Kesalahan2 Dalam Sholat (7)
30. Tidak mempelajari hukum-hukum yg berkaitan dengan masalah sholat. Hukum2 yg dimaksud adalah syarat, rukun, dan wajib sholat. Selain itu, hukum2 yg terkait ttg ma’mum, sujud sahwi, dst. Semua masalah ini WAJIB untuk diketahui, dan jika mengabaikannya bisa merusak sholatnya.
31. Tidak memperhatikan bacaan Al Fatihah sehingga salah membacanya. Hal ini akan berakibat mengubah maknanya, sehingga sholatnya menjadi tidak sah… Oleh karena itu, seorang imam sholat HARUS yg bacaan (minimal) Al Fatihah-nya baik.
32. Membunyikan jari2 dan menyilangkan jari2. Ini perbuatan makruh dan dilarang dalam sholat, terutama perbuatan menyilang2kan jari. Ini didasarkan hadits,“Jika salah seorang dari kalian berwudhu, kemudian keluar untuk sholat, maka JANGANLAH dia menganyam (menyilang2kan) jari2 tangannya -sebelum sholat- karena saat itu sudah terhitung dalam sholat.” (HR Ahmad, Dawud,& Tarmidzi)
33. Meletakkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum lutut ketika sujud, layaknya unta yg menderum (berbaring). Contoh sujud dari Rasululloh SAW, sebagaimana diutarakan Ibnu Qayyim, Rasululloh SAW meletakkan KEDUA LUTUTNYA TERLEBIH DAHULU SEBELUM KEDUA TANGANNYA. Kemudian beliau meletakkan KEDUA TANGANNYA, DIIKUTI DAHI DAN HIDUNGNYA.


assalamualakum wr. wb
wa’alaykumsalam wr wb
saya bukan mau berkomentar melainkan bertanya;bagaimana bila seseorang itu menderita sakit di salah satu lututnya seperti rematik/encok sehingga ia tidak bisa meletakan lututnya terlebih dahulu sebelum telapak tangannya ketika akan sujud? terimakasih atas jawabannya,
hmmm…mungkin salah satu pengecualian…:)
tapi saya punya solusi lain:
karena sakitnya di salah satu lutut, bagaimana jika lutut yg tidak sakit dahulu yg turun, kemudian telapak tangannya menahan, baru kaki yg lututnya sakit turun…
mudah2an bisa jadi solusi yg bermanfaat
wasalamualaikum wr.wb
wa’alaykumsalam wr wb
Komentar oleh yuan — August 18, 2006 @ 9:17 am
mengenai akan sujud apakah tidak terbalik, tangan dulu baru lutut. karena apabila lutut terlebih dahulu seperti unta yang akan duduk
saya berpatokan dari Ibnu Qayyim, mas Djoko…barangkali mas Djoko bisa menyertakan referensi lain?? terima kasih…
Komentar oleh djoko — August 24, 2006 @ 2:02 am