Bacaan di Akhir Pekan - Jujur Itu Indah
*Diambil dari milis lain, diedit tulisannya (bukan kata/kalimat) agar sesuai EYD*
Semalem, nonton news dot com di Metrotv, mr guest-nya sungguh membuat haru. Mr Guest yang bernama Pak Waras (lebih tepatnya kayaknya disebut Mbah), dengan penampilan yg lugu dan super polos, didampingi istri dan seorang anaknya. Kenapa dia menjadi special guest star di acara tsb ? Karena dia ‘makhluk langka’ di jaman sekarang ini. Kalimat di atas bukan berkonotasi merendahkan tapi justru untuk menyanjung. Pokoknya two thumbs up deh.
Cerita berawal dari pembagian ganti rugi dari PT Lapindo untuk korban lumpurnya. Ganti rugi untuk keluarganya ditetapkan Rp 285 juta. Pembayaran pertama kan baru 20%. Uang yang semestinya diterima hanya Rp 56 juta. Namun apa yang terjadi? Rekeningnya membengkak 429 juta , dia bingung. Uang dari mana??? Nah, dia lalu melaporkan kepada pendampingnya, lalu sama pendampingnya diantarkan ke kantor Lapindo.
Dalam acara news dot com itu ditanya, alasan apa yang mendasari Bapak Waras mengembalikan uang ratusan juta itu?
Jawabnya dengan lugu dan dalam bahasa Jawa (karena dia tidak bisa bahasa Indonesia, si penanya juga pake dalam bahasa Jawa) :”Kulo wedi dosa pak, niku sanes hak kulo.” (baca:”Saya takut dosa pak, itu bukan hak saya”)
Ogh..begitu mulianya jawabannya, mestinya ini direkam dah diedarkan kepada para koruptor di negara kita ya. Pak Waras yang notabene bukan orang sekolahan, bukan pejabat yang mengemban amanah rakyat, tapi dia lebih punya hati nurani daripada para pejabat di negara kita, yang hobi menggembungkan rekening pribadinya dari uang yang bukan haknya. Sebagai tanda terima kasih pihak Lapindo memberi reward menginap di hotel berbintang, tapi lagi-lagi ditolak oleh Pak Waras. Dengan alasan apa coba ?
Dengan lugunya dia menjawab : “Kulo wedi kadhemen. Mangke yen ten mriko kulo ndak kemutan wedhus2 kulo” (baca:”Saya takut kedinginan, nanti kalau di sana saya teringat kambing-kambing saya”)
Ogh..nooo… . sungguh ironis dengan anggota wakil rakyat yang terhormat, plesir ke mancanegara dengan alasan kunjungan kerja, dengan berombongan, pikniknya lebih banyak drpda kunjungan kerja, nginep di hotel kelas atas di daerah kunjungan wisata. Dan itu pake uang rakyat kan?
Pak Waras, lemah teles, gusti Allah sing bales. nggih
Mungkin didunia ini imbalan untuk Pak Waras gak seberapa. “Hanya” rumah gratis 40/90 dari PT Lapindo atas kejujurannya itu. Tapi rumah akhirat jauh lebih besar dan mewah. Amiiiiiiiiiin.
“Apa yg ada di depanmu dan apa yang ada di belakangmu adalah perkara kecil di banding apa yang ada dalam dirimu.”
***saudara2ku, menjadi jujur ketika ‘ditimpa musibah’ dan dalam keadaan miskin, mungkin ‘hal yg biasa’. Tapi, apabila kita berada di posisi pak Waras, apakah kejujuran itu masih melekat di diri kita?? salut untuk pak Waras…pikiran anda sudah sesuai dengan nama anda.

