Tausyiah275

December 30, 2005

Khutbah Jum’at - 20051230

Ini merupakan khutbah Jum’at terakhir di tahun 2005, aku terpaksa sholat Jum’at di tempat lain, karena di client tidak diadakan sholat Jum’at disebabkan libur. (duh, masih kerja euy…xi xi xi…)

Beribadah kepada ALLOH SWT mempunyai keberagaman aktivitas, tidak sekedar sholat atau puasa, namun juga shodaqoh, haji, bahkan menolong orang lain termasuk dalam beribadah kepada ALLOH SWT. Dalam Islam, istilah tabu dikenal sebagai haram = suatu larangan untuk mengerjakan sesuatu karena aturan yang dikeluarkan ALLOH SWT melalui Rasul-Nya.

Tgl 10Dzulhijjah sebagai hari Qurban bisa dianggap sebagai salah satu ANJURAN untuk (beribadah) mendekatkan diri kepada ALLOH SWT. Namun berdasarkan sunnah Rasul, Qurban merupakan Sunnah Mu’akkadah (sunnah yang dianjurkan), jadi alangkah baiknya jika kita melakukan qurban.

Qurban pertama dilakukan Habil dan Qabil, sebagaimana yang tertulis di Qur’an (Al Maidah(5):27), yang artinya lebih kurang sebagai berikut:

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.
[ps: khatib yg berkhutbah, nampaknya salah menjelaskan…dia berkata bahwa Habil yg membunuh Qabil. hwaduh…khatib kok bisa salah khutbah yaaa??]

Peristiwa Qurban lain yang tertulis di Quran adalah qurban yg dilakukan Nabi Ibrahim. Beliau melakukannya kepada Nabi Ismail, yg tidak lain adalah putranya sendiri. Ash Shaaffaat(37):102 menceritakan bahwa Nabi Ibrahim bermimpi (dalam satu riwayat dikisahkan selama 3 hari berturut-turut) menyembelih (mengurbankan) Nabi Ismail. Bagi seorang Nabi, mimpi bisa merupakan PERINTAH dari ALLOH SWT. Namun, Nabi Ibrahim tidak serta merta menyembelih Nabi Ismail. Beliau menceritakan mimpinya, dan mendapatkan jawaban berikut dari Nabi Ismail “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Adapun makna dari Idul Adha (Idul Qurban) adalah untuk menunjukkan KETAKWAAN kita kepada ALLOH SWT. Adapun daging dan darah dari hewan tersebut TIDAK ADA NILAINYA di pandangan ALLOH SWT.

Sebenarnya, qurban tidak mesti dilakukan tiap 10 Dzulhijjah, namun bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Membantu orang lain (meringankan bebannya), menyisihkan sebagian waktu/tenaga/harta, merupakan salah satu perwujudan qurban dalam kehidupan sehari-hari.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Komentar »

URI untuk TrackBack artikel ini: http://tausyiah275.blogsome.com/2005/12/30/khutbah-jumat-20051230/trackback/

Belum ada komentar.

RSS feed untuk komentar di artikel ini.

Tulis Komentar Anda

Baris dan paragraf akan dipisahkan otomatis, alamat email tidak akan tampil, tag HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



ini fitur anti spam: silakan ketik kata yang ada di kotak...






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham