Anggaran Belanja Kok Membengkak?
Bagi para pengunjung blog, terutama yg telah berkeluarga, seringkali merasakan bahwa datangnya bulan Ramadhan berarti anggaran belanja akan membengkak. Anggaran belanja yg dimaksud, bukan hanya anggaran belanja untuk keperluan Lebaran (oleh2, baju baru, dst dst), akan tetapi terkait dengan anggaran belanja makan (sahur dan buka puasa).
Jika aku amati, ini adalah salah satu ‘kesalahan’ kita, selaku umat muslim. Kesalahan yg aku maksudkan adalah keinginan kita untuk berbuka puasa dg masakan2 yg istimewa. Padahal jika kita perhatikan, Rasululloh SAW sendiri saat berbuka puasa tidak lebih dari 3 butir korma dan segelas air putih.
Lho, apakah tidak boleh buka puasa dg menu2 istimewa?
Hmmm…aku tidak melarang anda-anda semua untuk berbuka dg menu2 istimewa. Bahkan aku sendiri terkadang menyiapkan buka dengan mencari menu2 yg jarang aku temui/makan sebelumnya. Namun, BIASANYA menu2 istimewa tersebut DIHIDANGKAN BERLEBIHAN.
Coba kita lihat di meja makan kita, ada berapa menu ‘istimewa’ yg tersaji? Lalu, saat kita selesai makan, kita lihat lagi, berapa banyak yg tersisa? 10%? 20%? 50%? Jika kita lihat sisa menu istimewa yg ada LEBIH DARI 30-40%, BERARTI KITA TELAH MENYIA-NYIAKAN MAKANAN (maaf bagi yg tidak berkenan dg komentarku ini).
Idealnya, menurutku, bulan Ramadhan justru membuat anggaran belanja lebih hemat, karena kita ‘dijadwalkan’ makan dg jam makan yg ketat, yakni sahur dan buka puasa. Selebihnya kita tidak perlu pusing memikirkan makanan. Kelebihan anggaran belanja bisa kita sumbangkan ke masjid2 atau ke tempat2 lain untuk buka puasa orang lain. **ingat, barangsiapa memberi makan orang yg berpuasa, maka dia akan mendapat amalan puasa orang tersebut, hadits lengkapnya: Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang yang sedang berpuasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala orang berpuasa sedikitpun”. (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dan menshahihkannya Tirmidzi)**
Semestinya kita mengingat kembali hakikat bulan Ramadhan, yakni bulan untuk ibadah. So, IBADAH KITA YG MESTINYA LEBIH ISTIMEWA, BUKAN MAKANAN BUKA PUASA/SAHUR SAJA YG ISTIMEWA.


di kontrol dong jeung, di kontrooool..
Komentar oleh -f — October 1, 2006 @ 10:26 pm
terutama acara buka bersama (yang bayar sendiri-sendiri)
Komentar oleh dedenf — October 2, 2006 @ 11:43 am