Tausyiah275

April 17, 2006

Gus Dur-Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al Qur’an

Masuk Kategori: HOT NEWS

Masya ALLOH…Gus Dur..istighfar sampeyan…
Eling…
Nyebut…

Selagi ALLOH SWT masih memberikan kesempatan kepada sampeyan untuk hidup…selagi nafas belum di ujung tenggorokan…selagi…selagi…dan masih 1000 selagi masih ada kesempatan dari ALLOH, Gus..

Istighfar Gus…sebelum semuanya terlambat… :’-(
Ya ALLOH … Yaa Rabbi… :’-(
*menitikkan air mata utk statement Gus Dur ini…*

JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

JIL: Maksudnya?

Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…

Wawancara lengkapnya baca di artikel ini.

BERITA TERBARU: JIL ADALAH SEKUMPULAN ORANG PENGECUT!!! MEREKA MENGGANTI ISI BERITA+LINK TTG KOMENTAR GUS DUR INI…!!! TIDAK PERCAYA? SILAKAN BACA DI SINI.

205 Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2006/04/17/gus-dur-kitab-suci-yang-paling-porno-di-dunia-adalah-alquran/trackback/

  1. test comment

    test diterima, mas Adhi :)

    Komentar oleh adhi nugraha — April 26, 2006 @ 1:09 am

  2. Gus Dur boleh ngomong gitu, Mas Fahmi juga boleh nyuruh Istighfar. Tapi Gus Dur tidak harus istighfar, dan Mas Fahmi tidak perlu percaya kalau Al Qur’an adalah kitab suci yang paling porno.

    Adil sekali bukan? :P

    lebih adil lagi jika GD tidak perlu mengatakan hal2 ga penting seperti itu, mas Herman :-)
    silakan baca komentar saya di blognya Toni :)

    Komentar oleh Herman Saksono — April 27, 2006 @ 5:05 am

  3. Kalau saya baca-baca, sepertinya Gus Dur justru mengikuti definisi ‘porno’ dari RUU APP, sehingga mengatakan bahwa Al Qur’an adalah ‘porno’.

    Di RUU APP ‘porno’ = merujuk ke organ yang terbuka.

    bukankah di RUU APP juga sudah dijelaskan detailnya…??

    Sehingga, menurut saya yang dibilang Gus Dur memang benar dan tidak ada penghinaan thd Al Qur’an sehingga perlu istighfar.

    silakan berkomentar seperti itu..saya hargai…dan tolong juga hargai sikap saya :-)

    Dengan mengacu RUU APP, maka buku seksologi kedokteran juga akan ‘porno’. Patung-patung di laboratorium anatomi juga akan ‘porno’. Demikian pula Al-Kitab dan Al-Qur’an juga (mungkin) akan ‘porno’.

    ehmm…hati2, jangan main hantam kromo :-)

    Note : saya menulis ‘porno’ dengan tanda petik untuk menunjukkan definisi ‘porno’ ala RUU APP.

    hmm…nampaknya saya mesti muat artikel khusus tentang RUU APP ini…

    Komentar oleh Adi — April 27, 2006 @ 12:24 pm

  4. setuju ma yg diatas..

    dan heran dengan yg nyuruh gus dur istigfar.. kae yg paling bener dan gusdur salah aja.. situ tuhan ya?!

    lho..tidak harus menjadi tuhan (ALLOH SWT) untuk meminta orang lain istighfar..
    sudah kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan jika ada kesalahan (menurut satu pihak) dan menjelaskan kenapa tindakan tsb dianggap ‘kesalahan’

    masalah benar dan salah, untuk urusan dunia mungkin bisa kompromi…tapi untuk urusan akhirat…sudah jelas siapa yg benar dan siapa yg salah… :-)

    nyebuttt.. istigfarr..

    lho…anda sendiri menyuruh orang lain untuk istighfar?
    ah…tidak konsisten.. ;-)

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — April 29, 2006 @ 5:12 pm

  5. haha, saya mah cuman nyoba ngikutin aja..
    [quote]sudah kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan jika ada kesalahan (menurut satu pihak) dan menjelaskan kenapa tindakan tsb dianggap ‘kesalahan’[/quote]
    nah ini, apa ga mikir mungkin GD jg lagi mengingatkan dengan cara mengkritik?!

    mengkritik boleh2 saja…bahkan seperti quote yg anda sertakan..WAJIB!!

    tapi apakah tidak ada CARA LAIN mengkritik, selain menggunakan Kitab Suci saya dg nada ‘cemoohan’ dan guyonan…atau apapun itu, yang membuat orang bisa menafsirkan macam2?? :-)

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — May 1, 2006 @ 9:53 am

  6. Musti tanya dokter ahli syaraf nih,
    apa dampak dari serangan stroke yg berulang terhadap kemampuan berpikir seorang manula.
    Takutnya Gusdur ini mengalami kelemahan mental,
    dulu bumbu masak yg sudah di perikas di laboratorium dan dinyatakan mengandung babi masih dinyatakan halal sama gusdur.

    wah…mas Justus tidak boleh berkata kasar seperti itu…
    sudahlah…ALLOH SWT memang menciptakan bermacam-macam karakter manusia (+makhluk). Semua itu untuk menguji kita…seberapa sabar kita menghadapi karakter-karakter tersebut… ;-)

    Jadi serem juga sama yg namanya Islam Liberal, Al’quran di plesetin, ayat & hadits di debat.
    Allah SWT & Nabi SAW di pertanyakan, Islam di Gugat, masya allah.
    apa yg di cari yah ? dosa ? azab dari Allah SWT ? nama biar ngetop ? atau apa yah ?

    wah…saya tidak tahu persis mas Justus…
    mungkin yg suka melakukan aksi sebagaimana mas Justus sebut, bisa menjawab..?? :-)

    Komentar oleh Justus — May 2, 2006 @ 11:46 am

  7. [quote]tapi apakah tidak ada CARA LAIN mengkritik, selain menggunakan Kitab Suci saya dg nada ‘cemoohan’ dan guyonan…atau apapun itu, yang membuat orang bisa menafsirkan macam2?? :-) [/quote]

    itu kan bukan kitab suci sodara doang.. kitab GD juga tuh.. [jangan2 GD ga dianggap muslim sama situ?] hehe

    wah…bukan saya yg menyatakan GD bukan muslim lho ;-)
    saya hanya hendak menyatakan bahwa seorang muslim hendaklah bercanda yg baik…tidak perlu menggunakan Kitab Suci sebagai bahan lelucon…masih banyak contoh lain yg bisa digunakan :-)

    yahh, GD mau ngomong gimana, itu urusan dia, tapi kan disini peran berita di media [dalam hal ini BLOG ini] dan penulis berita yg punya andil untuk meluruskan ato menjelaskan maksud dari omongan ini.. berarti, kalo banyak yg salah kaprah, salah anda! hehe

    halah…anda ngeles lagi…
    jika anda perhatikan, saya mengutip dari website-nya JIL…
    jika saya menggunakan logika anda, berarti memang JIL membuat banyak orang salah kaprah ya?? :-)

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — May 2, 2006 @ 12:28 pm

  8. ah,
    anda tipikal orang cerdas indonesia; mendalami satu dan lain hal tapi begitu mudah utk melihat hanya permukaan saja.

    tolong belajar lebih dalam lagi, kali ini lebih ke esensinya (terlebih ttg Islam itu sendiri)

    ya ya ya…terima kasih atas komentarnya.. :)
    anda sendiri mungkin saya golongkan tipikal orang pengecut indonesia…berkomentar tapi tidak berani menunjukkan jati diri anda :)

    Komentar oleh yeah — May 4, 2006 @ 9:25 am

  9. Menanggapi Pemilik Blog :

    Orang memang berhak dan wajib mengingatkan sesama muslim atau manusia pd umumnya. Tapi sifatnya tidak menuduh (meminta istighfar). Kenapa tidak ? karena toh kita sesama manusia, kita tidak bisa menggantikan Tuhan (Allah SWT).

    ehm…apa ada yg salah dg meminta istighfar?

    So, biarlah soal agama itu menjadi tanggung jawab setiap pribadi. Kita boleh saja mengingatkan, tapi sifatnya tidak menuduh spt itu, kecuali kalau kita merasa sebagai asistennya Alloh.

    lho…saya memang hanya mengingatkan kok.. :)

    Seharusnya ya, yang perlu kita kritik justru terorisme yang membunuh banyak orang, kekerasan atas nama agama, pengusiran dan pengancaman terhadap penganut Ahmadiyah, dst. Nah, kalau ini jelas-jelas perlu dikritik dan dituduh, karena jelas-jelas melanggar hukum.

    hukum mana dulu? hukum positif atau hukum agama? jika hukum agama yg dilanggar, kita memang HARUS bertindak :)

    Gus Dur dan JIL toh tidak pernah melakukan kekerasan, pembunuhan, pengusiran semacam itu kan. Kalaupun pikirannya tidak sesuai dengan Anda (beda interpretasi soal agama) ya biar saja nanti Allah yang akan menentukan mana yang benar dan salah.

    tapi mereka tidak perlu meracuni pikiran orang lain dg statement2 mereka :)
    ALLOH SWT sudah MENENTUKAN BENAR DAN SALAH MELALUI RASULULLOH SAW. Juklak dan juknisnya (petunjuk teknis) sudah tersedia di Al Qur’an dan As Sunnah kok :)

    Atau, anda masih ngotot pingin jadi asisten Alloh SWT ? Kalau saya tidak.

    ah…saya tidak merasa jadi asisten ALLOH SWT kok :)

    Komentar oleh Adi — May 5, 2006 @ 6:34 am

  10. Tambahan lagi :

    Kenapa Gus Dur seolah “menghina” Al Quran ? Menurut saya beliau justru mengikut pendapat yang beredar di kalangan pendukung RUU APP, yang menganggap penolak itu bukan Islam dan kitab sucinya porno.

    Saya kutip wawancara tsb :
    JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

    terima kasih atas komentarnya, mas Adi :)

    Komentar oleh Adi — May 5, 2006 @ 6:38 am

  11. Subhannallah
    saya rasa dia berfikir seperti itu karena dia terlalu pintar,karena kepintaran itulah dia mendahulukan akal dari pada keimanannya,saya sebagai umta Islam merasa kesal dengan apa yang sudah dia bicarakkan,dia sudah tidak pantas lagi dikatakan sebagai kiyai,mana ada kiyai yang menghina Al-Kitabnya sendiri

    itu dia, masa kiyai menghina Kitab Sucinya sendiri?? *geleng2 kepala…*

    Komentar oleh Libasa — May 6, 2006 @ 3:39 am

  12. lalu kiyai yg menebarkan kebencian terhadap agama lain adalah pantas menyandang gelar tersebut?!

    mungkin tidak menebarkan…tapi MEMBELA DIRI dari agama lain yg menyerang.
    barangkali mas NNFTK bisa menyebutkan nama kiyai2 yg anda anggap menebarkan kebencian tsb?

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — May 10, 2006 @ 4:19 am

  13. assalamualaiku sodaraku…

    wa’alaykumsalam wr wb

    kalau boleh saya kasih gambaran sedikit tentang konflik diatas.. maaf ya.. sebelumnya..
    1. seorang arsitek kemungkinan besar pekerjaanya akan lebih dimengerti oleh arsitek juga.
    2. seorang designer juga demikian
    jadi saya fikir jangan lah berlebihan berkomentar kalau kita belum merasa sebanding, maaf sodaraku..
    maksud saya dengan tingkatan yang dimiliki seorang KH Abdul Rahman Wahid, kemungkinan besar akan hanya selevelnya, saya yakin juga GD tidak semata-mata mengeluarkan perkataan itu kalau dia tidak mengerti betul dalamnya Al-Quran, jadi patut kita sadari bersama jika kita masih hanya tau kulitnya aja, lebih baik kita diam, dan coba cari tau apa dibalik itu, .. ingat hujatan itu berkecenderungan berlebihan dan mendekati fitnah. .. KECUALI .. kita sangat2 faham Al-Quran.. nah itu lain lagi..
    Benar memang kekhawatiran anda berdasar, tapi apakah yang anda khawatirkan sama seperti khawatirnya anda .. belum tentu.. yah..

    saya menutip komentar diatas “masalah benar dan salah, untuk urusan dunia mungkin bisa kompromi…tapi untuk urusan akhirat…sudah jelas siapa yg benar dan siapa yg salah…”,
    saya mau mengomentari siapabilang urusan akherat sudah jelas siapa yang salah dan siapa yang benar.. konteks yang anda bicarakan terlalu jauh… ini masalah duniawi mas.. dan masalah akherat urusan Allah, dan itu sangat sulit hitunganya, dimata manusia salah belum tentu dimata Allah INGAT ITU…!!
    .. maaf anda fikir mencemoohkan orang lain tanpa klarifikasi yang clear, apa itu bukan perbuatan salah.. waduh.. subhanallah .. maaf.. maaf.. sekali lagi maaf.. INTINYA LEBIH BAIK KITA BERHATI-HATI.. berhati2 bicara dan hati hati kalau KOMENTAR.. takutnya masalah ini jadi besar karena KOMENTAR-komentar sepihak.. wah.. gawat ini..

    maaf jangan tersinggung saya cuma turut bersedih kesemuanya..

    hmmm…untuk topik GD, saya sudah tutup…jadi saya tidak akan komentari lebih jauh.. :)

    Komentar oleh muhammad faozy — May 22, 2006 @ 2:12 pm

  14. menurut aku,orang yg menyuruh gusdur agar beristighfar,justru dia orang yg bukan sekedar sok suci,tapi juga sok pintar.
    ungkapan itu jgn hanya dilihat redaksinya dong om,tapi lihat dulu orangnya!gusdur seorang ahli filsafat dan tasawwuf yg ucapannya hanya bisa di mengerti oleh mereka yg menguasai kedua ilmu tersebut.bukan orang2 seperti kalian, cengos tapi polos tak mengerti teori berdialektika,padahal jka orang2 berhenti sejenak tuk berfikir tentang maksud gusdur,saya yakin mereka dapat mengerti dan sampai pd pemahaman yg fositif.yg plg penting itu jgnlah kita merasa sebagai org yg pintar dlm segala hal sehingga tak terbiasa untuk berlogika secara jernih sebelum menilai ungkapan seseorang.
    toh betapa banyak kebenaran2 di alam ini yg telah kita persalahkan,hal itu disebabkan femahaman kita yg dangkal dan males untuk menggunakan nalar kita sendiri secara maksimal.

    terima kasih atas komentarnya mas Deden..
    saya tidak butuh penilaian dari mas Deden kok :)

    anda sendiri komentarnya kok mbulet…mau bilang apa sebenarnya?? ;)

    Komentar oleh deden sajidin — May 24, 2006 @ 8:59 pm

  15. saya setuju dan sangat sangat setuju mas sajidin, persis sesuai dengan yang aku bilang,, semua itu akan terungkap sebenarnya oleh orang orang yang selevelnya ( GD), ya bukan berarti kita yang selevelnya lalu berkoar bicara kebenaran.. harusnya kita mawas diri.. untuk menyjelek2 orang… kalau saya perhatikan koentar2 miring mengenai GD diatas, ini bukan mengomentari sifat dan sikapnya .. tapi malah ke individunya.. dan itu tidak dibenarkan..

    hati2 terhadap profokasi berkedok kebenaran.. bahaya.. yu kita sama2 menahan diri dan belajar memahami..

    mana yg lebih baik:
    - orang level tinggi bicara dengan levelnya terus menerus tanpa memikirkan orang lain salah tanggap dg ucapannya?
    atau
    - orang level tinggi bicara sesuai dengan level orang yg dia ajak bicara?

    Komentar oleh muhammad faozy — May 25, 2006 @ 6:11 am

  16. wah hati-hati dong….jangan menyuruh orang seenaknya untuk istighfar…

    lho..seenaknya saja bagaimana mas Muhammad?

    soal keyakinan tanggungjawabnya ya antara manusia dengan Alloh saja…

    ah…(maaf) jawaban standar …

    belon tentu situ yang menyuruh Istighfar lebih baik dari Gus Dur…belon tentu juga situ kalo ke akhirat ke surga…karna komentarnya itu lho yang kayaknya mewakili Tuhan aja….

    wah…mewakili Tuhan? :) apa yg salah dg komentar? komentar GD sendiri bagaimana? apa bukannya komentar GD seperti yg ‘menurunkan’ Al Qur’an??

    Komentar oleh muhammad — May 26, 2006 @ 4:14 pm

  17. mana ujungnya nih mas,

    maksudnya apa ya mas Zhall? aku tidak begitu jelas…

    kalo gitu jalanin aja apa yang baek buat masing2, masalahnya gini salah- gitu salah, itulah manusia;

    tapi ALLOH SWT sudah memberi petunjuk kan?? :)

    yang punya masa kadaluarsa/ habis masa berlakunya, tapi ngomong2 udah pada tau blom neh yang gak abis masa berlakunya….

    hahaha…bisa saja mas Zhall ini.. :)

    Komentar oleh zhall — May 26, 2006 @ 5:08 pm

  18. Udahlah……………. gitu aja ko repot2 kaya anak TK aja, dewasa dikit kenapa, jangan diterjemahkan tekstual kaya gitu lah……lagian. Senangnya ko bikin profokasi nda usah merasa benar sendiri, harusnya kita bisa introsfeksi, refleksi kenyataan hari ini kitaituh kaya apa.

    loh…justru saya juga mengajak introspeksi dan refleksi, mas Agus :)

    Tuhan itu maha tahu mana yang haq dan mana yang bathil.Tapi aku bangga gus dur mengatakan demikian, biar umat Islam pada mikir, paling tidak ikut komentar lah………..

    mengatakan sesuatu yg membuat heboh, kesannya cari sensasi…tidak ada bedanya dg artis.. ;-)

    ayo kita istihgfar bareng2

    Astaghfirullah al adziiimmm… :)

    Komentar oleh Agus — May 26, 2006 @ 7:45 pm

  19. Saya bangga dengan Gus Dur yang bisa menelaah akar permasalahan sebelum mengungkapkannya (mengajukannya). Jangan kita bicara atau memaksakan kehendak atas nama agama karena pada dasarnya Tuhanlah yang menentukan baik buruknya kelakuan kita. Kalau kita melakukan tindakan kekerasan, pencemohan, pemaksaan kehendak walaupun atas nama Allah/Tuhan (agama/kesopanan/moral/dll) itu tetaplah salah di mata Allah, bahkan itu lebih buruk dari pendosa lainnya. Hidup Gus Dur !!! marilah kita berkaca dan menilai diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum menilai orang lain, jangan merasa paling benar dan paling suci. Sekali lagi Hidup Gus Dur !!! Maju terus bersama bangsa ini. Pertahankan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Hapuskan kemunafikan dari muka bumi ini…

    hihihhi….*tertawa saja…*
    makasih komentarnya mas Agus…:)
    oya…jika selalu meminta berkaca ke diri sendiri sebelum menilai orang lain, tidak akan ada kemajuan loh mas..:)

    Komentar oleh Agus — May 27, 2006 @ 3:28 am

  20. anda menyuruh istighfar kepada GD , tapi anda membiarkan para habib dari FPI yang melakukan kekerasan kepada umat islam sendiri, jadi bingung aku dengan pola pikir pemilik blog ini, apa pernah nabi Muhamad SAW mengajarkan kekerasan, justru para Habib atau kiai yang mengobarkan kekerasan dan anarkis lah yang harus istighfar

    loh..mas Habib, aku sudah tulis juga di beberapa artikel, bahwa aku juga TIDAK SETUJU dg SWEEPING dan KEKERASAN…

    sekarang anda lihat konteksnya…menghina Al Qur’an dg anarkis, kira2 mana yg lebih dekat dg urusan ‘keimanan’?

    lagipula, para Habib dan Kiai tersebut barangkali sudah jengkel, karena banyak pelanggaran yg dibiarkan aparat…sementara konteks GD?

    Komentar oleh habib — May 27, 2006 @ 4:05 am

  21. Menurut pengamatan Saya,GD melontarkan komentar seenaknya, tanpa meninjau lebih dahulu pernyataan itu. Kita faham , bahwa Banyak sekali kitab-kitab lain selain AlQur’an yang sifatnya lebih cabul dan porno. Sebutlah diantaranya kitab Kamasutra yang justru oleh GD tidak dianggap cabul dan Porno. bahasa AlQur’an adalah bahasa yang angat santun,sopan dan halus. Kalau ada yang mengatakan GD adalah ahli filsafat, memiliki kedalaman ilmu yang tiada bandingannya……Sedalam apa sih ilmunya GD bila dibandingkan dengan ilmu yang terkandung dalam AlQur’an. Mana yang lebih filosofis, bahasanya GD atau kah AlQur’an.

    betul mas Khairil…
    siapa yg sebenarnya mesti diikuti? GD atau Al Qur’an?
    lalu, mengapa mengajak orang utk istighfar malah dikecam orang yg mengajak?
    *geleng2 kepala…*

    Komentar oleh Khairil Anas — May 27, 2006 @ 5:49 am

  22. kita harus memandang gusdus sebagai Kiai yang banyak ilmunya, apa yang dikatakan kita tidak mengerti, untuk itu kita tidak boleh menghina sembarangan

    justru karena banyak dari kita yg tidak mengerti, GD sbg Kiyai, tidak boleh bicara sembarangan :)

    Komentar oleh nendyas — May 28, 2006 @ 6:13 am

  23. Dulu KH As’ad Syamsul Arifin bilang dia ga bisa nerusin berimam ke Gus Dur karena sewajiban untuk berimam sudah batal karena Gus Dur kentut.
    Dan ternyata Gus Dur memang punya penyakit suka kentut-kentut, jadi berhenti aja berimam ke beliau.
    Dan buat Gus Dur, mbok ya kalo suka kentut jangan maksain diri memposisikan diri jadi imam.
    getoooo

    tenang mas Edward…jangan terlalu emosi :)

    Komentar oleh edward saeed — May 28, 2006 @ 10:58 am

  24. ….udah sejak zaman dulu tokoh seorang Gus Dur paling saya benci, omongannya ceplas ceplos kyak orang gak beres, ngelantur, sok tau masalah pokoknya saya super hiper anti sekali. Saya anti bukan kemudian gak mempelajari seorang Gus Dur tapi selalu saya cermati semampu saya …. dan setelah sekian tahun ….Maha Besar Allah …… ternyata Gus Dur itu klo boleh saya ktakan ternyata orang super jauh … amat jauh di atas saya ……. hingga segala kta yg diucapkannya (yg selama ini saya anggap ceplas ceplos dll) ternyata bila dipahami (kdang saya bisa memahami setelah berhari2, berminggu2, ato sangat lama) dlm katanya terkandung makna yg sangat dlm dan sama sekali gak ngawur …. yg hingga saat ini memberikan saya pelajaran bahwa perlu pemikiran yg amat sangat dlm terhadap sesuatu yg ada … bahwa bungkus tak mencerminkan isi sama sekali …
    dan saat ini Gus Dur adalah orang yg teramat saya kagumi

    ….gak masalah sihh nyuruh Gus Dur istighfar … tapi yg saya tau dan saya yakinin dalam denyut nadinya dan nafasnya ada dzikir…..

    anda tahu darimana? (mengutip komentar dari komentator lain) apakah anda ALLOH atau wakil ALLOH? ;-)

    … Gus Dur itu mudah dipahami dg teknik dzikir … coba aja baru komentar

    terima kasih untuk sarannya :)
    jika memang bisa dipahami dg dzikir, kenapa kemarin saat di Purwakarta banyak yg demo ttg komentar GD ini? apa mereka masih kurang dzikir? ;-)

    Komentar oleh orang biasa — May 28, 2006 @ 2:45 pm

  25. Hahahaha… Gus Dur banyak-banyak istigfarlah, sudah disuruh bercermin koq ndak ngerti2 :-)

    tenang mas Jesie…kita sedang melawan main stream-nya GD loh.. ;-)

    Komentar oleh jesie — May 29, 2006 @ 1:46 pm

  26. Gus dur blh intelek, tapi kan ngga semuanya yang mendengar/merespon ucapannya GD,bisa mengerti,krn manusia itu berbeda satu sama lain,jadi jangan hanya menempatkan k’intelektualnya aja(jadi orang jangan takabur,pintar boleh tapi harus menghargai perasaan orang yang pemikirannya d bawahnya,jadi jangan ngomong asal ceplak aja),kan banyak orang awam yang tdk mengerti dgn makna yg tersirat dari ucapan GD, yang ada malah menimbulkan fitnah dan sara.

    tepat sekali mas DSM…:)

    Komentar oleh dsm — May 29, 2006 @ 10:37 pm

  27. seorang kyai adalah figur dan panutan… sehingga apa yang diucapkan dan di lakukan akan selalu dianggab serius bagi umat. dari itulah kenapa kiayai dimulyakan di dunia dan di akhirat, sebab dia mampu menjaga tindak tanduknya yang mampu memberi pengayoman bagi umat. GD sebagai seorang kiayi tak salah jika juga pandai dalam berpolitik karena dalam islam juga ada ilmu mantik ilmu balaghoh. tapi masalahnya tak seluruh umat tahu akan hal itu. sungguh tragis jika statement seorang yang difigurkan dan memiliki pengikut yang besar walau “guyonan” malah menimbulkan interpretasi yang salah apalagi menimbulakn keresahkan bagi pengikutnya. kiayi bagi saya harus punya jiwa pengayom pelindung, apapun yang di perjuangkan apapun yang di bawakan harus membawa nama baik ALLAH SWT dengan cara yang membawa ketenangan dalam masyarakat.menurut saya GD adalah GD biarkan dia bersama caranya, yang terpenting kita harus lebih giat menjaga keimanan kita serta juga lebih waspada terhadap musuh kita kaum misionaris manapun yang mencoba memecah belah umat, ingat untuk menumbangkan pohon janganlah pakai kapak besi tapi pakailah juga pegangan kayu agar ayunan bisa lebih bertenaga. waspadalah …!waspadalah ..!

    tepat sekali mas Arief…
    seorang Kiai (ulama) idealnya memang mesti LEBIH menjaga tindakan dan ucapan…jangan sampai timbul salah tafsir dan salah persepsi, yg ujung2nya mengarah ke tindakan anarkis :)

    Komentar oleh arief rahman — May 30, 2006 @ 12:16 pm

  28. ahhhhhhhhhh… tolong kaji lagi Al-Quran.. tentang akibat dari perdebatan.. jelas kok di Al-Quran.. brang siapa yang memperdebatkan sesuatu yang akhirnya makin besar efeknya.. ya .. itulah yang bertanggungjawab atas isu yang sesungguhnya.. INGGGAATTTTTTT.. jaga lisan

    sabar…sabar… :)

    Komentar oleh muhammad faozy — May 30, 2006 @ 11:11 pm

  29. Terus terang saya heran, kok masih banyak juga orang ngga mikir untuk jadi pengikut setia atau pembisik2 gusdur, padahal kita sudah sering mendengar kelakuan gusdur yang nyeleh, yang sembarangan ngomong, yang katanya intelektualnya tinggi, tapi sikapnya kayak orang yang ngga punya pikiran. Seharusnya gusdur itu sydah harus insyaf, sadar, dan bertaubat. Jangan lagi berbuat hal-hal yang bisa buat orang bertengkar, saling menuduh,menjelek-jelekan satu sama lain yang ujungnya perpecahan antar umat islam.Kita harus belajar dari sejarah, dari dulunya umat islam itu hancur karena gara2 hal seperti ini,akhirnya masuk pihak ke3 dan mengadu domba ( kalo dulu ada istilah de vide at impera, apa betul tulisan saya juga sudah lupa, abis pelajaran sd, smp seeh…hehehe).Saya pernah melihat waktu gusdur dibaptis digereja.saya punya VCDnya.emang ngga ori lagi, tapi saya copy dari VCD orinya.Disitu gusdur dijanjikan akan disembuhkan penyakit matanya,saya akhirnya jadi bertanya-tanya dan bingung sendiri, gusdur itu agama islam atau udah pindah ya????entahlah kawan, hanya tuhan yang tau…….( “sambil ngurut kening…*&$#???)

    entahlah mas Zufar…saya sendiri tidak mengerti kok… :)

    Komentar oleh zufar sahara — May 31, 2006 @ 10:26 pm

  30. Sekali lagi saya himbau kepada pengikut setia gusdur, yang loyal dan terus setia kepada gusdur, apakah saudara tidak memikirkan segala tindak-tanduk gusdur itu justru memecah-belah kita selaku umat seagama?terus terang saya heran, saaaaaangaaaat heran sekali, kenapa segala kebodohan yang dibikin gusdur kok malah di ikutin???sadar hai kawan….saya kenal banyak kyai( walaupun mungkin kyai lokal…ataupun yang sering nongol di tipi, kebanyakan mereka itu berusaha membawa umat kejalan yang benar, jalan kedamaian, penyejuk hati, pemersatu umat).tapi, sama kyai yang satu ini, yang mungkin selalu jadi panutan sama segelintir orang(maaf sebelumnya,sebab, setahu saya islam di indonesia luas, dari sabang sampai merouke, dari pulau sumatra, jawa, bali, kalimantan, sulawesi, papua, setahu saya yg fanatik gusdur hanya dijawa, dan itu hanya sebagian kecil)selama ini gd selalu berusaha memecah belah umat dengan ucapan yang kontroversial, tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran qur’an(seperti yg saya uraikan diatas, saya punya VCD pembaptisan gusdur!!)dan mungkin masih banyak lagi….(mungkin kawan2 lain ada yg lebih banyak referensinya dari saya).sekali lagi saya ingatkan, coba fikir lagi bagi kawan2 yg sekarang masih terus memuja gusdur, menjadikan gd panutan, dan mungkin ingin menjadikan presiden lagi( saya berdoa semoga jangan sampai gd jadi presiden lagi, saya pribadi malu…kayak ngga ada orang yg lebih baik dari gusdur, biar dari segi pemikiran maupun fisik.FISIK…????ya…fisik, sangat berperan dalam kinerja seseorang.tidak ada alasan untuk bantah hal tersebut…tul ngga!saran saya, mending gusdur lebih istirahat total, lebih mendekatkan diri kepada allah swt (kalo masih agama islam, tapi lako ngga…:) )atau pulang kedesa, hirup udara segar, dan selalu berdoa semoga saat ajal menjemput nanti, dikau udah siap, ok gus…salam hangat dari saya singa gurun….!!!!!!

    hwaduh…sabar mas Zufar…jangan emosi.. :)

    Komentar oleh zufar sahara — May 31, 2006 @ 10:46 pm

  31. siapa yang merasa terpecah belah… siapa ???
    aku yakin orang orang yang merasa terpecah belah itulah orang2 yang berselisih.. ingat orang yang berselisih itu di benci alloh.. kaloau kita gak merasa berselisih lenapa harus merasa terpecah belah.. saya malah lebih heran kepada Mr. jufar .. waduh hati2 tentang paparan anda .. bisa menjadi fitnah.. pernah anda berdialog dengan gusdur langsung dan menanyakan hal2 yang anda sebut diatas.. kaloau belum hati2 mas malah bisa jadi fitnah.. mendingan kita jaga hati.. filter informasi.. dan jada diri dari mendekati hal2 yang membawa ke dosa.. saya fikir itu lebih baik.. maaf bukan berarti saya pengikut gusdur tapi.. kita sama sama muslim.. .. dan pastidong tau batasa2 seorang muslim..

    maaf dan terimakasih

    wah…sabar…sabar.. :)

    Komentar oleh muhammad faozy — June 1, 2006 @ 10:26 pm

  32. ….duhhh Gusti ………
    web site ini mengapa jadi tempat tuk ngomongin orang
    saya orang yg sedikit ilmu ini jadi malu baca web ini.
    kebenarankah ….. fitnahkah…..
    …ya Allah apa maaf itu ada…. dihati kami…
    …kebencian itu tertaut pada diri atau hati…

    hmmm….terima kasih komentarnya mbak Daku :)

    Komentar oleh daku — June 3, 2006 @ 5:09 pm

  33. Menurut saya,Dalam dialog tersebut ada kata kata yang terpotong sehingga menimbulkan kontra yang tajam.Yang memotong dialog tersebut adalah pihak yang mengeluarkan pertama yaitu JIL,tujuannya tak lain memang menciptakan kontra,dan ini berhasil.Coba kita lihat di block resminya gus dur yang berjudul gus dur kritik otak porno.semuanya insyaallah akan jelas

    memang JIL adalah pengecut kok :)

    Komentar oleh assyaukany — June 4, 2006 @ 1:19 pm

  34. KH. Gus Dur dah bukan sekali ini saja bikin ulah. Menyakiti kaum muslimin baik sengaja atau guyon waton sa’ udele dhewe.

    Benarlah hadist Rasulullah yang menyuruh hati-hati dalam guyonan yang kelewatan karena bisa meMATIkan HATI.

    Orang yang sudah tahu ketidakwarasan Gus Dur dan masih juga membelanya adalah lebih tidak waras.

    KH. Gus Dur yang dipuja2 banyak orang dan bahkan sampe dianggap wali… (wali setan mustinya, wa naudzubillah) tentu bukan anak kemaren sore yang nggak tahu menahu kalau mengolok-olok Al-Quran itu dengan keyakinan ataupun kebodohan bisa membuat si pengolok dihukumi kafir/ murtad dari Islam. Al-Quran adalah kalamullah, berarti dia sudah membuka konfrontasi langsung dengan Allah.

    TIDAK TEPAT KALAU beliau DIMINTA UNTUK ISTIGHFAR…!!! Tetapi lebih berat lagi yaitu disuruh mengulang SYAHADAT.

    Bersyukurlah beliau ini hidup di negeri sekuler macam Indonesia ini. Kalau tidak, tentulah sudah lama beliau ini jadi kompos.

    Orang yang sombong(tidak mau menerima kebenaran), ahlul bid’ah macam beliau ini baru mungkin akan sadar kalau sudah nyawa di ujung leher. Antek2nya, fans beratnya, dan orang2 yang (ikut2 buta) mengikutinya, menyebarkan pemahamannya akan semakin menambah berat gudang dosa yang beliau pikul.

    Tidakkah sebagian kalian yang ada di sini membaca bahwa Allah juga melaknat ABU LAHAB(dengan MENYEBUTKAN NAMANYA) di dalam Alquran padahal beliau dulu juga dikenal suka memberi makan para peziarah Kabah?

    Membicarakan keburukan ahlul Bidah dan wali setan macam beliau ini adalah kewajiban untuk mengingatkan ummat akan bahayanya dan jangan sampai mengekor. Fanatik hanya untuk Rosulullah.

    Semoga Gus Dur masih diberi Hidayah Taufik oleh Allah azza wa jal untuk rujuk, kembali ke Islam yang lurus.
    Amiin

    wah…komentarnya mas Bujang lebih pedas dari isi artikel ini malah….hihihi.. :)
    sabar mas Bujang… :)

    Komentar oleh Bujang — June 7, 2006 @ 9:41 am

  35. Mas Bujang, Bener Banget tuh…..

    terima kasih komentarnya, mas Sugeng :)

    Komentar oleh NoName — June 8, 2006 @ 3:39 pm

  36. Saya rasa Gus Dur memiliki kecerdasan intelektual yg memang sedikit rumit untuk diikuti oleh khalayak umum seperti saya . namun bila ditelaah lebih dalam akan maksud maksud yg diutarakan Gus Dur dalam setiap kesempatan….Saya menjadi yakin bahwa beliau memang memiliki tingkat pemahaman yg luar biasa….

    tapi mas Ardians, mestinya beliau menyampaikan dg bijak, dengan kata2 yg bisa dimengerti orang banyak… Rasululloh SAW sendiri yg ilmu agamanya langsung dari ALLOH SWT, senantiasa berdakwah dg bahasa yg dimengerti khalayak :)

    Komentar oleh ardians — June 9, 2006 @ 10:14 am

  37. GD sudah tidak didukung lagi oleh sebagian besar kaum NU, dia lebih banyak didukung oleh golongan liberal yang menolak RUU APP. Kalau dia mengaku seorang penganut paham demokrasi (baca: demo crazy), alangkah baiknya dia memberikan statement yang cerdas tanpa menimbulkan polemik. Permasalahannya dia menyebut Al-Qur`an yang notabene adalah kitab suci umat Islam, tentu ini sangat disesalkan.

    Saya mohon, kepada saudara-saudara fans GD untuk tetap kritis, jangan karena kultus individu kebenaran dikesampingkan. GD bukan malaikat yang selalu benar, dia adalah manusia biasa seperti kita yang butuh nasihat. Wassalam

    sabar mas Hasan… :)
    terima kasih komentarnya :)

    Komentar oleh Hasan — June 9, 2006 @ 2:29 pm

  38. Ass. Wr. Wb.

    wa’alaykumsalam wr wb

    Musibah yang sebenar-benar musibah adalah ketika manusia sudah kehilangan akhlaq yang baik, jalan terbaik untuk mencapai akhlaq yang baik adalah setiap pikiran, ucapan, dan tindakan kita harus selalu berbanding lurus dengan ketentuan Al’Quran. Sebagaimana disampaikan oleh Aisyah RA, bahwa Al Qur’an berjalan adalah Rasullullah SAW, maka dengan melaksanakan sunnah Rasul, insyaAllah kita terjaga dg akhlaq Al Qur’an dan selamat dunia-akhirat. Jika konteks wawancara GD di JIL yang pada akhirnya menimbulkan Pro-Kontra, maka yang terbaik bagi kita adalah:
    1. Menelaah apakah Rasul pernah mencontohkan, atau paling tidak pernah melakukan sesuatu yang mempunyai equalisasi/padanan dengan konteks wawancara di JIL itu?, jika dari berbagai sudut tidak bisa di equalisasi dengan sunnah Rasul, maka itu jelas tidak dibenarkan.

    2. Dalam berkomentar haruslah merefer kepada sunnah Rasul yang berbunyi: “siapa yang membuka aib sudaranya, maka akan terbukakan aibnya oleh Allah SWT di dunia dan akhirat, siapa yang menutup aib saudaranya, maka akan tertutupkan aibnya oleh Allah SWT di dunia dan akhirat”. Jadi menjauhkan diri dari membuka aib GD adalah akan menjaga kita dari ke-obyektifan pendapat kita.

    3. Segala Pikiran, ucapan dan tindakan kita haruslah me-refer kepada sunnah Rasul SAW, sebagaimana sabda beliau SAW;”Barang siapa menghidup-hidupkan sunnahku, maka dia cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku, maka dia akan bersama aku di Surga (sambil merekatkan jari telunjuk dan tengah beliau SAW, sebagai tanda dekatnya)”

    Yakinlah bahwa kesemua yang terjadi ini (pro-Kontra) tidak akan mengurangi Kebesaran dan Kebenaran Allah SWT. Dalam kondisi apapun, istighfar haruslah terus terkumandang dari mulut dan hati kita agar kita terjaga dan sadar bahwa manusia adalah tempatnya salah, sebagaimana dibiasakan oleh Rasul SAW, meskipun beliau SAW adalah manusia Machsun.
    Semoga bermanfaat.

    wah…terima kasih sekali komentarnya, mas Luthfie :)

    Wass. Wr. Wb.

    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh luthfie — June 13, 2006 @ 2:06 pm

  39. saya ambil dari komentar pendukung GD

    ( maaf anda fikir mencemoohkan orang lain tanpa klarifikasi yang clear, apa itu bukan perbuatan salah.. waduh.. subhanallah .. maaf.. maaf.. sekali lagi maaf.. INTINYA LEBIH BAIK KITA BERHATI-HATI.. berhati2 bicara dan hati hati kalau KOMENTAR.. takutnya masalah ini jadi besar karena KOMENTAR-komentar sepihak.. wah.. gawat ini..)

    MENYARANKAN ORANG BERHATI2 BERBICARA KENAPA TIDAK MENYARANKAN GD AGAR BERHATI2 BER BICARA

    (tapi lihat dulu orangnya!gusdur seorang ahli filsafat dan tasawwuf yg ucapannya hanya bisa di mengerti oleh mereka yg menguasai kedua ilmu tersebut.bukan orang2 seperti kalian, cengos tapi polos tak mengerti teori berdialektika,padahal jka orang2 berhenti sejenak tuk berfikir tentang maksud gusdur)

    BERARTI YANG MENGADUKAN GD ATAS PENGHINAAN TERSEBUT ( ULAMA) TIDAK MENERTI ILMU TASAWUF DAN FILSAFAT,.. CKCKCK

    Indonesia mayoritas islam ( ada undang2 porno ko malah di tolak ) yang nolak islam lagi alah2,.. geleng2…

    IKUTILAH AJARAN ALLAH S.W.T DAN NABI MUHAMMAD S.A,W YANG SEBENAR2NYA YANG TERCERMIN DALAM AL-QURAN DAN AL-HADIST.

    sabar mas Makhful…jangan ikut2 emosi.. :)
    terima kasih komentarnya :)

    Komentar oleh Ikhtiar & tawakal — June 14, 2006 @ 2:11 pm

  40. kayaknya,,,mereka yg terus2an nyalahin gusdur gak nyambung2 deh ama komentar pertamanya gw.
    padahal maksud gw …ya jangankan ucapan gusdur ,,ungkapan tuhan dlm al quran skalipun,,,, kalau di fahami spotong2 dan di baca spenggal2 artinya justru malah bertentangan,maka bagaimana mereka menafsirkan ayat fawailul lil mushalliin (neraka wail lah tempat bg org2 yg suka shalat) dan wa makarallaah wallaahu khairul maakiriin(dan Allah tlh berbuat makar dan Allah lah yg paling makar dr sekian banyak org2 yg berbuat kemakaran).
    nah dari 2 penggalan ayat di atas tadi..jls al quran pun bisa di plintirkan oleh org2 yg mempunyai kepentingan politik dan bisa di salah fahami oleh org2 yg berotak tapi tak berakal sehat.,,apalagi ucapan gusdur…..
    tapi org yg brakal sehat pasti akan bertabayyun (berkonfirmasi) terlebih dahulu kpd gusdur bkn lantas memelintir ucapannya demi kepentingan politik atau ingin menarik simpati publik seperti yg di gembor2kan oleh preman preman berjubah dan bersorban putih,mirip kayak telur kacingcalang…..

    wah…mas Deden benar2 pendukung GD sejati… :)

    Komentar oleh deden sajidin — June 21, 2006 @ 7:03 am

  41. Ass. wr wb
    Mengapa harus bangga Kalo si Abdurahman Wahid adalah ahli tasawuf? (mengutip dari http://smd.atibidah.net)Katakan, Tasawuf bukan Islam!
    Berikut ini kami jabarkan dengan ringkas tentang pertanyaan :
    “apakah tasawuf bagian (kelompok) Islam ?”

    Maka katakan:

    Tasawuf ber-aqidah Sufi, karena tasawuf berbeda dengan aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang merujuk pada al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih.
    Jika ditanya: ‘ Bukankah dia juga menggunakan al-Qur’an dan Hadits’ ?
    Maka katakan: Tasawuf melencengkan makna al-Qur’an dan tokoh tasawuf tidak ada yang menjadi ahli hadist, bahkan sebaliknya mereka ahlul kalam semua.
    Para tasawuf menetapkan ‘ilham’ merupakan wahyu yang dimiliki para wali mereka hingga sekarang. Sehingga mereka mendapat petunjuk dari Tuhannya kapan saja baik saat terjaga atau mimpi.
    Tafsir mereka adalah isyarat, dimana setiap huruf pada al-Qur’an mengandung makna yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali wali mereka termasuk Nabi Muhammad Shalllallahu ‘alayhi wa sallam, sehingga penafsiran ayat pada al-Qur’an yang dianut oleh agama Islam tidak sama dengan mereka.
    Allah ta’ala menurut tasawuf dan tarekat lainnya dapat berada (wihdatul wujud) pada makhluk yang diciptakan, bahkan pada kambing sekalipun.
    Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menurut tasawuf tidak mengetahui apa-apa tentang ilmu agama Islam, sebaliknya tarekat lainnya meyakini bahwa Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah Allah ta’ala yan bersemayang di ‘Arasy.
    Wali yang sudah mencapai tingkatan alim, keramat juga sempurna menurut tasawuf adalah lebih mulia dari pada seoarang Nabi.
    Mereka memiliki dewan wali yang berkumpul di Goa hira, untuk menunggu takdir-takdir manusia.
    Surga tidak pantas dicari menurut tasawuf, karena akan mengurangi kesempurnaan, sebaliknya neraka adalah tempat yang paling nyaman dan nikmat bagi tasawuf.
    Fir’aun dan Iblis adalah mahkluk yang paling bagus aqidahnya, karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam ‘alayhis salam, dan tidak patuh kepada Allah ta’ala dengan mengatakan “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi, dan fir’aun termasuk orang yang beriman dan masuks surga.
    Tidak jelas siapa Nabinya, apa Kitabnya, Siapa Tuhannya.
    Katakan 10 alasan itu untuk menolak ajaran tasawuf di tempat anda, jika mereka mengelak dengan alasan yang ada, maka katakan padanya ” Sesungguhnya hanya ada 2 kelompok yang dapat selamat dari mereka ”

    Orang awam, yang baru mau mengenal tasawuf. Maka ajaklah dia untuk menghindari pengajian-pengajian tasawuf ditempat anda.
    Orang yang sudah sampai tingkat atas dan mendapatkan hidayahNya, maka dengan sendirinya akan mengakui kerusakan tasawuf seperti Imam Ghazali.
    Adapun orang yang kamu dapati sampai sekarang masih sibuk dengan tasawuf, mencari tahu hakikat Allah ta’ala, meneliti perkara ghaib yang hanya Allah ta’ala yang mengetahui, maka menghindarlah, tutup telinga anda mendengar ocehannya, jangan membaca buku-buku mereka, jangan duduk-duduk dimajelis mereka, jika bertemu tokoh mereka…larilah!!

    Jadi kesimpulan gampangnye kalo kita ketemu abdurahman wahid si ahli tasawuf (katenye sih) maka hidarilah segera.

    Orang2 yang bangga disebut nadliyin (ormas pendukung berat Si GD) ini pun harus di sentil lagi tingkat keimanan (ISLAM)nya. mereka panutannya adalah GD atau Nabi Muhammad SAW sih????
    kalo panutannya / idolanya adalah GUSDUR…. astagfirullah…. istighfar mas….

    tugas kita sebagai sesama muslim adalah sekali lagi mengingatkan…

    wassalam

    terima kasih atas sumbangan artikel + komentarnya, mas Singodimedjo :)

    Komentar oleh Singodimedjo — June 21, 2006 @ 3:39 pm

  42. aq setuju ama komentar nya sdr Bujang..bahwa fanatik hanya untuk rosululloh saw.sedangkan gusdur adalah salah seorang ulama,dan Bujang harus tau bahwa ulama adalah pewaris para Nabi,,,,heh Bujang…ente pernah ketemu langsung gak ama gusdur???? pantesan lo blum kenal jgn sok ngomentar deh!!!!ama org yg lom lho kenal….bahaya ente….

    lho..pewaris Nabi belum tentu levelnya sama dengan Nabi, lho…
    hati2 dalam beranalogi… :)

    Komentar oleh gatal getol — June 22, 2006 @ 10:38 am

  43. dan aq bangga jg ama komentarnya Al ustadz SINGODIMEDJO yg katanya kita harus mengikuti Nabi saw.tapi dia sendiri malah manggil GD dgn sapaan “si”,,,,,oh begitukah cara nabi ketika mengingatkan seseorang?????
    dan ustadz SINGODIMEDJO knapa antum bicara2 tasawwuf secara panjang lebar???? gak ilmiah banget deh ustadz….sebelum antum bercerita soal tasawwuf secara panjang lebar, ya definisikan dulu tasawwuf itu apa ustadz????? biar gak ngelantur persoalannya githu lho.
    jangan2 yg tasawuf yg ustadz bilang sesat adalah tasawwuf yg ada dalam tashawwur ustadz sendiri……
    ya jgn salahkan tasawwuf nya lah !!!!tapi persepsi sampean yg harus dibenahi terlebih dahulu!!!!!
    klo pengen tau tasawwuf …gak cukup buka satu situs/website donk coy,,,apalagi klo cuma copy paste
    anak SD pun bisa,,,,dan ngandelin gituan bkn faham namanya…..coba ya jgn menampakkan bgt deh ketinggalannya,berusaha ilmiah donk!!!!meskipun ustadz SINGODIMEDJO bukan sosok seorang akademis,klo ilmiah pemaparannya ya… sip.. khan……
    pamit dulu ya ustadz,wassalam

    hwalah…kok jadi merembet ke masalah pribadi?? :)
    sabar…sabar…

    Komentar oleh gatal getol — June 22, 2006 @ 11:08 am

  44. “Abdurrahman Wahid dan tokoh JIL lainnya sebaiknya jangan disebut ulama. Salah besar kalau kita mengatakan demikian. Yang benar, mereka adalah tokoh yang sering bicara tentang Islam, lepas dari benar atau salah.

    Adapun kriteria ulama, sungguh sangat-sangat jauh dari sosok mereka. Abdurrahman Wahid tidak pernah duduk di bangku kuliah syariah, dia hanya duduk di bangku kuliah sastra di Iraq, setelah sebelumnya gagal studi di Mesir. Iraq saat itu sedang dilanda demam sosialis, di mana para mahasiswanya pun tidak sedikit yang terkena dampaknya.

    Pernyataan ini bukan pernyataan provokatif, melainkan pengakuan Abdurrahman Wahid sendiri. Dia pernah bercerita tentang bagaimana kehidupan masa lalunya belajar di negeri orang serta kecenderungannya dalam masalah ilmu yang dipelajari.

    Oleh sebab itu, sebagai orang yang tidak berada dalam kapasitas sebagai ulama syariah, pernyataannya tidak perlu dijadikan rujukan masalah syariah. Kita tidak perlu pusing-pusing bila ada orang yang seperti itu.

    Yang perlu kita pahamkan kepada masyarakat adalah menjelaskan perbedaan antara ulama dengan bukan ulama. Pendapat para ulama yang hakiki tentunya perlu disimak dan didengarkan. Misalnya saja ulama kaliber international seperti almarhum Syeikh Bin Baz, Syeikh Al-Utsaimin, Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Dr. Yusuf Al-Qaradawi, Dr. Muhammad Al-Ghazali, Dr. Musthafa Al-A’dhzami, Dr. Said Ramadhan Al-Buhti, Dr. Musthafa As-Siba’i dan lainnya.” (Dikutip dari eramoslem.com, ustadz menjawab, by Ust. Ahmad Sarwat, Lc.06 Juni 2006).

    Kita rasa sudah jelas dan transparan bukan?? Mana yang layak menjadi panutan kita. Jangan salah memilih teman!!

    terima kasih untuk sumbangan informasinya, mas Hasan :)

    Komentar oleh Hasan — June 26, 2006 @ 11:21 am

  45. Kembali ke thread awal, yang punya blog ini sepertinya suka menyebarkan fitnah dan kebohongan. wawancara dg Gus Dur yg katanya dipetik dari situsnya JIL, kalo anda telusuri link/url-nya, nyata2 tidak ada tuh ungkapan/kutipan seperti itu.
    Kalo main kayu gini ya repot.

    Ngapain juga ditanggepin. :-D

    ah…mbak Ira tidak teliti…
    silakan dicek lagi mbak…

    Komentar oleh ira — June 27, 2006 @ 11:34 am

  46. betul banget,,,,,,,yg diungkapkan temen aq Ira…soalnya, klo di telusuri dr sumber aslinya… justru merekalah (grup tolol FPI)yg memojokkan gusdur ,DAN UCAPAN GUSDUR YG MAKSUDNYA BENER MEREKA PLINTIRKAN DGN MAKSUD MENFITNAH,…

    mbak Nadya coba cari lagi yg teliti ya??

    Komentar oleh nadya ambarwati — June 27, 2006 @ 2:52 pm

  47. DAN temen aq yg satu ,,,,HASAN,,,TUH namanya,,,,tolol bgt ,
    ngapain jauh2 ngebahas perbedaan yg ulama dan yg bkn ulama,,,,,,????
    yg penting siapapun orangnya yg ngomong wajib kita teliti ,,jgn difahami sepintas lalu donk!!!!
    apalagi ucapan GUSDUR yg berwawasan international dan berilmu agama tinggi dibanding kita ,
    Coba mas HASSAN pernah megang apa coba????
    jd pengasuh pesantren pernah gak? jadi ketua perdamaian dunia pernah? ketua ormas islam terbanyak pernah??? jadi presiden mas hassan pernah?????
    jgn macem2 HASSAN,,kamu bukan levelnya buat ngukur dia
    ,,,wong,,,,ulama setimur tengahpun pd tau ungkapan gusdur tersebut……tapi mereka diam dan ngerti maksud gusdur,,,,FPI aja yg kbakaran jenggot,,,sok alim nafsuan dan provokatif gt,,,,,

    halah, mbak Nadya…kok jadi mengarah ke pribadi mas Hasan?

    Komentar oleh nadya ambarwati — June 27, 2006 @ 3:05 pm

  48. Anda (mba nadya yang pinter..???)telah mementahkan statement Anda sendiri. Anda mengatakan “yg penting siapapun orangnya yg ngomong wajib kita teliti ,,jgn difahami sepintas lalu donk!!!!”

    Kalau Anda konsekuen, tentu kita tidak usah menunggu menjabat suatu ormas tertentu atau menjadi pengasuh pesantren, untuk mengkritik seseorang. Bukan jaminan bahwa orang-orang yang pernah menjabat pada posisi tersebut bebas dari kesalahan atau ma’shum.

    Ulama timur tengah diam saja…??? Anda punya data?? Please deh, ente jangan taklid buta gitu dong, kritis dikitlah!!

    wah…komentar balik yg elegan, mas Hasan..jangan terbawa emosi ya?? :)

    Komentar oleh Hasan — June 28, 2006 @ 10:25 am

  49. tuh khan….masih aja lom nyambung,,,maksud gw klo gusdur aja yg udah berwawasan international pernah minpin ulama,pernah minpin bangsa , gak lepas dr kesalahan, ya,,,apalagi ente hasan….ato temen2 ente yg otak nya nyalahin trus bisanya,,,ente lbh gak maksum . logika nya gak rumit kok.
    tp klo ente pengen nyalahin trus gusdur,berarti entenya yg maksum.titisan nabi.
    trus klo emang ada komentar dari ulama tinteng yg validitas keulamaannya diakui ya mana coba,,,,????ada gak datanya????
    lho ,,,,,ke timteng aja lom pernah sik tau,plg2 klo udah cuma hajian dong,.ya pantes,,lah.

    mbak Nadya…silakan berkomentar dg bahasa yg baik…
    jangan menghina pribadi mas Hasan… :)

    Komentar oleh nadya ambarwati — June 29, 2006 @ 12:31 pm

  50. POKOKNYA JGN SOK TAU TTG ULAMA TIMTENG BG YG LOM PERNAH KESANA,DAN JGN NGOMONG2 SOAL GUSDUR BG YG LOM KENAL AMA DIA.HASSAN,,,,,,,,KETEMU AJA AMA GD LOM PERNAH KHAN?

    ck ck ck…mbak Nadya kok ‘kasar’ sekali komentarnya…

    Komentar oleh nadya ambarwati — June 29, 2006 @ 12:37 pm

  51. huh HASSAN HASSAN,,,,,,APES LHO YA,,,,,,,
    EMMMMANG,,,, ENAK DIMARAHIN AMA CEWEK…..
    EH,,,,,Mbak Nadya…..orang sakit kaya SI HASSAN,,,,jangan dimarahin dong….sayangi dia,,,peluk dia ,,,kecup dia….suruh minum obat paramex,,,,jgn minum [sensor] terus gt,,,,,mo [sensor]??????? ngerrres

    ck ck ck…ada lagi pengecut yg malah mengadu domba… :(

    Komentar oleh dunia lain02 — June 30, 2006 @ 10:38 am

  52. Afwan, ga perlu emosi dan bicara kasar seperti itu,…ane malah geli dengan kalian. Jangan marah lah! Be patient man!

    Ane pernah ketemu GD di sebuah forum di Jawa Timur, bahkan ane nuntun tangan beliau….tepatnya sehabis beliau ngisi acara di Jawa Timur.

    Jujur aja, ane males nanggepin ente yg bisanya cuma maki dan ngomong kasar, mendingan ane kasih buku aja ya, judulnya “Al-Qur’an dihina Gus Dur” terbitan hujjah press. Serius ni, ente kasih alamat aje, ntar ane paketin. Trus, ente baca dengan seksama ok!

    balasan yg elegan mas Hasan…tetap cool ya?? :)

    Komentar oleh Hasan — July 1, 2006 @ 9:04 am

  53. tuh khan,,,,,skarang ktauan klo Hassan adalah “SALES MAN”….
    pake promosi sgala……trus ngaku2 prnh nuntun GD lg,,,,,keterlaluan bgt lho,,,,,,mmmang nya lho siapanya GD? yg megang dia gak sembarang org deh…..
    dan jls ktauan skrg,,,buku yg kau tawarin buat aq itulah yg memberikan ispirasi atas pandangan miringmu thdp GD,seandainya hassan melakukan klarifikasi langsung pd GD,gw yakin klo pandanganmu akan lurus gak bakalan terpengaruh buku2 yg dikarang oleh org2 yg sentiment pd GD.

    duh…mbak Nadya..mbok jangan provokatif dalam berkomentar.. :)

    Komentar oleh Nadya ambarwati — July 1, 2006 @ 10:21 am

  54. Mba Nadya yang budiman, silakan ente ga percaya. Tapi ane bicara sesuai fakta, waktu itu GD abis ngisi acara dialog Nasional di sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur. Ente hati-hati dalam bicara, apalagi jika belum kenal orangnya.

    Apakah ente gak ingat, mendiang kyai As’ad dari Asembagus, Situbondo, telah mengganggap GD adalah imam yang sudah kentut, artinya sudah batal.

    terima kasih mas Hasan, anda tidak terpancing mereply dg kata2 yg kasar :)

    Komentar oleh Hasan — July 1, 2006 @ 10:55 am

  55. HASSAN,,,,,,HASSAN,,emang kmauanmu utk ikut campur dlm mslhnya GD,,sgt besar,,,,tp sayang,,,u terlalu cpt ngambil kesimpulan dgn tanpa melirik aspek sosial dan politik dlm sebuah konflik.

    dulu jika kiai marah bukan artikulasi nafsu, sebaliknya untuk meluruskan, ngemong dan bahkan untuk melindungi karena ngeman kadernya. Kasus ini bisa kita lihat dalam konflik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan KH R As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pesantren Asembagus Sukorejo Situbondo. Saat itu Kiai As’ad menyatakan mufaraqah (memisahkan diri) dari kepemimpinan Gus Dur sebagai ketua umum PBNU. Di koran-koran ditulis bahwa Kiai As’ad marah besar terhadap Gus Dur. Karuan saja para kiai kalang kabut. Para kiai pun banyak yang sowan Kiai As’ad baik untuk meredam, klarifikasi maupun minta penjelasan. Salah satu kiai yang mendatangi Kiai As’ad saat itu adalah KH Chotib Umar Jember.

    Lalu apa kata Kiai As’ad? ”Siapa yang mufaraqah? Itu hanya strategi karena Soeharto (Orde Baru) mau membunuh Gus Dur,” kata Kiai Chotib Umar menirukan jawaban Kiai As’ad. Kiai Chotib Umar pun mafhum. Karena itu ia tak risau meski di koran-koran masih ramai tentang berita konflik Gus Dur dan Kiai As’ad saat itu. Jadi ”kemarahan” Kiai As’ad kepada Gus Dur yang disiarkan lewat publik justeru untuk melindungi Gus Dur. Ini tentu starategi politik tingkat tinggi yang bisa jadi tak pernah diketahui publik, termasuk kader NU.

    Selain Kiai Chotib Umar yang sempat datang ke Kiai As’ad adalah KH Muchit Muzadi. Kiai khittah ini mengaku sempat masuk ke kamar Kiai As’ad ketika konflik dengan Gus Dur itu meluas. Kiai Muchit menyarankan agar Kiai As’ad memarahi Gus Dur langsung ketika berhadapan dengan cucu pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari itu. Lalu apa respon Kiai As’ad? ”Saya kalau berhadapan dengan Gus Dur yang tampak malah wajah Kiai Hasyim Asy’ari,” kata Kiai As’ad seperti ditirukan Kiai Muchit.

    hmmm….ada referensinya, mbak Nadya?
    atau hanya komentar sepihak saja?? ;)

    Komentar oleh nadya ambarwati — July 2, 2006 @ 11:15 am

  56. makanya gw blg klarifikasi itu perlu,,,,,
    jgn asal tangkap2 aja ,,,,
    karena yg sering km dengar lom tentu benar,,,,sayang,,

    terima kasih untuk mengurangi komentar yg kasar, mbak Nadya :)

    Komentar oleh nadya ambarwati — July 2, 2006 @ 11:19 am

  57. Jujur aja ane salut dg kegigihan neng nadya dalam membela GD, salut…salut…

    Mungkin untuk masalah yg satu ini kita berbeda pendapat, moga tidak merusak ukhuwah islamiyah kita. Amin.

    Ane rasa udah nyampe tahap final pada kesimpulan, ente sangat tersinggung dan marah ketika GD dikritik dan disalahkan. Tapi ane lebih tersinggung ketika ada orang yg berani melecehkan Al-Qur`an.

    terima kasih telah ‘meluruskan’ tujuan kita berdiskusi di sini, mas Hasan :)

    Komentar oleh Hasan — July 4, 2006 @ 11:09 am

  58. setelah anda mengungkapkan salut,,,,,
    aku menganggap tak ada gunanya ucapan tersebut,,,,,,,
    krn yg kupinta drmu wahai kasih… km bs mencari kebenaran dgn cara lemah lembut,,,,,,,,,,,,,,,,
    klo anda mase merasa tersinggung dgn ucapan GD,,,dan menganggapnya melecehkan al quran…
    maka salahkan lah persepsi anda sendiri,,,akan ucapan siapapun…..
    klo anda merasa tersakiti olh ucapan seseorang,,,,
    cepat tanyakanlah pdnya,,,akan maksud sesungguhnya,,,
    niscaya anda akan tenang…..

    keresahan ,kegelisahan,,,,semuanya ada dan timbul dari hatimu sendiri yg kerap tak mau menerima penjelasan org lain,,,dan enggan berklarifikasi,,,,
    org yg beriman dan bertaqwa selalu memelihara prasangka baik ,,,krn prasangka buruk hanya dpt menyiksa para pemiliknya….

    jd bila kau tersinggung ,,,,tersakiti,,,gelisah,,,dan resah,,,salahkan lah diri sendiri,,,krn justru menyalahkan orlain itulah yg membuat diri jd cape dan payah.
    “alaa inna auliyaa Alloohi laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun”
    bgmn tdk???,,,krn mereka(pr kekasih Allah) sgt fokus & sibuk membenahi aib dan dosa diri mrk sendiri……
    wallohu a’lam bi man huwa ahdaa sabiilaa.

    hihihi…tumben mbak Nadya berpantun :)
    nah, begini dong…tidak banyak kata2 yg kasar… :)

    Komentar oleh nadya ambarwati — July 4, 2006 @ 2:24 pm

  59. Ok deh, sudah lama ane gak ketemu GD, insya Allah kapan-kapan ane ajak dia ngobrol2 en ngopi bareng. Tentu di tempat yg tenang dan damai, tidak di tempat seperti 68H.

    Wait 4 me GD, i’ll be there……

    saya tunggu kabarnya, mas Hasan.. :)

    Komentar oleh Hasan — July 4, 2006 @ 3:49 pm

  60. gt donk,,,,,sayyyang,,,,
    eh,,,,mas hassan ngomong2 gak pengen ketemu nih ama ane?
    maen donk sini,,,,mang km dmn sih?
    km mase single khan,,,,,,
    mau donk……………….

    ehm…ehm…ini bukan blog tempat cari jodoh lho… :)

    Komentar oleh nadya ambarwati — July 5, 2006 @ 2:45 pm

  61. Mau nih jadi istri keempat ane, hehehe…….
    Eh maap ama yg punya blog ini, ini sedikit menyimpang dari tema, afwan….

    haha…aduh, saya jadi tertawa nih, mas Hasan :)

    Komentar oleh Hassan — July 7, 2006 @ 9:48 am

  62. Gus Dur, Al-Quran, dan Pornografi

    Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung, ada seorang pembatunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

    Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.
    Abu Nawas menjawab dengan tenang, “Benar Saudaraku.”
    Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”
    Abu Nawas menjawab, “Benar Saudaraku.”
    Khalifah berteriak dengan suara yang menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menerbarkan fitnah tentang khalifah!”
    Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya, kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku diplintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

    Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu, jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya!”
    Abu Nawas beranjak dari duduknya, dan menjelaskan dengan tenang, “Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu, aku menjelaskan tata-cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

    “Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.
    Abu Nawas menjawab dengan senyuman, “Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian) bagimu. Sebagai khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka “fitnah” (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang juga kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.
    Rupanya kedekatan Abu Nawas terhadap Harun al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembatu-pembatunya. Kedekatan ini dibuktikan Abu Nawas memanggil Khalifah Harun al-Rasyid dengan kata “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

    ***

    Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).
    Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.

    Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Al-Quran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah-dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.
    Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan tersebut. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas, Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, tapi, selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat dzuhur, selamat sore untuk ashar, selamat petang untuk salat magrib, dan selamat malam untuk salat isya’. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting) bukan dalam salat.

    Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?
    Penulis adalah presenter “Kongkow Bareng Gus Dur”

    ehmm….saya tidak mau komentar banyak … :)

    Komentar oleh agus — August 4, 2006 @ 9:57 pm

  63. hebat dari pada nonton&beradegan porno

    hahaha…mas Joko bisa2 saja…

    Komentar oleh joko — August 19, 2006 @ 8:53 am

  64. dari bagian atas dari blog ini selalu isinya saling mengancam, menjatuhkan, memperdebatkan. saya sadar memang yg namanya demokrasi dan kebebasan bicara itu dihargai namun sebuah diskusi yang baik itu mempunyai ujung pangkal dan bernilai mendidik serta memberi wawasan dan wacana baru, bukannya saling mendiskriditkan untuk mencari pembenaran masing-masing bukannya mencari kebenaran. saya setuju kepada yg menyarankan gus dur untuk istigfar karena sudah selayaknya manusia itu beristigfar kepada ALLAH, bukan suatu alasan kalau orang itu beristigfar klo hanya pada saat merasa bersalah saja. namun juga saya menghargai kepada teman-teman yg pro terhadap wacana gus dur tersebut, karena mereka juga memandang dari sudut pandang lain juga. marilah kita berbalik pada diri sendiri, dan menkaji diri sendiri apakah diri kita ini sudah menjadi hamba yang baik. tanpa mengatakan anda baik atau benar, jika anda itu baik dan bertindak benar saya yakin orang lain pun akan menilai anda benar-thx agus

    Komentar oleh agus — September 5, 2006 @ 1:15 pm

  65. Mas Agus bijaksana sekali,…memposisikan pada posisi yg netral, dan sejuk dalam beragumentasi. Barangkali ini PR buat kita umat Islam untuk mencari figur pemimpin yg mampu menyatukan seluruh aspirasi umat Islam di seluruh penjuru dunia. (Karena umat katholik saja memiliki paus, yg pengaruhnya sangat luara biasa, di dunia ini. Kenapa kita tidak?), kita sedang mengalami krisis kepemimpinan.
    Yang kita cari adalah pemimpin yg dapat diterima oleh seluruh kaum muslimin, bukan hanya golongan tertentu saja. Wahai saudara-saudaraku di seluruh penjuru dunia….bersatulah!!!Jangan terpecah belah, moncong meriam musuh sudah di depan mata, kobarkan semangat Jihad! Allahu Akbar!

    Komentar oleh Hasan — September 7, 2006 @ 4:14 pm

  66. kalau memang yang dibilang gus dur memang seperti itu lantas kenapa anda sekalian membelanya walaupun buat mengumpamakan(seperti cerita abu nawas tadi) kalau gitu kenapa di AL QURAN ditulis bahwa yang mengolok AL QURAN(MENGANGGAPNYA BERCANDA SEKALIPUN HANYA PERUMPAMAAN)dianggap KAFIR

    Komentar oleh rangga — September 9, 2006 @ 8:39 pm

  67. waduhh..saya jadi bingung nih dengan komentar mas rangga, sudahlah mas sebaiknya kita bertayabun kepada gusdur, apakah gusdur bicara dalam konteks bercanda yang sebenarnya atau nasehat yang dikemas dengan canda, sebelum saya sangat mohon maaf sama mas rangga dan yang lainnya

    Komentar oleh syamsudin — September 15, 2006 @ 4:29 pm

  68. Kalau ane cermati yg ngebela GD itu2 aja, tapi pake nama yg berbeda-beda. Soalnya intinya cuma satu, dia ga mau GD disalahkan atau dikritik. Kemudian dibungkus dengan ajakan bertabayun. Itu aja diulang-ulang.

    Sekedar catatan Abu Nawas dengan segala anekdotnya dalam kitab “Al-Aghani” karangan Al-Ashfahani, sarat dengan kebohongan. Pendamping khalifah Harun ar-Rasyid adalah ulama-ulama besar seperti Abu Yusuf Al-Qadhi, Abdullah bin Al-Mubarak dan Imam Malik bin Anas, bukan pendongeng semacam Abu Nawas.

    Komentar oleh Hasan — September 20, 2006 @ 9:12 am

  69. “Kl ada sesuatu yg tidak berkenan buatmu mk hujatlah GD sepuas puasmu”,tp setelah itu cobalah kamu pahami dan mengerti tentang apa yg tlh disampaikan oleh GD (walaupun untuk itu dibutuhkan waktu yg lama),maka insyaALLah kamu akan menjadi lebih pintar,cerdas dan arif dalam menyikapi hidup ini.(Anda jgn membiasakan hanya berpikir dgn otak saja tetapi mulailah berpikir dengan perasaanmu)

    Komentar oleh riefants — September 20, 2006 @ 2:56 pm

  70. ass.mengenai masalah gusdur menghina qur’an apakah anda bener2x tahu dan ndengerin dg mata kepala anda sendiri? atau apa anda hanya ikut-ikutan islam garis keras yg merasa benar sendiri.saya berharap and tidak seenaknya ngomong yg isinya melecehkan orang lain,ingat dg kaum khowarij yg sangat radikal mereka apa anda pengen termasuk dalam katagori man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum. anda harus tau gusdur hanya bilang kalo otak kita dlm keadaan ngeres jika kita baca qur’an yg mbahas masalah menyusui. anda harus paham sebelum nuduh orang sembarangan apalagi gusdur seorang kyai hati-hati klo kwalat.wssalm

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 7:44 pm

  71. ass.ingat siapa yang mengkafirkan saudaranya sesma muslim maka dia yg kafir.kalo anda gak ngerti apa yg disampein gd maka ngaji to-ngaji lan ojo ngrasani to’.wass

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 7:58 pm

  72. he bung ingat utekmu durung nyampek makanya ngaji-ngaji lan ojo ngrasani,mungkin gd kaya’ gitu agar orang-orang yang kaya’ u seng seneng ngrasani ben gelem ngaji dan bisa memahami kata-kata gd.makanya fas alu ahladz dzikri inkuntum lata’lamun(teko’o karo wong seng ngerti kalo u gak ngerti;okrek wass

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 8:10 pm

  73. Gus yahya ga usah nganggo ancem2an lah,
    trus gak perlu ngremehno wong liyo. Terus ojo terjebak stigma islam moderat, islam garis keras, fundamentalis dsb. Iku istilah teko musuh2e Islam, saiki jamane mempererat ukhuwah, masalah gak bakalan rampung.

    Saiki sing ndukung GD, yo kudu sadar nek GD yo menungso, ugo iso salah. Sementara sing kontra lan protes, lewih becik nglurusno karo cara sing bijak. Wis gak usah diperpanjang. Wong Islam kuwi kabeh sedulur, opo gak isin ditonton musuh2e Islam, nek wong Islam pada doyan cekcok! Wss.

    Komentar oleh Hasan — September 22, 2006 @ 2:51 pm

  74. Al Insaanu Makhalul Khotto Wa Nisyan…
    tapi ko yo keseringan nylenehe…?
    btw, GusDur tu sholat ga yah…? ada yang pernah ngliat beliau sujud khusyu’ ga ?
    trus, ana juga pengin ‘protes’ sama Indosiar yang kemarin (ga tau besok2nya) menayangkan renungan sebelum berbukanya oleh GusDur… repot…

    Komentar oleh zhyd_elhamidy — September 27, 2006 @ 3:43 pm

  75. Saya kira itu syah syah saja karena itu adalah hak DAN PERLU DIINGAT BAHWA PERKATAAN ITU MENGANDUNG MAKNA YANG SANGAT DALAM DAN SAYA KIRA HANYA ORANG-ORANG TERTENTU SAJA YANG BISA MENGERTI MAKSUD UCAPAN GUS DUR KITA TIDAK BOLEH MENGADOPSI SECARA MENTAH -MENTAH KARENA GUS DUR ADALAH ORANG YANG TIDAK PENUH DENGAN TEKA-TEKI DAN PENUH DENGAN KEJUTAN HANYA ORANG GOBLOK SAJA YANG MENGATAKAN PENDAPAT GUS DUR ITU SALAH PIKIR DOOOOOOOOOOOOONK!!!!!!!!!!

    Komentar oleh ERVAN — September 28, 2006 @ 1:49 pm

  76. Assalamu’alaikum wr wb.

    Afwan, boleh taruh link gak ya di sini. Mungkin link2 berikut sedikit banyak bisa dibaca. Ada beberapa fakta di sana. Afwan kalo tidak berkenan, baik utk pendukung GD juga yg tidak setuju dengan GD.

    500 Ulama Pulau Jawa Laporkan Gusdur ke Mabes Polri
    Penelitian Untuk Gus Dur ttg “Pornoisme”
    Gus Dur Menghina Al-Qur’an
    Tantangan Debat Publik Kepada Gus Dur

    Sekali lagi afwan jika tidak berkenan.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    NB: Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1427 H bagi yg menjalankan…

    Komentar oleh Hamba Allah — September 29, 2006 @ 12:23 am

  77. duh gusti…Gusdur aja dah nyuruh kita jauh-jauh hari. yang gitu-gitu NDAK usah direpotin. bagusnya yang belum pinter kaya Gusdur gak usah ngisi koment deh. mas yang suka njawab, mbok yo kalo orang kasih koment baik terhadap Gusdur gak usah panas tho!!! dia juga orang islam kok, kaya anda juga yang masih sholat berjamaah di masjid, pake sarung dan kopiah di kepalanya. abis sholat bersalaman dan mencium tangan imam. mas koment gitu juga kan?

    Komentar oleh bayoe — September 30, 2006 @ 1:18 am

  78. Kata Gus Dur bahwa Al Quran itu alkita yang porno didunia, itu ada kebenarannya, dan ada hubungan dengan nabi kita Muhammad dalam Hadist banyak tertulis tentang Aisya dan Muhammad. Mengapa kita harus ribut soal pornografi ? itu kan sebahagian manusia-manusia munafik yang berlindung dibalik sorban agama.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — October 1, 2006 @ 6:19 pm

  79. Assalamu’alaikum semuanya…
    Udah donk…!!! Gak usah diperpanjang komen-komen tentang ucapan GD itu. Jujur, awalnya ana tertarik banget ama blog ini, tapi begitu liat2 komennya yang tambah lama tambah PANAS dan beremosi, kok jadi gak asyik ya, mendingan kita saling introspeksi diri aja tiap hari, itu lebih enak dan hangat lho, kayak dipeluk Allah, coba deh Insya Allah bener deh uenak tenan. Allah sayang kita lho…Dia sayaaaaaang banget ama kita, (aduh jadi kangen), kapan ya ke surga…?? Ketemu Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim as, Ismail, Musa, Yusuf (gantengnya apa sih, masa’ Hizbullah kaya’ aku kalah ganteng…yeee, ya jelas kalah, hehe), ketemu Nabi Sulaiman, wah bisa minta ajarin bicara ama kucingku dong, hehe.

    Tulisanku diatas kalo gak nyambung maap yang mas, tapi benernya aku cuma pengen sharing ke semua muslim (kalo memang merasa sebagai seorang MUSLIM…!!!):
    Kita semua kan saudara, kan gak semestinya musuh2an, kalo’ dipikir-pikir do’a yang bunyinya, “…wa li jami’il muslimiina wal muslimat, wal mu’miniina wal mu’minat, alahyai minhum wal amwaat” (sori kalo salah), biasanya kan dibaca setelah mendo’akan Ortu, minta maghfirah buat kedua orang spesial kita, trus baru do’a yang tadi itu buat semua muslim & muslimat yang masih hidup atopun yang dah “duluan pergi”(bener gak?!). Nah, do’a itu kan di baca semua muslim di dunia, berarti setiap saat kita selalu dimintakan ampunan kepada Allah oleh saudara2 kita sesama muslim di seluruh penjuru dunia, bener gak…Ya Allah…indah ya Islam, hehehe. Makanya, gak usah aneh2 ta, mendingan ngomongne sing huenak ngunu ae po’o bos…hehehe, pun matur nuwun.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Komentar oleh Hizbullah berhati lembut — October 3, 2006 @ 10:05 am

  80. Perdebatan gini nih yah disukai ama syetan
    dilanjut terus aja bozz…
    ane salut ama mas hizbullah!
    ini nih ciri muslim yang pantas kita teladani,
    berprasangka baik ma ALLAH.
    ALLAH itukan bukan DIKTAKTOR
    ALLAH itu Maha Pengasih dan Penyayang,
    Pemberi nikmat, Pemberi maaf, dll (pokoknya yang bagus2 dah)
    Moga kita masuk surga…Amin

    Komentar oleh petani miskin — October 17, 2006 @ 3:25 am

  81. Poso rek, jo pada tukaran ae…..
    La wong sing diomongin lagi enak-enak turu,
    La sampeyan kabeh pada otot2an,
    Gak maen!

    Komentar oleh Hasan — October 17, 2006 @ 10:59 am

  82. Asslamu’alaikum, Wr, Wb.
    Amat banyak yang harus di kaji dalam hal ini.
    Di atas saya udah baca banyak komen2 yang rada gimana gitu,
    tapi pada intinya ada dua kubu yang sedang terlibat di sini,
    yang satu begitu membenci GD yang dalam beberapa hal suka nyeleneh, di lain pihak ada yang begitu mendukung dan menganggap GD sebagai seseorang yang sebegitu mulia.

    Tapi kalau boleh saya menanggapi, kita sesama umat Islam jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh setan. Setan sangat menginginkan perpecahan dalam ummat. Allah berfirman : “berpeganglah kamu pada tali(agama) Allah.”
    Ayo, Kini adalah saatnya Kita untuk bersatu…..
    Yang dibutuhkan umat Islam itu adalah suatu persatuan seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Terus terang saya sangat mendukung redaksi JIL. Karena sejujurnya Saya pribadi sempat dibuat “panas” dengan statemen GD tersebut. Bagaimana tidak, Masa kitab suci yang selama saya hidup di dunia dan di akhirat (Insya Allah) dikatain sebagai kitab yang porno.

    Tapi ketika saya membaca berbagai komen yang justru memecah belah umat, saya jadi semakin sedih…..
    Sodaraku…..
    Masih banyak musuh Allah yang harus kita hadapi,,,,
    Masih banyak orang-orang sesat yang menginginkan perpecahan kita…
    Jangan kita membuat Rasulullah bersedih…dan terlebih
    Jangan kita buat setan tertawa dengan perpecahan kita….
    GD hanya manusia yang bukan apa-apa,,,
    kita tidak layak mati-matian membelanya atau juga menghinakannya….
    Sekarang yang paling kita butuhkan adalah kesamaan visi untuk membuat Islam berjaya di muka bumi…
    Mari kita sama-sama beristighfar….
    memohon ampunan dari Allah…. karena itulah yang kita butuhkan sekarang…
    Mari…. sama-sama Kita Istighfar….
    Bersatulah Sodaraku

    Komentar oleh Dodi — October 17, 2006 @ 1:28 pm

  83. bagus GD mengatakan seperti itu supaya kita semua mempelajarinya, agar kita belajar dan membaca isi Al-qur an ok salam buat semua umat islam jaya terus dan. tidak hnya komentar saja tapi juga belajar dan memahaminya isi Al-Quran .

    Komentar oleh budi prakoso — October 20, 2006 @ 3:52 pm

  84. Gus Dur kok dilawanTiada tanding tiada banding. Pak harto aja yang punya ABRI,Shimon perez yang punya Amerika samapai Poros tengah aja gak mampu. Hanya Allah saja yang mampu menghentikannya. Kalau benci ma Gus Dur minta aja pada Allah. Long live Gus Dur. Islam butuh seribu orang jenius seperti sampeyan untuk melawan Yahudi dan Amerika.

    Komentar oleh f4tih — October 30, 2006 @ 3:20 pm

  85. Hus, terlepas dari apakah Gus Dur benar atau salah, JANGAN MENDEWAKAN GUS DUR! Semulia apapun beliau pada kenyataannya, ingatlah bahwa dia juga bisa berbuat salah -_- Apakah statemen ini salah satu kesalahannya, itu sebaiknya tidak usah diperdebatkan lagi.

    Pribadi, menurut saya umat jangan diajak berteka-teki yang fatal begini…
    Bisa menimbulkan salah paham.

    Jadi kalaupun Gus Dur hanya berniat menyisipkan makna tersirat sekalipun, statemen ini patut disesali.

    Komentar oleh Sosuke Sagara — November 3, 2006 @ 4:40 pm

  86. Gus Dur bukan dewa !!!! tapi Waliullah. MAna ada wali yang ngaku dirinya wali. Gus Dur pun demikian. Banyak cerita tentang keajaiban beliau. Bukan mengkultuskan tapi agar yang saudara seiman yang lain tidak asal menghujat dan memfitnah beliau. Tabayyun …tabayyun…menghujat ulama itu haram.

    Komentar oleh f4tih — November 5, 2006 @ 3:27 pm

  87. KENAPA KITA SUSAH2 MEMBELA GD ATAUPUN MENGHUJATNYA
    DIA HANYA MANUSIA BIASA TIDAK LEBIH
    KITA HANYA BISA BERCERMIN DAN BERFIKIR LAGI DARI KOMENTAR GD SEPERTI APA SIH ARTI “PORNO” ITU SEBENARNYA
    DAN BIARLAH TUHAN YANG “MEMBALAS” APA YANG DILAKUKAN GD TERLEPAS DARI ITU BENAR ATAU SALAH

    Komentar oleh NOFIK_TOP — November 7, 2006 @ 10:38 pm

  88. Emang betul koq, yang di kate ame GUS DUR. Knapa emang?

    Komentar oleh Adil — November 8, 2006 @ 10:48 am

  89. Hai saya rasa Gusdur Benar.Saya rasa Gusdur adalah seorang manusia yang selalu memberikan pembelajaran kepada umat2nya.Belajar menghargai,beljar sopan,belajar untuk membahas permaslahn yang timbul disekitar kita.
    Gusdur juga benar bahwa Al-qur’an merupakan kitab suci yang paling komplit.disitu ada berisi tentang kedokteran,sejarah,fiqh,astronomi,bahkan ada sedikit penjelasan tentang kePORNOan.Saya rasa Porno itu kan hanya maslah istilah yang telah tertanam dari kita.Jadi Jangan bandingkan kita dengan Gusdur.Pengetahuan kita tentang agama,fiqh,ushul fiqh,tasawauf itu belum ada apa2ya.kita harus mempelajari dulu jangan sampai memberikan tanggapan yang ga ada artinya seperti TONG KOSONG>HANYA NYARING BUNYINYA tetapi DALAMNYA KOSONG!!!
    disitu ada hikmah yang terkandung.bahwa kita sebagai umat islam harus lebih dan lebih lagi didalam mempelajari Al-quran.
    Gusdur adalah seorang alim ulama yang selalu memancing kita untuk terus belajar…belajar…dan belajar sampai maut menjelang.
    saya berdoa semoga Gusdur panjang umur dan selalu memberikan kita wejangan maupun pengetahuan2 yang bermanfaat bagi umat islam.
    Amin ya Robbal Alamin

    Komentar oleh Moh. Ari gusyanto — November 20, 2006 @ 9:59 pm

  90. saya rasa semua komentar diatas tidak lepas dari sejarah islam di indonesia,,,,,sehinga terjadi pro dan kontra,,sebagai sesama muslim saya menyarankan marilah kita jangan egois pada jalan pikiran kita…khusus untuk masalah porno tidak penting didebatkan karena kita udah pada dewasa.(mungkin) tapi..yg lebih penting adalah generasi kita…..sekali lagi lihatlah……..bagaimana generasi kita gak rusak……….klo kita yang dewasa (mungkin ) secara egois mengajarkan mereka porno…………ngotot dan kontra terhadap uu anti porno…menurut saya mengajarkan dan melegalkan generasi kita,,,berbuat porno……….kasian dong anak-anak kita,,,,!?,,mau jadi apa bangsa ini…. ( bagi yang berpikir seh…. )

    Komentar oleh wiranto — November 25, 2006 @ 12:41 am

  91. Orang tua yang satu ini memang banyak yang mendukung, walaupun
    ucapan nyeleneh tetep aja dianggap hebat! aneh,… Stroke dan penyakit matanya membuat si GD ini tambah ngawur di tambah pengikut dan fansnya yang taqlid buta juga, didukung pula oleh Jaringan Iblis Liberal!

    Komentar oleh Maulana — December 1, 2006 @ 11:56 pm

  92. kalau dilihat dari segi fisik dengan mata yang cacat, si GD ini kayak gambaran dajjal !. apa memang dia dajjal yach!. moga aja nggak demikian yach, tapi kok tingkah dia lebih banyak nyeleneh dan melenceng dari kebanyakan ulama islam yach !. gusdur……………gusdur…., lu lebih baik jadi penentang terang-terang dech dari pada lu berkedok silam !

    Komentar oleh desi — December 14, 2006 @ 1:22 pm

  93. Gus Dur aja kok ditanggapi
    biarin aja
    mulut-mulut dia sendiri kok
    capek juga dirasain sendiri
    sama GD
    gitu aja kok repot
    ntar setelah wafat baru urusan kita

    Komentar oleh Inoel — December 19, 2006 @ 9:07 am

  94. gak usah ribut ribut, toh yg dilihat oleh Allah swt sang pencipta alam jagat raya ini bukanlah kepintaran, kegantengan, ketenaran, dan hal2 lainnya, tapi yg dilihat oleh Allah swt adalah jiwa kita, so yg tidak mampu mengendalikan diri, nmeski dia seorang ahli filsafat, tasawuf sekalipun, tetap aja dia rendah dihadapanNYa.

    dan kita selaku manusia yg masih memiliki toleran apa salahnya memperingati dan menyampaikan kebenaran.

    kepada gusdur dan semunya yg memiliki ilmu yg dalam, ingatlah kebenaran tidak dapat diukur oleh lamanya ibadah, tingginya titel seseorang, gelar atw kedudukan, tapi sebagaimana kebenaran itu mampu melahirkan kekuatan pengendalian diri. bertobatlah sebelom pintu taubat ditutup.

    Komentar oleh irfandy ali — December 28, 2006 @ 8:19 pm

  95. Disarankan agar jangan berselisih persepsi agama yang mubazir membuang-buang waktu, tenaga, pikiran dan emosi PANAS, toch tidak akan selesai sebelum Allah datang dengan 1. Hari takwil kebenaran Kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53. 2. Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44. 3. Allah menyempurnakan wahyu Al Quran berkat do’a manusia sesuai Thaha (20) ayat 114,115. Dan hari-hari Allah sebanyak 444 ayat lainnya sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al jaatsiyah (45) ayat 14. Semuannya ini wajib ditunggu-tunggu akan tetapi sampai hari ini dilupakan oleh umat manusia. Padahal hal ini sudah datang di Indonesia, tinggal menunggu saat publikasinya. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- pembaharu persepsi tuggal agama awal millennium ke-3 masehi.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, pembaharu persepsi tunggal agama awal millennium ke-3 masehi — January 14, 2007 @ 9:00 am

  96. Memang koh apa yang dinyatakan Gus Dur itu ada kebenarannya, ada sangkut pautnya dengan nabi Muhammad SAW
    yang memang doyan kawi anak yang berumur 7 th dinikahi setelah 9 th baru disetubuhi sedangkan kakek ini telah berumur 53 th. Jika anak sampean yg berumur 9th maukah diberikan pada kakek yg berumur 53 th ? nah tolong jawabannya.

    Komentar oleh Mr. Nunusaku — January 24, 2007 @ 10:44 pm

  97. Ehm… buat nunusaku yang ngomentari Rasulullah, klo biasanya yang nyerang sama model gini ni non muslim, klo muslim berarti dah copot syahadatnya, soalnya ngejelekin Rasul Allah itu namanya ingkar sunah, islam mengajarkan segalanya dengan lugas, jangan memandang kebenaran dengan perasaan begitu, yang kita rasa bagus belum tentu bagus di mata Allah, sedang yang kita anggap jelek bisa saja bagus di mata Allah, soal jawabannya tentu saja ada, di jaman sekarang di indonesia aja, anak smp sudah jualan sedangkan di luar negri anak2 setingkat sd saja sudah sering sekali terjadi inces antara kakak beradik, dan banyak lagi contohnya.

    Komentar oleh seebayu — January 31, 2007 @ 11:09 pm

  98. assalamualaikum..
    diri ini cuman bisa bilang…mari kita lebih arif dlm memandang suatu permasalahan…jgn sampai kita terjebak akan tulisan itu sendiri…
    sama seperti kita mengukur kadar keimanan dlm diri kita masing2,….toh nantinya juga di pdg makshar kita ga ngurusi orang lain….
    trima kasih dan wassalam….

    Komentar oleh udin — February 18, 2007 @ 4:33 am

  99. Pro Gus Dur

    Komentar oleh ddfd — February 19, 2007 @ 8:58 am

  100. BARU LIHAT KULIT SUDAH BERANI BILANG ISINYA,SEBAIKNYA KALIAN BERISTIGHFAR,SIAPA YANG KALIAN TELADANI AKHLAKNYA?KALO MEMANG BENAR GUS DUR BERSALAH,KENAPA KITA TIDAK MENEGUR BELIAU SECARA SANTUN SEPERTI YANG DIAJARKAN RASULULLAH?KENAPA MALAH MENGOLOK2 SEPERTI CARA KAFIR QURAISY YANG SENANG MENGHASUT?DIAKUI ATAU TIDAK TELAH BANYAK JASA GUS DUR KEPADA BANGSA INDONESIA DAN DUNIA ISLAM TIDAK SEPERTI ANDA YANG HANYA MENGHASUT DAN MENEBARKAN KEBENCIAN KEPADA SESAMA

    Komentar oleh TRI SETIADI — February 22, 2007 @ 8:45 pm

  101. tetep aje,gusdur ga boleh ngomong begitu

    Komentar oleh adjid — March 13, 2007 @ 11:44 am

  102. kita akhiri perdebatan ini sampai disini aja,,OK..toh kyknya mslhny makin mengembang aje…

    Komentar oleh simon — March 27, 2007 @ 1:53 pm

  103. gto aja kok repot….

    Komentar oleh simon — March 27, 2007 @ 2:05 pm

  104. AsWrWb jangan lupa kunjungi situs yang penuh maklumat baru berikut ini: www.aziznawadi.co.nr insyaallah tidak rugi, bagi tau ikhwan dan akhawat yang lain juga yah..!

    Komentar oleh nazrah — March 30, 2007 @ 4:21 am

  105. kalo mau mengenal tashawuf yang haq, kunjungi www.aziznawadi.co.nr

    Komentar oleh rahmayanti — March 30, 2007 @ 4:23 am

  106. gus dur orang unik dan kayaknya sekarang gusdur lagi belajar telanjang serta kencing sambil berlari supaya tahu bahwa gusdur tidak bisa di tiru oleh pengikutnya yang puritan terhadap diri gusdur

    Komentar oleh mustofa — April 4, 2007 @ 3:03 pm

  107. Gusdur sebenarnya membawa bencana, kenapa demikian? Dia bilang Al Qur’an itu paling porno ada kata menyusui dan menetek, hal ini dianggap porno oleh pikirannya yg Geblek itu.Akibatnya ALLAH menunjukan tentang air susu itu tepatnya di Jawa Timur tempat Dia berada, maka keluarlah air LUMPUR sampai sekarang (bukan air susu) malah lebih kotor.Kenapa mesti karena omongan Dia itu bisa menjadi begitu. Karena Dia dianggap sebagai Panutan dalam Agama, tetapi hati dan pikirannya seperti orang tak berilmu.kalau Dia bukan dianggap sebagai panutan dalam agama nggak jadi masalah, biarpun yang kotor dan bau yang keluar dari mulutnya, contohnya seperti orang kafir, menghina Islam ya nggak masalah malah akan menambah kebaikan terhadap orang islam yang sabar dan berilmu.Ini dianggap sebagia Panutan agama sampai sampai mendapat gelar Kiyai Haji lagi, tapi tak berilmu, Islam sebenarnya memiliki ajaran akhlak dan ilmu yang tinggi.

    Komentar oleh Ahmad Syafrie Parinduri — April 7, 2007 @ 7:11 pm

  108. teros2no wae wonk2…..

    Komentar oleh simon — April 9, 2007 @ 1:34 pm

  109. gusdur, keseringan gilanya dari pada benernya

    Komentar oleh ekadystiant — April 11, 2007 @ 7:41 pm

  110. Hidup Gusdur, biar bisa tobat.

    Komentar oleh Abdurahman Wahid Anjing — April 15, 2007 @ 11:27 pm

  111. gusdur koq diladeni, biarin aja ngoceh kan bisa kita biarin pepatah bilang GD menggonggong kafilah berlalu…. gitu aja koq repot..

    Komentar oleh mailman — April 27, 2007 @ 10:26 am

  112. gus,mengapa dunia ini semakin sempit aje,pa mungkin kiamat udah deket ya…

    Komentar oleh saiful amri — May 22, 2007 @ 10:17 pm

  113. yang nanggepin berlebihan ttg Gus Dur….aku yakin dia tidak lulus SD. TK…TK

    Komentar oleh Muhammad Riza — June 9, 2007 @ 2:02 pm

  114. Menurut pendapat pribadi saya, GusDur itu diciptakan untuk membuat orang beribadah. Buar orang yang sependapat sama GusDur, Gusdur membuat mereka terus menerus berfikir tentang “betulkah kata2 Gusdur itu betul ? sesuaikah kata2 Gusdur dengan kandungan AlQur’an ?”. Lha buat Yang tidak setuju, Gusdur membuat mereka beristighfar. Gitu aja ko repot ?

    Komentar oleh GusDoer — June 13, 2007 @ 10:19 pm

  115. gusdur itu belum bangun dari tidurnya, jadi ijtihadnya ijtihad tidur waqktu bilang al-qur’an kitab paling porno. lihat aja di majalah hidayatullah.

    Komentar oleh widianto — June 21, 2007 @ 4:39 pm

  116. gus menurut saya anda asl jeplak saja tanpa dipikir, jadi kalau mau koment lagi mending dipikir 100000000x

    Komentar oleh gus HARRY — June 22, 2007 @ 3:55 pm

  117. Menurur saya kalau menanggapi gusdur tidak lulus SD atau TK,masalah menanggapi bukan masalah sekolah lulus atau tidak, sekolah seperti itu hanya soal dunia yang penting hati/qolbu apabila baik maka baik lah seluruhnya, Banyak yg sekolah tinggi jg Geblek dan kurang berakhlak, kita harus bisa membaca karena Allah pertama kali menurunkan Alquran adalah Iqra’/bacalah, semua bisa dibaca bukan hanya tersurat tapi tersirat juga ,dan masalah beristigfar tanpa omongan gusdur juga kita harus selalu istigfar dan zikir setiap saat

    Komentar oleh Ahmad Syafrie Parinduri — June 24, 2007 @ 9:10 pm

  118. Gusdur itu hanya seorang yang mempunyai kelemahan pada otaknya disebabkan karena penyakitnya yang lama diderita,dan tidak pernah lulus sekolah,pikirannya suka ngaco dan nyeleneh.amit-amit Gus Blok.

    Komentar oleh Muhammad Imam Muslim — July 8, 2007 @ 8:03 pm

  119. yang Punya Blog ini GOBLOK, apa anda tau definisi dari porno? pemikiran sempit otak keladai anda mungkin hanya tau arti definisi porno hanya sekadar pada pembahasan tubuh, padahal bukan hanya itu, makanya saran saya sekolah dulu yang pinter, minim smp lah biar sedikit tau..biar tidak asal kritik, eh iya pelajaran sd udah ada tentang peribahasa TONG KOSONG NYARIN BUNYINYA? kalo belum tau peribahasa itu ga usah cape2 tanya teman, aku beritau, jawabanyya adalah “ANDA=KAMU=SAMPEAN and in english is YOU!! heheheeh….

    Komentar oleh abdy — July 9, 2007 @ 11:33 am

  120. dasar wong gendeng

    Komentar oleh adi — July 13, 2007 @ 12:50 pm

  121. masukin aja gus dur ke rumah sakit jiwa, biar komentarnya bisa direspon keluarganya yang sudah sekian lama ia tinggalkan. gus dur itu memang-memang gila, tapi yang lebih gila lagi orang yang mempercayai pada fatwanya

    Komentar oleh arief — July 14, 2007 @ 6:34 pm

  122. biasanya orang yang sudah kalah ulahnya akan bermacam-macam, contohnnya yang sedang diperdebatkan sekarang ini, ya Allah berilah diapetunjuk biar nggak ngawur ngeluarin fatwa, yang membuat umat muslim bisa terpecah belah.salah satu cara untuk menghentikannya adalah dengan membungkam mulutnya………..gitu aja kok repot…..!!!!!

    Komentar oleh matho — July 14, 2007 @ 6:42 pm

  123. waduh waduh… jangan esmosi dunk..!

    saya sih sependapat bahwa sebaiknya para “pemimpin” yang ucapannya didengarkan banyak orang.. bisa lebih mawas diri dalam berkata-kata.. lha iya kalau sempet setiap orang itu tabayyun langsung ke dia.. lha kalau enggak kan bisa berabe.. kaya berita gossip.. yang makin lama makin gak bener beritanya.. dari satu orang ke orang lain..

    Ini terlepas dari GD or anyone.. bahkan diri kita masing-masing.. berhati-hati dalam lisan akan menjaga hubungan baik kita dengan sesama.. termasuk sesama pengguna web / forum ini.. apalagi sesama umat yang berkeyakinan sama.. bahwa Tiada “Ilah” sesembahan / yang diabdi selain ALLAH SWT dan Muhammad SAW adalah utusanNya..

    saya cuma berharap dari “obrolan” di atas, kita semua bisa lebih memahami cara pandang orang lain.. dengan begitu bisa lebih menahan emosi atas ketidaksamaan penilaian atas suatu hal..

    Wassalaamu’alaikum wr wb..

    Komentar oleh mmbanget — July 25, 2007 @ 5:16 pm

  124. manusia boleh berbicara bebas di dunia,sesngghnya akan diminta pertanggung jawabannya oleh alloh di akhirat.ALLOHUAKBAR!!!seyogyanya kita jernih sebelum berpikir,berpikir sebelum berbicara.wass.

    Komentar oleh pangat@prience. — July 27, 2007 @ 11:49 pm

  125. semoga Allah menyadarkan Manusia yang tak Jelas Pemikirinnya ini,..tapi satu yang jelas klo dia itu “PERUSAK ISLAM MASA KINI”

    Komentar oleh Ridwan — August 30, 2007 @ 10:05 am

  126. gus dur sering kumpul2 diundang orang yg enggak tauhidnyaas jadi rizki yg didapati gusdur uang2 haram pesangon yg diperolehnya namanya saja gusdur[gadur]/semaunya dari nama saja dah kliatan enggak bener kyai yg satu ini ,,, lbh baik cari kyai yg jelas yg lain bannyakk,,, konon orang2 yg jemput gusdur kebetulan teman gue langganannya nampak seharian dlm forum dg enggak sholat enggak apa lalu kyai macam apa iniii

    Komentar oleh ali — September 2, 2007 @ 9:49 am

  127. capee’ deh (yang komen buanyak bgt).. wong Gus Dur tuh manusia biasa (punya kantong kotoran kaya’ kita kan?) bisa salah juga, kalo salah ya dibilang salah to’ ga usah malu-malu, kalo bener juga bilang aja bener. Al-Qur’an kan dibaca tiap hari, masa’ pedoman hidup kite, yang dipastikan keindahan bahasanya, yang dijaga keasliannya sepanjang jama ama Allah SAWT masa’ dijadiin bahan becandaan diomongin begituan pula (sampai enggan diriku menyebutkan kata itu), reaksi pertama sakit hati? pastilah… muslim mana yang ngga’ sakit hati? mending diem aja Gus daripada bikin kita2 orang pada beradu tulisan. panas.. panas nih.. (kaya’ dimana ya panasnya?)

    Komentar oleh arian — September 3, 2007 @ 2:10 pm

  128. sebagai manusia biasa yang mencoba mengetik dengan benar ternyata bisa juga salah tekan, huruf A-nya ikutan, dengan ini meminta maaf kepada seluruh pembaca. ini diluar kesengajaan. semoga Allah SWT memaafkan hamba yang hina ini. Astaghfirullah al adziimmm…

    Komentar oleh arian — September 3, 2007 @ 2:16 pm

  129. - komentar dihapus, terkait tidak beretika dalam diskusi -

    di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!

    admin tausyiah275

    Komentar oleh WONG_GOBLOG — September 5, 2007 @ 9:54 am

  130. sesama warga indonesia kita memang harus saling damai tapi memang bener kalo gus dur ngomong “jangan bikin aturan hanya berdasarkan islam karena di indo banyak juga yang nonmuslim”
    tapi kalo bilang al-qur`an itu porno ya gmna ya soalnya porno kalo menurut saya itu kalo ada gambar yang fulgar ama cerita yang hot…..(dalam buku/tulisan) tapi selama saya baca al-qur`an ga da tu gambar yang fulgar` tau ga kenapa karena qur`an yang bikin bukan jendral he he he he he he

    Komentar oleh MBAH_BEJO — September 13, 2007 @ 2:18 am

  131. Kita harus maklum bahwa GD mungkin punya pemahaman sendiri tentang arti kata “porno” itu, yang tentu saja berbeda dengan pemahaman orang banyak. Itulah mungkin celakanya jika ada orang yang memahaminya dgn pengertian sempit.Walaupun begitu mudah2an ini tidak akan menjadi polemik berkepanjangan sehingga mengancam keutuhan ukhuwah islamiyah. Amin

    Komentar oleh Atho — September 13, 2007 @ 11:34 am

  132. didalam hukum islam semua adalah benar kecuali ada hukum yang menyalahkannya, semua adalah halal kecuali ada hukum yang mengharamkannya, dan semua jawaban adalah benar jika mempunyai alasan yang benar juga.
    jadi jangan kita memandang suatu hal dari satu sisi, jangan melihat kubus adalah hanya suatu bujur sangkar.
    artinya gusdur boleh berkata hal seperti itu jika dia mempunyai alasan hukum (agama) yang benar, kita pun boleh menyalahkannya kalau kita mempunyai landasan hukum (agama) yang benar.
    Intinya jangan menghakimi pendapat seseorang jika kita tidak mengetahui ilmu tentangnya/ tidak mempunyai alsan yang kuat dan benar.

    Komentar oleh bedjo — September 22, 2007 @ 1:48 pm

  133. Dari pada kita ‘Gibah’ tanya aja langsung ke GusDur Kayaknya beliau punya rumah/telepon/web/kantor apa lagi ya ??.
    mungkin ini jalan yang terbaik dari pada kita menerka2.

    Komentar oleh Acep Rahmat Kosim — September 24, 2007 @ 11:59 am

  134. Acep, kok dibilang ghibah ? Anda sudah baca belum semua detailnya ? Semuanya tertulis jelas, hitam diatas putih, bukan ghibah.

    Dan yang jelas gus dur & JIL adalah gerombolan penipu & pemfitnah

    Komentar oleh harry — October 6, 2007 @ 5:41 am

  135. Seringkali terjadi suatu perbedaan pendapat yang sudah tidak semestinya lagi terjadi, berlebihan, hingga seolah-olah menjadi berseteru dan saling memusuhi.
    Semoga tujuan dibuatnya blog ini adalah baik, untuk mengetahui mana yang benar dan salahnya (atau setidaknya mana yang lebih benar, atau setidaknya menambah wawasan mengenai dalil dari suatu topik yang ada)
    Di lain sisi terlihat bahwa sepertinya pembuat blog dapat mengedit bahkan menghapus tulisan yang tidak berkenan.
    Sekedar ide: bagaimana bila setiap comment yang tidak disertai dalil mohon dihapus saja, perbedaan harus ada dalilnya dan semoga suatu perbedaan tidak menjadi kian meruncing.
    Setiap tulisan yang “sensitif” cenderung akan menimbulkan pro dan kontra dan tidak akan menimbulkan suatu solusi melainkan menimbulkan suatu masalah baru jika tidak diarahkan. Harus ada aturan-aturan baku yang dibenarkan agar semuanya menjadi terarah.
    Jazakallah khairan.

    Komentar oleh Hamba Allah — October 19, 2007 @ 7:33 pm

  136. nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bahwa orang yang paling berbahaya adalah para ulama yang sesat, kayak GUS DUR gitu menurut saya jangan ditanggepin omongan orang ngaco kayak gitu kalo gus dur menurut saya cuma orang yang pengen dapet perhatian aja

    Komentar oleh fuad — November 2, 2007 @ 10:25 am

  137. Qta harus kembali pada nurani. Ga perlu jauh-jauh untuk membela atas nama ‘ketinggian’ seorang ulama, ‘bahasa menakjubkan’, atau ‘ilmu tasawuf’ yg hanya bisa dipahami oleh segelintir orang. Yang jelas, Islam ini agama untuk banyak manusia. Sehingga penyampaiannya pun harus bisa diterima oleh khalayak manusia, bukan segmen orang2 tertentu. Tentunya kita, kalau menggunakan nurani (yg muncul atas pemahaman agama yg kurus, benar, dan jujur), akan askit sekali jika Quran sebagai dustur Ilahi malah dituduh yg merendahkan itu. Sudah, jangan pake argumen “Quran sudah tinggi, maka tidak perlu dibela jika ia direndahkan”. jangan. Sebab, argumen ini justru mengurangi ketinggian Quran itu sendiri. Mengurangi makna Quran itu sendiri, yg kudu dibela, dihargai, di”tolong”. Sebab Allah akan menolong siapapun yg menolong agamaNya (Q.S Muhammad 7, mhn dibenarkan bila salah). Tapi,…KH.Abdurahman Wahid tetaplah saudara kita. Kita kudu mendoakan beliau. Jangan sibuk pada debat ini, jika toh menyebabkan perpecahan diantara kita. Yg mau menganggap wali, monggo. Yg tidak ya monggo. Tapi, kualifikasi waliullah itu sangat ‘tidak bisa sembarangan diberikan’ begitu saja. Apalagi didasari oleh taklid semata, buka pemahaman Islam yg hanif, sesuai syariat, dan kaidah fiqh yg benar. Sebab menurut asya, tidak ada waliullah yg membiarkan Qurannya dihina, ataupun membiarkan dihina, apapun konteks muatannya. Guyon atopun serius. Berat atopun ringan. kalangan tertentu atopun khalayak ramai. Mari bertaubat, mari beristighfar. Sebab menjaga persatuan umat itu lebih didahulukan daripada bersikukuh pada argumen yg diambilnya. Peace!

    Komentar oleh redza — November 8, 2007 @ 4:48 pm

  138. Assalamu ‘alaikum wr. wb
    Ana ingin sedikit urun rembug…keliatannya forum ini semakin menjadi-jadi.Pengen sedikit mengingatkan.
    Bagi yang mengkritisi Gus Dur (termasuk jg Ana) sebagai seorang muslim kita WAJIB mengingatkan saudara muslim kita yang lain bila memang salah,kita hanya manusia tempatnya salah dan lupa. Akan tetapi jika kita salah kita pun juga legowo mengakui kesalahan dan memperbaiki diri, bukan malah mencari pembenaran diri dan mencari massa sebanya2knya untuk mendukung. Kalo’ GusDur salah ya yg pengikutnya GusDur mohon diingatkan.
    Kalo’ tadi dikatakan GusDur Ulama, masa’ ulama kok senengane buat kontroversi. Ana sangat yakin jika Rasul dan para sahabat masih hidup mereka akan mengkritisi hal ini. Harusnya jika dikatan ulama mestinya ya ittiba’ pada Rasul…
    Apa rasululullah bertindak seperti itu…?????
    Dan lagi dalam QS. At Taubah Ayat 65-66 sangat jelas disebutkan

    65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
    66. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

    Udah jelaskan…????
    Bagi pengikut GusDur…mbok yo jangan taqlid buta, Imam syafi’i yang dijadikan madzhab saja sangat menentang taqlid buta. Sebenarny gak apa2 jika yang dikatakan GusDur itu pada saat dia sedang sendiri dan untuk dirinya sendiri. Yang jadi masalah adalah dia berkata dihadapan orang banyak dan ada yang menjadikan dia sbg panutan sehingga dikawatirkan dia malah menyesatkan umat yang aqidahnya belum kuat. Apakah seperti ini ciri seorang ulama / waliyullah??? Cobalah kita berpikir dengan jernih…
    Janganlah kita memperturutkan emosi dengan mati2an membela GusDur yang perkataannya belum tentu benar, jangan2 nanti kalo’ mati beneran bukannya mati syahid malah mati sangit.
    Harusnya yg kita perjuangkan adalah perkataan dan perjuangan rasulullah.
    Harusnya kita jg melihat siapa yang kita tokohkan, bagaimana kiprahnya dalam keluarganya…
    apakah bisa membimbing keluarganya sesuai dengan syariat islam ato tidak. Kalo menasehati keluarga+pengikutnya untuk berjilbab yang syar’i saja belum bisa bagaimana bisa menasehati orang lain.
    Akan tetapi bagi kita yg mengkritisi kita pun harus selalu introspeksi diri dan menjaga diri agar tidak jatuh dalam emosi gila. Kita juga wajib mengingatkan kepada kaum muslimin yang masih belum kuat aqidahnya tentang permasalahan ini, jangan samapi berlarut2 dan menimbulkan keresahan. Dan jika kita mengingatkan para pengikut GusDur haruslah yang sabar karna bisa jadi diingatkan sampe 1000 kali pun mereka tidak akan mau menerima.
    Saya adalah pengikut Rasulullah Muhammad saw, umatnya. BUKAN UMAT ATO PENGIKUT GUSDUR…..!!!!!!!!

    mari banyak2 istighfar agar trhindar dari fitnah seperti ini lagi.

    Subhanallohumma wabihamdika asyhadu alla ilaa ha ilaa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

    Wassalamu ‘alaikum wr. wb

    Komentar oleh Nanang — November 13, 2007 @