Tausyiah275

February 17, 2007

Bacaan di Akhir Pekan - Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Masuk Kategori: Hikmah, Dari Inboxku

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al Qur’an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:“… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih.

Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.

Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih - memperburuk keadaan.

Sebuah tulisan berjudul “Forgiveness” [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin.

Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan -sebagaimana segala sesuatu lainnya - haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

- RUDI WIJISAKSONO -
( http://formula.isfun.net )

Forum Menghujat dan Menghina Islam

Masuk Kategori: Aqidah, HOT NEWS

Saudara-saudaraku, sudah lebih dari 3 tahun terakhir ini, aku menemukan dan mengamati sebuah situs, yg berdalih kebebasan berpendapat serta forum diskusi Islam…namun nyata sekali, bahwa tujuan mereka BUKAN mencari KEBENARAN…melainkan menghujat, menghina, dan mencaci maki Islam, Rasululloh SAW, para malaikat dan bahkan ALLOH SWT sendiri tidak jarang dihina.

Masya ALLOH…

Hal ini bisa meresahkan dan menggoyahkan aqidah sebagian besar saudara kita, karena argumen yg mereka gunakan berasal dari ahli Fikih dan kaum ulama terdahulu…NAMUN MEREKA PUTAR BALIKKAN DAN TAFSIRKAN SEMAU MEREKA…!!!

Dengan pongahnya, mereka menantang kaum muslim untuk berargumen atas pernyataan2 mereka. Mereka mengklaim tidak ada seorang pun ahli agama Islam yg bisa membantah argumen2 mereka…dengan meyatakan bahwa tidak ada ahli agama Islam yg mau berdiskusi dg mereka.

Aku sendiri melihat bahwa ahli agama Islam bukan tidak bisa membantah argumen mereka, akan tetapi aku melihat bahwa pemilik situs/forum sendiri TIDAK ADA NIAT BAIK UNTUK DISKUSI, MELAINKAN UNTUK MENJATUHKAN DAN MENGHINA ISLAM. So, buat apa buang waktu dan tenaga untuk mengurus mereka? Masih banyak pekerjaan rumah yg lebih penting. :-)

Jika aku lihat di beberapa forum diskusi mereka, sebenarnya argumen2 mereka bisa dibantah kok. Tapi, aku sendiri juga ‘malas’ untuk nimbrung, karena ya itu…niat mereka bukan untuk diskusi. Nantinya malah buang2 waktu saja…mengurus blog ini saja sudah cukup banyak menyita waktu dan tenaga serta pikiran…yg mudah2an bisa lebih bermanfaat. ;-)

Dari beberapa topik yg ada, aku simpulkan beberapa hal:
1. Pemilik forum ini eks muslim (orang yg murtad dari Islam), yg berusaha menyesatkan kaum muslim
2. Banyak orang Islam ‘tercerahkan’ setelah membaca forum ini dan akhirnya keluar dari Islam
3. Logika mereka kadang dipaksakan untuk membantah bukti2 yg ada di Al Qur’an dan Hadits
4. Penafsiran mereka lakukan sesuka hati dan pikiran serta logika mereka
5. Jika ingin mengetahui isi diskusi mereka, harap dinginkan kepala…karena isinya benar2 bisa membuat marah kita. Jangan mudah terpedaya dg pemikiran dan logika yg mereka sajikan

Forum yg aku maksudkan adalah di sini. Sekali lagi, bagi yg ingin berkunjung silakan saja…namun, saranku adalah perhatikan poin 5 di atas.

ps: sebenarnya masih banyak situs dan forum diskusi lain yg isinya menghujat dan menghina Islam…bahkan dibuat oleh orang yg (mengaku) Islam. Tapi, aku tidak terlalu berkepentingan dengan mereka…saat ini, aku lebih fokus di forum dan situs ini. Demikian… :-)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham