Rukun Iman
Rukun Iman adalah hal WAJIB yg mesti diimani/diyakini oleh seseorang yang mengaku beragama Islam. Tidak meyakini salah satu dari rukun iman ini, maka keimanan seorang muslim akan DIRAGUKAN. Kenapa diragukan? Karena ALLOH SWT sendiri sudah menyatakan,“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (An Nisa(4):136)
Lalu, apa saja rukun iman itu?
1. Iman kepada ALLOH SWT
Ini adalah hal mutlak. Jika hal ini tidak dipenuhi, jelas…dia tidak bisa dikatakan muslim, atau bahkan orang beragama. Tidak percaya adanya ALLOH SWT itu jelas…atheis. Sedangkan tidak mengakui ALLOH SWT sebagai satu-satunya Dzat/Pencipta itu adalah kafir (di samping banyak alasan lain untuk ‘menyatakan’ seseorang kafir).
Aku sendiri sudah menuliskan sifat-sifat ALLOH SWT, silakan dicari dan dibaca kembali.
2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya
ALLOH SWT mempunyai makhluk gaib yg senantiasa tunduk dan taat terhadap perintah-Nya. Merekalah para malaikat, yg menjadi perantara antara ALLOH SWT dan makhluk-makhluk-Nya. Para malaikat ini TIDAK PERNAH MEMBANGKANG satupun perintah ALLOH SWT.
3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya
ALLOH SWT mewahyukan ajaran-Nya melalui kitab-kitab-Nya. Diantara sekian banyak kitab yg (mungkin) diturunkan kepada utusan-utusan-Nya, Al Qur’an dan Nabi Muhammad SAW menjelaskan ada 4 kitab ‘utama’ yg disebutkan dan dinyatakan dg jelas, yakni:
- Nabi Musa as membawa TAURAT
- Nabi Daud as membawa ZABUR
- Nabi Isa as membawa INJIL
- Nabi Muhammad SAW membawa AL QUR’AN
4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya
Para Rasul merupakan utusan-Nya untuk menyampaikan wahyu-Nya. Aku pernah baca dalam sebuah literatur, namun maaf aku lupa di mana aku simpan literatur tersebut, disebutkan bahwa Rasul dan Nabi yg diutus ALLOH SWT jumlahnya ratusan ribu. Namun, yg disebut secara gamblang di Al Qur’an hanya sebanyak 25 orang.
Dengan demikian, MINIMAL kita mempercayai 25 Nabi dan Rasul tersebut.
Keberadaan Nabi dan Rasul tertuang di surat Saba(34):28,“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”
5. Iman kepada hari Akhir (Kiamat)
Kehidupan di dunia TIDAK KEKAL. Akan datang masanya, suatu saat kelak, hari yg dinamakan hari Akhir (hari Kiamat). Pada hari itu, semua makhluk (terutama manusia) akan diminta pertanggungjawabannya, atas apa2 yg dia lakukan selama hidup di dunia.
Hari Akhir ini, di banyak hadits, disebutkan sebagai hari ‘perpindahan’ menuju dunia akhirat. Kapan terjadinya kiamat, bisa dibaca di sini.
6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Qadha dan Qadar biasa disebut sebagai takdir dan nasib. Manusia mesti percaya bahwa saat dia dilahirkan di dunia, ALLOH SWT telah menetapkan jatah usia, rejeki, jodoh baginya. Namun, manusia TIDAK BOLEH BERDIAM DIRI begitu saja, dia MESTI BERUSAHA…karena ALLOH SWT sendiri menyatakan,“karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Al Anfaal(8):53) dan Ar Ra’du(13):11,“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

