Tausyiah275

October 17, 2005

Pesan Aa Gym - 03

Masuk Kategori: Aa Gym

REAKSI MENGHADAPI MASALAH (5 J)
Jangan panik
Jangan emosional
Jangan tergesa-gesa mengambil sikap dan keputusan
Jangan mendramatisasi masalah
Jangan putus asa

Sholat Gerhana

Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh

Menurut informasi yg aku terima tadi, hari Senin sore tadi akan ada gerhana bulan. Sial, aku lupa euy… :( Untuk itu bisa dibaca KETERANGAN DAN CARA SHOLAT GERHANA berikut ini:

Sholat gerhana bulan (sholat Khusuf) dan matahari (sholat Kusuf) dilakukan selama terjadi gerhana bulan/matahari. Minimal 2 rakaat.

Cara mengerjakannya :
1. Sholat 2 rakaat dengan 4 kali rukuk dan 4 kali sujud. Yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan iktidal membaca fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.

2. Disunahkan membaca surat yang panjang. Sedangkan membacanya pada gerhana bulan harus nyaring. Dan pada gerhana matahari sebaliknya.

Dari sholat gerhana yg pernah aku lakukan, terkait dengan cara sholat gerhana, imamnya membaca surat-surat berikut:
1. Surat pertama yg dibaca adalah Yaasin(36)
2. Surat kedua yg dibaca adalah Ar Rahman (55)
3. Surat ketiga yg dibaca adalah Al Waqiah (56)
4. Surat keempat yg dibaca adalah Al Mulk (78)

Jika diperhatikan, surat 36 lebih panjang dari 55, surat 55 lebih panjang dari surat 56, dan surat 56 lebih panjang dari surat 78. Setidaknya ini sudah sesuai dengan contoh Rasululloh SAW.

Berikut berita yg aku dapat dari Herry

GERHANA BULAN SEBAGIAN seri Saros 146
(Senin, 17 Oktober 2005;13-14 Ramadhan 1426 H, dapat disaksikan di seluruh
wilayah Indonesia)

Kehadiran bulan Ramadhan 1426 di tentukan dengan putaran sinodis Bulan atau
lunasi Islam ke 17109 sejak 1 Muharram tahun 1 Hijriah. Fenomena gerhana
Bulan dan gerhana Matahari atau keduanya dapat berlangsung dalam satu
lunasi. Seperti Gerhana Matahari Cincin 3 Oktober 2005 merupakan fenomena
gerhana pada lunasi Islam 17108 atau akhir Sya’ban 1426 H. Gerhana
Matahari Cincin 3 Oktober 2005 itu merupakan gerhana ke 43 dari 73 gerhana
Matahari seri Saros 134, mencapai puncaknya pada jam 17:32 wib dan ijtimak
akhir Sya’ban 1426 berlangsung pada jam 17:11 wib. GMC 2005 ini praktis
tidak bisa diamati dari wilayah Indonesia. GMC 2005 dapat diamati di kawasan
Afrika, Arab Saudi, sebagian Asia Tengah (Pakistan, India dsb) dan Eropa.

Kehadiran gerhana bulan sebagian, pada lunasi Islam ke tujuh belas ribu
seratus sembilan (LI 17109) akan berlangsung tanggal 17 Oktober 2005. GBS
Gerhana Bulan Sebagian itu merupakan gerhana Bulan ke 10 dari 72 gerhana
Bulan seri Saros 146 dengan pertengahan gerhana pada jam 19:03 wib. Gerhana
Bulan merupakan sebuah fenomena yang berlangsung pada momen sekitar fasa
bulan purnama, pertengahan gerhana, momen posisi Bulan terdekat pada pusat
umbra waktunya berdekatan dengan momen bulan purnama, kedudukan Bulan dan
Matahari berbeda 180 derajat.

Fenomena bulan purnama merupakan fenomena rutin sebuah momen konsekuensi
peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi Matahari, yakni
momen beda bujur ekliptika Bulan Matahari mencapai 180 derajat. Namun tidak
setiap momen bulan purnama terjadi gerhana Bulan, karena bidang orbit Bulan
membentuk sudut sekitar 5 derajat. Ukuran diameter sudut Bulan sekitar 0.5
derajat atau sekitar 10 kali lebih kecil sudut kemiringan orbit Bulan
sebesar 5 derajat. Gerhana Bulan hanya terjadi bila posisi Bulan dan
Matahari keduanya dekat dengan titik simpul, titik potong bidang orbit Bulan
dan ekliptika. Pada hari Senin sore tanggal 17 Oktober 2005 momen bulan
purnama akan berlangsung pada jam 19:15 wib (dan konjungsi geosentrik jam
19:57 wib), momen itu bertepatan dengan musim gerhana ke dua pada tahun 2005
ini. Pada momen Purnama posisi Matahari berada di dekat titik simpul bidang
orbit Bulan mengelilingi Bumi. Matahari berada pada posisi di bidang
ekliptika dengan bujur ekliptika 204° 9′ 39″ dan Bulan berada di posisi
dekat ekliptika, posisi pusat budaran Bulan sedikit di utara bidang
ekliptika + 0° 58′ 9″ dengan bujur ekliptika sekitar 180 derajat lebih
kecil dari bujur ekliptika Matahari yaitu 24° 13′ 0″. Bulan berada pada
posisi berseberangan terhadap Matahari. Seluruh bundaran Bulan akan
berkesempatan memasuki kawasan Penumbra Bumi dan sebagian kecil (sekitar 7%)
kawasan kutub selatan Bulan akan memasuki umbra Bumi.

Perjalanan Bulan secara keseluruhan, Bulan mulai menyusur kawasan Penumbra
Bumi pada jam 16:51 wib, setelah 1 jam 43 menit kemudian, bagian Selatan
Bulan akan mulai menyentuh atau memasuki kawasan umbra Bumi yaitu pada 18:34
wib. Sebagian besar bundaran Bulan masih akan berada di penumbra Bumi.
Fenomena menyentuhnya bagian selatan Bulan dengan umbra hanya berlangsung
selama 58 menit , atau momen gerhana bulan sebagian akan berakhir pada
19:32 wib. Puncak gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada jam 19:03
wib. Seluruh bundaran bulan masih meneruskan perjalanan selama 1 jam 43
menit dalam kawasan penumbra Bumi dan seluruh bundaran Bulan baru
meninggalkan Penumbra Bumi pada jam 21:15 wib.

Mengingat pergantian tanggal&hari dalam kalendar Islam adalah maghrib, maka
fenomena gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 13 dan 14
Ramadhan 1426 H. Bila cuaca cerah fenomena gerhana bulan sebagian 17
Oktober 2005 tersebut dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, di
kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan sebagian Asia Tengah, sebagian Amerika
Utara.

Gerhana Bulan tidak berbahaya untuk disaksikan dengan mata bugil secara
langsung. Bundar Bulan purnama mudah dicari di horizon timur langit. Di
seluruh wilayah Indonesia tinggi bulan (dari kaki horizon timur) saat momen
puncak gerhana pada jam 19:03 wib antara 10 hingga 50 derajat. Momen
gerhana bulan yang berlangsung pada sore hari momen yang baik untuk
disaksikan, terutama bagi yang ingin memperoleh pengalaman secara langsung.
Momen gerhana bulan yang mempunyai keunikan sebaiknya juga diabadikan.

Kehadiran gerhana Matahari Cincin di akhir bulan Sya’ban 1426 H (3 Oktober
2005) dan gerhana Bulan Sebagian (17 Oktober 2005) yang berada di
„pertengahan” bulan Ramadhan 1426 H memberi makna tersendiri, yaitu saat
umat Islam menjalankan ibadah shaum Ramadhan meraih tingkat taqwa yang lebih
tinggi. Kehadiran gerhana Bulan merupakan momen merenungkan kembali tanda
kemahabesaran Allah, penguasa dan pemelihara langit yang tak pernah
mengantuk dan tak pernah tertidur. Umat Islam memberi makna akan kehadiran
gerhana melalui shalat gerhana atau shalat khusuf.

Lembang, 15 Oktober 2005
Dr. Moedji Raharto
Staf Akademik Observatorium Bosscha
Departemen Astronomi, FMIPA – ITB
Tlp 022-91111082; 022-2787635

Pesan Aa Gym - 02

Masuk Kategori: Aa Gym

KONSEP PERUBAHAN (3 M)
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal-hal kecil
Mulai hari ini






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham