Tausyiah275

February 25, 2007

Istri-istri Rasululloh SAW

Berawal dari komentar mas Ruly di sini, aku jadikan artikel saja…agar pengetahuan kita (terhadap Rasululloh SAW) lebih bertambah.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?

(sumber: anwary-islam.com)

61 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2007/02/25/istri-istri-rasululloh-saw/trackback/

  1. “…Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian,…”

    Ada satu kata yang tertinggal? ;-)

    Komentar oleh Joan — February 26, 2007 @ 6:59 pm

  2. - komentar dihapus, terkait tidak beretika dalam diskusi -

    di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!

    admin tausyiah275

    Komentar oleh Valentino — February 27, 2007 @ 6:22 pm

  3. Jika Ada pertanyaan Mau Kah punya Istri Lebih dari satu Ya Para pria tensu saja sangat setuju
    Tetapi Masalahnya sekarang di Indonesia sudah ada yang mengatur tentang permasalahan mengenai berpoligami yang dilarang dengan undang-undang!@

    Komentar oleh Mario — March 2, 2007 @ 8:58 am

  4. jika semua laki2 seperti rasulullah saw aku rela untuk di poligami tapi hanya rasul saja lah yang bisa berpoligami dan menurutku tidak ada lagi di dunia ini.

    Komentar oleh ulay — March 24, 2007 @ 3:27 pm

  5. umur berapa muhhammad menikahi aisha? 9 atau 11 tahun?

    Komentar oleh si bodoh — March 28, 2007 @ 12:58 am

  6. Buat para kaum lelaki jika kamu ingin poligami maka nikahilah para janda2 miskin yang butuh uluran tangan anda jangan kamu nikahi para “ABG” atau pun “JANDA KAYA” ok…

    Komentar oleh annissa — March 29, 2007 @ 11:01 am

  7. sangat bagus agar di kembangkan dakwah ini,di akses diberbagai media bisa dan menentramkan

    Komentar oleh bambang s — April 13, 2007 @ 10:28 am

  8. Dalam Berpoligami kita sebagai seorang pria harus punya trik khusus yaitu : semua istri kita diberi pegangan sendiri-sendiri antara lain rombong bakso, rombong soto, rombong nasi goreng, dibuatkan stan tambal ban, rombong rokok,dan lain-lain agar mereka berpenghasilan.

    Komentar oleh Imam — May 24, 2007 @ 5:39 pm

  9. [dihapus…dianggap melanggar etika berkomentar di blog ini..]

    Komentar oleh cha cha — June 5, 2007 @ 3:17 am

  10. Poligami yang dilakukan oleh Rasulullah adalah standar, jika ada yang mampu melakukan seperti Beliau Alhamdulillah, Sama dengan contoh shalat Beliau, apa ada yang sanggup melakukannya???? saya rasa tidak ada yang bisa. Shalat Beliau tidak seperti kita yang hanya berkisar 5 menit. Beliau bisa berjam-jam itupun baru satu rakaat. Begitu pula dengan Poligami, meski Beliau menikahi kebanyakan janda tua, bukan berarti kita yang umatnya tidak boleh berpoligami dengan gadis2 muda. mudah2n bermanfaat komentar saya.

    wassalam

    Komentar oleh aliy — June 21, 2007 @ 4:28 pm

  11. Ass..Ana Lu’lu’
    Semoga poligami Nabi yang begitu adil dan sempurna atas izin ALLAH dapat menjadi panutan bagi kaum adam yang semakin hobi akan poligami di zaman yang sudah kembali lagi menjadi zaman yang jahilliyah ini….dan semoga bagi kaum yang hobi poligami tersebut, tidak menjadikan pengalaman Nabi semata - mata sebagai alasan untuk menyalurkan hobinya…Afwan jika komen saya menyakiti beberapa pihak ( khususnya bagi pihak yg merasa red )

    Komentar oleh mufidah lu'lu'atul mabruroh — August 31, 2007 @ 9:27 am

  12. nabi muhamad menikah dengan banyak wanita pasti ada sebab dan tujuan yang penting untuk pengembangan islam serta contoh bagi umat untuk mengambil keputusan…
    yang jelas bukan berdasarkan “NAFSU”.. jadi jangan dikaitkan dengan umur atau yang lainnya…

    Komentar oleh o riz qhan — September 4, 2007 @ 4:16 pm

  13. Nabi Muhammad SAW adalah kekasih Allah dari golongan manusia, jadi apa yang dilakukan nabi muhammad maka manusia lainnya pun sanggup melakukannya. hanya saja pertanyyannya apakah ilmu manusia itu sudah sampai?????? ……..

    Komentar oleh ajigerok — September 13, 2007 @ 6:19 am

  14. di zaman sekarang orang yang boleh ber POLIGAMI diantaranya
    1.pejabat yg kaya
    2.pengusaha yg sukses
    3.ajengan/ KIAYI yang mempunyai santri banyak
    4.orang gila yang mesti masuk RS JIWA….
    maksud no 4 adalah bila bukan termasuk orang yang 1/2/3 ko’ poliami, berarti dia orang yg ke 4…..maap yach.. jgn tersinggung…karena poligami adalah hal yang sakral…tanggungan duniya akhirat……

    Komentar oleh FATUR — September 20, 2007 @ 8:26 am

  15. Kita tidak usah mempermasalahkan perihal istri2 Rasulullah SAW, karena dalam soal2 seperti ini beliaulah yang lebih tahu. Kita hanya mengenal Islam itu dari beliau. Jadi yang sudah diatur, itulah yang benar & baik.Wassalam.

    Komentar oleh RcA — September 27, 2007 @ 7:50 am

  16. Thanx berat atas artikelnya.
    Bisa nggak dibikin KRONOLOGIS, tahun berapa Rasululllah menikah dengan X, kemudian beberapa tahun kemudian, menikah dengan Y, dst. Setelah membaca ini, kok saya jadi yakin bahwa Rasulullah “tidak pernah melanggar” aturan beristeri lebih dari 4. Dalam satu waktu yang sama, sepertinya Rasulullah tidak pernah beristeri lebih dari 4 sesuai tuntunan Al Quran.
    Contohnya periode ketika Rasulullah bersama KHADIJAH yang satu-satunya isteri. Kemudian ZAINAB BINT KHUZAYMA yang cuman selama 3 bulan sebelum wafat. Saya pikir, banyak juga usia pernikahan Rasulullah yang singkat karena isterinya wafat terlebih dahulu. Artinya Rasulullah tidak pernah memiliki isteri lebih dari 4 pada suatu saat yang sama.
    Maaf kalau saya yang salah dan kurang berkenan.

    Komentar oleh Pal — October 24, 2007 @ 1:50 pm

  17. kox cuma itu saja sih?? ga ada yang lain ka???

    Komentar oleh rahasia — November 8, 2007 @ 5:30 am

  18. Mas, bisa diulas ga, wahyu yang didapat Rosul pada surat 33 ayat 37.

    Saya penasaran mas…

    Komentar oleh Nengah — November 29, 2007 @ 1:45 pm

  19. tidak ada yang salah dalam pengajaran muhammad,karena dia nabi pembawa sholawat.tapi kebenaran tentang Allah ada di dalam Yesus Kristus karena tidak dapat di pungkiri, 75 persen dalam Al-Quran menulis tentang Yesus,dan menyatakan Isa adlah jalan keselamatan dan firman yang hidup….Dijamin 100%

    Komentar oleh jo — November 29, 2007 @ 6:36 pm

  20. ini kisah SAFIYAH YANG SEBENARNYA

    Kisah Shafiyah yang Memilukan
    by Ali Sina
    Bukhari 7. 71.58

    Di kisah lain, kita baca bahwa “Setelah Muhammad menyerbu benteng2 pertahanan kota Kheibar dan masyarakat tak bersenjata disergap, prajurit2 Muslim membunuh banyak orang sampai mereka menyerah. Muhammad mengijinkan mereka meninggalkan tempat tinggalnya, tapi mereka harus menyerahkan harta benda mereka kepada penakluk. Dengan beberapa orang, datanglah ke muka Kinana, ketua kaum Yahudi di Kheibar dan keponakannya.

    Muhammad menuduh mereka berdua melanggar persetujuan, dengan menyembunyikan harta, terutama kekayaan Bani Nadhir, yang dimiliki Kinana sebagai bagian perkawinan dengan istrinya, Safiyah yang adalah anak ketua suku Nadhir. “Di mana bejana2 emas,” tanya Nabi, “yang kau gunakan untuk dipinjamkan pada orang2 Mekah?” Mereka protes dan berkata mereka tidak punya itu lagi. “jika kau menyembunyikan apapun dariku, “ lanjut Muhammad, “dan aku mengetahui akan itu, maka nyawamu dan nyawa keluargamu akan kucabut.” Mereka berkata biarlah begitu. Seorang pengkhianat Yahudi membocorkan rahasia pada Muhammad tentang tempat di mana sebagian harta mereka disimpan. Dia pergi dan mendapatkannya. Setelah usaha penyembunyian harta ini diketahui, Kinana disiksa secara kejam, — “api diletakkan di atas dadanya sampai dia hampir putus nafas, “ – dengan harapan dia mengatakan di mana sisa hartanya disembunyikan. Muhammad lalu memberi perintah, dan kepala dua kepala suku Yahudi dipancung.” [Tabari]

    Dikisahkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    Anas berkata, ‘Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

    Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi. (Sahih Bukhari 1.367)

    Dari Hadis di atas kita mengetahui bahwa penyerangan terhadap Khaibar merupakan serangan mendadak. Orang2 kota tidak diperingatkan lebih dahulu dan mereka tidak siap menghadapi serangan ini. Ini memang kebiasaan sang Nabi untuk tidak membiarkan korbannya membela diri. Dia akan menyerang mereka tidak dengan cara ksatria dan tanpa peringatan. Pada kenyataannya nama Quzvah berarti “serangan mendadak”. Khaibar tidak melanggar perjanjian apapun dengan Nabi, dan tidak ada tanda2 apapun bahwa mereka membahayakan kedudukan orang2 Muslim. Satu2nya alasan sang Nabi menyerang kota ini, membunuh siapa saja yang berdiri di jalannya dan merampas wanita yang tercantik sebagai budak pemuas seks-nya adalah karena dia menginginkan kekayaan masyarakat kota ini.
    Sang Nabi menyerang Kheibar, memperbudak Safiyah dan memperkosanya di hari yang sama dia membunuh suami, ayah, dan saudara2 Safiyah. Beginikah seharusnya tingkah laku seorang utusan Tuhan?
    Safiyah adalah anak kepala suku orang Yahudi yang dikenal sebagai Bani Nadir. Nama ayahnya adalah Huyah ibn Akhtab. Bani Nadir diusir paksa oleh sang Nabi untuk meninggalkan tanah Arab. Sisa Bani Nadir dan keluarga Huyah ibn Akhtab melarikan diri ke tempat Bani Qurayza. Tapi Muhammad bersama tentaranya datang pula ke sana dan menyerang mereka semua.

    Ayah Safiyah, Huyah ibn Akhtab, dipancung kepalanya karena menolak masuk Islam. Suami Safiyah pun dipancung. Pada hari itu sekitar 600-900 orang Yahudi dipancung kepalanya oleh Muhammad and the gang.

    Sewaktu Muhammad melihat Safiyah yang cantik luar biasa, dia pun mengambilnya untuk melayani nafsu berahinya malam itu juga.
    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

    “budak” tawanan wanita dibagi2 kepada masing2 anggota geng muhammad, namun karena Safiyah yang tercantik dan seorang anak kepala suku, maka ia dibawa kehadapan Muhammad sebagai kepala geng. Ketua Geng yang kemudian birahi melihat kecantikan Safiyah, kemudian memutuskan untuk menambah koleksi “petutup sarung”-nya, dinikahi tanpa mahar, dan Safiyah digauli malam itu juga. Malam dimana anggota sukunya, keluarga, dan suaminya baru saja terbunuh oleh pasukan muslim Muhammad.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata” dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar” ketika nabi menikahinya. Di perjalanan Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

    Kisah yang membuat kita miris mendengarnya pada jaman sekarang, namun lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima 2 imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat menikahi gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

    Dalam salah satu topik tanya jawab :
    Filsufsufi (ini nick name) dan Adheel (ini nick name) BAHU MEMBAHU untuk MEMBENARKAN pernikahan Nabi dan Safiyah . padahal SUAMI safiyah baru saja DIBUNUH di KAMPUNGNYA atas perintah NABI(Ingat bukan mati dalam PERTEMPURAN!!.tapi PENYERANGAN mendadak ke KAMPUNG tsb)

    nah…ke dua muslim tsb BERSIKUKUH utk mengatakan..bahwa safiyah itu memang akan DINIKAHIN rasul.berdasarkan bukti berikut :

    adheel menulis:
    Kamu tahu setelah pernikahan Beliau dengan Syafiah, beliau melihat tanda bekas Tamparan di pipi Syafiah dan beliau bertanya :”Apa ini”..?
    Syafiah menceritakan bahwa dia bermimpi bahwa rembulan telah jatuh di kamarnya, dan kemudian Suaminya menampar pipinya… (mengisyaratkan mimpi bahwa ia akan menikah dengan beliau)
    FILSUF sufi menulis :
    Mengenai perkawinan Nabi saw dengan Syafiah; hukum yang berlaku pada masa perang adalah siapa yang kalah dalam berperang maka perempuan dan lelaki menjadi tawanan pihak yang menang, sehingga boleh jadi wanita Syafiah ingin dinikahkan oleh orang2 muslim secara baik2, namun waktu itu para sahabat tidak berani dan merasa tidak pantas untuk menikahkan wanita yang berparas sangat cantiq jelita itu, dan memang sudah menjadi takdir, bahwa sebelum terjadi perang dengan kaum Muslimin, Syafiah bermimpi ‘tertimpa bulan’, setelah diceritakan pada suaminya mimpi itu, ia langsung mendapat tamparan, karena ta’wil yang dipercaya oleh suaminya sendiri “kalau begitu engkau akan menikah dengan Muhammad itu”. Pernikahan Nabi saw dan Syafiah sudah mengikuti rukun2 dan syarat2 dari undang2 yang berlaku pada waktu itu.

    Sepintas mungkin ke 2 aLasan2 itu kayaknya MASUK AKAL.tp mari kita baca dulu bagaimana MUHAMMAD menyuruh utk MENYIKSA dan MEMENGGAL kepala dari suami SAIFYAH ini

    mari kita baca dari SIRAH NABAWIYAH ibnu HISYAM
    SIRAH TERTUA islam,yaitu SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ,

    inilah cerita ttg PEMBANTAIAN suami sAFIYAH tsb

    PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN KINANAH BIN AR_RABIAH

    Perihal Kinanah bin Ar-Rabi’ah dan Kematiannya

    Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian re-runtuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

    SAFIYAH

    Safiyah Bint Huyeiy Ibn Akhtab adalah wanita Yahudi berumur 17 tahun ketika pasukan Muslim menyerang Khaibar dan membawanya pada nabi sebagai bagiannya dalam harta rampasan. Kisah ini termuat dalam buku TABAQAT dan terdapat juga dalam situs Islam yang terpercaya.
    http://www.prophetmuhammed.org/
    (ketika penulisan ini dibuat banyak situs Islam memuat kisah ini, namun sekarang sudah tidak lagi, walaupun demikian kisah ini cukup mudah dicari dalam hadis).

    “Safiyah lahir di Medinah, dibesarkan oleh suku Yahudi Banu ‘I-Nadir. Ketika sukunya terusir dari Medinah, A.H. Huyaiy adalah salah seorang yang tinggal bersama-sama di Khaibar dengan Kinana ibn al-Rabi’, pria yang menikahi Safiyah tak lama sebelum Muslim menyerang perkampungan baru tersebut. Ia berumur 17 tahun. Ia sebelumnya adalah istri dari Sallam ibn Mishkam, yang menceraikannya (???). Satu mil jauhnya dari Khaibar, sang nabi menikahi Safiyah. Ia dipersiapkan dan didandani oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas ibn Malik. Disana mereka berdua bermalam.

    Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda sang nabi semalaman dan ketika fajar, nabi melihatnya terus berjaga-jaga. Nabi bertanya alasanya dan ia menjawab, ”Saya khawatir tentang wanita ini denganmu. Anda telah membunuh suami, ayah dan banyak kerabatnya dan sampai saat ini ia masih kafir. Saya sangat menghawatirkan pembalasan darinya.”

    Safiyah dikatakan meminta agar nabi menunggu untuk menikahinya di lokasi yang lebih jauh dari Khaibar dengan alasan masih banyak Yahudi yang berkeliaran di sekitarnya. Alasan sebenarnya Safiyah menolak
    sangat jelas. Ia memilih untuk berduka daripada harus naik ranjang pada hari yang sama suami, ayah, dan keluarganya terbunuh oleh orang yang
    ingin menyetubuhinya. Sikap nabi Allah, yang berumur 57 tahun ini, yang tak dapat menahan birahi untuk satu hari saja dan mengijinkan gadis muda ini berkabung, menunjukkan cara berpikir dan derajad moralnya.

    Sejarawan muslim pun mencatat bahwa perkawinan terjadi satu hari setelah Muhamad menyetubuhinya. Ini bukanlah masalah untuk nabi karena Allah telah mengeluarkan ayat yang memperbolehkan hubungan seksual dengan para budak tanpa perkawinan, meskipun mereka telah menikah. “dan semua wanita yang telah menikah (terlarang untukmu) kecuali (hamba sahaya/babu/budak) yang kamu miliki…(Q. 4:24)

    Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi tidak mengganggap bahwa budak mempunyai hak apapun. Anda bisa saja wanita yang telah menikah dan berbahagia, namun jika Muhamad dan para pengikutnya menyerang kotamu, kamu akan kehilangan semua hak yang kamu punya dan sementara suamimu dibunuh atau diperbudak, Anda dapat diberikan pada seorang Mujahidin Muslim yang memperkosamu dengan bebas dengan ridho Allah.

    Mari kita lanjutkan kisah Safiyah.

    Ketika ia dibawa bersama tawanan lainnya, Nabi berkata,”Safiyah, ayahmu selalu memusuhiku, sampai akhirnya Allah sendiri yang menghukumnya.” Dan Safiyah berkata, “Bukankah Allah tidak akan menghukum seseorang karena kesalahan orang lain?”
    “Yakni, bahwa tidak ada pendosa yang dapat dibebani oleh beban dosa pendosa lainnya” Q. 53:38

    Ini tentu saja bertolak belakang dengan perbuatan Muhamad yang menumpas seluruh Bani Qainuqa dengan dalih mereka membunuh seorang muslim. Dan bukannya Allah yang membunuh ayah Safiyah, melainkan pengikut Muhamad. Hitler saja tidak pernah mengklaim bahwa Tuhanlah yang membantai kaum Yahudi dalam PD II.

    “Nabi kemudian memberikannya pilihan : bergabung dng sukunya setelah bebas ATAU menerima Islam dan mengadakan hubungan perkawinan dgn nabi.” (Tabaqat)

    Kami harus ingat bahwa Muhamad membantai kebanyakan sukunya dan mengusir sisanya yg masih hidup (mungkin karena mereka wanita peot2). Jadi Safiyah tidak punya banyak ‘plilihan’.

    “Ketika Safiyah menikah, ia sangat muda, hampir 17 tahun, sangat cantik. Bukan hanya ia sangat mencintai Muhammad (???) iapun sangat menghormati kenabiannya karena sebelum menikah, ia telah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya tentang Muhamad ketika ia baru saja mengungsi ke Medinah. Salah seorang berkata, ”Bagaimana pendapatmu tentang dia?”, jawabnya,”Ia adalah benar nabi yang telah diramalkan oleh kitab kita”, lalu yang lain berkata, ”Lalu apa yang harus dilakukan?” jawabannya adalah mereka harus menentangnya sekuat tenaga. ” (Tabaqat)

    (Masuk akalkah cerita ini? Bagaimana mungkin dua orang Yahudi yang mengenali Muhamad sebagai orang yang diramalkan dalam kitab mereka (TAURAT) dan kemudian memutuskan untuk MENENTANGNYA ? LOGISKAH INI ? Bukan hanya itu, dimanakah dalam Taurat disebut tentang Muhamad ? Bagaimanakah caranya paman dan ayah Safiyah dengan mudah menemukan ramalan tersebut dalam kitab mereka sedangkan selama 1400 tahun kaum terpelajar muslim tak mampu menemukannya?)

    “Safiyah kemudian sadar akan kebenaran nabi. Dengan suka rela ia merawat, menyediakan kebutuhan dan menyenangkan nabi dengan berbagai cara. Hal ini jelas terlihat pada saat kedatangannya kehadapan nabi saat jatuhnya Khaibar.” (Tabaqat)

    Anda tidak melihat pernyataan2 bertentangan sang penulis muslim ? Tadinya ia mengatakan bahwa Safiyah ditawan dan diserahkan pada Muhamad sebagai tawanan. Itu berarti Safiyah tidak datang dengan suka-rela, namun ia dibawa ke hadapan sang nabi karena dia masih muda dan tercantik diantara tawanan lainnya.

    Bukhari juga mencatat pertemuan Muhamad dengan Safiyah dan pertempuran Khaibar dalam hadis.

    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

    Kemudian Dihya datang menghadap nabi dan berkata,” Oh Nabi Allah! Berikan aku seorang budak perempuan dari para tawanan.” Nabi berkata, “Pergilah dan ambil budak perempuan yang mana saja.” Ia lalu mengambil Safiya bint Huyai. Namun seorang pria datang pada nabi dan berkata,” Oh nabi Allah, kau memberi Safiya bint Huyai pada Dihya, sedangkan ia adalah istri pemimpin suku Quraiza dan An-Nadir, ia seharusnya adalah milikmu.” Maka nabi berkata, “Bawa dia bersamanya.” Maka Dihya pun datang bersama Safiya, dan nabi berkata, “Carilah budak perempuan lain dari antara para tawanan.” Kemudian nabi mengambil dan mengawini dia.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “Apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata “dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar ketika nabi menikahinya. Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

    Mahar adalah uang yang diterima pengantin wanita dari pengantin pria saat pernikahan. Muhamad tidak membayar mahar karena ia harus membayarnya pada dirinya sendiri karena menikahi seorang budak. Tentu ironinya adalah ia tidak membeli Safiyah, namun memang memperbudaknya dengan cara menyerbu kota kediamannya. Kisah ini sangat signifikan dalam menilai moral dan etika dari seorag abi Tuhan.

    Dan … ceritanya belon selesai … lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima dua imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat ‘menikahi’ gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

    KESIMPULAN

    … Inti permasalahan yang anda lewati adalah bahwa Muhamad mengklaim diri sebagai nabi Tuhan untuk segala zaman dan semua bangsa. Ia memperkenalkan diri sebagai Nabi Terakhir dan Yang Terbaik dari Semuanya. Ia bersikeras bahwa ia mempunyai ”moral yang maha mulia” 68:4, dan ia adalah, “contoh yang harus diikuti” 33:21, ”Maha pengampun semua mahkluk” 21:107 dan ”Nabi yang paling terhormat” 81.19.

    Namun berdasarkan apa yang telah kita telusuri, ternyata tidak begitu adanya.

    Apakah contoh yang diberikan Muhamad dalam kisah Juwairiyah, Safiyah, dan Aisyah sepatutnya diikuti oleh para muslim?

    Jika ada menyetujuinya maka para muslim seharusnya menyerang rumah-rumah non-muslim, membunuh mereka dan memperkosa istri2 mereka. Jika anda berkata TIDAK dan tindakan Muhamad pada jaman tersebut tidak dapat diterapkan pada peradaban sekarang, maka semua ayat yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti contoh Muhammad menjadi tidak berarti.

