Tausyiah275

June 30, 2006

Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Banyak orang Islam yang mengambil teori2 orang non Islam untuk mengatasi stres, padahal Islam sudah memberikan solusi TERBAIK untuk menghindari dan ‘mengatasi’ (me-manage) stres. Ditengarai, kurangnya pemahaman ttg Islam, yg mengakibatkan mereka mengambil cara non Islam untuk mengatasi masalah yg mereka hadapi.

Ada yg mendefinisikan GF = sebuah gerakan yg dilakukan oleh kaum kuffar (orang kafir, orang di luar Islam) sebagai upaya untuk menyerang Islam dengan menghancurkan pikiran umat. Tindakan-tindakan yg dilakukan berupa:
- Tasywih = memalsukan ajaran Islam
- Tadhlil = menyesatkan umat Islam
- Tasykik = menebarkan keraguan terhadap ajaran Islam
Ketiga tindakan ini dilakukan tidak lain untuk memadamkan cahaya agama Islam.

Beberapa tindakan nyata yg telah mereka lakukan dan propagandakan:
- Tidak mau menerapkan syariat (hukum) Islam, dg berbagai alasan. Semestinya mereka membaca dulu apa itu syariat Islam.
- Al Qur’an = kitab porno
- Jilbab = budaya Arab

Jika kita perhatikan, kemunduran umat Islam terjadi karena faktor-faktor berikut:
- Pertentangan politik. Gontok2an sesama pemimpin Islam mengakibatkan politik diambil alih/dikuasai oleh non Islam. Ujung2nya, umat Islam menderita (lagi).
- Pertentangan mazhab akibat fanatisme (berlebihan), kebodohan (pengikut) dan hawa nafsu (pemimpin2nya).
- Pengaruh agama2 terdahulu. Sebagai contoh, umat Islam di Indonesia begitu kental ‘warnanya’ (dalam cara beribadah) akibat pengaruh Hindu.
- Serangan asing (non muslim), berupa gerakan militer dan perlawanan pemikiran.

GF dilakukan oleh orang2 kafir dengan tujuan:
- menghambat kemajuan umat Islam. Umat Islam cukup jadi pengekor barat…jangan sampai jadi pemimpin (dunia).
- menjauhkan umat Islam dari Al Qur’an dan As Sunnah.
- mengeluarkan umat Islam dari ajaran Islam (yg telah dipelajarinya).
- (upaya terakhir adalah) membuat murtad kaum Islam (umat Islam keluar dari agama Islam).

Fenomena terbaru GF adalah:
1. Pemalsuan Islam, dilakukan dg cara:
- memalsukan Al Qur’an. Artikel lain ada di sini.
- memalsukan As Sunnah (termasuk di dalamnya hadits2)
- memalsukan pribadi Rasululloh SAW (termasuk dg menghina, melecehkan, membuat
gambar kartun/karikatur Rasululloh SAW
)
- memalsukan sejarah Islam (dg mengabaikan ilmuwan2 Islam atau mengaburkan fakta2)
- memalsukan sistem kehidupan Islam (tidak mementingkan syariat Islam)
2. Pembaratan Islam (mengajak kaum Muslim bergaya hidup seperti orang barat)
- penetapan dan perubahan kurikulum pendidikan
- penyebaran kehidupan sosial ala barat

Sendi-sendi yang menjadi akar GF:
- Zionisme
- Kristenisasi
- Kolonialisme (bekerjasama dg zionisme, kristenisasi, orientalisme)

GF menggunakan beberapa sarana berikut sebagai upaya untuk menyebarluaskan paham mereka:
- Pendidikan
- Sosial
- Media cetak dan elektronik
- Pusat kebudayaan
- (masih banyak lagi sarana2 lain)

GF juga menggunakan:
- Demokrasi
- Komunisme + sosialisme
- Nasionalisme
- Kesetaraan gender
sebagai tameng dan isu untuk menjatuhkan ajaran Islam.

Bagaimana cara menangkal GF? Banyak cara untuk menangkal dan ‘memukul balik’ GF ini, diantaranya:
1. Mencari alternatif pendidikan, pemikiran, ekonomi, dst, yg sesuai dg ajaran Islam
2. Memberi pengetahuan ttg GF, sehingga umat Islam tidak terkecoh
3. Para penulis Muslim perlu melakukan counter (serangan balik) terhadap tulisan2 yg menyerang Islam. Salah satu penulis yg cukup getol melakukan counter adalah Adian Husaini, beberapa artikelnya pernah aku muat di sini.
4. Mengingatkan lembaga pendidikan + lembaga dakwah Islam agar mewaspadai terhadap pemikiran yg sesat
5. (bagi yg merasa ilmunya tidak cukup memadai) Menjauhi pengaruh GF. Bagi yg ilmunya dirasa mumpuni, justru HARUS banyak mengenal GF, agar bisa melakukan counter (lihat poin 3).

Umat Islam sendiri hendaknya:
1. Hanya mengerjakan yg bermanfaat (dunia-akhirat)
2. Mencoba kembali kepada ALLOH SWT (apabila tertimpa musibah, dst)
3. Jangan minder. Yakinlah bahwa kita setara dg orang2 barat…tapi tentunya tidak sekedar ucapan belaka
4. Jika ada musibah, jangan cari kambing hitam…tapi hendaklah berserah pada ALLOH SWT. Pandang optimis ke masa depan, jangan terpaku ke masa lalu.

6 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2006/06/30/ghazwul-fikri-perang-pemikiran/trackback/

  1. cara non islam yang bagaimana dulu yang dipergunakan oleh orang tersebut.selama cara itu hanya untuk menenangkan fikiran tanpa mengurangi kepercayaan agama kita. kenapa tidak.dan untuk hidup beragama seperti negara kita yang memiliki lebih dari satu agama sudah seharusnya kita hidup lebih melihat persamaan daripada perbedaan antar agama. yang terpenting bagi saya kita pribadi harus yakin dengan agama kita tanpa mengganggu agama lain.dengan begitu kita tidak akan terpengaruh dengan agama lain walaupun kita belajar untuk sekedar mengetahui agama lain.dan mungkin juga dari situ kita akan terjalin persatuan yang baik.

    Komentar oleh mimi — September 16, 2006 @ 3:44 pm

  2. yup sepakat dengan artikel diatas!!!Qta mang harus memasyarakatkan GF untuk semua kalangan. Terutama anak - anak dan remaja, hendaklah secara dini mereka diperkenalkan dengan Islam yang sebenarnya.
    So klo pun ada bentuk provokasi lain ttg Islam mereka tidak mudah terpengaruh!!! OK!!!!

    Komentar oleh Rina — September 19, 2007 @ 1:51 pm

  3. GF memang perlu dikenalkan kepada kita, yang notabennya telah menjadi korban ghowzul fikri ini…

    Permasalahan dalam GF ini sendiri adalah pendekatan yang dilakukan oleh orang non-muslim yang sangat halus, sehingga kita tidak menyangka bahwa kita sedang dalam proyek besar mereka..

    Komentar oleh rifqi — December 29, 2007 @ 7:38 pm

  4. to mimi, dengan komentar seperti itu berarti anda sudah terjebak ke dalam pemikiran mereka,bisa jd anda sudah yakin tapi bagaimana dengan umat? bukankah anda bisa melihat sendiri kondisinya? apakah anda yang sudah yakin akan diam dengan keyakinan anda dan tidak peduli dengan saudara2 anda?kita hidup bukan untuk diri qt sendiri tapi ada umat yang butuh diselamatkan keyakinannya.

    Komentar oleh widyanto — February 21, 2008 @ 6:34 am

  5. Kita sebagai muslim harus tetap mencari ilmu untuk menyusun kekuatan analisis kita seperti yang dilakukan Pak. Adian Husaini (Salut!) dan itu penting untuk memberikan pelurusan pemikiran terhadap umat Islam di Indonesia dari pengaruh-pengaruh barat yang semakin sistematis.

    Komentar oleh tedi — May 2, 2008 @ 2:31 pm

  6. Sepakat.
    Hati-hatilah!!!
    Islam datang sebagai sesuatu yang asing dan beruntunglah orang-orang yang mau dianggap asing tersebut.

    Komentar oleh Mohammad Burhanuddin — June 28, 2008 @ 3:20 pm

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham