<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Sikap Kaum Hindu terhadap Islam</title>
	<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/</link>
	<description>Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)</description>
	<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:38:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: canzyber</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-14429</link>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 02:46:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-14429</guid>
					<description>Ehmm mas, sjak saya posting ni komen brati udah 7 bulan lebih disahkannya UU APP.. but mana neh,?? Kmaren w mseh lyt turis pake bikini d ancol, taman lawang maseh beroperasi, doli maseh rame.. terbukti UU APP cuma bualan para wahabi..

Sangat lucu..
Jika UU diterapkan dengan benar..
1. Tidak akan ada perancang kebaya dan celana bikini (gmana mau show coba)
2. Penjara akan penuh dengan orang2 papua dan suku anak dalam..
3. Pengangguran dmana2

Memang mau anda apa sih.?? Yang harusnya dibuat UU tuh..
1. UU Anti Pedifilia karena masih banyak yang mempraktekannya..
2. UU anti diskriminatif terhadap perempuan..
3. UU anti diskriminatif pada ajaran umat lain..
yang kesemua itu diajarkan dalam sebuah buku yang penuh ayat palsu (baca: meloncat2 dan memuja nabinya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ehmm mas, sjak saya posting ni komen brati udah 7 bulan lebih disahkannya UU APP.. but mana neh,?? Kmaren w mseh lyt turis pake bikini d ancol, taman lawang maseh beroperasi, doli maseh rame.. terbukti UU APP cuma bualan para wahabi..</p>
	<p>Sangat lucu..<br />
Jika UU diterapkan dengan benar..<br />
1. Tidak akan ada perancang kebaya dan celana bikini (gmana mau show coba)<br />
2. Penjara akan penuh dengan orang2 papua dan suku anak dalam..<br />
3. Pengangguran dmana2</p>
	<p>Memang mau anda apa sih.?? Yang harusnya dibuat UU tuh..<br />
1. UU Anti Pedifilia karena masih banyak yang mempraktekannya..<br />
2. UU anti diskriminatif terhadap perempuan..<br />
3. UU anti diskriminatif pada ajaran umat lain..<br />
yang kesemua itu diajarkan dalam sebuah buku yang penuh ayat palsu (baca: meloncat2 dan memuja nabinya)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Someone</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-14073</link>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 12:04:31 +0100</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-14073</guid>
					<description>DPR dan pemerintah isinya islam anjing semua! budak bangsa Arab! pergi sana lo ke arab jilatin pantat arab ngapain lo duduk di DPR dan pemerintahan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>DPR dan pemerintah isinya islam anjing semua! budak bangsa Arab! pergi sana lo ke arab jilatin pantat arab ngapain lo duduk di DPR dan pemerintahan!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Indonesia</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13772</link>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 14:03:43 +0100</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13772</guid>
					<description>semua udh jelas ada di uu penyiaran, KUHP, dll, kok malah pke UU Porno itu.
Yo wiss...maju terus RUU Porno = selamat menuju ambang kehancuran Indonesia....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>semua udh jelas ada di uu penyiaran, KUHP, dll, kok malah pke UU Porno itu.<br />
Yo wiss&#8230;maju terus RUU Porno = selamat menuju ambang kehancuran Indonesia&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: tang's</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13094</link>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 20:59:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13094</guid>
					<description>Sya jadi ikut tertarik ingin memberikan coment wlwpun tadinya hanya ingin membaca saja, saya sendiri yang saya tau islam itu mengajarkan supaya melarang umatnya untuk melihatkan auratnya yang bisa mendorong kepada nafsu birahi,ada perbedaan mungkin di negara arab sana harus tertutup semua. tapi kalau di indonesia gak mungkin itu terjadi semuanya di kembalikan kepada budaya. mungkin di indonesia menutup aurat itu adalah dengan tidak memakai celana/baju pendek atau ketat, dalam artian tertutup.

saya ingin sekali bertanya kepada orang yang meyatakan bahwa di coment &quot;Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy! &quot;

apakah saudara yakin dengan pernyataan tersebut. hati-hati saudara bisa memfitnah nabi.saya sendiri merasa marah apalagi umat yg lainya anda bisa di buru. apakah nabi berpendapat seperti saudara??? sayah yakin nabi berpendapat dan menyuruh kepada umatnya untuk tidak memperlihatkan aurat. saya harap kepada owner blogs ini untuk bisa tau dan bertanggung jawab atas semua comment yang di tampilkan karna tidak semua orang berniat baik baik itu pada islam ataupun agama lain dalam artikel ini.

