Intisari Khutbah Jum’at - 20050826
Khutbah Jum’at kali ini mengambil topik WAHN. Yang dimaksud dg WAHN adalah TERLALU CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI. Di jaman modern ini, kian banyak orang (Muslim) yg kian menenggelamkan dirinya ke dalam urusan dunia, yg memabukkan dan membuatnya lupa dengan sekelilingnya. Hal yg lebih parah lagi, urusan cinta dunia ini merembet ke urusan takut mati. Padahal mati adalah sesuatu yang PASTI…karena SETIAP YANG BERNYAWA AKAN MATI.
Sikap cinta dunia ini akan memunculkan sedikitnya 2 penyakit hati:
1. Kikir
Dia beranggapan bahwa harta yg didapat adalah usahanya sendiri, tidak ada urusan dengan orang lain. Yg lebih mengerikan lagi adalah dia tidak mau mengeluarkan hartanya untuk bersedekah/berjuang di jalan ALLOH. Padahal harta yg melimpah tidak akan berguna jika si empunya mempunyai sifat kikir. Dia akan berpikir bahwa orang yg datang/dekat dengannya didorong karena ingin mengambil/meminta hartanya. Kehidupan yg demikian tidak akan menenangkan.
2. Rakus
Kebalikan dari kikir. Dia akan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa-apa (terutama harta) yg dia inginkan, meskipun efeknya akan membahayakan orang lain.
Pemeo yg sering digunakan untuk menyatakan cinta dunia adalah 3 Ta; Harta, Tahta, dan Wanita. Islam tidak melarang umatnya untuk jadi orang kaya, orang dengan jabatan mentereng, bahkan boleh beristri max 4 orang. Islam hanya tidak menginginkan umatnya menjadi terlena oleh itu semua dan melupakan tugas utamanya, menjadi khalifah di bumi.
Rasa malu merupakan sebagian dari iman. Orang yg tidak punya malu biasanya imannya sudah tidak berbekas di hatinya. Demikian juga orang yg tidak beriman, biasanya tidak punya rasa malu juga. Dengan kata lain, malu adalah pasangannya iman. Orang yg pemalu akan menjadi orang yg sabar.
Tentang kematian, karena dia sudah pasti datang, maka kini tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah hendak berusaha mengumpulkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak, ataukah hanya bertopang dagu belaka. Sikap/perilaku seseorang di dunia akan terbawa hingga ke akhirat. Jika selama di dunia dia banyak beramal, maka hidupnya di akhirat kelak akan tenang dan senang. Demikian pula sebaliknya, jika di dunia sudah membuat kerusakan, maka saat di akhirat kerusakan2 tersebut akan berbalik menimpa dirinya.
Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

