaikan-kebaikan kita yang segudang tidak membenarkan kita untuk melakukan satu perbuatan amoral?
    Dan prestasi “kesalehan” kita yang segunung pun tidak memberi kita hak untuk berbuat satu kemesuman yang tersembunyi? Dan secara analogi, bukankah sepiring makanan yang prosi atau kadar haramnya 1% dan halalnya 99%, tetap merupakan sepiring makanan yang haram 100%?

    Dihadapan Allah yang Maha-Suci dan Benar secara Absolut, maka setitik dosa adalah ibarat segunung raksasa kenajisan yang memisahkan diri Anda dari hadiratNya. Dihadapan Allah, dosa tidak pernah diperlakukan menurut “hukum-proporsi”, melainkan “hukum-esensi” : “Sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan” (1 Korintus 5:6).

    Dan Allah tidak akan pernah benar jikalau Ia tidak menghukum dosa Anda yang setitik itupun, apapun latar belakang Anda.

    Siapakah yang lebih taat dan saleh, Anda atau Adam?

    Kita menyadari bahwa dosa yang paling berbahaya adalah jikalau kita menggab diri kita sebagai orang yang baik dan saleh (lalu melabrak orang-orang yang dianggap “kalah saleh” atau membakar rumah yang dianggap maksiat). Kesalehan yang tidak saleh ini telah diperingatkan wanti-wanti dalam Alkitab ” ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya (Pengkotbah 7:15).

    Perhatikan, bahwa Allah melarang kita berdusta, congkak, bernafsu/rakus, berzinah, mencuri/korupsi, mementingkan diri sendiri, menghina, bertengkar, munafik, iri hati, marah/benci, dendam, kejam, memeras, memfitnah, memberontak, membunuh, tidak taat, tidak-setia, putus-asa, dll. Apakah kita mampu mengosongkan semua ini dari diri kita secara murni?

    Bukankah bahkan didalam setiap tindak-kebaikan kita, masih akan terselip kejahatan dan kesalahan? Misalnya, ketika memberi/ sedekah kita diam-diam mengharapi pujian; ketika bersembayang kita ngelantur (riya); ketika berkotbah kita tidak berperilaku seperti yang dikotbahkan, ketika menolong kita mengharapkan (bahkan menuntut) pamrih, dll. Singkatnya, ketika kita berbuat jahat maka betul kita berbuat jahat, namun tatkala kita berbuat baik-pun masih terselip perbuatan-perbuatan jahat. Maka adakah satu hari di dunia nyata ini dimana kita tidak menjadi orang berdosa dalam arti kata yang termurni?

    Allah amat serius terhadap dosa, menurunkan 2 hukum terhadap pelaku dosa :

    Pertama, “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23)
    Kedua, Hukum-esensi – bukan hukum-proporsi. Biarpun amal-ibadah diwujudkan miliaran kali, tetapi dengan menolak hukum Allah 1x saja maka Anda telah berdosa terhadap keseluruhan hukum Tuhan (Yakobus 2:10).

    Sekarang, kita perlu jujur menjawab : bagaimana tingkat ketaatan dan kesalehan kita terhadap hukum-Tuhan dibandingkan dengan yang ditujukan oleh Adam dan Hawa ketika mereka masih di Taman Eden?

    Ini perlu dibandingkan, karena Adam dan Hawa sesungguhnya telah menaati 100% setiap hari, setiap saat secara taat mutlak di Taman Eden, tetapi dengan 1 kali saja ia melanggar Hukum, maka sekaligus mereka terkutuk sebagai manusia yang binasa, dan harus dikeluarkan dari hadirat Allah yang Maha-Suci. Jikalau Adam-Hawa telah mendapat murka Allah karena 1 kali saja melanggarNya, maka seberapa besar murka Allah yang harus dikenakan kepada Anda dan saya yang telah melangar hukum-hukumNya setiap saat?

    Meski buku “Timbangan-Hayat” Adam di Taman Eden masih berneraca positif ketimbang negatifnya, namun Adam telah sekaligus “di-disqualified” dan menjadi najis dalam hadirat Allah yang kudus. Ketaatannya menuruti Hukum yang sudah dijalani bermasa-masa, tidak menolong apapun, sekali ia tidak setia! Jadi, jikalau segudang “pahala dan ibadah” yang tercemar setitik dosa ternyata tidak menolong seorang Adam, lalu apakah itu akan menolong seorang Anda atau seorang Saya?

    Iman Kristen mengakui ketiada-bedaan manusia menghadapi dosa. Kita adalah budak-dosa. Walau kita sesekali atau seringkali berbuat baik, toh hal-hal ini tidaklah memerdekakan diri kita dari budak dan kutukan maut dosa. Seorang budak bermeterai budak. Status ini tidak bisa dihapuskan dari dirinya sendiri, kecuali lewat penganugerahan majikannya.

    Dengan sebuah pelanggaran saja, kita akan dihakimi dan dihukum (Roma 5:16) terlepas dari seribu/ sejuta kali tidak melanggarnya. Ini berarti bahwa dosa kitalah yang akan meng-offset (menghapus) semua amal-pahala kita, dan bukan sebaliknya seperti yang dianggap banyak orang bahwa “amal-pahala” yang meng-offset dosa yang kita perbuat[i]”. Bila pahala sanggupmeng-offset dosa artinya tindakan insani manusia mampu mengubah posisi surgawi, maka sungguh Allah selalu ditempatkan dipihak yang “[i]berhutang budi” atas amal dan jasa manusia. Bahkan bisa-bisa Allah tidak diperlukan lagi sepanjang kita ber-amal jasa lebih banyak!

    Singkat kata, bila perbuatan-perbuatan amal-pahala daris eorang berdosa tidak dapat mengapuskan kutukan insani yaitu “susah-payah-sedih-sakit-mati badani”, lalu atas dasar apa maka perbuatan tersebut mampu meniadakan kutukan rohani, yaitu “kultur dosa, dan budak dosa dan KEMATIAN rohani” seseorang?!

    Tidak latar belakang keluarga Anda, pendidikan Anda, kekayaan Anda, pekerjaan Anda, perbuatan Anda, seluruh latar belakang dan reputasi Anda, yang bisa menghidupkan kematian Anda! Apa yang Anda punyai atau apa yang Anda perbuat, tidak menolong ancaman kematian jasmani, maka apagi kematian rohani!

    Itulah sebabnya walau agama menyerukan umatnya berbuat segala ibadah amal-jasa, tetapi dengan berbuat baik sekalipun, tidak akan mendapat kepastian untuk masuk Surga!

    Kita melakukan perbuatan-perbuatan baik, bukan untuk “membeli” keselamatan, melainkan justru sebagai buah keselamatan! Yaitu ujud bersyukur dan terima kasih kita kepada Sang Juruselamat, yang terlah mengkaruniai kita dengan keselamatan yang pasti, yang tidak bisa kita peroleh dari hasil usaha-diri! :

    Efesus 2:8-9
    2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
    2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

    2 Korintus 9:15
    Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

    itu intinya ajaran kristen yang mengatakan anda saya semua manusia berdosa,
    sudah beda bukan???
    yang satu mengajarkan merasa umatnya paling dekat Allah, diridhoi Allah, yang satu mengajarkan semua manusia berdosa.
    up to you lah.. tapi inilah yang menjadi kebutaan ketertutupan umat islam dimanapun terhadap Agama lain. semakin nyata tanda hitam dijidad semakin suci.semakin tertutup semakin suci…Allah tidak butuh itu bung. Rasa penyesalan bahwa saya telah berdosa dengan pikiran, perkataan dengan perbuatan dan kelalaian itu yang diharapkan Allah.

    Komentar oleh Sukro — December 15, 2007 @ 11:03 pm

  17. bung sukro yang saya hormati…………

    apa yang anda katakan tentang umat islam itu tidak betul. anda mengatakan sesuatu yang tidak anda pahami. cara berpikir umat islam itu sederhana saja, yaitu berusaha menerjemahkan apa yang telah difirmankan oleh zat yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya ini, yang tertulis dalam kitab suci Al Qur’an. kitab yang menyempurnakan kitab2 sebelumnya. kitab yang mengakui pada rasul sebelumnya.

    masalah pemahaman yang berbeda2 itu masalah lain, tergantung tingkat pengetahuan seseorang dalam memahami Al Qur’an.

    bicara tentang dosa, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berdosa kecuali rosul. yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap dan pandangan manusia setelah tau bahwa banyak dosa yang telah ia lakukan.

    Allah maha pengampun, ampunan Allah seluas langit dan bumi. selama manusia mau bertobat dan tidak menyekutukanNya, maka harapan untuk diampuni Allah sangat besar.

    seperti firman Allah dalam surat An Nisaa

    Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS An Nisaa:48)

    saya tidak mengajak anda untuk masuk islam, cuma saya hanya berusaha menyampaikan ayat dari Zat yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya ini.

    bagi orang yang mau berfikir dan menggunakan akal sehatnya, siapapun yang akan mencari kebenaran pasti akan kembali ke Islam.

    sangat sulit memang bagi orang untuk bisa memahami ayat2 Allah, jangankan orang non islam, orang islam sendiri banyak yang tidak mau memahami ayat2 Allah dalam Al Qur’an.

    hilangkan kotoran dalam hati anda supaya anda ngerti dan paham apa yang termaktub dalam ayat di bawah ini:

    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al Maa’idah:72)

    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS Al Maa’idah:73)

    Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan[433]. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS Al Maa’idah:73)

    semoga Allah memberi hidayah kepada anda dan keluarga anda. amin….

    abdullah…

    Komentar oleh abdullah — December 18, 2007 @ 4:04 pm

  18. hahahahahahah….kenapa jadi parno gitu?
    kl menurut gw sech tergantung seberapa besar dan kuatnya iman seseorang,
    buktinya banyak film yg bernafaskan religi islam, sinetron,dll di indonesia..orang kristen monggo2 aja tuch n always be a positive thinking selama isi dan misi moral yg terkandung didalam filmnya itu baik, knp gak? toh gw yakin orang indo yg lainnya gak sepicik itu menilai sebuah karya seni..okay!..

    Komentar oleh rathie — December 18, 2007 @ 4:19 pm

  19. to abdullah:
    ——————————————
    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al Maa’idah:72)
    ——————————————
    Kafir ya mas.. :P

    pernahkah anda menjumpai selain Islam menyebut pemeluk agama lain, kafir ?

    Komentar oleh Sukro — December 19, 2007 @ 1:47 am

  20. Itulah bedanya saya bilang, inti dari Topik yang dilemparkan adalah ketertutupan Islam terhadap pemeluk agama lain, sedangkan diKristen tidak pernah menyebut agama lain kafir karena Yesus mengajarkan hal seperti ini,

    Matius 4:21-22
    ————————————–
    21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
    22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
    ———————————-
    Disini Yesus mencanangkan revolusi moral-etika. Ketika Ia memurnikan moral sampai kepada sumbernya. BagiNya, dosa bukan dimulai dari perbuatan, tetapi dari wacana pikiran, perasaan dan kehendak. Kemarahan dan kebencian adalah akar dari pembunuhan. Bagi Yesus, bukan saja pembunuhan, namun bahkan akarnya – yaitu kemarahan dan kebencian dari dalam hati – itulah yang harus diusut, dan itu pulalah yang harus dibasmi dan dihukum. Yesus sama sekali tidak bertoleransi terhadap kejahatan pembunuhan, apapun alasannya, dan siapapun Allahnya yang diatas-namakan!.

    jelas beda bukan?

    yang satu mengajarkan Bunuh..bunuhlah Kafir,
    Yang satu mengajarkan kasihilah sesamamu manusia, walaupun itu musuhmu sendiri.

    anda pilih mana ajaran yang nomor 1 apa nomor 2?

    Komentar oleh Sukro — December 19, 2007 @ 2:46 am

  21. to abdullah:
    Trinitas tidak dimengerti oleh muhammad,dianggapnya Allah orang Kristen 3, bahasan ini bisa anda cari

    http://sukromenjawab.blogspot.org pada nomor ke 15

    selamat mempelajari,

    Komentar oleh Sukro — December 19, 2007 @ 3:03 am

  22. to: abdullah, apabila tidak bisa linknya anda bisa mencoba

    http://sukromenjawab.blogspot.com

    Komentar oleh Sukro — December 19, 2007 @ 3:07 am

  23. STOP INI KOMENTAR TERAKHIR
    TIDAK BOLEH ADA KOMENTAR LAGI

    hehehehehe

    Komentar oleh sluman slumun slamet — December 19, 2007 @ 3:52 am

  24. abdullah MATI KUTUUU!!!!

    Komentar oleh joe — December 22, 2007 @ 5:41 pm

  25. Ow…ada orang nasrani juga toh yang ikut komentar. Turunkan tuh tuhanmu dari salib, nggak kasihan apa biarin tuhannya disalib, aku yakin kalau diturunkan kau bakal diangkat jadi malaikat.

    Komentar oleh exblopz — January 16, 2008 @ 6:06 pm

  26. Sukro Vs. Abdullah, seru nih.
    Semuanya mempertahankan Tuhannya masing2.
    Terusin dunk.. kok nanggung amat, lagi seru2nya..

    Susah emang kalo debat make ayat sepotong2, bagusnya kalian berdua kalo mempelajari agama lain jangan separo2 gitu, pasti yg dicari yg jelek2na mulu. There’s a lot more out there… Coba aja Abdullah ngikut misa, dan Sukro ikut pesantren, biar sama2 tahu, trus kalo udah tahu, baru terusin berantemnya… hehehe…

    Atau mungkin, mempelajari agama sendiri aja belum kelar?
    Ah.. sudahlah..

    I’m sure Jesus & Muhammad are crying (or smiling) to see both of u fighting like boys with toys..

    peace bro.. lakum diinukum waliyadin..
    i’m just being open-minded regarding this.

    Komentar oleh iwan — January 18, 2008 @ 10:33 am

  27. kurasa semua orang boleh mempertahankan bahwa agamanya yg paling benar or gimana, karna dengan berbedanya agama yg dianut, tentu punya cara berpikir yg berbeda. tapi kita jg harus belajar menghargai pendapat orang lain.

    sebenarnya apakah tujuan kita beragama? semua orang beragama agar menjadi manusia yang lebih baik, bukan?

    bagiku kalo tidak suka sebuah acara, ya tinggal ganti channel aja. toh tidak rugi kan :D walau ditonton jg blom tentu bakalan ngerti, karna pemikirannya tidak sejalan.

    Komentar oleh run4w4y — January 22, 2008 @ 4:54 am

  28. insya Allah,islam tidak seperti yg saudara sukro (mhn maaf,kalo salah menyebutkan)paparkan. apabila menelusuri lebih jauh lagi, banyak org yg meragukan konsep trinitas itu sendiri, hal itu menyiratkan bahwasanya ada suatu ketidak-konsistenan dlm hal ini. Walaupun bnyk yg mncoba untuk meruntuhkan Islam, saya yakin (dan insya Allah org2 mukmin yg berpegang pd Al Qur’an juga meyakini)bahwa di penghujung Yaumul akhir kelak, umat islam dpt mlingkupi slrh dunia ini, karena fitrahnya setiap insan adl Islam, hanya saja lingkungannyalah yg membentuknya. Yakinilah, bahwa Allah tidak akan mengingkari firman-firmanNya sendiri. Dengan izin Allah Azza Wa Jalla, umat Islam akan segera bangkit. Allaaaaaahu Akbar!!!!

    Komentar oleh muslimah — February 16, 2008 @ 11:06 am

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham