Sifat Sperma
Artikel ini aku buat berdasarkan komentar yang ditulis di sini.
Kita telaah dulu apa itu sperma (atau air mani)? Mani/sperma secara bahasa artinya adalah air laki-laki dan perempuan. Sedangkan secara istilah, mani adalah cairan kental yang keluar akibat kuatnya dorongan syahwat. (lihat AL-Muhgni karya Ibnu Qudamah jiid 1 hal 199).
Mani itu bentuknya cairan putih kental karena berisi sperma dan bila keluar selalu dengan keadaan memancar. Sedangkan pada perempuan kondisi mani ’sedikit’ berbeda, dia TIDAK BERISI SPERMA, melainkan sekedar ‘tanda’ pelampiasan syahwat.
Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan apakah mani itu termasuk najis atau tidak. Bisa kita golongkan menjadi:
1. Yang mengatakan najis. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa mani itu termasuk najis.
Dalil yang mereka gunakan untuk mencapai pendapat ini adalah:
- Bahwa Aisyah ra mencuci mani dari pakaian Rasulullah SAW. Dan Rasulullah SAW pun mengetahui hal itu dan tidak mengatakan bahwa mani itu tidak najis.
- Hadits Abu Hurairah tentang mani yang mengenai pakaian. Kalau tahu bagian yang terkena, maka cucilah pada bagian yang terkena itu, tapi bila tidak maka cucilah baju itu seluruhnya.
- Imam Malik mengatakan bahwa mani itu najis karena mani adalah darah yang rusak. Juga karena mani itu keluar dari tempat keluarnya kencing yang najis juga.
2. Yang mengatakan tidak najis. Imam As-Syafi‘i mbependapat bahwa mani manusia itu tidak najis, baik mani laki-laki atau mani perempuan.
Dalil yang beliau gunakan adalah:
- Hadits aisyah yang menerangkan bahwa Aisyah mengerik (mengerok) mani dari pakaian Rasulullah SAW kemudian beliau shalat dengan pakaian itu. (HR Muslim I 238).
- Hadits Ibnu abbas ra bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hukum mani yang mengenai pakaian. Maka beliau menjawab, mani itu hukumnya sama dengan ludah, karena itu cukup dihilangkan dengan mengeroknya dari pakaian. (HR Baihaqi).
- Hadits Saad bin abi Waqash bahwa Rasulullah SAW bila pakaiannya terkena mani, dibasuhnya dengan air bila masih basah dan bila sudah kering dikeroknya kemudian shalat dengan pakaian itu. (Diriwayatkan oleh As-Syafi‘i dalam al-musnad 1 26).
- Selain itu, mani adalah cairan pembentuk manusia, bila najis, maka manusia pun menjadi najis. Sehingga bila terkena pakaian, tidak membuatnya menjadi najis.
Jadi, sekarang tergantung pendapat yg anda yakini.
Semoga bermanfaat


kalo “Bank Sperma” menurut Islam gimana ya hukumnya??trims.
insya ALLOH x lain akan ditulis artikelnya
Komentar oleh Bee — January 25, 2006 @ 8:49 am
sekedar
komentarinformasi, untuk lebih menjelaskan perbedaan antara mani dan sperma: bagi para pria yang sudah melalui proses vasektomi, tetap mengeluarkan mani, tapi mani tersebut tidak mengandung sperma.yap…tepat…terima kasih untuk tambahan infonya
Komentar oleh CronOS — January 25, 2006 @ 11:21 am
kalo mani gajah buat apa lagi mi, gunanya ? lebih canggih dari kumis lele ?
mani gajah? wah, apaan tuh Ren? apa hub-nya dg kumis lele? ah…lagi ngelindur kamu ya?
Komentar oleh rendy — January 25, 2006 @ 12:59 pm
Kalo ingin tahu seluk beluk mani gajah, nih ada tulisan lengkapnya di http://pemikatrindu.blogspot.com
Wassalam
Komentar oleh TPR — September 19, 2006 @ 8:32 am
gi mna cranya melebur mani gajah
Komentar oleh rus_mant — May 17, 2007 @ 12:02 am
Wah bagus nih sempet ragu mau salat apa nga’ klo liat yang itu sih lebih berpendapat ke yang kedua.
Komentar oleh anas — May 25, 2007 @ 4:52 pm
Tolong aq, ni bru masuk website ini
Komentar oleh miftachudin — August 25, 2007 @ 5:49 pm