jangan sampe islam rusak di pandangan agama lain ataupun sebaliknya karena sebagian dari orang tersebut mempunyai pandangan salah. kita boleh mempunyai pandangan berbeda tapi jangan sampe menghujat agama malah di bawa2.

alangkah indahnya bila semua agama bersatu bersama-sama hidup berdampingan. amiiieeeen..!!!!
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sya jadi ikut tertarik ingin memberikan coment wlwpun tadinya hanya ingin membaca saja, saya sendiri yang saya tau islam itu mengajarkan supaya melarang umatnya untuk melihatkan auratnya yang bisa mendorong kepada nafsu birahi,ada perbedaan mungkin di negara arab sana harus tertutup semua. tapi kalau di indonesia gak mungkin itu terjadi semuanya di kembalikan kepada budaya. mungkin di indonesia menutup aurat itu adalah dengan tidak memakai celana/baju pendek atau ketat, dalam artian tertutup.</p>
	<p>saya ingin sekali bertanya kepada orang yang meyatakan bahwa di coment &#8220;Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy! &#8221;</p>
	<p>apakah saudara yakin dengan pernyataan tersebut. hati-hati saudara bisa memfitnah nabi.saya sendiri merasa marah apalagi umat yg lainya anda bisa di buru. apakah nabi berpendapat seperti saudara??? sayah yakin nabi berpendapat dan menyuruh kepada umatnya untuk tidak memperlihatkan aurat. saya harap kepada owner blogs ini untuk bisa tau dan bertanggung jawab atas semua comment yang di tampilkan karna tidak semua orang berniat baik baik itu pada islam ataupun agama lain dalam artikel ini.</p>
	<p>jangan sampe islam rusak di pandangan agama lain ataupun sebaliknya karena sebagian dari orang tersebut mempunyai pandangan salah. kita boleh mempunyai pandangan berbeda tapi jangan sampe menghujat agama malah di bawa2.</p>
	<p>alangkah indahnya bila semua agama bersatu bersama-sama hidup berdampingan. amiiieeeen..!!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Tiger Roar</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13031</link>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 10:24:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13031</guid>
					<description>Kalau islam berjaya maka dunia akan kembali ke jaman jahiliyah. Lihat aja di negara2 Arab. Lihat bgmn mereka mengatur rakyatnya! Mencuri=potong tangan, berzina=potong penis atau timpuk batu sampai mati!. Ngaku diperkosa hrs diakui oleh minimal 3 orang saksi. Babi haram babu halal. Lihat TKI Wanita diperkosa terus krn dianggap halal!
Agama islam jelas menampakkan keburukan yang tdk pantas di contoh! Jgn berharap byk non muslim mau berpindah ke agama islam jika melihat fakta tsb. belum mslh poligami dan pedophilia yg di ijinkan! 
Ajaran inikah yg Anda inginkan? jawab dalam hati!
Perang israel dgn palestina adl bukti nyata kebencian islam pada non islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kalau islam berjaya maka dunia akan kembali ke jaman jahiliyah. Lihat aja di negara2 Arab. Lihat bgmn mereka mengatur rakyatnya! Mencuri=potong tangan, berzina=potong penis atau timpuk batu sampai mati!. Ngaku diperkosa hrs diakui oleh minimal 3 orang saksi. Babi haram babu halal. Lihat TKI Wanita diperkosa terus krn dianggap halal!<br />
Agama islam jelas menampakkan keburukan yang tdk pantas di contoh! Jgn berharap byk non muslim mau berpindah ke agama islam jika melihat fakta tsb. belum mslh poligami dan pedophilia yg di ijinkan!<br />
Ajaran inikah yg Anda inginkan? jawab dalam hati!<br />
Perang israel dgn palestina adl bukti nyata kebencian islam pada non islam.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Tiger Roar</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13029</link>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 09:45:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13029</guid>
					<description>Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: gukguk</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13028</link>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 09:23:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-13028</guid>
					<description>Gw sering baca bhw kalau ada ayat2 saling bertentangan di dlm kitab suci maka hrs diragukan kebenaran kitab tsb. Kalau memang itu murni dari Tuhan saya yakin Tuhan maha sempurna dan tidak akan ada ayat2 yang saling bertentangan didalamnya!.
Nah kalau dalam kitab al-quran itu sdh byk ayat2 yg saling  bertentangan dan silakan cari sendiri utk membuktikannya!. Ayat2 bisa bertentangan krn sdh ada karangan manusia didalamnya. Ingat! kitab itu bisa dicetak bbrp kali dan siapa yg bisa menjamin bahwa tdk ada karangan manusia ikut menghias didalamnya?
Jadi dlm mengamalkan ajaran kitab suci jgn sembarangan aja comot ayat2 itu dan diamalkan. jgn2 itu ayat karangan manusia. Kalo itu dari Tuhan sih nggak masalah utk di amalkan.
Adakah yg bisa membuktikan isi kitab suci al-quran dari jaman nabi Muhammad sama dgn yang sekarang? dan apakah pada jaman nabi muhammad kitab al-quran juga bebas dari karangan manusia dan sahabat2nya? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Gw sering baca bhw kalau ada ayat2 saling bertentangan di dlm kitab suci maka hrs diragukan kebenaran kitab tsb. Kalau memang itu murni dari Tuhan saya yakin Tuhan maha sempurna dan tidak akan ada ayat2 yang saling bertentangan didalamnya!.<br />
Nah kalau dalam kitab al-quran itu sdh byk ayat2 yg saling  bertentangan dan silakan cari sendiri utk membuktikannya!. Ayat2 bisa bertentangan krn sdh ada karangan manusia didalamnya. Ingat! kitab itu bisa dicetak bbrp kali dan siapa yg bisa menjamin bahwa tdk ada karangan manusia ikut menghias didalamnya?<br />
Jadi dlm mengamalkan ajaran kitab suci jgn sembarangan aja comot ayat2 itu dan diamalkan. jgn2 itu ayat karangan manusia. Kalo itu dari Tuhan sih nggak masalah utk di amalkan.<br />
Adakah yg bisa membuktikan isi kitab suci al-quran dari jaman nabi Muhammad sama dgn yang sekarang? dan apakah pada jaman nabi muhammad kitab al-quran juga bebas dari karangan manusia dan sahabat2nya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Waisampayana</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12874</link>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 09:57:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12874</guid>
					<description>Gara-gara RUU APP ini banyak sekali saya baca diinternet hujatan2,hinaan2 yg dilakukan oleh pendukung UU ini khususnya kepada Masyarakat Bali dan Agama Hindu..

Sy tdk ambil pusing..yg jelas SAYA BANGGA MENJADI KAFIR HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI MUSYRIKIN HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI PENYEMBAH BATU,KAYU,GUNUNG,LAUT,dsb spt yg saya sebut...KARENA :

- Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk menghujat,membenci,menghina agama orang lain

- Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk membunuh ataupun memerangi orang yg tidak seiman dengan saya.

- Agama sy tidak pernah mengajarkan sy bahwa hanya agama sy yg benar sedangkan agama orang lain itu salah.

- Dan agama saya mengajarakan sy untuk selalu mengasihi seluruh mahluk ciptaannya TANPA ADA EMBEL2 AGAMA

Karena bagi sy begitulah seharusnya sifat2 yg dimiliki Tuhan Yang Maha Kuasa..yg Maha Adil dan Penyayang terhadap seluruh mahluk ciptaannya TANPA TERKECUALI sekali lagi TANPA TERKECUALI </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Gara-gara RUU APP ini banyak sekali saya baca diinternet hujatan2,hinaan2 yg dilakukan oleh pendukung UU ini khususnya kepada Masyarakat Bali dan Agama Hindu..</p>
	<p>Sy tdk ambil pusing..yg jelas SAYA BANGGA MENJADI KAFIR HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI MUSYRIKIN HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI PENYEMBAH BATU,KAYU,GUNUNG,LAUT,dsb spt yg saya sebut&#8230;KARENA :</p>
	<p>- Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk menghujat,membenci,menghina agama orang lain</p>
	<p>- Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk membunuh ataupun memerangi orang yg tidak seiman dengan saya.</p>
	<p>- Agama sy tidak pernah mengajarkan sy bahwa hanya agama sy yg benar sedangkan agama orang lain itu salah.</p>
	<p>- Dan agama saya mengajarakan sy untuk selalu mengasihi seluruh mahluk ciptaannya TANPA ADA EMBEL2 AGAMA</p>
	<p>Karena bagi sy begitulah seharusnya sifat2 yg dimiliki Tuhan Yang Maha Kuasa..yg Maha Adil dan Penyayang terhadap seluruh mahluk ciptaannya TANPA TERKECUALI sekali lagi TANPA TERKECUALI
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adhy</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12613</link>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 21:37:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12613</guid>
					<description>teman-temanku hati-hati terhadap propaganda yg ingin menghancurkan bangsa ini. bukankah Indonesia didirikan atas fundamental BHINNEKA TUNGGAL IKA.....??? mari BERSATU !!! jadilah bangsa yg BESAR, CERDAS DAN BERMARTABAT.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>teman-temanku hati-hati terhadap propaganda yg ingin menghancurkan bangsa ini. bukankah Indonesia didirikan atas fundamental BHINNEKA TUNGGAL IKA&#8230;..??? mari BERSATU !!! jadilah bangsa yg BESAR, CERDAS DAN BERMARTABAT&#8230;..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adhy</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12612</link>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 21:27:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12612</guid>
					<description>Teman-temanku yg terhormat,mari kita gunakan rasionalitas dan kejernihan hati dlm menyikapi RUU APP. RUU APP itu justru dibuat untuk mencegah main hakim sendiri yg dilakukan masyarakat dalam menyikapi maraknya aksi pornografi.jika ada aturan yg jelas maka hidup ini akan teratur. Tinggal pilih mau ada aturan yg mengaturnya dlm hukum atau bonyok dipukul massa???</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Teman-temanku yg terhormat,mari kita gunakan rasionalitas dan kejernihan hati dlm menyikapi RUU APP. RUU APP itu justru dibuat untuk mencegah main hakim sendiri yg dilakukan masyarakat dalam menyikapi maraknya aksi pornografi.jika ada aturan yg jelas maka hidup ini akan teratur. Tinggal pilih mau ada aturan yg mengaturnya dlm hukum atau bonyok dipukul massa???
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: wawan</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12539</link>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 05:10:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12539</guid>
					<description>Hebat betul rancangan undang-undang yang mengatur “nafsu seksual” ini. Wacana merembet ke masalah agama. Tadi, isunya lahir untuk hadiah umat Muslim. Lebaran lewat, tak terjadi apa-apa. Kini isu berubah, undang-undang disahkan untuk “menjewer” umat Hindu yang ngotot menolak.

Kenapa orang Bali, dari petani yang tak paham mengeja pornografi sampai gubernurnya yang jenderal polisi, menolak undang-undang ini? Banyak alasan, yang tak usah dirinci di sini. Namun yang paling utama (dalam ritual Hindu disebut utamaning utama), soal “penghinaan” itu. Pasal 1 berbunyi (draf edisi 4 September 2008): “Pornografi adalah materi seksualitas…” dan seterusnya. Lalu Pasal 14 berbunyi; “Perbuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai: (a) seni dan budaya (b) adat istiadat dan (c) ritual tradisional.

Penyusun rancangan seolah berkata: “Ritualmu itu sangat primitif, seni budaya dan adatmu itu mengandung pornografi, tapi okelah, aku izinkan untuk dapat dilakukan.”

“Ini kan penghinaan? Padahal adat di Bali dan agama Hindu tak memberi tempat untuk pornografi,” ini kata istri saya. Masalahnya, kriteria porno itu seperti apa, dan untuk mengukur nafsu seksual itu melalui apa, apa ada alat seperti termometer, misalnya?

Seks dalam Hindu wilayah pribadi, namun sakral. Berhubungan seks termasuk wilayah privat. Mau berdiri, rebah, jungkir balik, pakai salto, ciuman pantat (ih, mulai jorok nih), terserah pasangan itu. Tak ada sanksi? “Ada hukumannya, ketika orang itu meninggal dunia, rohnya diadili Sang Suratma. Kalau ada penyimpangan –bukan suami istri atau caranya-- di dunia sana itulah ia memperoleh hukuman yang mengerikan. Wilayah privat ini sanksi hukumnya di agama,” kata istri saya.

Sanksi duniawi dikenakan jika wilayah privat itu dibawa ke wilayah publik. Tapi tak perlu undang-undang baru. “Kalau hubungan seks itu dipertontonkan kena pasal cabul di KHUP, kalau dijepret dan dimasukkan koran kena pasal undang-undang pers, kalau direkam disiarkan televisi, kena undang-undang penyiaran, kalau menggunakan anak-anak kena undang-undang perlindungan anak. Undang-undang ini yang diaktifkan, kok repot-repot buat yang baru, memangnya ada cek yang masuk ke Senayan?”

Waduh, istri saya mulai “terangsang”. Saya jelaskan, mungkin orang Indonesia sudah mulai sulit menahan hasrat seksualnya. Melihat patung orang telanjang hasrat seksnya naik. “Betul, itu porno. Tapi, ada lelaki yang hasrat seksnya juga naik melihat wanita berkerudung tersenyum manis. Apa memakai kerudung itu juga porno?”

“Jangan dipotong dulu,” kata saya. Sekarang banyak buku porno, film porno, termasuk alat peraga porno yang beredar. Gantungan kunci di Bali itu kan porno, alat kelamin laki-laki. “Itu yang dilarang di ruang publik,” istri saya memotong. “Makanya, kalau pun ngebet betul mengejar setoran ingin melahirkan undang-undang, buatlah RUU Peredaran Penjualan Penyebarluasan Materi Pornografi. Yang diatur adalah peredaran barang porno, bukan masalah nafsu dan hasrat yang abstrak itu, apalagi menyinggung budaya, ritual tradisi, dan adat. Perkara cabul-mencabuli sudah diatur undang-undang lain.” Ya, kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Hebat betul rancangan undang-undang yang mengatur “nafsu seksual” ini. Wacana merembet ke masalah agama. Tadi, isunya lahir untuk hadiah umat Muslim. Lebaran lewat, tak terjadi apa-apa. Kini isu berubah, undang-undang disahkan untuk “menjewer” umat Hindu yang ngotot menolak.</p>
	<p>Kenapa orang Bali, dari petani yang tak paham mengeja pornografi sampai gubernurnya yang jenderal polisi, menolak undang-undang ini? Banyak alasan, yang tak usah dirinci di sini. Namun yang paling utama (dalam ritual Hindu disebut utamaning utama), soal “penghinaan” itu. Pasal 1 berbunyi (draf edisi 4 September 2008): “Pornografi adalah materi seksualitas…” dan seterusnya. Lalu Pasal 14 berbunyi; “Perbuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai: (a) seni dan budaya (b) adat istiadat dan (c) ritual tradisional.</p>
	<p>Penyusun rancangan seolah berkata: “Ritualmu itu sangat primitif, seni budaya dan adatmu itu mengandung pornografi, tapi okelah, aku izinkan untuk dapat dilakukan.”</p>
	<p>“Ini kan penghinaan? Padahal adat di Bali dan agama Hindu tak memberi tempat untuk pornografi,” ini kata istri saya. Masalahnya, kriteria porno itu seperti apa, dan untuk mengukur nafsu seksual itu melalui apa, apa ada alat seperti termometer, misalnya?</p>
	<p>Seks dalam Hindu wilayah pribadi, namun sakral. Berhubungan seks termasuk wilayah privat. Mau berdiri, rebah, jungkir balik, pakai salto, ciuman pantat (ih, mulai jorok nih), terserah pasangan itu. Tak ada sanksi? “Ada hukumannya, ketika orang itu meninggal dunia, rohnya diadili Sang Suratma. Kalau ada penyimpangan –bukan suami istri atau caranya&#8211; di dunia sana itulah ia memperoleh hukuman yang mengerikan. Wilayah privat ini sanksi hukumnya di agama,” kata istri saya.</p>
	<p>Sanksi duniawi dikenakan jika wilayah privat itu dibawa ke wilayah publik. Tapi tak perlu undang-undang baru. “Kalau hubungan seks itu dipertontonkan kena pasal cabul di KHUP, kalau dijepret dan dimasukkan koran kena pasal undang-undang pers, kalau direkam disiarkan televisi, kena undang-undang penyiaran, kalau menggunakan anak-anak kena undang-undang perlindungan anak. Undang-undang ini yang diaktifkan, kok repot-repot buat yang baru, memangnya ada cek yang masuk ke Senayan?”</p>
	<p>Waduh, istri saya mulai “terangsang”. Saya jelaskan, mungkin orang Indonesia sudah mulai sulit menahan hasrat seksualnya. Melihat patung orang telanjang hasrat seksnya naik. “Betul, itu porno. Tapi, ada lelaki yang hasrat seksnya juga naik melihat wanita berkerudung tersenyum manis. Apa memakai kerudung itu juga porno?”</p>
	<p>“Jangan dipotong dulu,” kata saya. Sekarang banyak buku porno, film porno, termasuk alat peraga porno yang beredar. Gantungan kunci di Bali itu kan porno, alat kelamin laki-laki. “Itu yang dilarang di ruang publik,” istri saya memotong. “Makanya, kalau pun ngebet betul mengejar setoran ingin melahirkan undang-undang, buatlah RUU Peredaran Penjualan Penyebarluasan Materi Pornografi. Yang diatur adalah peredaran barang porno, bukan masalah nafsu dan hasrat yang abstrak itu, apalagi menyinggung budaya, ritual tradisi, dan adat. Perkara cabul-mencabuli sudah diatur undang-undang lain.” Ya, kan?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Yusuf Bima</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12437</link>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 20:28:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12437</guid>
					<description>Terus menulis &amp;amp; berjuang bung ! Jalan dakwah memang tidaklah mudah. Semoga kebangkitan Islam segera terwujud.
Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Terus menulis &amp; berjuang bung ! Jalan dakwah memang tidaklah mudah. Semoga kebangkitan Islam segera terwujud.<br />
Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Saran</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12425</link>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 20:26:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12425</guid>
					<description>Kita liat aja apa yang akan terjadi pada dunia ini, karena dunia ini sudah kotor untuk membersihkannya sangat sulit karena hanya segelintir orang yang punya pikiran untuk membersihkannya, AGama adalah suatu dasar kita banyak agama , banyak pemikiran dan tidak monoton itu wajar, beda konsep dan beda omongan itu sah2 saja, jangan kita selalu menyalahkan sesama, di dunia ini ada bermilyar-milyar orang bahkan triluyan yang mempunyai konsep yang berbeda, ayolah mari kita jaga keakraban kita yang terjalin agar langgeng, bukan saya takut akan perang atau dunia hancur tapi kita berpikir apa yang kita lakukan untuk membuat dunia ini bersih bukan menjadikan dunia ini tambah menjadi kotor, semua orang sudah mempunyai jalan masing2 jadi kita ngak usah mengurusi atau bahkan menghina dan mengajak untuk bedebat .............</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kita liat aja apa yang akan terjadi pada dunia ini, karena dunia ini sudah kotor untuk membersihkannya sangat sulit karena hanya segelintir orang yang punya pikiran untuk membersihkannya, AGama adalah suatu dasar kita banyak agama , banyak pemikiran dan tidak monoton itu wajar, beda konsep dan beda omongan itu sah2 saja, jangan kita selalu menyalahkan sesama, di dunia ini ada bermilyar-milyar orang bahkan triluyan yang mempunyai konsep yang berbeda, ayolah mari kita jaga keakraban kita yang terjalin agar langgeng, bukan saya takut akan perang atau dunia hancur tapi kita berpikir apa yang kita lakukan untuk membuat dunia ini bersih bukan menjadikan dunia ini tambah menjadi kotor, semua orang sudah mempunyai jalan masing2 jadi kita ngak usah mengurusi atau bahkan menghina dan mengajak untuk bedebat &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: leni</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12151</link>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 08:45:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-12151</guid>
					<description>masih ada juga makhluk yang musingin hal2 kayak gini.... jadi ketahuan deh...imannya setipis apa? nahan urusan gituan gak mampu, apalagi yang berhubungan ma 'liarnya pikiran', 'urusan hati'....
SAran aja mas, jalani hidup dengan 'ikhlas'...jadilah air, bukannya batu, biar bisa fleksibel dan menempatkan diri kemana-mana, bukannya jadi raja rimba....
trakhir.....berdamailah dengan alam, karna itu yang dititipkan-NYA pada kita!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>masih ada juga makhluk yang musingin hal2 kayak gini&#8230;. jadi ketahuan deh&#8230;imannya setipis apa? nahan urusan gituan gak mampu, apalagi yang berhubungan ma &#8216;liarnya pikiran&#8217;, &#8216;urusan hati&#8217;&#8230;.<br />
SAran aja mas, jalani hidup dengan &#8216;ikhlas&#8217;&#8230;jadilah air, bukannya batu, biar bisa fleksibel dan menempatkan diri kemana-mana, bukannya jadi raja rimba&#8230;.<br />
trakhir&#8230;..berdamailah dengan alam, karna itu yang dititipkan-NYA pada kita!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: indonesia</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-11968</link>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 12:41:17 +0100</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-11968</guid>
					<description>sekarang ini sudah saatnya semua berubah. aku ga mempermasalahkan agama manapun, tapi yang aku permasalahkan manusia yang salah menafsirkan ajaran agamanya sendiri. 

manusia beragama ternyata lebih banyak intrik n munafik dibandingkan kita yang dianggap kafir n ateis.

aku lebih bangga jadi kafir yang cinta dan hormat kepada alam semesta beserta penciptanya, dibandingkan orang yang hanya menganggap dirinya benar dan suci. tapi kelakuannya seperti iblis. membenarkan pembuhuhan dan penghancuran yang tidak mau ikut ajarannya.

bangsa ini hancur karena lupa siapa leluhur dan budaya asli bangsa ini. leluhur dan budaya sendiri kalian hina, arab kalian puja. apakah arab pernah memperhatikan kalian? melirikpun tidak. 

harusnya kalian malu dengan allah yang kalian puja. kalian bertindak atas nama Tuhan, tapi tak tau mana yang benar dan salah. kesadaran kalian sudah hilang, tak tau pencipta dan cara mencintainya. tergila2 surga menghindari neraka. percaya ulama yang belum tentu suci hati dan pikirannya, pakaian suci tapi selalu menghina, menghujat, membenci, dan selalu mengajak untuk menghancurkan kaum lemah yang tak mau ikut kaum kalian. benar2 seperti preman dan memalukan.

kalau memang kami hina dan dibenci Tuhan, mengapa daerah yang kami tinggali lebih damai, serasa alam sangat bersahabat, dibandingkan tempat kalian yang hanya dipenuhi kemunafikan dan kebobrokan disegala bidang.

saya yakin dalam hati terdalam, kalian setuju dengan apa yang saya paparkan. harusnya kalian lebih banyak instrospeksi kedalam, agar mata hati kalian terbuka dan penuh hormat bukan hanya sesama kaummu, tapi seluruh bagian dialam semesta ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sekarang ini sudah saatnya semua berubah. aku ga mempermasalahkan agama manapun, tapi yang aku permasalahkan manusia yang salah menafsirkan ajaran agamanya sendiri. </p>
	<p>manusia beragama ternyata lebih banyak intrik n munafik dibandingkan kita yang dianggap kafir n ateis.</p>
	<p>aku lebih bangga jadi kafir yang cinta dan hormat kepada alam semesta beserta penciptanya, dibandingkan orang yang hanya menganggap dirinya benar dan suci. tapi kelakuannya seperti iblis. membenarkan pembuhuhan dan penghancuran yang tidak mau ikut ajarannya.</p>
	<p>bangsa ini hancur karena lupa siapa leluhur dan budaya asli bangsa ini. leluhur dan budaya sendiri kalian hina, arab kalian puja. apakah arab pernah memperhatikan kalian? melirikpun tidak. </p>
	<p>harusnya kalian malu dengan allah yang kalian puja. kalian bertindak atas nama Tuhan, tapi tak tau mana yang benar dan salah. kesadaran kalian sudah hilang, tak tau pencipta dan cara mencintainya. tergila2 surga menghindari neraka. percaya ulama yang belum tentu suci hati dan pikirannya, pakaian suci tapi selalu menghina, menghujat, membenci, dan selalu mengajak untuk menghancurkan kaum lemah yang tak mau ikut kaum kalian. benar2 seperti preman dan memalukan.</p>
	<p>kalau memang kami hina dan dibenci Tuhan, mengapa daerah yang kami tinggali lebih damai, serasa alam sangat bersahabat, dibandingkan tempat kalian yang hanya dipenuhi kemunafikan dan kebobrokan disegala bidang.</p>
	<p>saya yakin dalam hati terdalam, kalian setuju dengan apa yang saya paparkan. harusnya kalian lebih banyak instrospeksi kedalam, agar mata hati kalian terbuka dan penuh hormat bukan hanya sesama kaummu, tapi seluruh bagian dialam semesta ini.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: testing</title>
		<link>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-11967</link>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 12:09:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/18/sikap-kaum-hindu-terhadap-islam/#comment-11967</guid>
					<description>bali merdeka</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>bali merdeka
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