    Yang menjadi masalah adalah bahwa orang2 muslim tidak konsisten. Apakah kita harus mengikuti contohnya apa tidak? Apakah ia memberi contoh yang baik untuk kemanusiaan untuk diikuti atau tidak?

    Muhamad bukan hanya figur sejarah. Sebelum menjadi Presiden USA, George Washington mungkin meniduri budaknya (dgn alasan bukan penyebaran agama dan tidak mengaku sebagai utusan Tuhan). Pada jaman tersebut mungkin tindakan itu dianggap biasa, namun tidak ada orang yang mengatakan bahwa tindakannya merupakan contoh yang harus diikuti UNTUK SEGALA JAMAN DAN UNTUK SEMUA BANGSA !

    Berikut ini kisah Shafiya yang telah dimanipulasi untuk menutupi kebejatan Muhammad.
    Biar bagaimana pun juga cerita oleh Profesor Hasan Qaribullah ini sama sekali tidak bisa dipandang sahih karena tidak berdasarkan Hadist dan Alquran.
    Lady Safiyah, Daughter of Huyay
    By: Grand Shaykh, Professor Hasan Qaribullah
    Dean of Umm Durman Islamic University and Sammania Grand Shaykh

    Safiyah was the daughter of Huyay from the Jewish tribe of Nadir. She was quite unlike her father and since early childhood had grown in piety and become an upright young lady in search of the truth. During her childhood she had heard stories about the expected coming of a new prophet and learned that the reason why her ancestors had settled in Yathrib, as Medina was then called, was because the prophecies foretold he would appear in that vicinity and each tribe hoped the honor would belong to their own tribe. Safiyah remembered well the days, when she, as a young girl, had heard from traders returning from Mecca of a man claiming to be a prophet and that he denounced idol worship and preached the Oneness of Allah. She also remembered how it had caused such an upheaval in her community as the Prophet (sa) was an Arab, a descendant of Ishmael rather than a Jew descended from Isaac.

    She also remembered how, at the age of ten, she had seen both her father and uncle journey from Medina to prove to themselves that the rumors where unfounded. Both of them knew the characteristics of the expected prophet as well as the signs to look for as they had been recorded in their scriptures and that his expected arrival was a constant topic for discussion amongst the Jews. Upon their return Safiyah had been unable to comprehend their reaction and even more so their state of depression. In the purity of her heart, she had expected them either to return with the news that he either fulfilled or did not fulfill the conditions in the scriptures, but they were silent and their silence puzzled her.

    Shortly before the Prophet (sa) had set out for Khybar. Huyay had married the now seventeen-year old Safiyah to Kinanah. To the onlooker it may have appeared that the marriage was all a young girl could ever hope for on account of Kinanah’s wealth and standing. However, she was a reluctant bride and far from happy. One night Safiyah had a vision in which she saw the moon suspended over a city, which she knew to be Medina. In her vision she saw the moon drift towards Khybar and when it reached the city it had come to rest in her lap. Innocently, Safiyah told Kinanah of her vision whereupon, in an uncontrollable burst of anger, Kinanah struck her violently upon her face saying, “This can mean but one thing, you desire Muhammad the King of Hijaz!” When Safiyah was brought before the Prophet (sa) he noticed her badly bruised face and asked her about it whereupon Safiyah told him of her vision and how after she had related it to her husband he had struck her. When the spoils of war were being divided, Safiyah had been given to a man from the tribe of Kalb by the name if Dihyah. When the Prophet (sa) learned of her vision he asked him to release her to him and take her cousin instead. Dihyah agreed and the Prophet (sa) offered her, her freedom telling her that if she wished she may remain as a Jewess or embrace Islam. Without hesitation, Safiyah replied, “I choose Allah and His Messenger (sa).” And so when the time came for the Muslims to leave Khybar, Safiyah left with the ladies. Soon thereafter the Prophet (sa) asked Lady Safiyah to marry him and she welcomed the proposal and the two were married.

    Komentar oleh JONTOR — December 3, 2007 @ 10:55 am

  21. “Apapun yang dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, sunah ditiru, jangan salah mengartikan apapun yang dilakukan oleh beliau, karena beliau adalah kekasih Allah yang selalu di Ridhoi-Nya.

    Komentar oleh Fajar Andrianto Wibowo — April 3, 2008 @ 3:45 pm

  22. Untuk @Jontor, pemaparan anda tentang kisah Safiyah sangatlah tidak relevan, saya undang anda untuk berdiskusi dalam Forum Mailing List www.myquran.org sub Forum Islam dan Agama Lain, dengan topik yang sama tentang istri - istri Rasulullah SAW. saya menunggu anda. Username saya Luthifah Azzahra

    Komentar oleh luthifah — May 8, 2008 @ 10:34 am

  23. Untuk @jontor, loe mau nulis komentar.. apa mau nulis buku…
    kalau mau nulis buku bukan disini tempatnya…
    Buat blog sendiri sono….
    Panjang bener komentarnya….ngga kuku deh…

    thank u

    Komentar oleh agus — May 12, 2008 @ 10:57 am

  24. tambahan-tambahan…Untuk@jontor…
    Agama loe apa seh….
    Kalau agamamu islam…nga masuk diakal deh…
    “agamamu adalah hidupmu”…..

    Pelajari lagi isi dari Al-Qur’an dengan benar jangan sambil ngelamun to @jontor…

    thank u

    Komentar oleh agus — May 12, 2008 @ 11:02 am

  25. Assalamu’alaikum ….

    Astaghfirullah al-’adzim,,,

    bwat JONTOR…
    Apa kmu seorang muslim?
    kl iya, jujur aku sangat sedih dgn yg kmu lakuin…
    Apa kmu udah gila,,,

    Tp kl kmu non muslim,,,
    Apa maksud kamu?
    Jgn jdi pengecut, jgn menyebar fitnah..
    Bagiku Agamaku, dan bagimu Agamu,,

    Wallahu A’lam,,
    Cerita itu benar atau salah…
    Tapi bagi saya dan umat muslim lainya,,,
    kami percaya Baginda Rasulullah Saw TIDAK SEPERTI itu,,

    Apa kmu bisa mempertanggung jawabkan semuanya di hari nanti??

    Smoga Allah mengapuni dosa2 kita semua…
    Amin ya Rabb,,,

    Komentar oleh Org yg byk dosa — August 27, 2008 @ 5:35 pm

  26. buat @jontor…gile Lo yach…udah komentarnya panjangGG kayak rel kereta,mending komentarnya masuk akal dan benar..komentar yang ngawur bin sableng tuh (kelihatan ilmu Lo rendah)…dan yang paling bikin emosi lo menghina dan merendahkan Rasulullah ITU YANG GAK BISA GUE TERIMA…semoga Lo kena balasan yang setimpal dan azab burukkkkkkkkk menghampirimu..

    Komentar oleh ika — September 2, 2008 @ 12:00 pm

  27. ada orang kebakaran jenggot (apa punya jenggot ya?)

    Komentar oleh mahmud — September 10, 2008 @ 11:27 am

  28. kok bisa ya istrinya sebanyak itu????
    jaman dulu tuh aneh aneh
    kalo sekarang ya mestinya klepek-klepek

    Komentar oleh Kantata — September 14, 2008 @ 12:52 am

  29. poligami boleh dengan sarat harus adil terhadap istri2nya

    Komentar oleh abdillah — September 24, 2008 @ 11:39 am

  30. sebaikmya setelah istri kita sudah meninggal barulah menikah lagi,karena jika berpoligami maka harus bisa adil-seadil-adilnya.tetapi sangatlah sulit.hanya memiliki 1 istri saja terkadang belum merasa adil…apalagi lebih dari 1.dan memiliki istri lbh dari 1 juga terkadang menimbulkan masalah2 pada keturunan kita,misal iri karna pembagian harta yg banyak krn punya banyak istri.kesimpulan saya sebaiknya suami tidak punya istri lbh dr 1/jika mau berpoligami harus mendpt izin dulu dari istri 1/menunggu istri 1meninggal dulu…..

    Komentar oleh wila — October 10, 2008 @ 11:36 am

  31. he…he.. ternyata ada yang kasih contoh..

    Komentar oleh joyo — November 2, 2008 @ 11:20 pm

  32. Untuk yang punya blog,
    tolong diskusi mengenai hal ini ditutup karena sangat berpotensi adanya penghinaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istri beliau.
    Karena penghinaan terhadap Rasulullah adalah masalah yang sangat besar, dan janganlah antum memfasilitasi terjadinya hal itu.
    Terima kasih

    Komentar oleh Abdullah — November 7, 2008 @ 3:32 pm

  33. Yang punya blog ini si JONTOR y, kok seenak udelnya aja berkomentar, trus nggak dihapus dan kayak nyambung dgn tulisan awal, yang janji kisah safiyah akan dibahas lain kali. Terserah y…yang jelas aku cinta dan sayang dengan Rasulullah,

    Komentar oleh bu mi — November 14, 2008 @ 9:42 pm

  34. ceritanya sangat bagus

    Komentar oleh supi hidayati — November 25, 2008 @ 6:58 pm

  35. menghapus kenyataan, dan fanatik buta.. adalah kebodohann terbesar…

    kali aku islam hal yang paling menyenangkan adalah POLYGAMI…
    kalau ada ibu yang rela menyerahkan anak 9 tahun untuk berbagi ranjang … maka ini sunatulloh….
    just thinking

    Komentar oleh sabar — December 16, 2008 @ 6:38 am

  36. Poligami itu sunnah.. Berpahala bagi orang yang sanggup menjalaninya dengan benar.. Bukan cuma sekedar muasin hawa nafsu semata.. Inget tujuan nikah adalah ibadah.. Kalo gue kalaupun ada kesempatan poligami.. gue mikir 1000 kali.. karena jadi Imam buat diri gue sendiri aja belum bener, mungkin punya seorang istri aja gue belum tentu bisa menjadi imam yang baik.. apalagi lebih.. Buat yang doyan poligami.. jangan samakan kedudukan iman kita dengan Rasulullah.. jauh banget..

    Nanggepin tulisan Jo yang bilang kebenaran ada bersama Yesus karena 75% Quran bercerita tentang Yesus.. Lo nulis sesuatu yang ga berdasar dan bohong.. mana ada nama Yesus didalam aL-Quran?? Jangan Ngaco.. Baca Quran buatan sendiri yah lo??

    Menanggapi tulisan Jontor.. Inilah akibatnya kalau umat islam terlalu sibuk dengan duniawi dan jauh dari Quran dan Hadis.. Untuk itu jadikan dia sebuah pelajaran supaya lebih perduli sama agama kita ( Islam )dan mencari tahu kebenarannya.. Semoga kita semua bisa mencapai Ma’rifatullah.. Amien..

    Komentar oleh iLo Sanre — January 2, 2009 @ 2:17 am

  37. aku setuju aza karna sahwat terjadi kepada lelaki dan apabila sahwad tak dipenuhi maka akan menuju hal yang tak diingin kan

    Komentar oleh enggal — January 12, 2009 @ 9:52 pm

  38. begina ya jontor…

    Apa yang di lakukan Rasullulah ada lah menikahi janda untuk mengangkat martabat mereka… untuk menafkahi mereka , dan tidak ada seperti kata - kata kamu kita harus menyerang umat non muslim dan memperkosa istrinya…. (maka kamu telah membuat fitnah).

    Umat nabi berperang karena islam diburu, karena nabi mau di bunuh, karena muslim di serang terlebih dahulu.

    Ingat Umat muslim itu seperti lebah… apabila gak di ganggu maka lebah itu tidak akan menyengat, namun apabila di usik / diganggu maka lebah itu akan menyengat, walaupun si lebah itu tau kalau sengatnya terlepas dari tubuhnya maka lebah itu akan mati. Begitu juga umat Muslim, apabila di usik akan berjuang walaupun kematian akibatnya.

    Ingat agamaku adalah agamaku , agamamu adalah agamamu….

    Sesungguhnya Syaitan dan Iblis akan selalu memfitnah umat muslim seperti janji mereka kepada allah waktu adam di ciptakan.

    Komentar oleh H. Adithya — January 12, 2009 @ 11:09 pm

  39. yeeeeeeeeeeeeeeeeeee….q kira sulit ya………….cowok-cowok nikahi yng tua…pasti slalu cariistri yg lebih muda dari istri yang pertama…klko perlu yang lebih seksi…dasar…cowok sekarang hanya pengen melampiaskan nafsuna doang…..bkan menolong orang2 yang sdah jandalagi tua.

    Komentar oleh yatimah — January 13, 2009 @ 2:23 pm

  40. puasa kemaren aku pergi kepasar beli daging kondisinya sesak sekali karena hampir lebaran otomatis aku berdiri antre…lalu ada laki2 di belakang aku ternyata…..anunya (ngerti kan…..)tegang…terus menusuk-nusuk..di bodyku…wlaupun tidak dibuka….lama kelamaan aku juga terangsang..lalu anuku senyut2 enak.gmn hkumnya ya….

    Komentar oleh yatimah — January 13, 2009 @ 2:34 pm

  41. Gw juga pengen poligami! enak kaleeee! gak puas ama istri yang satu tinggal embat istri yg lainnya! syukur2 istri msh pada ABG semua! jelas enak tenan cengkraman masih kuat dan seret, tubuh masih kenyal dan sehat. Wow mana tahan! sehari main 100x sampai dengkul pada copot! saking seringnya ngewek sampai lupa tuh cari duit. Akhirnya pada kelaparan dan mati waktu orgasme.

    Komentar oleh wow uenak — February 7, 2009 @ 10:36 am

  42. Ga semua yg dilakuin Rasulullah itu sunah untuk ditiru. CATAT
    1. Hal2 yg TIDAK BOLEH ditiru:
    - mengaku Rasul Allah
    - mgk termasuk poligami-nya…subjektif sich..)
    - Punya budak. Rasul + sahabat2 punya budak, budak perempuan boleh digauli dengan bebas karena “kemerdekaannya” telah dibeli, dah jadi hak milik (bener ga sih..apa pada baru tahu?).
    - ada yg mo nambahin (tapi dipikir dulu, harus logis dan sopan)

    2. Hal2 yang tidak perlu ditiru (boleh niru kalo mau, tapi ga berhak menyatakannya sebagai SUNAH)
    - hobi Rasul yang terkait dengan pribadi beliau (berjenggot, tidak berkumis, dll)
    - Naik Onta
    - Makan kurma
    - Cara berjalan,model baju, dll
    Mungkin ada yang menyangkal..silakan saja.

    Komentar oleh Allie — February 18, 2009 @ 7:39 pm

  43. “…dasar…cowok sekarang hanya pengen melampiaskan nafsuna doang…..bkan menolong orang2 yang sdah jandalagi tua… ”

    gini hari nolong janda lagi tua? kwek kwek kwek… pergi aja ke luat….! di daratan mah gak ada ! yang ada cuma buaya darat yhang doyan ABG(anak baru gede)!

    Komentar oleh Peri_langit — February 23, 2009 @ 8:13 pm

  44. tidak ada yang salah dalam pengajaran muhammad,karena dia nabi pembawa sholawat.tapi kebenaran tentang Allah ada di dalam Yesus Kristus karena tidak dapat di pungkiri, 75 persen dalam Al-Quran menulis tentang Yesus,dan menyatakan Isa adlah jalan keselamatan dan firman yang hidup….Dijamin 100%

    Komentar oleh jo — November 29, 2007 @ 6:36 pm

    ^
    ^
    Ya sudah kita buktikan saja, kelak klo kita sudah mati/datang hr kiamat. Apakah Islam kami yg benar apakah Kristen mu yg benar..Wahai Kafirun yg mentuhankan Isa almasih sebagai Allah yg Esa.

    “lakum dinukum waliadin” (untuk mu lah agamamu, untuk ku lah agamaku)

    Komentar oleh trep — March 12, 2009 @ 10:30 pm

  45. Buat apa manusia meributkan agama? agama bukan berhala yang harus di puja puji! cukup di amalkan di dalam hati. Bukankah agama apapun tdk bisa membebaskan umatnya dari siksaan neraka jika org tsb dosanya lebih besar dari pahalanya!
    Untukmu agamamu untukku agamaku cuma slogan di bibir saja! Lihatlah peperangan antar agama membuktikan hal itu!
    Kebencian dibalas dengan kebencian ibarat menuang api dengan minyak maka kebencian tidak akan berakhir!
    Biarkanlah api yang berkobar itu dan jgn siram dgn minyak lagi maka api itu suatu saat akan padam dengan sendirinya!

    Komentar oleh Tahu ah gelap — March 28, 2009 @ 11:35 pm

  46. poligami itu sbnarnya SALAH, itu hanya kata_kata Pembenaran dari nabi muhammad,coba kalau keluarga kita dijadikan istri ke 12 mau ga? alasan aja pake kata-kata sunnah..berpikirlah logika yg jernih dan benar…”ada sebuah cerita, Zaman dahulu kala ada seorang raja yang kejam dan bengis, semua aturannya harus di ikuti…pada suatu hari dia berjalan dialun-alun dengan telanjang,lalu dia perintahkan para panglimanya untuk bersorak sorai bahwa sang raja berpakaian yg indah,,,”hidup sang raja! pakaiannya sangat indah,…dan rakyatpun menyuarakan demikian…

    Komentar oleh nebudkadnezar — April 1, 2009 @ 9:20 pm

  47. syalom….
    kenapa begini…
    Poligami, dengan kondisi moralnya yang tegas dan keras, alih-alih menjadi sumber sensualitas bagi pria, justru merupakan tambahan beban dan kewajiban. Sensualitas dan pengumbaran nafsu birahi hanya sesuai dengan kebebasan absolute. Sensualitas mengambil bentuk dalam tindakan seorang pria yang menyerahkan dirinya pada penguasaan hatinya, dan hatinya dikuasai hawa nafsu dan khayalan. Hati dan hawa nafsunya tidak tunduk pada logika dan menolak mengakui batas-batas. Bila masalah disiplin, keadilan, dan pelaksanaan kewajiban dilibatkan, sensulaitas dan pengumbaran nafsu berahi akan tersingkir. Inilah sebabnya poligami, dengan kondisi-kondisi Islaminya, dalam keadaan bagaimanapun juga, tak dapat dipandang sebagai sumber pengumbaran nafsu. Orang-orang yang menjadikan polligami sebagai sumber gelimang sensualitas, telah menyalahgunakan hukum Islam sebagai dalih untuk kesesatan. Masyarakat mempunyai hak untuk mengingatkan mereka terhadap kewajibannya, atau bahkan menghukumnya dan mengambil dalih itu dari tangannya.

    MANUSIA ADALAH MUSUH DARI APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA.
    Ali bin abi thalib kw

    salam damai

    Komentar oleh heri h — April 7, 2009 @ 8:37 pm

  48. [dihapus…dianggap iseng berkomentar di blog ini..]

    Komentar oleh 88th — April 13, 2009 @ 6:24 pm

  49. ass….baginda nabi muhammad SAW adalah teladan yang sempurna untuk kita ikuti,semua tingkah laku, ucapan, harus kita percaya dan yakini tanpa kecuali…ok…

    Komentar oleh gaz — May 22, 2009 @ 1:36 pm

  50. eEmMZz…. Ternyata GtuU toh???

    Komentar oleh Anton — May 23, 2009 @ 4:18 pm

  51. KALAU BISA ANDA BAHASMASALAH KHADIJAH LEBIH LENGKAP LAGI, COZ SAYA LAGI NYARI FROFIL BELIAU, KOOK SUSAH NIAN

    Komentar oleh FITRI — May 26, 2009 @ 2:47 pm

  52. Assalammualaikum.. wr wb
    Sebagai saran kepada antum, sebaiknya coment-coment dari teman-teman dan saudara kita seaqidah disortir dulu mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk dipublikasikan. Ini menyangkut Nabi SAW kita tercinta. Terima Kasih!

    Komentar oleh syawal — August 6, 2009 @ 6:18 pm

  53. -dihapus, komentar tidak beradab-

    Komentar oleh jojo — August 17, 2009 @ 6:15 pm

  54. Mas yg punya blog ini, tolong memuat tulisan (khususnya tentang safiyya istri rasulullah yg ada di komentar) pake referensi yg jelas, biar kita bisa croscek. jgn asal ngomong/ngarang palagi ma Nabi Muhammad itu sama ja fitnah. orang yang begini darahnya HALAL. ALLAHU AKBAR!!!!

    Komentar oleh Fachruddin — September 18, 2009 @ 12:54 pm

  55. om tante komentator, mengingat agama merupakan hal yang sensitif, mohon kata-kata yang disampaikan dengan bahasa yang santun. pro-kontra hal yang biasa tapi jangan memfitnah. Rasulullah SAW hamba Allah yang terjaga dari kesalahan dan Paling mulia akhlaknya. Afwan.

    Komentar oleh Saridah — September 18, 2009 @ 1:09 pm

  56. thx bgt ya atas wawasannya…
    artikelnya bgs bgt…
    ttp semangat utk islam…

    Komentar oleh tya — October 14, 2009 @ 7:59 pm

  57. AsslM… baNyak istRi bnyak Rizki

    Komentar oleh suhaimin — October 15, 2009 @ 5:41 pm

  58. Assalamu’alaikum

    Saya mohon kepada administrator blog ini untuk menghilangkan komentar-komentar yang bersifat provokatif, fitnah, tidak teruji realita-nya, dan tidak berdasar kepada hadits dan Qur’an. Ini adalah masalah keyakinan. Bila anda seorang Muslim berlakulah sebagai muslim dan bijaksana seperti muslim.

    Bila anda mengabaikan permohonan ini sampai satu bulan ke-depan. Insya Allah saya yang akan menutup blog ini dengan cara saya.

    Terima Kasih.

    wa’alaykumsalam wr wb

    ancaman anda untuk menutup blog ini justru memperlihatkan anda tidak bijaksana sebagai seorang muslim.
    saya tidak menghapus komentar2 seperti itu (selama kata2nya tidak terlalu vulgas) justru agar kaum muslim bisa tahu bagaimana cara menghadapinya.

    jika anda perhatikan, saya sudah menghapus beberapa komentar yang jauh lebih parah.

    anda hendak menutup blog ini dengan berbagai cara? silakan…dengan catatan anda siap menanggung tanggung jawab banyaknya kaum muslim yang tidak bisa mendapatkan ilmu dan pencerahan :-)

    Komentar oleh Hamba Allah — October 18, 2009 @ 2:50 am

  59. Tidak perlu berdebat atau menghujat keyakinan orang lain. Bila anda merasa yakin dengan agama anda. Jalankanlah agama anda dengan benar agar anda masuk Surga. Tidak perlu menyalahkan agama lain. Karena anda sendiri tidak tahu apakah anda penghuni Surga atau Neraka!

    Komentar oleh Hamba Allah — October 18, 2009 @ 2:58 am

  60. apakah benar istri rasul yg bernama MARIA AL-QABTIYYA dan SAFIYYA BINT HUYAYY adalah pemeluk agama non Islam.
    seperti apakah hukumnya pernikahan tsb?

    penjelasan lebih rinci sgt sy harapkan di email situpai13@gmail.com

    trimakasih,

    Komentar oleh Ryan — October 28, 2009 @ 3:45 am

  61. ‘Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya’

    apa yg dimksd dg tunangan dlm kalimat diatas? tukar cincin,dilamar, ato bgmn? krn setau sy tdk ada tunangan dlm islam. dan klo dilamar, bkny jarak antara lmrn dg prnikahan tdk blh lbh dr 3 bln? mohon penjelasanya dan koreksi atas pengetahuan sy jika salah, trimakasih.

    Komentar oleh woel — December 13, 2009 @ 2:35 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham