Merayakan Lebaran Dengan Mabuk
Di Bandung dan Jakarta (dan barangkali di kota-kota lain), ada generasi muda yg mempunyai cara yg berbeda untuk merayakan Lebaran. Alih-alih (minimal) mempererat silaturahim atau dengan menggiatkan ibadah mereka (usai menjalani training selama sebulan penuh), mereka malah memilih minum minuman keras untuk merayakannya.
Alasan mereka mabuk, karena mereka menganggap Ramadhan sudah usai maka mereka ‘boleh’ mabuk.
Wah wah wah…pemahaman agama yg sangat keliru sekali, karena menganggap hanya di bulan Ramadhan saja tidak boleh berbuat kejahatan, sementara di bulan2 lain boleh (dan dianggap biasa).
Nampaknya sudah saatnya kita menjadi da’i untuk lingkungan sekitar kita. Tentu saja sesuai dengan kemampuan kita.

