4 Sehat, 5 Sempurna, 6 Halal
Aku yakin jargon 4 Sehat 5 Sempurna (4S5S) sudah kita kenal sejak kecil. Banyak cara untuk mengajarkan jargon ini, dimulai pengenalan gambar makanan yg memenuhi kaidah 4S5S ini, hingga ibu2 kita juga menerapkan 4S5S ini dalam menu makanan kita sehari-hari.
Bagi yg lupa 4S5S, aku tulis ulang… Sepiring nasi, lauk pauk berupa daging dan telur serta ikan, sayur mayur, buah-buahan dan terakhir adalah segelas susu. Makanan dengan komposisi 4S5S ini diharapkan bisa dikonsumsi 3x sehari, agar badan menerima gizi yg cukup jumlahnya. Dengan demikian, badan jadi sehat sehingga bisa beraktivitas lebih banyak dan efisien.
Kenyataannya, banyak diantara saudara kita yg tidak bisa makan dengan komposisi 4S5S tersebut. Mereka bahkan harus berjuang mati2an demi sepiring nasi. Jangankan untuk makanan 4S5S, untuk bisa makan 3x sehari pun mereka sudah ‘jungkir balik’ untuk mendapatkan rejeki guna bisa membeli makanan.
Bahkan, jika kita perhatikan di sekeliling kita, misalkan seorang buruh bangunan, menu makanan yg dia santap sangat memprihatinkan, terkadang nasi, sayur dan tempe saja. Tentu saja ini tidak memenuhi gizi yg dibutuhkan badannya, terlebih lagi dia bekerja kasar, dalam artian banyak menggunakan fisik, sehingga pasokan gizi yg dibutuhkan badannya jelas lebih banyak.
Namun, tidak sedikit pula di lingkungan kita, ada orang yg menyia-nyiakan menu 4S5S yg ada. Dari sekian gizi yg tersedia pada makanan, dia malah hanya makan sekedarnya…dan walhasil tidak memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya. (more…)

