Bangsa Indonesia Memang Aneh
Artikel ini masih terkait dg perilaku ‘aneh’ bangsa Indonesia, yg lebih ’suka’ memilih hal yg haram dibandingkan dengan hal yg haram.
Kita mungkin masih ingat tentang poligami yg dilakukan Aa Gym. Bahkan banyak pihak yg membahas poligami tersebut, namun sedikit banyak, sadar atau tidak, bergeser menjadi mengghibah Aa Gym.
Akibatnya, alih2 mengerti hukum poligami, banyak orang malah bergunjing dan bergosip (ghibah).
Nah, rupanya langkah POSITIF Aa Gym ini mulai ditiru oleh beberapa orang (yg merasa dirinya mampu adil), baik terang-terangan dan diekspos secara luas maupun hanya menjadi informasi terbatas mengumumkan pernikahan keduanya (ketiga, dan keempatnya). Salah satunya Zaenal Ma’arif, seorang politisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Pernikahan beliau, yg kedua, diekspos dan disiarkan oleh banyak media.
Tapi bukan itu (pernikahan kedua) yg hendak aku bahas…
Yg hendak aku bahas adalah munculnya reaksi setelah pernikahan ZM yg kedua itu. Mendadak pimpinan PBR MEMECAT DAN MENGGESER ZM, DG ALASAN ZM TERLALU DEMONSTRATIF DALAM MELAKUKAN POLIGAMI. Di beberapa artikel di koran, disebutkan bahwa pemecatan ZM justru karena ZM MELAKUKAN POLIGAMI (tanpa kata demonstratif).
Bagiku, ini merupakan 2 hal yg aneh. Mengapa?
Pertama, karena Rasululloh SAW sendiri menganjurkan bagi yg menikah untuk MENGUMUMKAN dan MERAYAKANNYA, AGAR TIDAK TERJADI FITNAH. Masalah ada media yg meliput, yaaa…aku pikir wajar saja, karena posisi ZM adalah politisi. Malah, aku pikir, ‘kesalahan’ ada pada media, yg MUNGKIN, terlalu mengekspos pernikahan kedua ZM ini.
Padahal, politisi yg menikah lagi, bukan hanya ZM. Seorang menteri di kabinet sekarang pun, juga menikah lagi. HANYA SAJA, TIDAK ADA MEDIA YG MENGEKSPOSNYA.
Kedua, PBR merupakan partai yg berlandaskan Islam (KATANYA), namun malah melarang dan tidak menyetujui poligami. Seingatku, pendiri PBR, Kiai Sejuta Umat, mempunyai 2 (atau 3?) istri…dengan kata lain, juga berpoligami. Mengapa pemecatan hanya dikenakan kepada ZM? Jika memang PBR konsisten, menolak poligami, mestinya sang deklarator juga dipecat dan tidak diikutsertakan lagi dalam struktur PBR.
Ketidak konsistenan PBR terhadap poligami, menjadikan PBR ‘bergeser’ ideologinya, yg semula menjadikan Islam sebagai ideologinya menjadi SEKULER sebagai ideologi barunya. *pernyataan ini pendapat pribadi…jadi bisa salah, namun bisa juga benar…*
Jadi, kita bisa lihat kerancuan yg timbul dan dilakukan politisi PBR. *terheran-heran…*
Kasus pemecatan juga menimpa YZ, pelaku zina, dari partai Golkar. Namun, kasus YZ ini ‘jelas’…untuk ‘membersihkan’ kader Golkar dari anggotanya yg ‘keblinger’, meski aku sendiri melihat adanya kerancuan dalam kasus YZ, yakni ADANYA DUKUNGAN KEPADA YZ!!!
Dukungan yg diberikan kepada teman2 politisinya antara lain dengan menyatakan YZ adalah korban konspirasi politik, korban pemerasan, bla bla bla… *geleng2 kepala…* Padahal guru2 ngajiku menyatakan, bahwa orang2 yg mendukung suatu ‘kejahatan’, biasanya terlibat (langsung atau tidak) dengan kejahatan tersebut. Seorang guruku bahkan menyatakan, bisa jadi orang2 yg mendukung YZ adalah orang2 yg doyan zina juga. Bedanya, perzinaan mereka tidak (belum?) terungkap ke permukaan. Dengan kata lain, YZ ketiban apes karena video mesumnya beredar di khalayak luas.
Ya ya ya….memang masih banyak kaum muslim Indonesia yg masih bingung memilih halal dan haram.
Semoga ALLOH SWT menerangi hati kita serta membimbing kita untuk tahu kebenaran dan memilihnya. Aamiin.

