Tausyiah275

February 28, 2007

Bolehkah Kencing Berdiri?

Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh, Lain-lain

Dalam kehidupan sehari-hari, (maaf) kencing, yang senantiasa disebut sebagai buang air kecil (BAK) merupakan kegiatan yg tidak bisa terelakkan dan dihindari oleh manusia dan hewan. Hal ini karena BAK merupakan FITRAH dari makhluk ALLOH SWT ini. (Nyaris) Tidak mungkin manusia dan hewan yg bisa hidup tanpa BAK.

Bagi manusia sendiri, BAK merupakan konsekuensi dari aktivitas minum yang dia lakukan, selain itu karena tubuh sudah diprogram ALLOH SWT untuk membuang zat2 yang tidak berguna dalam air kencing. Dengan demikian, berdasar ilmu kesehatan…bagi manusia, salah satu manfaat kencing adalah membuang zat yang sudah tidak diperlukan tubuh..juga membuang racun yang ada dalam tubuh.

Menahan kencing bisa berakibat fatal, karena akan mengganggu kerja ginjal. Jika terlalu sering menahan kencing, bisa mengakibatkan penyakit lain, antara lain batu ginjal. Bahkan hal paling parah adalah gagal ginjal. Jika sudah mendapat penyakit seperti itu, barulah kita sadar betapa kita telah melupakan nikmat ALLOH SWT.

Nah, saudaraku, dengan demikian janganlah kita suka menahan kencing. Untuk hal ’sepele’ seperti ini, Islam juga sudah mengaturnya. Jadi, jangankan bersin, urusan kencing pun Islam telah mengaturnya.

Aku sempat diberitahu seorang temanku, bahwa posisi duduk (atau jongkok) merupakan posisi IDEAL untuk kencing. Aku sedikit lupa penjelasan detailnya, lebih kurang temanku itu bilang bahwa dengan jongkok, maka saluran kencing dan saluran lainnya (yang menunjang proses kencing) akan terbuka lebar serta mengoptimalkan air kencing yg keluar. Dengan kata lain, semua air kencing akan dikeluarkan. Sebaliknya, jika kencing berdiri, maka ada saluran yg tidak berfungsi optimal.

Terus terang, aku tidak tahu persis…karena aku bukan orang yg mengerti mendalam mengenai ilmu kesehatan. Di sini aku akan bahas mengenai kencing berdiri dari sudut pandang agama.

Anggapan/asumsi hanya posisi kencing jongkok yang diperbolehkan (baik bagi pria maupun wanita) sempat aku dengar juga dari beberapa orang ulama/ustad. Mereka menggunakan dalil berikut: Dari Aisyah ra. berkata, “Siapa saja yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW kencing berdiri, maka jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.” (HR Khamsah kecuali Abu Daud dengan sanad yang shahih)

Namun, melihat kondisi di lapangan, nampaknya sulit menemui/mendapatkan tempat untuk kencing jongkok di toilet-toilet pria. Yang seringkali kita temui adalah tempat kencing berdiri, dengan segala variasinya. Sedangkan tempat untuk kencing jongkok, nyaris tidak ada. Jika kita ingin kencing jongkok, maka kita mesti antri/masuk ke ruang buang air besar, baru kita bisa kencing jongkok/duduk.

Berarti, kencing berdiri HARAM dong? Dan kita selama ini TIDAK MENCONTOH SUNNAH RASUL?

Upss…tidak semudah itu menyatakan kencing berdiri sebagai sesuatu yg haram dan ‘mencap’ kita tidak mencontoh sunnah Rasul. Aku coba cari referensi, bagaimana Rasululloh SAW BAK, apakah jongkok/duduk saja, ataukah pernah melakukan sambil berdiri? Ternyata, KENCING BERDIRI ITU BOLEH…!!! Aku temukan dalil sebagai berikut: Dari Huzaifah ra. bahwa beliau berkata,“Rasulullah SAW mendatangi sabathah (sebuah tempat yang tinggi untuk bertabir di belakangnya) pada suatu kaum dan beliau kencing sambil berdiri. Kemudian beliau meminta diambilkan air dan mengusap kedua khuff-nya (sepatu). Maka aku pergi menjauh namun beliau memanggilku hingga aku berada di belakang beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Perbuatan Rasululloh SAW ini juga dicontoh oleh sahabatnya, Umar bin Khatab. Zaid ra. berkata, “Aku telah melihat Umar bin Al-Khattab kencing sambi berdiri.” (Hadits dengan sanad yang shahih)

Lho, kok ada 2 dalil yg bertentangan? Jika begitu, ada pihak yg SALAH, dan ada yang BENAR? Lalu, siapa yg salah dan siapa yang benar? Sebagai umat Islam, mana yang mesti kita ikuti?

Pertama-tama, kita mesti YAKINI bahwa ajaran yg dibawa Rasululloh SAW TIDAK BERTENTANGAN. Dengan kata lain, Islam adalah agama yg konsisten. Jika ada hadits/ayat yg MENURUT KITA bertentangan, maka kemungkinannya adalah kita yg kurang ilmu untuk mengerti (kita mesti cari referensi) atau ilmu manusia yg terbatas.

Lantas, untuk kasus di atas, yg SEPINTAS nampak BERTENTANGAN….aku sempat cari penjelasan untuk hal ini. Salah satu jawaban yg aku dapatkan adalah: istri Rasululloh SAW, Aisyah, meriwayatkan hadits di atas karena sikap Rasululloh SAW selama di rumah TIDAK PERNAH KENCING BERDIRI. Sedangkan untuk hadits tentang Rasululloh SAW kencing berdiri, didapat dari kegiatan Rasululloh SAW di luar rumah. *jika ada informasi tambahan tentang hal ini, aku minta tolong dituliskan…*

Ok…dari tulisanku di atas, berarti KENCING BERDIRI TIDAK DILARANG (untuk laki-laki). Adapun untuk perempuan, kencing berdiri nampaknya TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN, karena struktur kelamin perempuan jelas berbeda. Jika perempuan kencing berdiri, maka kemungkinan besar air kencing, yg termasuk najis, akan **muncrat dan** terpercik ke pakaian.

Namun, meski kencing berdiri tidak dilarang, ada beberapa hal yg mesti kita perhatikan apabila kita (kaum laki-laki) hendak kencing berdiri:
1. Tidak dilakukan di pinggir jalan, terutama di belakang pohon. Seringkali kita lihat, terutama di pinggir jalan, baik di kota besar ataupun kota kecil….banyak laki-laki yg kencing di pinggir jalan, di belakang pohon. Kenapa SEBAIKNYA TIDAK DILAKUKAN di pinggir jalan? Karena ada kemungkinan AURATNYA TERLIHAT.

2. Memperhatikan tempat kencingnya. Di kota-kota besar, terutama di gedung-gedung perkantoran, sudah banyak tempat kencing (berdiri) yg sudah canggih dan bagus bentuknya. Pada umumnya, tempat kencing berdiri berbentuk porselen (keramik) menjorok ke dalam, yg memudahkan laki-laki untuk menuaikan hajatnya. Seperti aku tulis di bagian awal, tempat kencing seperti ini RISKAN percikan najis. Mengapa? Karena (maaf) aliran kencing yg terlalu deras bisa mengakibatkan percikan air kencing mengenai celana kita. Akibatnya pakaian kita menjadi terkena najis dan TIDAK BOLEH dipakai sholat.

Karenanya, perhatikan bentuk tempat kencingnya. Di beberapa tempat, ada tempat kencing yg cukup ‘luas’ sehingga kemungkinannya kecil percikan air kencing memantul porselen dan mengenai pakaian kita.

3. Membasuh kemaluan. Salah satu kekurangan/hal yg terlupa apabila kita kencing adalah MEMBASUH KEMALUAN. Padahal biasanya masih ada air kencing yg tersisa di ujung kemaluan kita. Tidak sedikit diantara kita yg langsung memasukkan kemaluan kita ke dalam celana, segera setelah kencing. Walhasil celana dalam kita terembes air kencing. Akibatnya, otomatis celana dalam kita terkena najis.

Sementara itu, di banyak tempat ruang kecil, lokasi wastafel ternyata cukup jauh. Tentu saja kita tidak mungkin ‘membawa-bawa’ dan ‘mempertontonkan’ kemaluan kita ke arah wastafel untuk dibasuh dg air dari wastafel, karena ini jelas mengumbar aurat.

Solusinya, yg selama ini aku lakukan, adalah membasuh kemaluan dg air dari tempat kencing (yg tersedia untuk menyiram bekas kencing). Lakukan sebersih mungkin. Sementara untuk membasuh tangan, bisa dilakukan di wastafel.

4. Memperhatikan posisi tempat kencing. Terkait dengan no 2, kita mesti juga perhatikan posisi tempat kencing. Pada umumnya, posisi tempat kencing TIDAK ADA SEKAT. Tentu saja ini riskan, karena aurat bisa terlihat oleh orang di sebelah kita. Aku pernah baca di sebuah artikel, aku lupa apakah di koran atau mailing list, ada seorang laki-laki yg sedang di luar negeri, dia kencing berdiri di tempat yg kebetulan membuat auratnya bisa terlihat oleh orang sebelahnya. Ternyata laki-laki sebelahnya adalah seorang homoseksual. Ujung-ujungnya, selesai kencing…dia malah diikuti si laki-laki abnormal itu.

5. (sebaiknya) Jangan gunakan tangan kanan untuk memegang kemaluan. Bukan tidak boleh…tapi hukumnya makruh (lebih baik tidak dilakukan). Ini berdasar hadits yang bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu ‘anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jangan sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat ia kencing, dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya.” (Muttafaq’alaih). *maksudnya, gunakan tangan kiri untuk memegang kemaluan saat kencing dan membasuhnya setelah selesai*

Sementara itu, jika kita merapatkan posisi badan ke bagian dalam tempat kencing, resiko terpercik air kencing jelas lebih besar.

Solusinya, yg aku lakukan, mencari tempat kencing di bagian ujung, kemudian posisi kencing (lebih) membelakangi orang2 lain, sehingga orang lain tidak bisa melihat auratku.

Mudah-mudahan artikel ini berguna…. :-)

artikel terkait:
- Etika/Adab Buang Hajat

February 26, 2007

Rukun Iman

Rukun Iman adalah hal WAJIB yg mesti diimani/diyakini oleh seseorang yang mengaku beragama Islam. Tidak meyakini salah satu dari rukun iman ini, maka keimanan seorang muslim akan DIRAGUKAN. Kenapa diragukan? Karena ALLOH SWT sendiri sudah menyatakan,“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (An Nisa(4):136)

Lalu, apa saja rukun iman itu?

1. Iman kepada ALLOH SWT
Ini adalah hal mutlak. Jika hal ini tidak dipenuhi, jelas…dia tidak bisa dikatakan muslim, atau bahkan orang beragama. Tidak percaya adanya ALLOH SWT itu jelas…atheis. Sedangkan tidak mengakui ALLOH SWT sebagai satu-satunya Dzat/Pencipta itu adalah kafir (di samping banyak alasan lain untuk ‘menyatakan’ seseorang kafir).

Aku sendiri sudah menuliskan sifat-sifat ALLOH SWT, silakan dicari dan dibaca kembali.

2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya
ALLOH SWT mempunyai makhluk gaib yg senantiasa tunduk dan taat terhadap perintah-Nya. Merekalah para malaikat, yg menjadi perantara antara ALLOH SWT dan makhluk-makhluk-Nya. Para malaikat ini TIDAK PERNAH MEMBANGKANG satupun perintah ALLOH SWT.

3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya
ALLOH SWT mewahyukan ajaran-Nya melalui kitab-kitab-Nya. Diantara sekian banyak kitab yg (mungkin) diturunkan kepada utusan-utusan-Nya, Al Qur’an dan Nabi Muhammad SAW menjelaskan ada 4 kitab ‘utama’ yg disebutkan dan dinyatakan dg jelas, yakni:
- Nabi Musa as membawa TAURAT
- Nabi Daud as membawa ZABUR
- Nabi Isa as membawa INJIL
- Nabi Muhammad SAW membawa AL QUR’AN

4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya
Para Rasul merupakan utusan-Nya untuk menyampaikan wahyu-Nya. Aku pernah baca dalam sebuah literatur, namun maaf aku lupa di mana aku simpan literatur tersebut, disebutkan bahwa Rasul dan Nabi yg diutus ALLOH SWT jumlahnya ratusan ribu. Namun, yg disebut secara gamblang di Al Qur’an hanya sebanyak 25 orang.

Dengan demikian, MINIMAL kita mempercayai 25 Nabi dan Rasul tersebut.

Keberadaan Nabi dan Rasul tertuang di surat Saba(34):28,“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

5. Iman kepada hari Akhir (Kiamat)
Kehidupan di dunia TIDAK KEKAL. Akan datang masanya, suatu saat kelak, hari yg dinamakan hari Akhir (hari Kiamat). Pada hari itu, semua makhluk (terutama manusia) akan diminta pertanggungjawabannya, atas apa2 yg dia lakukan selama hidup di dunia.

Hari Akhir ini, di banyak hadits, disebutkan sebagai hari ‘perpindahan’ menuju dunia akhirat. Kapan terjadinya kiamat, bisa dibaca di sini.

6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Qadha dan Qadar biasa disebut sebagai takdir dan nasib. Manusia mesti percaya bahwa saat dia dilahirkan di dunia, ALLOH SWT telah menetapkan jatah usia, rejeki, jodoh baginya. Namun, manusia TIDAK BOLEH BERDIAM DIRI begitu saja, dia MESTI BERUSAHA…karena ALLOH SWT sendiri menyatakan,“karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Al Anfaal(8):53) dan Ar Ra’du(13):11,Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

February 25, 2007

Istri-istri Rasululloh SAW

Berawal dari komentar mas Ruly di sini, aku jadikan artikel saja…agar pengetahuan kita (terhadap Rasululloh SAW) lebih bertambah.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?

(sumber: anwary-islam.com)

February 24, 2007

Bacaan di Akhir Pekan - Manfaat Ayat Kursi

Masuk Kategori: Hikmah, Dari Inboxku

The Power oF AYATUL KURSI : kisah benar

*maaf, dalam bahasa Melayu (Malaysia)*

Kisah benar dari US. Banyak kisah-kisah aneh yang menakjubkan sebegini telah berlaku. Moga kita boleh ambil iktibar.

Seorang wanita muslim dari Malaysia yang bekerja di US, memakai tudung dan memiliki akhlak yang bagus. Suatu malam perempuan ini dalam perjalanan balik ke rumah dari tempat kerjanya. Kebetulan dia mengambil jalan singkat untuk pulang. Jalan yang diambil pula agak tersorok dan tidak banyak orang yang lalu lalang pada masa itu. Maklum hari sudah lewat. Berjalan di jalan yang agak gelap sebegitu membuatkan dia agak gelisah dan rasa takut berjalan bersaorangan.

Tiba-tiba dia nampak ada seorang lelaki (kulit putih Amerika) bersandar di dinding di tepi lorong itu. Dia sudah mula rasa takut dan tak sedap hati. Apa yang saudari kita ni boleh buat adalah berdoa ke hadrat Allah memohon keselamatan atas dirinya. Dia baca ayat Kursi dengan penuh pengharapan agar Allah membantu dia disaat itu. Masa dia melepasi lelaki yang bersandar itu, dia sempat menoleh dan dapat mengecam muka lelaki itu. Nasib baik lelaki itu buat tidak endah dan perempuan ini selamat sampai ke rumahnya.

Keesokkan paginya, saudari ini terbaca dalam akhbar yang seorang perempuan telah dirogol oleh seorang lelaki yang tidak dikenali dekat lorong yang dia jalan semalam hanya 10 minit selepas dia melintasi lorong tersebut. Muslimah ini yakin benar lelaki kulit putih yang dia lihat semalam adalah perogol itu. Atas rasa tanggungjawab dia terus ke balai polis dan buat aduan. Wanita ni dapat mengenalpasti suspek melalui kawad cam dan selepas siasatan dilakukan, polis dapat bukti bahawa lelaki tersebut adalah perogol yang dicari.

Tapi perempuan Muslim ini hairan juga kenapa lelaki tadi tak jadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut walhal dia kesaorangan di masa tu, tetapi lelaki tadi rogol perempuan yang lalu selepas dia. Muslimah ini nak tahu sangat sebabnya. Jadi dia minta kebenaran polis untuk bercakap dengan perogol tadi sebelum hukuman dijatuhkan (sebelum lelaki tadi di bawa ke tempat lain).

Dia pun tanya perogol itu “Why don’t you do anything to me on that night even though you know that I’m alone?” Perogol tu jawab: “No, you are not alone. That night I saw two young man walking with you. One on your right side and the other one was by your left side. If you were alone of course you will be my victim.”

Saudari ni rasa amat terkejut dan terkesima bila dengar penjelasan perogol tu. Dia bersyukur ke hadrat Allah kerana memelihara dia malam itu, mungkin juga berkat ayat Kursi yang dia baca malam itu.

MORAL CERITA INI:

Jika kita sebagai hambaNya menurut segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya, Dia pastinya akan sentiasa dekat dengan kita dan memelihara kita. Muslimah tadi pertama-tamanya menutup aurat dan memang Muslimah yang menjaga batas-batas yang ditetapkan Islam. (Kalau aurat terbuka malaikat pun malas dekat). Mungkin dua orang lelaki yang menemani wanita itu adalah malaikat yang diutuskan Allah untuk menjaga hambaNya yang sentiasa ingat akan diriNya. Ayat Kursi sememangnya adalah ayat pelindung yang mustajab…selalulah amalkannya.

Bayangkan anda seorang yang selalu ingkar suruhan Allah, kufur dengan nikmatnya, sambil lewa beribadat. Dapatkah anda mendapat pertolongan sebegini dari Allah? Balasan Allah tu boleh datang semasa di dunia lagi. Di akhirat kelak memang pasti kerana itu janji Allah. Jadi, renungkanlah di mana level ‘iman’ kita sekarang ini. Wassalam.

Barang siapa membaca ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya [Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.]

“Ya Allah, selamatkanlah umat Islam yang sedang sengsara di Lubnan, Palestin, Afghanistan, Iraq, Chechnya serta di seluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuhMu. Peliharakanlah mereka, lindungilah mereka, kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.”

By : qeelah81.multiply.com

February 23, 2007

Di Balik Musibah Ada Kebaikan

Masuk Kategori: Hikmah, Hadits of the Day

***artikel ini merupakan hasil muat ulang dari sini.***

Dari Abi Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang Allah inginkan kebaikan atasnya maka akan diberinya musibah.” (HR Bukhari)

Fawaid

1. Musibah yang Allah turunkan kepada seseorang tidak selalu menjadi pertanda keburukan, malah bisa jadi merupakan pertanda kebaikan.

2. Setiap orang baik yang mukmin atau yang kafir mungkin saja mendapatkan musibah.

3. Di antara bentuk kebaikan dari diberinya musibah kepada seseorang adalah dihapuskannya dosa-dosa di dunia atas musibah yang diterimanya, sehingga di akhirat tidak perlu disiksa lagi.

4. Bagi orang mukmin, musibah pun bisa menjadi kebaikan bagi dirinya.

February 21, 2007

Kapan Kiamat Tiba?

Masuk Kategori: Aqidah, Ensiklopedia Islam, Hikmah

Bagi seorang muslim, Kiamat (Hari Akhir) merupakan salah satu rukun iman yang mesti dipercaya. Tidak disebut seorang muslim, hingga dia mempercayai keberadaan dan kedatangan hari akhir…baik dia akan saksikan kedatangan hari akhir tersebut maupun tidak (karena sudah meninggal terlebih dahulu).

Setelah hari akhir ini kelak, SEMUA manusia akan dibangkitkan, dari jaman nabi Adam as hingga manusia terakhir yang dilahirkan….termasuk kita, para pembaca blog ini. Semua manusia akan dikumpulkan di padang Makhsyar, sebuah tempat yang teramat luas, yang akan diadili dan dihisab sesuai amal perbuatan masing-masing.

Di saat itu, manusia akan terbagi menjadi 2, manusia yang beruntung dan manusia yang merugi. Yang dimaksud dengan manusia beruntung adalah manusia yang menerima kitab hasil hisabnya dengan tangan kanannya. Sebaliknya, manusia yg merugi adalah manusia yang kitab hasil hisabnya diberikan dg tangan kiri. Semoga kita termasuk kelompok manusia yang beruntung. Aamiin.

Kembali ke masalah kiamat…

“Kapan terjadinya kiamat?”
Merupakan sebuah kalimat yang sering diungkapkan/dipertanyakan, tidak saja oleh kita, orang-orang jaman kini…namun, sejak jaman Rasululloh SAW pun, sahabat dan umat beliau sudah bertanya tentang hal ini. Motivasi mereka jelas, bersiap menghadapi kedatangan hari yang SANGAT MENGERIKAN INI.

Rasululloh SAW sendiri menjawab bahwa beliau TIDAK DIBERITAHU (dengan pasti) oleh ALLOH SWT kapan terjadinya kiamat itu. Hal ini tercantum di:
- Surat Al A’raaf(7):187,“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.”

- Al Mulk(67):26,“Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.”

ALLOH SWT sendiri menyatakan bahwa DIA MERAHASIAKAN kapan terjadinya kiamat, sebagaimana dinyatakan di Thahaa(20):15,“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.”

Kengerian hari kiamat, sudah ALLOH SWT cantumkan di Al Qur’an…selain di Al A’raaf(7):187 yg ada di atas…juga di beberapa ayat lainnya, seperti:
- Thahaa(20):105,“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,”

- Saba(34):51,“Dan (alangkah hebatnya) jika kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).”

- Al Qamar(54):46,“Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.”

- Al Waqi’ah(56):1-6,“Apabila terjadi hari kiamat, - terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). - (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), - apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, - dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,”

- Al Haaqqaah(69):1-8, 13-16,“Hari kiamat, - apakah hari kiamat itu? - Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? - Kaum Tsamud dan Ad telah mendustakan hari kiamat. - Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, - Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, - yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). - Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka. === Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, - dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. - Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, - dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.”

Hari Kiamat pasti datang:
- Ad Dukhaan(44):40,“Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,”

- Muhammad(47):18,“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?”

- Asy Syura(42):18,“Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.”

- Al Mu’min(40)59,“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.”

“Ok…kiamat pasti datang, tapi kapan?”

Seperti yg aku tulis di atas, TIDAK ADA KETERANGAN KAPAN KEPASTIAN WAKTU-nya. Bahkan, Rasululloh SAW sendiri juga menyatakan TIDAK TAHU dan TIDAK DIBERI TAHU OLEH ALLOH SWT. Al Mulk(67):26,“Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.”

“Nah, kemarin, ada beberapa ilmuwan yg menyatakan bahwa bumi akan kiamat tahun sekian…sekian… Berarti Ilmuwan lebih hebat dari Rasululloh SAW, dong? Karena ilmuwan bisa memperkirakan kapan kiamat terjadi. Berarti Rasululloh SAW nabi palsu?”

Ya jelas bukan begitu…

Hasil penelitian ilmuwan-ilmuwan, jelas merupakan LOGIKA…sedangkan KIAMAT TIDAK BISA DIJANGKAU OLEH LOGIKA…sama halnya dengan banyak ibadah dan hal-hal lain dalam Islam, seringkali akal tidak bisa menjangkaunya. Tahun ‘terjadinya’ kiamat versi ilmuwan, jelas HANYA PREDIKSI. Kita tidak tahu persis kapan terjadinya…bisa jadi besok, ALLOH SWT mendatangkan hari Kiamat, entah barangkali ketika anda membaca blog ini, tiba2…BUM…kiamat datang. Siapa yg tahu?

Sehubungan dengan itu, beberapa waktu lalu, Ardho mengirim sebuah tautan artikel kepadaku. Link itu mengarah ke sebuah ‘perhitungan’ terjadinya kiamat. Aku copy paste saja isi tautan artikel itu.

Kiamat SA’AH

Pada ayat 16/77 babwa kedatangan SA’AH itu lebih cepat daripada kejapan mata. Menurut hukum fisika, kecepatan pandangan mata sama besar dengan kecepatan gerak sinar / gelombang radio. Surya ada sejauh delapan menit gerak sinar dari Bumi, jika misalnya Surya itu mendadak hilang dari angkasa maka keadaan itu baru dapat kita lihat 8 menit kemudiannya, karena sekianlah kecepatan kejapan / pan&gan mata.

Kini dikatakan SA’AH itu lebih cepat lagi maka kecepatan yg melebihi sinar ialah kecepatan gerak Mar’a / Comet yg kelihatan melayang di antara bintang-bintang angkasa beberapa saat padahal diketahui orang bahwa jarak bintang terdekat ialah 4 tahun gerak sinar. Jadi SA’AH itu berlaku cepat sekali seperti kecepatan gerak Comet, & memang Comet itulah yg dijadikan Allah selaku penyebab terjadinya SA’AH nantinya.

Alquran menyebut kecepatan Comet itu melebihi kecepatan pandangan mata karena memang manusia umumnya menganggap bahwa kecepatan matalah yg terbesar dari benda konkrit yg pernah diketahui, tetapi kalau orang memperhatikan secara ilmiah akan ternyatalah bahwa kecepatan terbesar itu ialah kecepatan gerak Comet.

Ayat 7/187 menyatakan bahwa seorangpun tidak dapat meramalkan waktu kedatangan Comet itu selaku penyebab adanya SA’AH, karenanya pantaslah ramalan para sarjana mengenai rombongan Comet yg dapat dilihat dari Bumi selalu gagal begitupun rombongan Comet yg dinamakan dengan Kahotek pada bulan Desember 1973. Hal ini disebabkan oleh kesalahan prinsip mengenai wujud Comet sendiri.

Semua sarjana Bumi pada abad 14 Hijriah menyatakan Comet itu terdiri dari pasir / es melayang dalam orbit tertentu dalam tatasurya mengeliling Surya, padahal benda angkasa itu ialah kumpulan Mar’a non partikel tanpa orbit di angkasa luas dengan massa yg semakin besar, masing-masingnya kini jutaan kali besar Surya.

Sebenarnya, hal yg LEBIH PENTING ADALAH MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAPI KIAMAT..bukan meributkan KAPAN TERJADINYA KIAMAT.

Ibaratnya, siswa yg sudah belajar dan mempersiapkan dirinya dengan baik, tidak akan takut kapan diadakan ujian/quis/tes, karena dia merasa sudah cukup bekalnya. Berbeda dengan siswa yg tidak siap…dia akan tergesa-gesa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian, pada saat waktu ujian sudah dekat. Ini masih ‘beruntung’, karena waktu pelaksanaan ujian sudah diketahui…sementar kiamat, berdasarkan tulisanku di atas, tidak diketahui kapan terjadinya.

Mari saudara-saudaraku, kita persiapkan diri…cek amal ibadah kita, lihat sekeliling kita, seberapa manfaat kita terhadap lingkungan sekitar. Semoga kita bisa terhindar dari kerugian dan masalah akibat tidak siapnya kita menghadapi hari kiamat. Aamiin.

ps: berikut attachment salah satu PREDIKSI ilmuwan tentang KAPAN TERJADINYA KIAMAT.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham