Tausyiah275

January 30, 2007

Tentang Misi Hidup

Masuk Kategori: Hikmah, Aa Gym

***artikel ini merupakan hasil muat ulang dari sini.***

Diambil dari Bab terakhir buku Zikrul Maut karya Abdullah Gymnastiar, MQS Publishing

Kita hadir di dunia ini minimal memiliki 3 misi. Pertama, sebagai hamba Alloh. Oleh karena itu, jadikanlah semua aktivitas kita sebagai sarana ibadah kepada Alloh SWT. Kegelisahan timbul karena kita kurang ilmu, karena terlalu cinta dunia, juga karena sangat enggan beribadah. Padahal, Alloh mendesain ritme hidup kita untuk ibadah. Karir kehidupan kita pun bisa optimal bila kita menyempurnakan ibadah.

Kedua, sebagai khalifah. Berkiprahlah di dunia ini dengan karya terbaik. Sebagai khalifah, selain mensejahterakan diri, kita juga harus mensejahterakan orang lain. Kemudian interaksi kita di dunia ini selain mensejahterakan secara lahir, juga harus bisa menjadi cahaya secara bathin. Artinya, kita harus mengeksploitir lahir bathin agar bisa melakukan dan mempersembahkan karya terbaik.

Ketiga, sebagai pendakwah. Selain niat beribadah dengan ikhlas, kita juga harus menjadi orang yang bisa menjadi contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan.

Ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain. Oleh karena itu, kalau kita ingin mengetahui tingkat keberuntungan kita, lihatlah sampai sejauh mana kita berjuang sekuat tenaga dalam hidup ini mengeksploitir tenaga, pikiran, dan waktu kita untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Kalau ini menjadi tata nilai kita, hidup kita akan nikmat.

Rezeki kita yang sesungguhnya adalah yang kita tabung dan kita nafkahkan di jalan Alloh, Carilah rezeki setiap hari dengan niat agar makin banyak orang yang lapar bisa makan dengan keringat kita. Makin banyak orang yang tidak berpakaian bisa hangat dengan jerih payah kita. Makin banyak orang yang tidak berilmu bisa belajar dengan tetesan keringat kita. Bila semua itu dilakukan dengan ikhlas karena Alloh semata, Insya Alloh akan menjadi amal. Inilah misi hidup kita.

Kemudian, tingkatkan profesionalisme kita, hingga kita tidak hanya memberikan manfaat dengan menyuplai harta, tapi juga bisa menyuplai ilmu, wawasan, dan pengalaman bagi orang lain dengan kemuliaan.

Andai hidup kita yang sekali-kalinya di dunia ini bagai cahaya matahari yang memancar, menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan, menumbuhkan bibit-bibit kemuliaan, dan menyegarkan yang layu oleh terjangan kehidupan, maka kita akan menjadi orang yang terus hidup kebaikannya. Inilah kesuksesan yang hakiki.

Orang yang sukses itu bukan orang yang dipuji oleh manusia karena harta kekayaan, gelar, pangkat atau jabatannya. Itu kecil, itu hanyalah topeng dan aksesoris duniawi belaka.

Aksesoris duniawi apapun yang kita miliki, itu hanyalah sekedar tempelan sederhana karena aset termahal kita adalah kematangan pribadi kita. Pensiun tidak akan menjadi masalah bila diri kita jauh lebih berkualitas daripada pangkat kita. Berbeda dengan orang yang hanya sibuk bersembunyi di balik topeng, maka pensiun, dimutasi, atau bertambah tua bisa menimbulkan kegelisahan tiada tara karena memang itulah tempat persembunyiannya. Pensiun atau diambil pangkat dan jabatan justru akan memperjelas isi diri kita sesungguhnya.

Kemuliaan hakiki bagi kita adalah sejauh mana hidup kita mempunyai makna dan nilai yang dahsyat bagi peradaban dan kesejahteraan umat manusia, yang didasari karena Alloh semata. Karena itu, latihlah diri kita bagaimana agar hidup yang sekali-kalinya ini mempunyai nilai manfaat yang sebesar-besarnya.

Percayalah saudara-saudaraku sekalian, kita tidak akan selamat dan berbahagia dengan apa yang kita kumpulkan, tapi kita akan jauh lebih berbahagia bila kita bisa menafkahkan apa yang Alloh titipkan pada kita. Jaminan Alloh tidak datang kepada orang yang kikir, tapi datang kepada ahli sedekah baik lahir maupun batin.

Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita kearifan demi kearifan agar kekayaan termahal dalam hidup kita, yakni perubahan diri kita, menjadi semakin matang, dewasa, penuh manfaat, tidak cinta dunia, cemerlang dengan keikhlasan, meninggi dengan kerendahan hati, dan semakin mempesona dengan kemuliaan akhlak.

Marilah kita menjadi pribadi yang baru yang mempunyai orientasi sebagai ahli ibadah, sebagai khalifah yang berkarya dan sebagai contoh kebaikan. Kita tinggalkan dunia ini setelah mempersembahkan karya terbaik kita. Kita sambut saat kematian kita esok lusa dengan karya terbaik kita yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti.

***tambahan: mudah2an qt,terutama buat penulis, bisa menerapkan hal ini, karena sesungguhnya godaan dan tantangan kadang melemahkan dan membuat qt ‘malas’ (untuk istiqomah) untuk menerapkannya***

5 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2007/01/30/tentang-misi-hidup/trackback/

  1. “karena sesungguhnya godaan dan tantangan kadang melemahkan dan membuat qt ‘malas’ (untuk istiqomah) untuk menerapkannya”

    iyaahh… ini niyat mo fitness selalu tergoda terusss…
    hiks..

    Komentar oleh -tikabanget- — January 31, 2007 @ 10:48 am

  2. Deskripsi misi hidup yang mencerahkan.
    Menggarisbawahi konteks ‘bekerja adalah ibadah’.

    Memang setiap muslim bisa menjadi muslim sejati lewat cara-caranya sendiri-sendiri.

    Komentar oleh Sosuke Sagara — January 31, 2007 @ 8:32 pm

  3. sesungguhnya Aku sesuai degan prasangka hambaku…
    jika kita benar2 yakin akan hal itu..
    bahwa allah menyaksikan qt..melihat qt…mendengar qt.. di manapu dan kapan pun…
    insyaallah.. segala perbuatan ingkar tak kan pernah terjadi jka hati qt benar-benat memang begitu..

    Komentar oleh puji r — May 24, 2009 @ 1:33 pm

  4. RAHMAT SURUR
    ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

    DIAWALI DENGAN MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KE HADLIRAT ALLAAH SWT. SAYA MENGUCAP KAN : SELAMAT BERLEBARAN ! 1 SYAWWAL 1430 H, SEMOGA KITA SEMUA DAPAT MENGISI
    SUASANA KEFITHRIAN INI DENGAN PEL BAGAI AKTIFITAS YANG DAPAT MEMOTIVASI SEMANGAT KERJA BERBEKAL SERTIFIKAT KELULUSAN PELATIHAN AMALIYAH RAMADHAN SEHINGGA KITA TIDAK LAGI JATUH DALAM RANJAU-RANJAU KEBOROSAN YANG KELAK DAPAT MEMPERCEPAT SEDIKITNYA PERSEDIAAN ENERGI LISTRIK, PENERANG KEJIWAAN
    DIRI KITA SEMUA UNTUK MERAIH KETENANGAN HIDUP YANG SELALU BUTUH PENERANG BAGI KEPENTINGAN DIRI SENDIRI, SELAKU:
    HAMBA ALLAAH SWT. (PELAYAN SOSIAL KEMASYARAKATAN), KHALIFAH DI MUKA BUMI (PELOPOR DALAM HIDUP DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN KEMASYARAKATAN), DAN PENDAKWAH (SELAKU PELANJUT ESTAFETA PELAYAN DAN FIGUR KEPEMIMPINAN BAGI YANG LAINNYA).
    TERUS TERANG SECARA TERANG-TERANGAN BILA PLN DAPAT MENERANGI ALAM DAN SEKALIGUS PENERANG HATI, INSYA ALLAH HIDUP INI SELAMANYA TERANG. AAMIIN

    WASSALAM.
    DRS. RAHMAT SURUR, MA.
    HOME: DEPAN KANTOR UPJ PLN CIKAJANG DI JALAN RAYA CIDATAR NO. 36-C, RT. 06 RW. 07
    DESA CIDATAR, KEC. CISURUPAN, KAB. GARUT, 44163.

    Komentar oleh Rahmat Surur — September 22, 2009 @ 6:45 am

  5. Bgmna caranya, supaya hati ini bisa slu ikhlas?????????????

    Komentar oleh tika — November 7, 2009 @ 11:17 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham