Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
sumber: Hidayatullah.com


Subhanallah,………. begitu besar pahala dibulan ramadhan ini, bersyukur lah kita sebagai orang muslim yg telah di anugrahi sebuah bulan yg begitu banyak rahmat dan pahala yg diberikan allah di bulan ini
Untuk itu marilah kita bersama sama dengan senang hati menyambut bulan yg suci ini dengan segala kegiatan2 agama yg bermanfaat dan memperbanyak amalan2
makasih banget yg telah nulis artikel ini dg begini kita jd tahu ttg bulan ramadhan dan ganjaran/ pahala yg didapat dlm bulan ini
Komentar oleh wiwie — September 5, 2006 @ 10:48 am
Ass.
Afwan tolong bagi yang punya artikel khutbah menjelang ramadhan ana di kirimin lewat email ana ini.
Syukron.
Jazakumullah,
Idham
Komentar oleh Idham — September 5, 2006 @ 3:04 pm
terima kasih yang sudah nulis, kalau bisa di lengkapi dengan tulisan arabnya
Komentar oleh suriadi rasyid — September 7, 2006 @ 2:15 pm
thanks artikelnya jadi inspirasi
Komentar oleh dian — September 9, 2006 @ 12:50 pm
Begitu banyak orang masuk agama islam tapi tetapi begitu sekian banyak dari mereka cuman sedikit yang belajar dan memahami tentang islam. mudah-mudahan dengan datangnya bulan suci ramadhan mereka sadar dan memahami tentang islam bertambah imannya. amienn..begitu banyak keutamaan bulan ramadhan mengenai penjelasannya kalau bisa di kasih arabnya. biar lebih mantap padat dan berisi. syukron.
Komentar oleh agus — September 9, 2006 @ 3:02 pm
assalamualaikum,terimakasih kepada para da”i yang telah banyak memberikan masukan tentang keutamaan puasa di bulan suci ramadhan ini,semoga kaum mslimin dan muslimat benar-benar menjalankan ibadah puasa ini dengan ikhlas karena ALLAH SWT, AMIN
Komentar oleh salim — September 12, 2006 @ 4:42 pm
Alhamdulillah ramadhan akan tiba semoga kita adalah salah satu dari hamba Allah yang akan menikmatinya.dan marilah kita jadikan ramadhan kali ini menjadi mementum perubahan bagi umat Islam di dunia menuju Islam kaffah
Komentar oleh netti — September 15, 2006 @ 5:55 pm
Alhamdulillah ramadhan akan tiba semoga kita adalah salah satu dari hamba Allah yang akan menikmatinya.dan marilah kita jadikan ramadhan kali ini menjadi mementum perubahan bagi umat Islam di dunia menuju Islam kaffah
Komentar oleh netti — September 15, 2006 @ 5:56 pm
SUBHANALLOH!!Mari kita syukuri nikmat (Ramadhan) Alloh yang sangat luas ini. Begitu beruntungnya kita sebagai umat muslim karena begitu banyak Alloh membrikan pintu rahmat yang seluas-luasnya kepada kita. semoga kita selalu diberikan kejayaan dan kemenangan dalam menempuh syariat-Nya.Amin
Komentar oleh zarkasi — September 16, 2006 @ 4:37 am
Assalaamu’alakum wr.wb. Saudaraku, kaum muslim & muslimat, untuk lebih mendalami perihal SHAUM, ada buku yang menarik untuk dikaji berjudul “Madrasah Ruhaniah, Berguru pada Ilahi di Bulan Suci”, karya Dr. Jalaluddin Rahmat. Sekedar resensinya berikut bisa diakses di situs: www.nu.or.id. Selengkapnya sebagai berikut: http://www.nu.or.id/public_detail_buku.asp?id_buku=50
Judul : Madrasah Ruhaniah, Berguru pada Ilahi di Bulan Suci
Pengarang : Jalaluddin Rahmat
Penerbit : Mizan Bandung 1, September 2005
PUASA SEBAGAI PENGKHIDMATAN KETUHANAN
Peresensi : Amin Musthofa* (*Peresensi adalah pemerhati sosial, alumnus PP Sirajul Hikmah Tuban.)
Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Karena oleh Allah, bulan ini telah dimandatariskan kepada hambanya. Karena telah dimandatariskan, maka segala yang ada dalam bulan ini adalah milik manusia dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena seorang Muslim yang mampu memanfaatkan dengan mengharapkan anugrah Tuhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka oleh Rasulullah dikatakan akan mendapatkan anugrah berupa ampunan atas dosanya yang telalu dan yang akan datang. Begitu mulianya bulan ini, maka sudah menjadi keniscayaan bagi seorang Muslim untuk melakukan kontemplasi spiritual dan sosial untuk mencapai derajat taqwa yang sesungguhnya.
Buku yang ditulis oleh Kang Jalal [panggilan akrab Jalaluddin Rahmat] ini akan memberikan panduan dan nasehat bagi kita dalam menjalani puasa Ramadhan yang telah kita jalankan selama ini. Bagi Kang Jalal, di bulan Ramadhan sebenarnya kita dilatih untuk mengembangkan kepribadian kita. Kita meninggalkan tingkat oral, anal, dan genital untuk mi’raj ke tingkat ruhaniah yang lebih tinggi. Pada siang hari dibulan Ramadhan, kita dilatih untuk meninggalkan masa kanak-kanak kita. Periode oral kita dikekang dengan tidak makan dan tidak minum. Dalam sehari seolah kita harus di “tahan” dan di “krangkeng” untuk makan dan minum, bahkan untuk mendekatpun kita dilarang. SelanjutnyA kita pun mencoba untuk meninggalkan tahap genital dengan mengendalikan nafsu seks kita. Pada bulan ramadhan kita belajar untuk menjadi dewasa. Di bulan ini, kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah kita. Kita berusaha meninggalkan pada tubuh kita dan mulai memeprhatikan ruh kita. Kita adalah gabungan antara ruh dan tubuh; tapi dalam kenyataan sehari-hari kita terikat sekali dengan tubuh kita.
Keterikatakan dengan tubuh ini mengakibatkan kehidupan kita hampa. Karena setiap saat kita sibukkan untuk memenuhi kebutuhan fisik. Sangat jarang terpikir dalam diri untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah kita. Padahal kalau diresapi secara mendalam, kekuatan fisik akan dikalahkan dengan kekuatan psikis. Sebenarnya, jiwa kita akan mematahkan apa saja yang digandrungi oleh tubuh. Kalau kita mampu menempatkan jiwa dengan demikian, maka mennaglah jiwa kita. Kita tidak akan risisaukan dengan berbagai stribut dunia yang hampa. Namun kalau jiwa kita dikalahkan oleh kebutuhan fisik, maka jangan salahkan kalau setiap hari, bahkan setiap saat dalam kehidupan ini hanya dihantui dengan berbagai atribut yang dunia yang bisu.. Yang hanya menyengsarakan kehidupan sehari-hari kita tanpa makna yang berarti.
Untuk mengembalikan esensi jiwa tersebut, manusia harus kembali berkhidmat kepada Tuhannya. Bukan berarti berkhidmat dengan Tuhan harus meninggalkan kehidupan dunia, sehingga manusia terkesan aksetis tanpa mau memperdulikan sesama. Namun dalam berkhidmat dengan Tuhan, bagi Kang Jalal, adalah bagaimana manusia mampu mengabdikan dirinya kepada manusia dengan baik. Dengan gayanya yang menyejukkan, Kang Jalal dalam buku ini menceritakan kegelisahan seorang ibu yang setiap temannya beribadah dia tidak mampu menjalanka ibadah. Dia mengadu sang ustadz, bahwa dia tidak mampu berkhidmat kepada Tuhan, karena setiap menjelang buka dan sahur dia harus mempersipakan makanan dan hidangan kepada manusia lain yang sedang kekuarangan, kelaparan dan himpitan tragis lainnya. Begitu susahnya ibu tersebut, sampai dia menangis dengan begitu luar biasa, bahkan sampai meluluhkan hati sang ustadz. Dengan nadanya yang khas, sang ustadz mengatkan bahwa dengan berkhidmat pada manusia itulah sebenarnya esensi puasa yang telah ibu lakukan. Sang ustadz mencontohkan bagimana Nabi Musa ketika ditanya Allah bahwa ibadah-ibadahnya yang dilakukan selama ini ternyata tidak pernah diberikan kepada Allah. Nabi Musa kemudian meminta petunjuk Allah tentang apa ibadah yang dapat dilakukannya untuk berkhimat kepada-Nya. Allah menjawab agar Musa sering melayani umat manusia. Itulah yag akan mengantarkannya berkhidmat sepenuh hati kepada Tuhan.
Penjelasan Kang Jalal yang renyah tersebut mengindikasikan bahwa dengan berpuasa, shalat tarawih, tadarus, tahajjud, dan ibadah lainnya, ternyata belum menunjukkan khidmat sesungguhnya kepada Tuhan. Bagai Kang Jalal kita jangan tertipu dengan banyaknya ritual agama yang kita lakukan selama ini, karena itu hanya akan menjebak kita dalam fiqh oriented. Keterjebakan dalam fiqh oriented hanya akan mengakibatkan kehampaan beribadah, karena tanpa dimaknai secara mendalam dan komprehensif. Cita-cita kita untuk berkihidmat kepada-Nya akan sirna manakala kita tejebak dalam fiqh oriented. Untuk itu, perlu upaya transformasi atas ritual agama. Kisah seorang Ibu yang dicontohkan Kang Jalal cukup mudah untuk kita jadikan sebagai refleksi. Karena sebenarnya tansformasi ritual agama sejatinya adalah abagaimana kita mengkhidmahkan diri kita kepada sesama manusia [dan itu adalah implementasi khidmat kita kepada tuhan]. Kemampuan inilah yang akan mengantarkan puasa kita tidak hanya menahan haus, lapar, dan dahaga, namun akan mengantarkan kita kepada haus spiritual akan kehadiran zat suci yang telah kita damba-dambakan.
*Peresensi adalah pemerhati sosial, alumnus PP Sirajul Hikmah Tuban.
Komentar oleh Pryatna — September 18, 2006 @ 9:53 am
Ass.semoga dengan bertemunya kita dengan bulan romadhon ini menjadikan diri kita orang yang terbaik.Menjadi manusia yang terjaga dari semua yang tidak baik.Dan Semoga artikel di atas dapat memeberikan pencerahan bagi semua saudaraku semua. Jazakalloh ya akhi.Ini sangat bermanfaat bagi saya terutama. kalau punya artikel terkait dengan puasa tolong dikirim ke email ana(radixchemy04@gmail.com). wass
Komentar oleh rachmad — September 19, 2006 @ 12:00 am
Assalamu alikum wr.wb.mari kita bersyukur kepada Allah SWT.karena kita masih deberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang sangat mulia.wahai saudaraku yang memiliki skill untuk menulis ttg hal-hal ilmu keagamaan, teruslah menulis untuk pencerahan pemahaman keagamaan umat muslim.kalau bisa saya minta dikirimi artikel-artikel apa saja ke email:nahdah@telkom.net. terima kasih,wassalamu alikum wr.wb.
Komentar oleh Mustamin — September 19, 2006 @ 9:01 am
Assalamualaikum We. Wb.
Syukur Alhamdulillah kita masih dipertemukan oleh Allah SWT dengan bulan Ramadhan, mudah-mudahan dapat menghapus dosa-dosa kita selama ini dan juga insya allah bisa merealisasikan kehidupan Ramadhan pada bulan yang lain, amin. untuk itu Artikel keagamaan sangat kita nantikan untuk menambah nilai ibadah kita. saya juga minta kiriman artikel dari siapa pun mengenai puasa dan ibadah lainya melalui email ini : mursalfit@yahoo.com, wa alaikum salam Wr. wb.
Komentar oleh Chang — September 19, 2006 @ 2:15 pm
bagus
Komentar oleh yoppie — September 20, 2006 @ 2:10 pm
Subhanallah begitu indah begitu hebat tauzyiah yang dijelaskan rosululloh dalam hadis tsb. semoga dapat mempertebal kekuatan dan keikhlasan ibadah shaum kita, sehingga derajat taqwa dapat kita raih. A..miin.
Komentar oleh hilman firmansyah — September 21, 2006 @ 10:00 am
ass…WR. WB
thanxs….banyak ada artikel yang bisa membuat kita yang tidak tahu menjadi tahu. ini pasti sangat lah berarti bagi kita-kita yang mungkin orang awam yang tidak tahu tentang hal2 yang memang belum kita ketahui. semoga kita dapat memahami dan berusaha sebisa mungkin dan dapat mengamalkannya dengan baik dan benar~,”Amien”,~
Komentar oleh D. Y Anggoro — September 23, 2006 @ 12:22 pm
afwan, sepengetahuan ana tentang hadits yang antum tulis di atas termasuk hadits yang DHOIF. So, kita harus berhati-hati dan perdalam lagi ilmu dien kita. Tak semua yang baik itu benar. syukran
Komentar oleh abu umar — September 23, 2006 @ 5:48 pm
Ass. wr. wb.
Saya sangat berterimakasih dengan adanya tausyiah ini.
Tapi dengan kerendahan hati, kalau boleh saya menyarankan sebaiknya tidak dipakai kata ‘azimat’ Nabi.
Insya Allah Kita semua tahu bahwa tujuannya baik.
Tapi akan lebih baik lagi bila tanpa ada kata azimat.
Demikian sedikit usul dari saya.
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan di hati.
Wass. wr. wb.
Komentar oleh Iwan — September 25, 2006 @ 8:44 am
Alhamdulillah saya bersyukur artikel kutbah rosul yang ditampilkan sangat membantu kita semua untuk mengingatkan betapa penting dan mulianya bulan suci ramadhan karena kita belum tentu bisa ketemu tahun depan jazakalloh khoir
Komentar oleh Abdul Latif — September 25, 2006 @ 9:28 am
Sungguh keberkahaan bagi orang-orang beriman, dimana Begitu banyak Pahala di berikan oleh Allah Pada bulan ramadhan ini, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman, bukan orang-orang Islam yang mengaku beriman, bukan orang-orang yang hanya menjalankan puasa yang hanya menahan lapar dan haus saja, namun dia benar-benar iklas mnejalankan puasa ini karena Allah semata dan hanya untuk mencari keridhoan Allah. menjaga hatinya, menjaga pandangannya, menjaga pendengarannya, menjagal lidahnya, dan menjaga langkahnya dari perbuatan maksiat dan dari perbuatan dosa. dan menjadikan bulan yang suci ini bulan untuk memperbanyak amal sedekah kita, untuk menyantuni orang miskin dan anak yatim,semoga kita termasuk orang-orang yang nantinya diberi syafaat Oleh Rosulullah dan di rahmati oleh Allah SWT. amin ya robbal alamin
Komentar oleh Muhammad Naufal Al-Qolbi — September 25, 2006 @ 10:53 am
betapa kasih sayangnya Rasululloh kepada umatnya sehingga beliau senantiasa mengingatkan kita agar meningkatkan iman dan amal sholeh. Rasululloh adalah manusia yang telah diperlihatkan surga neraka-NYA ALLAH SWT sehingga siapa lagi yang patut kita dengarkan peringatannya selain Manusia yang tau jalan menuju surganya ALLAH Azza wa jalla
Komentar oleh khaidir — September 25, 2006 @ 2:26 pm
Setelah membaca artikel tersebut hati saya jadi sangat sedih sekali, karena pada bulan yang mulia ini dimana seharusnya saya dapat beramal dengan baik, malah sedang berada jauh dari Indonesia, berada disebuah negara dimana mesjid hanya ada 5 buah,jauhnya dari tempat tinggal saya kira2 dari Istiqlal ke Bekasi, dan tempat kerja yang tidak menyediakan tempat untuk sholat.
Komentar oleh akbar — September 27, 2006 @ 3:23 pm
Assalamualaikum Wr Wb
gini ramadhan memang dijadikan sebuah wahana untuk lebih mendekatkan diri padaNya, sekaligus untuk lebih memberikan nuansa baru bagi sesama umat muslim.untuk itu selama bulan ini saya berharap agar siapa saja yang membaca tulisan ini senantiasa memberikan motifasi baik secara moral atupun yang lain pada saya, agar saya juga senantiasa ada suasana baru dalam menjalankan ibadah puasu.
mungkin itu dari aku, akhirnya
Wassalamualaikum.
Komentar oleh arisiswanto — September 28, 2006 @ 9:32 am
Alhamdulillah hari ini saya bisa melihat tulisan ini dan semoga limpahan rahmat kepada penulis dan yang membacanya amin.
Komentar oleh sunardi — September 28, 2006 @ 10:08 am
Subhanalloh……… sudah sepatutnya sebagai hamba kita melaksanakan puasa sebagai bukti taat dan tunduk kita pada Alloh. Betapa mulia ajaran Islam selain melaksanakan perintahNya kita bisa mengambil hikmah yaitu dengan bisa merasakan nasib orang yang kurang beruntung dalam artian tidak bisa makan seperti kebanyakan manusia yang bisa makan kapan saja dan dimana saja.
Komentar oleh Bastiyah — September 30, 2006 @ 11:03 am
Maha suci Alah dengan segala firmannya.
sungguh telah datang untuk kita bulan yang di berkahi Allah, disamping puasa dijadikan sebagai media uttik lebih mendekatkan diri kepada Allah, puasa juga senantiasa dijadikan sebagai media untuk lebih keadaan di sekitar kita.oleh karena itu kita sebagai muslim hendaknya sadar bhwa dibawah kita masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dari kita. karena Ia tahu bahwa kita adalah termasuk “tangan-tangan-Nya”. di nuka bumi.
terimakasih atas dibacanya tulidan ini
Komentar oleh arisiswanto — October 5, 2006 @ 12:08 pm
Alahamdulillah, kembali saya dapat ilmu melalui media on line ini, saya berharap dapat ditampilkan teks arabnya, Terimakasih.
Komentar oleh Heddy Salam — October 6, 2006 @ 10:20 am
terimakasih, akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah saya. terimakasih ya atas bantuan dan tulisannya
Komentar oleh erma — October 17, 2006 @ 12:40 pm
eh yang punya web ini. bisa nggak ada tulisan tentang perjuangan rosul dari beliau berdakwah dimekah sampai beliau meninggal dunia? please diadain ya
Komentar oleh erma — October 17, 2006 @ 12:43 pm
Puasa kita sekarang ini perlu terus di introsfeksi,agar kualitasnya makin meningkat. Terus terang saya gelisah dengan adat kebiasaan mudik dan belanja saat di akhir akhir puasa ini. Mungkin akan lebih baik bila saat diujung puasa ini kita lebih banyak berzikit/ i’tikaf, dari pada sibuk mudik /belanja di pasar, berpanas panas sampai membatalkan puasa. Saya melihat di Indonesia ini jalan jalan raya, pasar, swalayan semua ramai sedangkan mesjid makin sepi. Dikantor kantor orang sibuk cari duit buat lebaran. Banyak pula dalam mencari uang ini dengan cara peras sana peras sini, semua beralasan untuk lebaran. Demi lebaran semua menghalalkan segala cara yang penting dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Mari kita introsfeksi apakah cara kita dalam berpuasa ini sudah benar. Dengan alasan demi lebaran ini bagi orang yang tidak mampu sampai ribut suami istri dan berahir dengan berbunuhan. Bagaimana kalau sebaiknya tradisi lebaran yang harus pakai baju baru ini,( konsumtif), diganti dengan kekhusuan, kezuhudan, kesederhanaan dalam sikap hidup. Kita kurangi glamour/ hura hura agar tidak menyakiti hati orang miskin yang ada disekitar. Puasa ini hendaknya merubah perilaku menjadi orang yang makin dewasa. mampu mengendalikan diri atau emosi. Menjadi orang bijaksana. Sesungguhnya orang berpuasa benar itu dapat dilihat nilainya dari performancenya sehari hari apakah ia menjadi lebih baik. Bila ia tetap seperti kemarin berarti puasanya hanya mendapat lapar dan dahaga. Jadi terserah kepada tekad kita, apakah mau semakin berkualitas atau hanya sekedar rutinitas. ngikut ramai aja. Semoga denga puasa tahun ini peringkat korupsi pejabat Indonesia semakin menurun dan kaum muslimin semakin peduli pada orang miskin. Amin ya Robbal ‘alamin.
Komentar oleh Akmal — October 18, 2006 @ 8:15 pm
saya harap semua ini berjalan dengan baik dan sejalan dengan semestinya, karena dengan ini kita teringat betapa pentingnya perjuangan hidup ,,dan juga ketaatan kita kepada alloh dan rasulnya..
Komentar oleh riyan fikry alhidayat — November 4, 2006 @ 5:24 pm
Bagus
Komentar oleh Iwan — September 3, 2007 @ 11:45 am
Marhabar Ya Ramadhan
Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.
Wahai manusia! …
Komentar oleh MARZA SITE — September 4, 2007 @ 11:13 am
Waduuuh, membaca khotbah Nabi diatas sungguh menyenangkan hati, semoga ceramah seperti diatas dapat diteladani para dai2 saat ini.
Komentar oleh Heru Prayitno — September 4, 2007 @ 11:34 am
Semoga kita diizinkan dan diberi kekuatan dalam menjalankan ibadah ramadhan tahun ini dengan khusyu’, amin..
Komentar oleh Fitriani — September 7, 2007 @ 9:39 am
Semoga amal ibadah kita dibulan ramadhan tahun ini lebik baik dari ramadhan tahun lalu
Komentar oleh Haryanti — September 7, 2007 @ 1:21 pm
bagaimana cara kita mengetahui ibadah puasa ramadhan kita diterima oleh Allah S.W.T ?
Komentar oleh prayoga — September 7, 2007 @ 3:04 pm
Marilah Kita Sambut Ramadhan dengan Penuh Semangat
Komentar oleh Muhamad Fatchurrochman — September 8, 2007 @ 7:05 am
Assalamualaikum. marhaban ya ramadhan.Ya…allah bulan yg tak semua orang dapat menikmatinya, ya allah sampaikan lah aku sampai bulan ramadhan tahun ini dan tahun yg akan datang, serta jadikanlah ramadhan 1428 labih baik dari tahun sebelumnya, hai umat islam marilah kita mengerjakan puasa ramadhan dengan sebenar2nya, tak ada waktu lagi untuk kemaksyiatan, “seandainya orang tau betapa besar arti bulan ramadhan maka orang akan meminta semua bulan adalah bulan ramadhan”(al-hadist. bersyukurlah orang2 yang dapat menikmati indahnya ramadhan. wassalam. email and komentar ke abmuis_71@plasa.com, ku tunggu email kalian,
Komentar oleh Abdul Muiz — September 8, 2007 @ 8:25 pm
Ass. salam persaudaraan
bulan dimana amalan yang sunah menjadi pahala amalan yang wajib, dan amalan yang wajib dilipat gandakan, serta semua doa dikabulkan, kaum muslimin dan muslimat jangan sia-siakan bulan ramadhan.
wassalam.
Komentar oleh Abdul Muis_Gn. Sindur-Bogor252339 — September 8, 2007 @ 8:31 pm
Assalamu Alaikum wr. wb.
Marilah kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih , niat yang tulus untuk berpuasa dan melaksanakan amaliah Ramadhan lainnya dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh dengan mengharap balasan pahala dari Allah SWT.
Komentar oleh MR. Maman — September 12, 2007 @ 10:32 am
alhamdulillah.
marhaban ya ramadhan…………
bulan penuh berkah. penuh rakhmad dan semuanya.
mari kita sucikan bulan ini dengan ikhlas dan kebesaran hati.
semoga kita bisa meningkatkan amal kebaikan kita.
amin…………
Komentar oleh samsul huda — September 12, 2007 @ 12:31 pm
Khutbah Rosulullah SAW hendaknya menjadikan semangat bagi kita untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Manfaatkanlah momentum bulan suci ramadhan ini untuk memohon ampunan,tempat menempa dan memperbaiki diri. Karena kita hidup ini tidak akan lama didunia ini yang akan berakhir dengan cara yang terduga dan itu pasti. Dan hendaknya kita selalu siap dengan keadaan dan kondisi bagaimanapun jika kita dipanggil kehadirat-Nya(persiapkan iman yang benar, isikan hati hanya untuk kebesaran Allah SWT nafikan kebesaran mahkluk dari dalam hati…..Mohonlah kepadanya, karena kita hanyalah manusia yang tidak mempunyai kekuatan apa2 dan akan kembali kekampung sebenarnya yaitu akhirat………..)
Tawakal hanya kepada-Mu Rabb……..
Wassalam
Komentar oleh sastra — September 12, 2007 @ 4:26 pm
Hiasilah tidurmu dengan tetesan air wudhu, lelapkanlah matamu dengan alunan dzikrullah, selamatkanlah dirimu denagn kalimat syahadat, alaskan dirimu dengan sebait doa
Komentar oleh al Ezra — September 13, 2007 @ 12:29 pm
Asw. Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani Shaum Ramadhan yang telah lama kita nanti in…
Artikel ini bagus… teruskan perjuangan anda membela agama Allah lewat tulisan anda. Jangan ragu oleh caci dan maki dari orang lain dan tetaplah koreksi diri anda. Karena anda dan Allah yang paling mengetahui diri anda sendiri…
Syukron…
Komentar oleh Maulana — September 13, 2007 @ 1:13 pm
Maaf, setahu saya hadits di atas adalah dhoif, karena di dalam sanad-nya ada perawi yg namanya Ali bin Zeid bin Jud’an yg menurut ulama ahli hadits dia laisa bi hujjah (tidak bisa dijadikan hujjah). Penjelasannya silakan baca di buku “Hadits-hadits Palsu Seputer Ramadhan”-nya Prof. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Wallahu a’lam
Komentar oleh Abu Marjan — September 13, 2007 @ 2:33 pm
SUBHANALLAH SMOGA KITA BISA MENGAMALKAN APA YANG TRERDAPAT DALAM ARTIKEL INI DAN TETAP MEMBERI KITA SEMANGAT BERAMAL DI BULAN RAMADHAN DARI AWAL SAMPAI AKHIR.AMIN..
Komentar oleh RISMA — September 15, 2007 @ 12:12 pm
untuk saudara abu marjan,ada pepatah yang mengatakan;jangan lihat siapa yang menyampaikan..tapi lihatlah kebaikan dari isi yang disampaikan!!!,menurut saya isi khutbah diatas sangat-sangat baik dan bermanfaat.jikalau ada yang tidak baik,mari kita koreksi dan saring bersama-sama.ingatlah”sampaikanlah walau hanya satu ayat”
Komentar oleh faizalpci — September 17, 2007 @ 10:29 pm
Assalamu ‘alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Ada kaidah, hadits dho’if (lemah) lebih baik daripada perkataan manusia secara umum. So, ambil hikmahnya … dan tetap berhati-hati … Salam ukhuwwah untuk semua
Komentar oleh haizum — September 19, 2007 @ 8:30 am
assalamu alaikum ww.
ana salut dgn penampilan khutbah rasul ini
bisa menambah wawasan kaum muda islam
slamat menunaikan ibadah puasa.
Komentar oleh HASPIN — September 19, 2007 @ 9:32 am
Saya senang dengan artikel ini membuat ilmu saya bertambah tentang Ramadhan apalagi saya masih kelas 6 SD lumayan simpanan ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya trms
Komentar oleh ASHILA — September 19, 2007 @ 12:05 pm
tolong kasih saya email tentang keutamaan lailatul qodar. syukron katsiron
Komentar oleh ali — September 19, 2007 @ 3:27 pm
subhanallah… maha besar Allah yang telah menyediakan satu bulan dalam setahun untuk kita secara berjamaah meghadap padanya dalam 24 jam sehari, dimana setiap amalan kita bernilai ibadah. Allahu Akbar Lailahailla anta subhanaka inni kuntu minazzalimin. ya allah ampunilah dosa kami… amin.
Komentar oleh ridwan — September 20, 2007 @ 9:47 am
Memang di bulan Ramadhan dimuliakan seluruh amal kebaikan kita, sehingga berpahala berlipat-lipat. akan tetapi yang sering menjadi pertanyaan saya, sungguh puasa dengan sebenar-benarnya puasa itu tidak gampang. meskipun syetan telah terbelenggu, akan tetapi sifat syetan terhadap diri kita senantiasa melekat. waspadalah!!!!
Komentar oleh AMIN — September 22, 2007 @ 11:11 am
Ass. wr.wb.
Semoga di bln ramadhan ini kita mendapat banyak pelajaran, selalu berusaha untuk bersy’iar dimanapun kita berada. Sadarlah sahabat ku’s. harta melimpah & jabatan yg tinggi takan menghalangi panas api neraka sedikitpun, kecuali dibelanjakan di jalan Alloh SWT. Sukron….
Komentar oleh Asep.OB.FHUP — September 25, 2007 @ 9:14 am
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. kita dapat mengambil dari satu sisi yaitu dalam bulan ramdhan biasanya umat islam bermalas-malasan untuk melakukan aktivitas, akan tetapi dalam hal, tersebut membuat seseorang yang berpuasa amalnya akan berkurang.
Komentar oleh nanhy_PeB3 — September 25, 2007 @ 3:21 pm
Bulan yang di dalam diturunkanya al quran kepada nabi muhammad saw, pertama kalinya di gua hira.subhanallah.
Komentar oleh Ismail — September 27, 2007 @ 11:39 am
Afwan ya ikhwan,saya sedikit ada komentar tentang tulisannya di atas yaitu “azimat rasul”, apa betul rasul itu punya azimat?
terus tentang khutbah yang ditulis di atas dari mana ya diambil? tolong dong kjasih tahu buku dan pengarangnya! thanks
and kalau bisa tolongnya kirimkan tulisan arabnya ke emailnya ana. (pengkomentar adalah seorang santri dari Medan)
Komentar oleh JEPRI BANGUN — September 28, 2007 @ 1:43 pm
M4rhaban Ya Ramadh4n,,,,,,,,
I always w4iT u…… ^-^
Komentar oleh no_vha — August 14, 2008 @ 1:09 pm
Ya..Allah,,,Jadikanlah Ramadhan Nanti,,,menjadi ramadahan yang lebih baek dari ramadhan sebelumnya!!!!Amin,,,,
Komentar oleh Budi — August 15, 2008 @ 2:59 pm
bagus, tapi sumber kitabnya, tau haditsnya dari mana
Komentar oleh dahlan — August 15, 2008 @ 9:10 pm
ISINYA BAGUS….TAPI LEBIH BAGUS LAGI JIKA DI SETIAP PEMBAHASAN DI SISIPKAN SEBUAH DALIL ATAU HADIST, SUPAYA DAPAT DI PERCAYA 100%
Komentar oleh NURUL — August 19, 2008 @ 8:52 pm
SEMOGA ALLAH SWT MENYAMPAIKAN UMUR KITA PADA BULAN RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA, DAN KITA TERMASUK ORANG YANG DIPILIH UNTUK DAPAT MEREGUK KENIKMATAN SEMUA KEUTAMAAN RAMADHAN…AMIEN
Komentar oleh Andri — August 22, 2008 @ 8:34 am
Subhanallah, Smoga kita dapat menjalankan Ibadah di bulan Penuh Rahmat, Berkah dan Inayah - Nya ini dengan sempurna,…
Komentar oleh Imut — August 22, 2008 @ 10:54 am
Ya Allah, jadikanlah semua muslimin & muslimat pengunjung situs ini sebagai orang yang engkau beri keselamatan di dunia dan akhirat, Amin…!!!
Komentar oleh m.khairuddin — August 22, 2008 @ 4:10 pm
Afwan…, ada teks bahasa Arabnya G?
Syukran be4
Komentar oleh Adheet — August 22, 2008 @ 5:59 pm
Kalo bisa lengkapi dengan hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah hukum biar ana lebih banyak tahu tentang hkm2 dlm shaum. sykron atas arikelnya
Komentar oleh firdha — August 23, 2008 @ 10:41 am
Assalamualaikum Wr. Wb.
terima kasih sy sampaikan kepada pihak penulis dan penerbit dakwah semoga Allah SWT selalu memberikan kita nikmatNya dlm setiap aktivitas kita. amin!!!
kajian yang disampaikan alhambdulillah ini menjadi tambahan sy dlm melakukan dakwah,akan tetapi sy berharap setiap firman dan hadits di tuliskan sumbernya (surat n periwayat n mngkin sanadnya supaya jelas). mohon kirimkan k email sy y
terimak kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar oleh Lalu Usman Ali — August 26, 2008 @ 6:34 am
asslm……!!!!!
subhanallah…..!!!! segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan wahyuNya kepada kita melalui nabiNya…..ya….Allah sampaikanlah salam takzim kami kepada hambaMu yang terpilih nabi Muhammad saw….semoga kami mendapat safaat beliau di Yaumil Mahsyar kelak.Amin….
Komentar oleh Zulkhairi — August 26, 2008 @ 11:05 am
Assalamualaikaum…. Allahu Akbar, Ya Allah begitu besar rahmat dan hidayah-Mu… Begitu indah bulan ramadahan-Mu… Semoga Engkau masih berkenan memberiku waktu untuk menikmati bulan penuh berkahmu ini… amin………..
Komentar oleh Intan — August 27, 2008 @ 12:56 pm
good luck 4 next ramadhan!!! balapan cari pahala yuk!!!
Komentar oleh jutex — August 29, 2008 @ 9:12 am
Subhanallah
Marilah kita menuju nikmat yang tertinggi sebagai hambanya,pahala yang Alloh limpah ruahkan pada kita
Pahala dari Sang Maha Pengasih dan Penyayang
Mugi-mugi kito diparingi kewelasanNya di akhirat nanti,jangan sampai ada rasa riya’,sum’ah,dsb
Tundukkan hati resapi qolbu rasakan setiap detak jantung dengan selalu bertasbih padaNya
Manfaatkanlah momen Ramadhan ini sebagai niat tulus pengabdian dan ibadah kita pada Alloh…
Komentar oleh abdul salam — August 29, 2008 @ 9:39 am
Assalamualaikum…. Semoga Allah memberikan kita kekuatan Iman dan Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan
Komentar oleh tari yusuf — August 29, 2008 @ 2:52 pm
afwan akhi semuanya yang ada diseluruh dunia ini.
berjuang terus mujahidin yang ada di palestina .{{Allahuakbar!!!!}}
Komentar oleh fadli — August 29, 2008 @ 4:33 pm
subhanallah, maha suci dzat yang menciptakan hati manusia yang semulia nabi,maha benar Allah yang telah memberi petunjuk kepada semu umatnya, andainya indonesia di penuhi orang yang berakhlak mulia seperti nabi, mungkin tidak ada keluarga kita yang terlantar di bawah kolong jembatan.
Komentar oleh fardinal — August 31, 2008 @ 10:39 am
Assalamualaikum….
Alhamdulillah masih byk saudara2 kita yang sesama muslim….
Komentar oleh Alunk — August 31, 2008 @ 9:53 pm
Alhamdulillah kita masih dapat hidayah untuk membaca khutbah Rosululloh SAW. Memang romadlon itu bulan pengendalian atau bulan penggemblengan. Kita berharap setelah romadlon meninggalkan kita, kita masih mendapatkan nilai tambah, sehingga kita dapat lebih baik dari sebelumnya.
Komentar oleh Abdul Hakim — September 3, 2008 @ 10:23 am
ustad saya mau tanya, kalo kita lagi tengah hari puasa, gak kerasa kalo dimulut kita ada sedikit sisa makanan didalam gigi sisa sahur, terus kita makan makanan tersebut.gimanatuh puasanya apa masih tetepsah apa engga???kirim jawaban secepatnya ya ustad
Komentar oleh Gun Gunawan — September 3, 2008 @ 2:37 pm
alhamdulillah kita bertemu lagi dengan bulan ramadhan n saat nya kita juga untuk panen pahala …….
tentu saja dengan cara2 yang telah ditentukan dan telah diajarka para ulama kita………
bisa juga dengan yang dijelaskan ustad diatas….
terima kasih ya ustad saya jadi tahu hadistnya mengenai puasa……..
thanks ya
Komentar oleh krisna — September 4, 2008 @ 10:04 pm
ustadz saya mo nanya:
1. ada yang bilang kalo setelah tarawih kita melaksanakan shalat witir, maka kita tidak bisa yahajud karena witir penutup shalat
2. kalo sebelum berbuka kita berwudhu, lantas minum dan makan (ex. goreng2an dll) lalu kita shalat tnpa berwidhu lagi, apakah sah shalatnya?
3. apakah gosok gigi dengan pasta gigi disiang hari makruh?
syukron tuk jawabannya. ditunggu.
Komentar oleh Ahmad Faiz Adnan — September 5, 2008 @ 9:46 am
Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan. Sayang sekali kalo kita melewatkannya begitu saja…
Komentar oleh HAbib — September 11, 2008 @ 2:24 pm
saya setuju, tapi bukannya ngarepin pahala itu mengurangi keikhlasan dlm beribadah ya, boleh katakan pahala itu adalah berhala, dan satu lagi kita akan diampuni dosa. sering kita merasa kita telah diampuni dosa jadi suci laksana bayi baru lahir, terus kita bangga dan ngelakuin dosa lagi. atau pawa waktu hari raya kita plg kampung trus merasa kita ini lbh dari mereka yang di kmpung (riya begitu)
Komentar oleh acoon — September 12, 2008 @ 7:32 pm
Alhamdulillah kita masih bisa menjalankan Ramadhan tahun ini. mari bersama-sama introspeksi diri, memberikan yang terbaik untuk diri kita dan orang-orang disekitar kita. apapun yang terjadi, entah ada diskon pahala gede-gedean atau enggak kita harus optimis mampu memberikan yang terbaik, hanya kita dan Allah yang tahu niat kita.
Komentar oleh Franda Hanifa — September 13, 2008 @ 11:48 am
tolong sampaikan kepada kami, dinukil dari kitab apa?
Komentar oleh diki — September 18, 2008 @ 11:31 am
semoga kita tetap dalam naungan dan ridho Allah
Komentar oleh lubiez — October 16, 2008 @ 9:16 am
assalamualaikum ya ustad,ananda minta izin untuk nyimpan datanya, moga bermamfaat. syukran
Komentar oleh devi muthmainnah — June 1, 2009 @ 6:00 pm
Assalamualaikum ustd,ana minta izin
untuk menyimpan datanya.syukron katsir
Komentar oleh m zainul arifin — July 28, 2009 @ 2:41 pm