Tausyiah275

April 27, 2007

Taubatan Nasuha Itu HARUS!!

Istilah Taubatan Nasuha mungkin jarang kita dengar. Istilah yg lebih sering kita dengar dan lebih sering diutarakan, baik oleh para ustadz, ulama, ataupun di masyarakat adalah taubat atau tobat. Makna keduanya, sekilas sama, namun istilah taubatan nasuha merupakan istilah yg lebih ‘tepat’ dan akan dibahas di artikel ini.

Terma dari akar kata “t-w-b” dalam bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di pintu-Nya. Definisi ini diutarakan oleh Yusuf Qardhawi, salah seorang ulama besar asal Mesir.

Sementara istilah Taubatan Nasuha, berasal dari Al Qur’an, At Tahrim(66):8,“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.”

Pengertian murni dalam bertaubat adalah benar2 dilakukan karena ingin kembali ke jalan-Nya. Dia menyesali perbuatan buruknya di masa lalu serta berjanji untuk TIDAK MELAKUKANNYA/MENGULANGINYA di kemudian hari. Hasilnya adalah ALLOH SWT akan menghapus kesalahan2 yg pernah dilakukannya. Dalam satu referensi, aku dapatkan pernyataan dari Al Kulabi, yg menyatakan bahwa taubatan nasuha dilakukan dengan meminta ampunan dengan lidah, menyesal dengan hatinya, serta menjaga tubuhnya untuk tidak melakukannnya lagi.

Dengan demikian, taubat nasuha HARUSLAH HASIL KOORDINASI LIDAH, HATI DAN TUBUH. Bisa dikatakan, taubat nasuha MIRIP dengan iman, diyakini dg hati, diucapkan dg lisan, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Taubat nasuha merupakan solusi dari ALLOH SWT kepada hamba2Nya yg pernah berbuat kesalahan (dosa) dan kemudian menyadarinya, serta ingin kembali ke jalan yg benar. Hal ini dikarenakan tidak ada manusia yg tidak pernah berbuat kesalahan. Manusia bukanlah malaikat, yg selalu bersih, tanpa noda…karena setan, selaku musuh manusia, akan selalu menggoda manusia ke dalam perbuatan maksiat dan melanggar aturan ALLOH SWT, hingga akhir jaman.

Hinakah orang yg berbuat salah kemudian menyadari kesalahannya dan ingin kembali ke sisi ALLOH SWT? Sesungguhnya tidaklah hina orang yg bertaubat, karena ALLOH SWT sendiri menyukai orang2 yg bertaubat, sebagaimana tercantum di Al Baqarah(2):222,“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Hal ini wajar jika ALLOH SWT menyukai orang2 yg bertaubat, karena ALLOH SWT sendiri SUKA MENERIMA TOBAT, Al Baqarah(2):160,“kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Ada juga orang yg mengaku bertobat, tapi kembali berulangkali melakukan kesalahan yg sama. Aku jadi teringat ceramah Zainudin MZ, yg menyatakan orang yg demikian tobatnya adalah tobat sambal. Ngaku tobat (kapok) makan sambal, tapi di kesempatan lain akan mencoba lagi makan sambal…dan saat pedas dirasa, dia tobat lagi, tapi makan lagi sambal, demikian seterusnya…

Dengan demikian, taubat nasuha ialah taubat yang mengandungi ciri-ciri berikut:
1. Menyesal di atas dosa/maksiat yang dilakukan. Untuk dosa/perbuatan maksiat yg ‘biasa’, dilakukan dg memohon ampunan kepada ALLOH SWT. Sedangkan jika kesalahan dilakukan kepada sesama manusia, maka hendaklah dia meminta maaf kepadanya serta mengembalikan hak yg dia rampas (jika ada).
2. Berniat (dg sungguh2) tidak akan mengulanginya lagi.
3. Memohon taubat kepada ALLOH SWT.
4. ‘Menghapus’ kesalahan masa lalu dg banyak beramal soleh.

Mudah2an artikel ini berguna….

12 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2007/04/27/taubatan-nasuha-itu-harus/trackback/

  1. Alhamdulilah, terimakasih sudah mengingatkan kita semua tentang taubat yang sebenar-benarnya, insya Alloh semua ada hikmahnya, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang selalu menyeru kepada kebaikan.

    Komentar oleh budin — May 4, 2007 @ 7:46 pm

  2. Tobat itu harus! jangan insya alloh

    mas Sukro, anda kok kayanya makin ngawur…mungkin saya mesti ban anda…

    Doa tobat:
    ——————————————-
    Doa Tobat (1) [Ps no 25 hal 21]

    Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
    Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)

    ini ngutip dari Injil ya? buat apa sebar2 ayat anda di sini? anda tidak tahu etika rupanya ya?? ;-)

    Komentar oleh sukro — June 2, 2007 @ 2:27 am

  3. diambil dari Injil Lukas
    ————————-
    15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
    15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
    15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
    15:4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
    15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
    15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
    15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
    15:8 “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
    15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
    15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
    15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
    15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
    15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
    15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
    15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
    15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
    15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
    15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
    15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
    15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
    15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
    15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
    15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
    15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
    15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
    15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
    15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
    15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
    15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
    15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
    15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
    15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

    mas Sukro, terima kasih untuk tulisan (kopipes) ayat2 dari Injil…tapi, KAMI TIDAK BUTUH ITU… terima kasih…

    Komentar oleh sukro — June 2, 2007 @ 2:31 am

  4. Untuk mas sukro, ada pertanyaan untuk anda :”Mengapa kedatangan Yesus ke dunia dikatakan untuk MENEBUS dosa manusia, bukannya MENGHAPUS atau MENGAMPUNI, sedangkan ia diyakini sebagai Tuhan? Kepada siapakah “tebusan” itu diberikan? Setahu saya kalau ada istilah “menebus”, berarti ada pihak pemberi dan ada pihak penerima tebusan. Adakah “instansi” lain yg lebih tinggi dari Yesus untuk menerima tebusan itu? Bukankah ini menunjukkan bhw Yesus itu TIDAK MAHA KUASA? Thanx.

    Komentar oleh Atho — September 24, 2007 @ 9:11 am

  5. wah…untuk saudara sukro ini sudah kelewat batas lho. tapi buat kita yang muslim, mas sukro ini kita jadikan ujian kesabaran kita. janganlah kita naik pitam dengan komentar mas sukro. syetan memang senang mengadu domba. bersabar dan memohon perlindungan dari syetan yang berwujud manusia maupun yang tidak nampak oleh mata. Allahuakbar….

    Komentar oleh hadi — March 26, 2008 @ 2:19 pm

  6. Assalamualaikum..
    Maaf sbnrnya ini situs Muslim ato bukan sih?? Jujur bagi orng yg NON_MUSLIM DILARANG IKUT2AN NIMBRUNG DISITUS ORG MUSLIM KLO CUMA MAU MENGADU DOMBA& MENJELEK2KAN ISLAM

    Komentar oleh Amy — April 5, 2008 @ 2:59 pm

  7. tobat harussssssssssss…………………… wajibbbbbbbbbbbbbbbb………!!!!!!!!!!!
    setiap detik pasti kita selalu berbuat dosa, dari itu wajib tobat.key.:-)

    Komentar oleh shohib — May 6, 2008 @ 8:37 am

  8. mas sukro…………..klo ngomong yang betul aja,klo ngak ada yang penting lebih baik mas diam aja,diam itu lebih baik dari pada ngomong sembarangan…….tong kosong nyaring bunyinya.nah klo diamkan ngak ketahuan tu bodohnya….yang wajib tobat lebih dahulu adalah pemimpin negri ini, biar negeri ini lebih makmur, aman, tentram nan sejahtera, serta mendapat rahmat dari lillahi….

    Komentar oleh rifai — May 22, 2008 @ 3:03 pm

  9. bagaimana caranya aku aja kadang suka sekali buat dosa .cuma aku tuh paling gak tahan kalu liat paha dan kolor wanita/perempuan aku mau sekali menghilangkanya. tapi selalalu gak bisa .ya Allh apakah hatiku sudah di tutp hinga susah tuk merubahnya lagi wahai sobat bisakah kmu sekalian tolong aku aku mau curhat sama siapa lagi nih

    Komentar oleh iponrahmat — August 18, 2008 @ 1:48 pm

  10. saya berharap lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya akhirat

    dan perbanyaklah text2 yang mengandung makna kedekatn pad rabbny yaitu allah swt

    Komentar oleh usamah Robbani — September 17, 2008 @ 10:38 am

  11. sukro… lw kacang pa orang c!!!!!

    Komentar oleh nyunyun.. — September 21, 2008 @ 2:48 am

  12. seandainya manusia itu tobat, tetapi sholat shubuh sering ktinggalan, apakah bisa dikatakan toba??? trims

    Komentar oleh rizal — October 30, 2009 @ 1:29 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham